Rincian Analisis Tesis yang dilampirkan dalam CD
3. Dinas Perkebunan
Provinsi Sumatera Selatan 2009: 1. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Perkebunan, dengan kegiatan: Fasilitasi Sertifikasi Lahan Perkebunan untuk 500 persil lahan di 5 kabupaten/kota. 2. Program Peningkatan
Produksi dan Produktifitas Perkebunan, dengan kegiatan: Peremajaan dan Pengembangan Karet Rakyat untuk 3.000 ha (1.500 batang bibit karet unggul) di 14
kabupaten/kota. 2010:
Peremajaan kebun karet rakyat difasilitasi Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan
untuk bantuan peremajaan kebun karet dibiayai dari dana APBN seluas 638 ha, dari dana APBD Provinsi Sumatera Selatan 2.000 ha, dan dari dana APBD kabupaten 5.000 ha, sehingga total pendanaan peremajaan kebun karet rakyat seluruhnya selama tahun 2010 adalah seluas 7.638 ha.
2011-2012:
1. Program Peningkatan Bibit Unggul, dengan kegiatan: a) Pemberian bantuan bibit
unggul kepada petani di beberapa kabupaten; b) Pemberian sertifikasi bibit unggul; c) Pengawasan peredaran bibit. 2. Program Pengelolaan Kebun Karet yang Baik, dengan kegiatan: a) Pengelolaan kebun; b) Teknis penyadapan; c) Pengelolaan bokar; d) Usaha produksi yang
berkelanjutan. Realisasikan program oleh pemerintah daerah sudah
40
mencapai 20.000 ha. Sebanyak 14.000 ha lahan karet rakyat telah diremajakan yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Lubuk Linggau, Musi Rawas, Lahat, Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir (OI), namun masih ada wilayah yang belum mendapat bantuan Peremajaan Karet Rakyat Tahun 2012, yaitu Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten OKI, Muaraenim dan Kota Prabumulih. 2013:
Mengajukan 13.500 ha lahan karet rakyat untuk diremajakan melalui program Gerakan Nasional (Gernas) Karet Tahun 2013 menuju produksi secara nasional sebesar 40 juta ton pada 2025. Program Gernas Karet ini merupakan bantuan berupa bibit, pupuk dan pemeliharaan untuk petani karet.
(Kesimpulan wawancara: ada peranan) 4. Dinas Perindustrian Melaksanakan kewenangan 1. Penyusunan rencana dan program 2008: 1. Bimbingan Teknis
dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan desentralisasi dan tugas dekonsentrasi di bidang perindustrian dan perdagangan pengembangan industri dan perdagangan atas dasar keterpaduan kebijaksanaan pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan departemen perindustrian dan perdagangan. 2. Pelaksanaan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan industri dan perdagangan serta perijinan. 3. Pelaksanaan kegiatan program sektor industri dan perdagangan di bidang agro, kimia, logam, mesin. Alat transportasi dan standarisasi, industri kecil menengah, perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri.
Peningkatan Mutu Olahan Karet di Kabupaten
Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, Musi Banyuasin, Muara Enim, OKU Induk dan Musi Rawas.
2. Bantuan Mesin dan Peralatan Karet di Kabupaten Banyuasin. 3. Penguatan kemampuan
industri berbasis teknologi. 4. Peningkatan daya saing
mutu dan kemasan produk, bimtek
pembuatan/pengolahan dan pengujian bokar kopi biji sesuai dengan SNI. 5. 2009:
6. Magang Pelatihan dan Bantuan Peralatan Karet Kompon, Pengembangan Industri Kecil Barang Jadi Karet;
7. Bimbingan Teknis
Pembuatan Pengolahan dan Pengujian Bokar (bahan olah karet);
8. Pengujian Bokar Biji Sesuai SNI;
42
4. Pelaksanaan
koordinasi, konsultasi dan kerjasama dengan dinas/instansi serta organisasi/asosiasi, dunia usaha di wilayah provinsi. 5. Pengawasan dan pengendalian mutu serta pemantauan standar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
6. Pemberian bimbingan dalam usaha
perbaikan dan peningkatan barang dan jasa dalam rangka pemasaran dalam negeri dan ekspor. 7. Pengawasan dan pengendalian teknis terhadap kebijaksanaan dan pengembangan industri dan perdagangan. 8. Pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, umum, Pengembangan Industri Berbasis Karet di Sumatera Selatan, Pembinaan pasar lelang karet di Kota Palembang.
