• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM menyelenggarakan urusan wajib (Koperasi dan Usaha Kecil Menengah) dan urusan pilihan (perindustrian dan

perdagangan). Dalam RKPD tahun 2013 dialokasikan anggaran sebesar Rp. 2.320.500.000,- dengan 15 program dan 76 kegiatan. Dalam APBD Tahun 2013,

dialokasikan anggaran sebesar Rp. 3.024.280.000.

Sedangkan hasil evaluasi program / kegiatan tahun 2012 terhadap pencapaian sasaran strategis yang telah dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepate tahun 2008 – 2013, dapat dilihat pada tabel berikut :

No Sasaran Strategis Capaian (%)

1. Meningkatnya Pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya beli masyarakat yang menjamin hidup bermartabat (Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat)

101,08

2. Penanggulangan Kemiskinan Daerah 90,61

3. Peningkatan Penanggulangan Masalah Kesejahteraan Sosial 61,38

4. Meningkatnya Layanan dan Kualitas Pendidikan 82,92

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare Tahun 2013

6. Peningkatan Apresiasi masyarakat terhadap seni budaya 100,00

7. Meningkatnya sarana dan prestasi kepemudaan dan olah raga 89,70

8. Sarana dan prasarana transportasi kota tercukupi secara fungsional dalam

menunjang perekonomian daerah dan kebutuhan publik 91,56

9. Terciptanya tata air kota yang efektif melindungi kota dari bencana banjir

dan longsor serta memelihara lingkungan pemukiman 99,22

10. Pengelolaan Sumberdaya air kota efektif dalam memenuhi kebutuhan

rumah tangga dan pelaku usaha secara berkelanjutan 62,00

11. Peningkatan prakarsa dan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam memelihara lingkungan hidup

106,67

12. Penanggulangan Dampak Lingkungan 80,00

13. Peningkatan efektifitas upaya rehabilitasi dan pemeliharaan fungsi

lingkungan hidup 84,64

14. Kebersihan dan keindahan kota tertata efektif, terpadu dan berkelanjutan 84,64

15. Peningkatan Kehidupan spiritual-keagamaan 84,67

16. Berfungsinya Kelembagaan masyarakat pada berbagai bidang kehidupan

secara efektif dalam pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat 79,88

17. Peningkatan kapasitas dan kompetensi Aparatur negara dalam

menjalankan tugas pokok dan fungsinya 92,74

18. Terciptanya efektivitas bagi berjalannya fungsi pemerintahan, pelayanan

dan pembangunan 94,12

19. Terciptanya Kondisi pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui penerapan norma akuntabilitas, transparansi, partisipatif dan patuh kepada hukum terwujud pada semua unit

49,64

Rata-rata capaian indikator kinerja 85,34%

Sumber : LAKIP Kota Parepare Tahun 2012

Sampai dengan berakhirnya tahun anggaran 2012, progres atau capaian pelaksanaan program dan kegiatan yang tertuang dalam RPJMD Kota Parepare yakni untuk program pembangunan dari jumlah total sebanyak 184 program telah tersentuh sebanyak 100%, sedangkan untuk kegiatan pembangunan dari jumlah total sebanyak

1.062 kegiatan telah terlaksana sebanyak 82% atau 866 kegiatan. Sampai dengan akhir

tahun 2012 sekitar 18% atau 196 kegiatan belum dapat terlaksana.

Untuk lebih jelasnya, capaian program dan kegiatan berdasarkan kebijakan yang tertuang dalam RPJMD sampai dengan berakhirnya tahun 2012 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.10 Capaian Program dan Kegiatan sampai dengan Tahun 2012 Berdasarkan Kebijakan Dalam RPJMD Kota Parepare

NO KEBIJAKAN PROGRAM CAPAIAN (%) KEGIATAN CAPAIAN (%) JML TERLAKSANA TERLAKSANA TDK JML TERLAKSANA TERLAKSANA TDK

1 Peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat 41 41 - 100 305 218 87 71

2 Peningkatan Kualitas Manusia 60 60 - 100 314 267 47 85

3 Peningkatan sarana dan prasarana perkotaan

14 14 - 100 92 81 11 88

4 Penataan Lingkungan Hidup Berkelanjutan

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare Tahun 2013 5 Penguatan Kehidupan Beragama dan Kelembagaan Masyarakat 17 17 - 100 77 60 17 78 6 Perbaikan Tata Kelola dan Penguatan Kelembagaan Pemerintah 35 35 - 100 214 196 18 92 JUMLAH 184 184 - 100 1.062 866 196 82

Sumber : Bappeda Kota Parepare

Berdasarkan tabel tersebut, nampak bahwa sampai dengan berakhirnya tahun 2012, semua program yang ada dalam RPJMD telah dilaksanakan namun kegiatan yang ada baru mencapai 82% sehingga ditargetkan semua kegiatan tersebut bisa dilaksanakan pada tahun 2013 mengingat bahwa tahun 2013 ini merupakan tahun terakhir dari periode RPJMD Kota Parepare Tahun 2008-2013 untuk selanjutnya memasuki tahap RPJMD Periode tahun 2013-2018.

