• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diagram Alir Penelitian

Dalam dokumen EVALUASI FAKTOR KESERASIAN ( MATCH FACTOR (Halaman 55-0)

BAB III METODE PENELITIAN

3.7 Diagram Alir Penelitian

Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian:

Produktivitas Alat Angkut Dan Alat Muat Pada Kegiatan Penambangan Batubara PT. Minemex Indonesia Kecamatan Mandiangin Kabupaten

Sarolangun Provinsi Jambi.

Identifikasi Masalah

1. Pengaruh waktu siklus terhadap produksi alat muat (excavator).

2. Pengaruh Effisiensi waktu kerja terhadap produksi alat angkut (dump truck).

3. Keserasian kerja (match factor) antara Excavator dan dump truck.

4. Jumlah excavator dan dump truck yang efektif digunakan untuk kegiatan produksi.

5. Karna terjadinya tidak keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut sehinggah perlatan bekerja dengan tidak effisen.

Pengumpulan Data

Data Primer

1) Cycle time Excavator Kobelco SK 330

2) Cycle time Dump Truck Fusso 220 PC

3) Jam Kerja PT. Minemex Indonesia

5. Keadaan Geologi dan Stratigrafi.

6. Efisiensi Kerja Alat

nilai match factor antara alat muat dan alat angkut

Pengolahan Data

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

42

diperlukan dalam penelitian mengenai evaluasi faktor keserasian (match factor) antara Excavator Kobelco SK 330 dengan Dump Truck Fusso 220 PC pada penambangan batubara pada PT. Minemex Indonesia dilanjutkan dengan analisis data dan pembahasan.

4.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahapan yaitu dengan mengumpulkan dokumen perusahaan yang berkenaan dengan produktivitas dan keserasian dari alat gali muat dan alat angkut serta data langsung di lapangan untuk mengamati hambatan-hambatan yang terjadi di setiap produktivitas alat.

Data inilah yang akan dibandingkan antara data perusahaan dengan kenyataan di lapangan.

1. Proses Penambangan

Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui tentang sistem penambangan di PT. Minemax Indonesia, mulai dari awal penambangan sampai keakhir penambangannya. Kegiatan ini berupa pengamatan dari pengupasan lahan (pioneering), pengupasan tanah penutup (overburden), coal getting, pemuatan (loading) dan pengangkutan (hauling).

Gambar 4.1 Coal Getting

Gambar 4.2 Pemuatan Batubara

2. Hambatan-hambatan Penambangan

Dari pengamatan di lapangan ditemukan bahwa hambatan-hambatan bisa menyebabkan target produksi menjadi tidak tercapai. Jadi dengan mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi diharapkan kedepannya bisa diperbaiki untuk meningkatkan jumlah produksi.

4.1.1 Data Primer

Data primer merupakan data-data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan tersebut meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Waktu Siklus Excavator Kobelco SK 330

Berdasarkan pengamatan dilapangan maka diperoleh waktu siklus atau cycle time rata-rata dari alat Excavator Kobelco SK 330 adalah sebesar 26,19 detik (lampiran III). Jumlah alat muat sebanyak 1 unit.

2. Waktu Siklus Dump Truck Fusso 220 PC

Berdasarkan pengamatan dilapangan maka diperoleh waktu siklus atau cycle time rata-rata dari alat Dump Truck Fusso 220 PC adalah sebesar 911,75 detik (Lampiran IV). Jumlah alat angkut sebanyak 5 unit.

4.1.2 Data Sekunder

Data Sekunder merupakan data-data yang diambil dari data-data yang telah tersedia yang meliputi:

a. Spesifikasi Alat Berat. (Lampiran I dan II ) b. Pembagian Waktu Kerja. (Lampiran V ) c. Lokasi dan Topografi. (Bab II)

d. Iklim dan Cuaca. (Bab II)

e. Keadaan Geologi dan Stratigrafi. (Bab II) f. Efisiensi Kerja Alat (Lampiran V)

spesifikasi alat, peta topografi dan geologi, sejarah lokasi dan topografi perusahaan serta efisiensi kerja alat.

4.1.3. Jadwal Kerja Perusahaan

Penambangan batubara PT. Minemex Indonesia berlangsung sebanyak 2 shift perhari, dimana shift hari senin-kamis di mulai pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00, kemudian mulai lagi dari pukul 13.00 hingga pukul 17.00.