2010:
1. Pengembangan Bantuan Peralatan Klaster Industri Karet;
2. Kegiatan Pertemuan Peningkatan Mutu Karet di Sumatera Selatan.
2011:
Kegiatan Peningkatan Industri Pengolahan Karet di Banyuasin. 2012:
Program Pengembangan Industri Kecil Menengah pengrajin barang jadi dari karet di Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir,
Kecamatan Talang Jambe, Kota Palembang.
(Kesimpulan wawancara: ada peranan)
hukum, dan perpustakaan. 9. Pembinaan unit
pelaksana teknis dinas (UPTD).
10.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan
Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya. 5. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan Melaksanakan kewenangan desentralisasi dan tugas dekonsentrasi di bidang koperasi, usaha kecil dan menengah.
1. Pelaksanaan pembvinaan umum bertdasarkan
kebijakan yang telah ditetapkan dan kebijakan teknis; 2. Pelaksanaan pembinaan teknis di bidang koperasi, UKM; 3. Pelaksanaan proses pengesahan pengadministrasian badan hokum koperasi; 4. Pelaksanaan proses pembinaan urusan tata usaha Dinas Koperasi dan UKM;
5. Pembinaan unit
2008-2013:
1. Pemberdayaan Koperasi dan UKM di bidang produksi dan pengolahan untuk kelompok UKM termasuk perkebunan namun
umumnya lebih ke arah koperasi petani kelapa sawit.
2. Pemberdayaan koperasi dan UKM di bidang pemasaran dan informasi bisnis untuk kelompok UKM.
3. Pengembangan kelembagaan melalui fasilitasi magang anggota KUD walaupun tidak ada yang khusus untuk petani karet Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin,
44
pelaksana teknis (UPTD);
6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Musi Rawas, Muara Enim, OKU Timur.
4. Penetapan peruntukan tempat berusaha bagi koperasi dan UKM. 5. Menghadiri rapat-rapat
koordinasi dengan lembaga- lembaga terkait
pengembangan untuk semua perkebunan.
6. Memfasilitasi dan
mengusulkan ke pusat agar dana APBN dapat
dikucurkan untuk Program Agribisnis untuk semua jenis komoditi.
7. Bimbingan teknis dan pelatihan bagi koperasi, termasuk menfasilitasi permodalan (KUR) melalui sosialisasi dan penyuluhan dan temu perbankan dengan koperasi 5.200
koperasi,dengan 500-an koperasi kondisinya kurang aktif.
8. Pemberdayaan koperasi dan UKM di bidang teknologi dengan peningkatan kemampuan teknologi
produksi dan pengendalian mutu, desain dan teknologi baru, kerjasama dan alih teknologi, peningkatan standarisasi teknologi dan penumbuhan lembaga penelitian desain dan teknologi, penyediaan tenaga konsultan berkenaan dengan HAKI.
9. Hasil wawancara bahwa 50 koperasi yang bergerak di karet kondisinya belum semuanya maju.
(Kesimpulan wawancara: kegiatan sangat umum, tidak ada kegiatan khusus untuk koperasi karet sehingga tidak ada peranan) 6. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Provinsi Sumatera Selatan Menyelenggarakan sebagian urusan rumah tangga daerah dan tugas perbantuan yang diberikan pemerintah di bidang ke-Bina Marga-an 1. Perumusan Perencanaan, Kebijaksanaan teknis pembangunan dan pelaksanaan pembinaan di bidang ke-Bina Marga-an. 2. Pemberian perizinan
dan bimbingan serta pengawasan dan pengendalian teknis di
Peningkatan Jaringan
Transportasi, yang dilakukan dengan pembangunan jalan- jalan dan jembatan-jembatan, selain itu juga ada kegiatan peningkatan jalan dan
penggantian jembatan-jembatan yang rusak. Beberapa program strategis :
1. Pembangunan Jalan Akses ke Pelabuhan Tanjung Api –
46
bidang ke-Bina Marga-an sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Gubernur Sumatera Selatan 3. Pembinaan dan bimbingan teknis terhadap Dinas PU Kabupaten/Kota dalam Provinsi Sumatera Selatan di bidang ke Bina
Margaan yang bersifat teknis fungsional sesuai dengan yang telah ditetapkan. 4. Pengelolaan tata usaha
Dinas dan
pelaksanaan teknis dinas.