2.3. Permasalahan Pembangunan Daerah

Program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Parepare telah membawa kemajuan yang signifikan bagi pencapaian Visi dan Misi yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Parepare Tahun 2008 – 2013. Permasalahan-permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan pembangunan daerah perlu mendapatkan perhatian yang serius dengan mengidentifikasi substansi masalahnya kemudian memberikan solusi yang cerdas sehingga pencapaian target indikator kinerja dapat terealisasi keseluruhan di tahun berikutnya. Hasil identifikasi masalah ini akan menjadi informasi yang penting dalam merumuskan visi, misi, prioritas pembangunan dan sasaran strategis yang akan dituangkan dalam RPJMD Kota Parepare Tahun 2013 – 2018.

2.3.1. Permasalahan Capaian Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah

Dari hasil evaluasi pencapaian target sasaran strategis ada beberapa sektor yang perlu mendapatkan perhatian yang lebih fokus oleh seluruh stakeholders pembangunan di Kota Parepare. Apabila permasalahan ini tidak diatasi sedini mungkin akan mempengaruhi secara negatif pencapaian visi dan misi pembangunan.

a. Pendidikan

Pelaksanaan program / kegiatan bidang pendidikan telah berhasil mendukung program pendidikan gratis dari pemerintah propinsi. Sebagai salah satu barometer perkembangan pendidikan di Sulawesi Selatan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan layanan dan kualitas pendidikan. Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan telah berhasil melaksanakan program – program peningkatan layanan dan kualitas pendidikan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya capaian

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare Tahun 2013

Indeks Pendidikan, antara lain Angka Melek Huruf pada tahun 2008 adalah 96,20%, meningkat menjadi 97,17% pada tahun 2011. Pada tahun 2008, angka Rata-rata Lama Sekolah sebesar 9,45 tahun, meningkat menjadi 9,76 tahun pada tahu 2011. Namun demikian, masih ada beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain : 1) Ketersediaan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Parepare cukup

banyak, namun dari data yang diperoleh baru sekitar 25% anak usia dini yang dapat mengakses PAUD. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya PAUD serta biaya PAUD relatif masih tinggi.

2) Rata-rata lama sekolah baru dicapai pada tingkat Kelas 1 SLTA. Lama sekolah merupakan indikator pendidikan suatu daerah dimana pemerintah Kota Parepare berharap agar rata-rata lama sekolah mencapai 12 tahun.

3) Angka Putus Sekolah untuk tingkat SMA/SMK/MA tergolong masing tinggi sebesar 1,67 %, artinya dari 100 siswa SMA/SMK/MA terdapat 1 – 2 yang gagal menyelesaikan studinya.

4) Ketersediaan guru sudah memadai, demikian pula tingkat pendidikan guru yang strata satu sudah tinggi (2.514) guru. Kendala yang dihadapi adalah distribusi guru yang belum merata di tiap sekolah bahkan di beberapa bidang studi ketersediaan tenaga guru sudah melampaui kebutuhan sehingga untuk memenuhi kewajiban jam mengajar, tidak sedikit guru yang mengampuh bidang studi lain yang tidak sesuai dengan disiplin ilmunya untuk kebutuhan sertifikasi.

5) Peningkatan jumlah guru yang telah bersertifikasi belum dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, masalah ini juga merupakan masalah nasional yang diakibatkan karena pelaksanaan sertifikasi guru terkesan hanya mengejar target tahun 2015 sehingga banyak guru yang tidak berkompeten lulus sertifikasi.

6) Kemampuan guru untuk berinovasi dalam proses pembelajaran juga masih rendah khususnya dalam menyusun materi pembelajaran yang disesuaikan perkembangan informasi teknologi di sekolah.

b. Kesehatan

Pelaksanaan program kesehatan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ini tercermin dari capaian kinerja indikator kesehatan pada tahun 2011. Angka harapan hidup (AHH) untuk tahun 2008 mencapai 72,90 tahun meningkat menjadi 74,49 tahun pada tahun 2011. Angka ini lebih tinggi dibanding AHH Propinsi Sulawesi Selatan yang hanya 69,83. Namun masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu mendapat perhatian, meliputi :

1) Pelayanan kesehatan dasar baik di Puskesmas maupun pada unit layanan masyarakat (Puskesmas Pembantu, Posyandu dan Poskeskel) masih memiliki

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare Tahun 2013

keterbatasan peralatan deteksi dini jenis penyakit khususnya malaria, DBD dan penyakit lainnya.

2) Pelayanan kesehatan penyakit menular melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) yang belum memiliki peta sumber penyakit menular, seperti penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit menular lainnya.

3) Masih ditemukannya angka kematian bayi menunjukkan belum maksimalnya penanganan neonatus komplikasi (BBLR dan asfeksia). Hal ini disebabkan masih kurangnya sarana dan prasarana pelayanan dasar dan rujukan serta kemampuan petugas dalam penanganan neonates komplikasi.

4) Pelayanan kesehatan lingkungan dan gizi masyarakat masih rendah dalam upaya peningkatan gizi balita, ibu hamil dan pemantauan jajanan anak sekolah.

c. Pekerjaan Umum / Infrastruktur

Dokumen terkait