Hari jum’at di mulai pada pukul 07.00 sampai pukul 11.00, kemudian mulai lagi dari pukul 13.30 hingga pukul 17. Sabtu dan Minggu jadwalnya sama dengan hari senin-kamis.

Tabel 4.1

Jam Kerja PT. Minemex Indonesia Waktu

Jam Kerja PT. Minemex Indonesia Untuk Hari Jum‟at Waktu

4.1.4. Alat Penambangan

Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis alat berat yang dipakai oleh perusahaan. Jenis alat berat yang digunakan sangat menentukan jumlah produksi penambangan, alat berat yang tidak efisien bisa menyebabkan jumlah produksi tidak tercapai. Berikut ini alat yang digunakan dalam kegiatan penambangan.

Sumber: PT. Minemax Indonesia

4.1.5. Waktu Kerja Yang Tersedia (Wkt)

Dalam satu bulan terdapat 30 hari, satu hari perusahaan bekerja selama 8 jam kerja dalam satu hari adalah, jadi total jam kerja yang tersedia dalam satu bulan adalah 30 x 8 = 240 jam/ bulan.

4.2 Pengolahan Data

4.2.1 Perhitungan Efisiensi Alat

Efisiensi alat merupakan tingkat prestasi kerja alat yang digunakan untuk melakukan produksi dari waktu yang tersedia, dalam usaha peningkatan produksi diperlukan rencana kebutuhan alat gali muat dan alat angkut yang tujuannya agar alat muat dan alat angkut yang dioperasikan mampu bekerja secara optimal sesuai

dengan kondisi alat tersebut. Untuk mencapai produksi yang optimal diperlukan adanya penilaian terhadap kemampuan alat muat dan alat angkut, dengan cara pengamatan dan penelitian terhadap keadaan di lapangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan produksi dari alat gali muat dan alat angkut. Hasil pengamatan di lapangan, yang mengakibatkan kurangnya kemampuan produksi dari alat gali muat dan alat angkut adalah waktu kerja yang banyak berkurang yang digunakan untuk standby, serta tingkat kesediaan alat yang rendah.

Tabel 4.4

Efesiensi Kerja Excavator 0,87

Efesiensi Kerja Dump Truck 0,80

Sumber: PT. Minemex Indonesia

4.2.2 Produktivitas Alat Muat

Pada kegiatan coal getting di PT. Minemex Indonesia alat gali muat yang digunakan adalah dan Excavator Kobelco SK 330.

Secara umum rumus untuk mencari Produktivitas alat gali muat adalah sebagai berikut:

(Sumber: Rostiyanti, 2008)

Q=Kbx 3600 xSxBFFxE

CTm

Keterangan:

Q = Produktivitas Alat (lcm/jam) E = Efisiensi kerja excavator Kb = Kapasitas Bucket (m3)

S = Faktor Koreksi untuk kedalaman dan sudut putar.

BFF = Faktor Koreksi untuk Alat Gali/Muat.

CTm = Cycle Time Alat Muat (detik)

Berdasarkan penelitian dilapangan diperoleh rata rata waktu edar (cycle time) Excavator Kobelco SK 330 adalah:

Ctm = 26,19 Detik ...(Lampiran III) E = 0,87 ...(Tabel 4.4 ) Kb = 1,6 bcm ...(Lampiran I) S = 1,33 ...(Tabel 2.2) BFF = 0,80 ...(Tabel 2.3) Jadi produktivitas Excavator Kobelco SK 330 adalah:

x 1,3 (density batubara ) Q = 264,65 ton/jam x 240 Jam/bulan

Q = 63.516 ton/bulan

4.2.3 Produktivitas Alat Angkut

Untuk alat angkut yang digunakan oleh PT. Minemex Indonesia adalah Dump Truck Fusso 220 PC , jumlah pengisian bucket untuk dump truck 5 bucket.

kapasitasi bucket/cycle time adalah:

(Rochmanhadi 1992; 65)

Dimana:

Q = Produksi/jam (Bcm/jam)

q = Produktivitas / cycle time (Bcm) K = Efesiensi bucket Excavator E = Efesiensi kerja dump truck (%) Cta = Cycle time (Detik)

q1 = Kapasitas excavator bucket (Bcm) n = 5 bucket

(Sumber : Pengamatan Lapangan)

Jenis material yang dimuat Excavator Kobelco SK 330 adalah batubara, dari jenis batuan ini maka faktor bucketnya adalah:

...(lampiran I) E = 0,80 ...(LampiranV) Cta = 911,75 detik / 15,19 menit...(Lampiran IV) q1 = 1,6 Bcm ...(Lampiran II)

maka produksi persiklus adalah:

Bcm

Maka produktivitas dump truck adalah:

x 1,3 (density andesit) P = 26,29 ton/Jam x 240 Jam/bulan

P = 6.309,6 ton/bulan

Berdasarkan perhitungan diatas Dump Truck Fusso 220 PC mempunyai produktivitas sebesar 6.309,6 ton/bulan, sedangkan dilapangan satu Excavator malanyani 5 unit Dump Truck, maka produksi perbulan adalah

P total = produktivitas damp truck x 5 unit = 6.309,6 ton/bulan x 5

= 31.548 ton/bulan

Maka total produksi Dump Truck Fusso 220 PC adalah 31.548 ton/bulan.

4.2.4 Match Factor (MF)

Keserasian alat muat dan alat angkut antara Excavator Kobelco SK 330 dan Dump Truck Fusso 220 PC dapat dicari dengan persamaan berikut:

Keterangan:

MF = Match Factor.

Na = Jumlah alat angkut, unit.

Nm = Jumlah alat muat, unit.

n = Banyaknya pengisian tiap satu alat angkut.

CTa = Waktu edar alat angkut, menit.

CTm = Waktu edar alat muat, menit.

Waktu edar alat muat (Ctm) = 26,19 detik ...(Lampiran III) Jumlah Alat Muat (Nm) = 1 Unit

Waktu edar alat angkut (Cta) = 911,75 detik...(rata-rata cycle time DT) Jumlah alat angkut (Na) = 5 Unit

Jumlah pengisian bucket = 5 bucket

=

artinya kapasitas alat angkut lebih kecil dari kapasitas alat muat sehingga alat muat akan sering menuggu.

MF =

MF=

4.2.5 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Alat

Untuk faktor-faoktor yang mempengaruhi Produktivitas alat adalah sebagai berikut ini.

1. Waktu Edar (Cycle Time)

Waktu edar adalah waktu yang diperlukan oleh suatu alat untuk melakukan satu siklus kerja.

2. Keadaan dan Jenis Material

Besar kecilnya ukuran material sangat mempengaruhi waktu edar alat gali muat dan alat angkut serta akan mempengaruhi kinerja alat.

3. Pengaruh Cuaca

Hujan sangat mempengaruhi peralatan mekanis yang sedang bekerja, jika hujan lebat, waktu pengoperasian peralatan mekanis pada pengangkutan bahan galian akan terhenti

4. Konsisi Jalan

Kondisi jalan angkaut akan mempengaruhi waktu edar atau cycle time alat dalam melakukan produksi, semakin bagus jalanya maka akan semakin sedikit waktu edar yang dibutuhkannya.

5. Skill dan Pengalaman Operator

Operator yang sudah terdidik dan berpengalaman akan mengerti cara mengoperasikan suatu alat agar dapat lebih leluasa bergerak dan tidak mengganggu kerja alat lain.

Tabel 4.5 Rekaputasi Data

No Deskripsi Keterangan Jumlah

1 Produktivitas Excavator

Kobelco SK 330 63.516 ton/bulan 1 unit

2 Produktivitas Dump Truck Fusso

220 PC 31.548 ton/bulan 5 unit

3 Macth Factor (MF) 0,71

Sumber: Pengolahan Data

54

peralatan mekanis seperti alat gali muat dan alat angkut yang bertujuan agar produktivitas alat mekanis mampu bekerja secara optimal sesuai dengan kondisi alat tersebut. Untuk mencapai target produksi maka diperlukan adanya penilaian terhadap kemampuan alat muat dan angkut dengan cara pengamatan dan penelitian terhadap keadaan alat di lapangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan produksi dari alat tersebut .

5.1 Upaya Perbaikan Faktor Keserasian.

1 = 26,19 x 5 Na 911,75 x 1 1 = 130,95 Na 911,75

130,95 Na = 911,75 Na = 6,96 ≈ 7

Berdasarkan perhitungan diatas, maka untuk mencapai keserasian alat muat dan alat angkut pada penambangan batubara di blok B PT. Minemex Indonesia adalah sebanyak 7 unit.

MF=

5.2. Analisa Produktivitas Alat Angkut.

Alat angkut yang diisi oleh Excavator Kobelco SK330 adalah Dump Truck Fuso 220 PC , jumlah pengisian bucket untuk Dump Truck 5 backet.

kapasitasi bucket/cycle time adalah:

(Rochmanhadi 1992; 65)

Jenis material yang dimuat Excavator Kobelco SK330 adalah batubara, dari jenis batuan ini maka faktor bucketnya adalah:

...(lampiran I) E = 0,80 ...(Tabel 4) Cta = 911,75 detik / 15,19 menit...(Lampiran IV) q1 = 1,6 Bcm ...(Lampiran II) maka produksi persiklus adalah:

Bcm

Maka produktivitas Dump Truck adalah:

x 1,3 (density andesit).

P = 26,29 ton/Jam x 240 Jam/bulan.

P = 6.309,84 ton/bulan.

Berdasarkan perhitungan diatas Dump Truck Fusso 220 PS mempunyai produktivitas sebesar 6.309,84 ton/bulan, sedangkan dilapangan satu Excavator malanyani 7 unit dump truck, maka produksi perbulan adalah

P total = produktivitas Dump Truck x 7 unit = 6.309,84 ton/bulan x 7

= 44.168,88 ton/bulan

Maka total produksi Dump Truck Fusso 220 PS adalah 44.168,88 ton/bulan.

5.3 Pengurangan Terhadap Hambatan Yang Dapat Dihindari

Hambatan-hambatan yang dapat dihindari sebagian besar terjadi akibat adanya penyimpangan terhadap jam kerja yang telah dijadwalkan. Untuk mengurangi terjadinya hambatan-hambatan tersebut dapat dilakukan:

1. Istirahat yang dilakukan lebih awal dan istirahat yang terlalu lama pada waktu jam istirahat, dapat diatasi dengan meningkatkan disiplin kerja yaitu dengan cara melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pekerja sehingga kehilangan jam kerja menjadi lebih kecil. Apabila perlu jika terjadi pelanggaran maka akan diberi peringatan baik secara lisan maupun tertulis, denda ataupun skors.

2. Pencapaian target produksi masih belum tercapai dari yang ditargetkan oleh PT. Minemex Indonesia. Untuk pencapaian target produksi 100.000 ton/bulan maka perlu dilakukannya optimalisasi waktu kerja rangkaian, seperti persiapan

alat, kondisi material, kondisi jalan angkut dan lain sebagainya, dengan berkurangnya waktu hambatan maka produksi semakin meningkat. Langkah untuk pencapaian target tersebut adalah dengan mengoptimalkan waktu kerja, untuk dapat mengoptimalkan waktu kerja pada rangkaian alat dapat dilakukan dengan mengurangi waktu hambatan. Waktu hambatan tersebut terdiri dari:

3. Waktu Persiapan Alat

Waktu persiapan alat adalah waktu yang digunakan untuk pengecekan peralatan, pembersihan, pelumasan alat dan lainnya. Waktu persiapan alat terlalu lama karena kurangnya disiplin para pekerja dalam melakukan tugasnya, sehingga mengurangi efisiensi kerja. Untuk mengatasi masalah ini, setiap akan bekerja pengawas harus selalu mengontrol para pekerja dalam melaksanakan tugasnya.

4. Kondisi Jalan Angkut

Geometri jalan angkut akan mempengaruhi produksi, dimana jalan merupakan akses yang penting didalam produksi terutama untuk alat angkut. Apabila kondisi jalan tidak sesuai dengan geometri jalan yang seharusnya, maka akan mempengaruhi siklus waktu edar dan produksi dari alat itu sendiri. Hal ini bisa di atasi dengan melakukan pembuatan jalan dengan geometri yang sesuai serta melakukan perawatan jalan secara berkala agar tidak terjadi hal yang membuat produksi terganggu.

5. Waktu Edar ( Cycle Time)

Waktu edar Excavator dihitung dari waktu penggalian, mengayun saat Bucket berisi material, waktu menumpahkan material ke Dump Truck dan waktu

mengayun saat Bucket kosong. Besarnya waktu edar Excavator dipengaruhi oleh jenis material yang digali, besarnya sudut ayun/Swing Angle, dan kemampuan excavator itu sendiri.

Waktu edar dump truck dihitung dari saat waktu muat, waktu angkut dari front tambang ke disposal/ stock pile, waktu manuver di disposal/ stock pile, waktu menumpahkan material/ dumping, waktu kembali dari disposal/ stock pile ke front tambang dan waktu manuver dan memposisikan diri di front tambang.

Tabel 5.1 Rekaputasi Data

No Deskripsi Keterangan Jumlah

1 Produksi Excavator Kobelco SK 330 63.516,96 ton/bulan 1 unit 2 Produksi Dump Truck Fusso 220 PC 44168.88 ton/bulan 7 unit

3 Macth Factor (MF) 1

Sumber: Pengolahan Data

59

Berdasarkan data lapangan yang diperoleh dan hasil analisis yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan dari pengamatan yang dilakukan antara lain:

1. Faktor keserasian Excavator Kobelco SK 330 dan Dump Truck Fusso 220 PC untuk produksi batubara pada PT. Minemex Indonesia adalah sebesar 0,71.

2. Jumlah alat muat dan alat angkut yang dibutuhkan untuk mencapai faktor keserasian adalah 1 unit untuk alat muat dan 7 unit untuk alat angkut.

3. Produksi Dump Truck Fusso 220 PC sebesar 31.548 ton/bulan dengan jumlah alat angkut sebnayak 5 unit. Setelah dilakukan penambahan alat angkut menjadi 7 unit maka produksi menjadi 44.168,88 ton/bulan

6.2 Saran

1. Meningkatkan waktu kerja efektif dan perawatan jalan secara berkala agar proses produksi tidak terganggu.

2. Disarankan untuk penambahan alat muat dan alat angkut serta meningkatkan efektivitas kinerja dari alat muat dan angkut.

3. Memperbaiki serta mengawasi peralatan maupun geometri jalan agar produksi tetap tercapai, serta tetap menjalankan standar operasial prosedur didalam melaksanakan pekerjaan, agar pekerjaan berjalan sebagai mestinya.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Anonim, ”Data- data dan Arsip-arsip laporan” PT. Minemex Indonesia

Ardyan Febrianto, dkk. Kajian Teknis Produksi Alat Gali-Muat Dan Alat Angkut Pada Pengupasan Overburden Di Tambang Batubara PT. Rian Pratama Mandiri Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. 1 Nomor. 2 Periode: September 2015.

Hariz Subhan, dkk. Analisa Kemampuan Kerja Alat Angkut Untuk Mencapai Target Produksi Overburden 240.000 Bcm Perbulan Di Site Project Darmo PT. Ulima Nitra Tanjung Enim Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian 2015

Partanto, Prodjosumarto, Pemindahan Tanah Mekanis, Institut Teknologi Bandung (ITB), 2000.

Prodjosumarto, partanto. Pemindahan Tanah Mekanis.. Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung 1996.

Rezky Anisari, Keserasian Alat Muat Dan Angkut Untuk Kecapaian Target Produksi Pengupasan Batuan Penutup Pada PT. Unirich Mega Persada Site Hajak Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah, Politeknik Banjarmasin, Jurnal Intekna, Tahun XII, No. 1, Mei 2012.

Riko. Ervil, dkk, Buku Panduan Penulisan dan Ujian Skripsi, Sekolah Tinggi Teknolgi Industri (STTIND) Padang. 2016.

Rochmanhadi. Kapasitas dan Produksi Alat-alat Berat. YBPPU. Jakarta, 1985.

Rostiyanti, Fatena. Alat Berat untuk Proyek Konstruksi, 2008

Suliyanto, Studi Kelayakan Investasi Pertambangan Batu Granodiorit di Desa Kecamatan Kedung Banteng Kab. Banyumas. Jurnal Performance,Vol. 6. No.1, September 2007.

Susi Fatena Rostiyanti, Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi, Jakarta, RINEKA CIPTA, 2008.

Syarifudin, dkk. Analisa Kemampuan Kerja Alat Angkut Untuk Mencapai Target Produksi Overburden 240.000 Bcm Perbulan Di Site Project Darmo PT.

Ulima Nitra Tanjung Enim Sumatera Selatan, Tahun 2013.

Vendhi Prasmoro, Optimasi Produksi Dump Truck Volvo Fm 440 Dengan Metode Kapasitas Produksi Dan Teori Antrian Di Lokasi Pertambangan Batubara (Studi Pada Salah Satu Kontraktor Pertambangan Area Samarinda, Kalimantan Timur), Teknik Industri Universitas Mercu Buana, Jurnal OE, Volume VI, Maret No. 1, 2014.

Yanto Indonesianto. Pemindahan Tanah Mekanis. Yogyakarta: Universitas Pembangunan Nasional Veteran. 2005.

LAMPIRAN I Spesifikasi Kobelco Sk 330

NO URAIAN SPESIFIKASI

1 Nama Excavator Kobelco SK 330

2 Kecepatan ayunan 9.1 rpm

3 Membuat Mitsubishi

4 Model 6D16-TLEB

5 Berat operasi 36.423,5 kg

6 Kapasitas bahan bakar 290 L

7 Max Kecepatan Travel 5,8 km / h

8 Referensi Bucket Capacity 1,4 m3 9 Kapasitas Bucket Minimum 0.67 m3 10 Maksimum Kapasitas Bucket 1,8 m3

11 Lebar ke luar Trek 3400 mm

12 Tinggi ke Puncak Cab 3.124,2 mm

13 Tanah Pembersihan 760 mm

14 Izin penyeimbang 1480 mm

15 Tail swing Radius 3500 mm

16 Panjang Track di Lapangan 4050 mm

Sumber : Handbook Eccavator Kobelco 330

LAMPIRAN II

Spesifikasi Dump Truck Mitsubishi Fuso 220 Pc

Mesin : Mitsubishi Fuso

Model : FN 527 MS 6X4 HD

Daya maksimum : 2.800 rpm

Torsi maksimum : 1.400 rpm

Isi silinder : 7.545 cc

Kapasitas bahan bakar : 200 liter Berat

Berat chasis termasuk kabin : 6.490 kg

Berat maksimal G.V.W : 24.800 kg

Dimensi

Panjang keseluruhan : 8.515 mm

Lebar keseluruhan : 2.460 mm

Tinggi keseluruhan : 2.750 mm

Jarak sumbu roda : 5.450 mm

Tinggi bak : 7.284 mm

Lebar Roda : 220 mm

Jumlah Jalur : 2

Jarak Roda depan dengan bagian depan :1.200 mm Jarak roda belakang dengan bagian belakang : 2.050 mm

Lebar Tonjolan Depan :1.02 m

Lebar Tonjolan Belakang : 1.74 m

Sudut Pengimpangan Roda Depan : 45.0º

LAMPIRAN III

Cycle Time Excavator Kobelco Sk 330

NO waktu gali

Rata2 9,914333333 6,783666667 3,969333333 5,523333333 26,19066667 Sumber: data lapangan, 2017

LAMPIRAN IV

Cycle Time Dump Truk Fusso 220 Pc

No

LAMPIRAN V Tabel 1

Jam Kerja PT. Minemax Indonesia Waktu

Sumber: PT. Minemex Indonesia

Tabel 2

Jam Kerja PT. Minemax Indonesia Untuk Hari Jum‟at Waktu

Sumber: PT. Minemex Indonesia

Tabel 3

Tabel 4 Efisiensi Kerja Alat

No Nama Unit MA PA UA EU

1 Kobelco 330 SK 90 % 90 % 89 % 87 %

2 DT fusso 09 220 PC 87 % 100% 92 % 92 %

3 DT fusso 11 220 PC 96 % 96 % 87 % 84 %

4 DT fusso 17 220 PC 80 % 81 % 93 % 76 %

5 DT fusso 23 220 PC 90 % 90 % 88 % 88 %

6 DT fusso 29 220 PC 93 % 90 % 87 % 85 %

7 Efisiensi Kerja Excavator 0,87

8 Efisiensi Kerja Dump Truck 0,80

Sumber: PT. Minemax Indonesia

Lampiran VI

LAMPIRAN VII Dokumentasi Lapangan

Kegiatan pemuatan(Loading) dan pengankutan(Hauling) PT. Minemex Indonesia

Kegiatan pemuatan (Loading) Dump truck fusso 220 PC

Kegiatan pembongkaran (dumping) di stockpile

BIODATA WISUDAWAN

Nama : Mardiyanto

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat/ Tanggal Lahir : Bukit/ 14 Juni 1988 Nomo Pokok

Mahasiswa : 1110024427031

Program Studi : Teknik Pertambangan Tanggal Lulus : 4 Desember 2017

IPK : 2,86

Predikat Lulus : Memuaskan

Judul Skripsi :

Evaluasi Faktor Keserasian (Match Factor) Antara Excavator Kobelco SK 330 Dengan Dump Truck Fusso 220 PS Pada Kegiatan Penambangan Batubara Di PT. Minemex Indonesia Dosen Pembimbing :

1. Rusnoviadi Lubis, ST, MM 2. Refky Adi Nata, ST, MT

Telp/HP /Email : 081272927557

[email protected]

Dalam dokumen EVALUASI FAKTOR KESERASIAN ( MATCH FACTOR (Halaman 55-0)

Dokumen terkait