Api.
2. Peningkatan Jalan Sekayu – Mangun Jaya – Muara Beliti.
3. Peningkatan Jalan Prabumulih – Beringin – Baturaja.
4. Peningkatan Jalan Lintas Timur Sumatera di Sumatera Selatan.
5. Peningkatan Jalan Lintas Timur Tengah Sumatera di Sumatera Selatan.
6. Pembangunan Jembatan Musi 3 Palembang. 7. Pembangunan Fly Over di
kota Palembang dan Fly Over Perlintasan Kereta Api.
Program Tahunan Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan diantaranya adalah: Pemeliharaan jalan dan jembatan:
1. Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kota Palembang. 2. Pemeliharaan Jalan Kota
Palembang sebelah ilir. 3. Pemeliharaan Jalan Kota
4. Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Muba. 5. Pemeliharaan Jalan
Mangunjaya-Batas Mura. 6. Pemeliharaan Jalan Batas Palembang–Kayu Agung. 7. Pemeliharaan Jalan
Sp.Meranjat–Batas Muara Enim.
8. Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
9. Pemeliharaan Jalan Tanjung Raja–Batas Ogan Komering Ulu (OKU).
10.Pemeliharaan Jalan Dabuk Rejo–Batas Ogan Komering Ulu (OKU).
11.Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)/ Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS)/Ogan Komering Ulu Timur (OKUT). 12.Pemeliharaan Jalan
Martapura– Sp.Martapura– Muara Dua–Kota Batu. 13.Pemeliharaan Jalan Muara
Dua–Sp.Campang. 14.Pemeliharaan Jalan
48
Kr.Nyawa–Gumarang–Kota Baru.
15.Pemeliharaan Jalan Lubuk Batang–Batas Ogan Ilir (OI).
16.Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Muara Enim.
17.Pemeliharaan Jalan
Sp.Belimbing–Batas Musi Banyuasin.
18.Pemeliharaan Jalan Batas Ogan Ilir (OI)–Beringin Muara Enim.
19.Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Lahat. 20.Pemeliharaan Jalan Batas
Muara Enim–Sp.A Dingin– Lahat.
21.Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kabupaten Musi Rawas.
22.Pengendalian rutin dan penanggulangan keadaan darurat Jalan dan Jembatan Sumatera Selatan.
23.Peningkatan jalan dan penggantian jembatan: 24.Peningkatan Jalan Plaju–
25.Peningkatan Jalan Raya Pasar Induk.
26.Peningkatan Jalan Soekarno Hatta–Terminal Alang- alang–Lebar.
27.Peningkatan Jalan A.Rozak Palembang. 28.Peningkatan Jalan Mangkunegara. 29.Penggantian Jembatan Kabupaten Banyuasin. 30.Penggantian Jembatan
Kabupaten Musi Banyuasin. 31.Peningkatan Jalan Lingkar
Teluk Gelam dan Tanjung Lubuk–Benawa. 32.Peningkatan Jalan Pampangan–Ti.Selapan. 33.Peningkatan Jalan Sp.Kepuh-Gumawang- Petanggan-Bts.Ogan Komering Ilir (OKI). 34.Peningkatan Jalan Bts.
Ogan Komering Ilir (OKI) - Sp.Kepuh - Kurungan Nyawa–Martapura. 35.Peningkatan Jalan
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). 36.Peningkatan Jalan
50
Sp.Campang - Ujan Mas/Bts.Bengkulu. 37.Penggantian Jembatan
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
38.Penggantian Jembatan Kabupaten Muara Enim. 39.Peningkatan Jalan Akses
Desa Putak Kabupaten Muara Enim.
40.Peningkatan Jalan Pagar Alam-Tanjung Raya- Bts.Bengkulu.
41.Peningkatan Jalan Pagar Alam-Tj.Sakti-
Bts.Bengkulu.
42.Peningkatan Jalan Bts. Musi Banyuasin–Sorolangun. 43.Penggantian Jembatan
Kabupaten Musi Rawas. 44.Pembangunan jalan dan
jembatan:
45.Pembangunan Jalan Akses Bandara Talang Kramat. 46.Pembangunan Jalan ke
Lokasi Penas KTNA. 47.Pembangunan Jalan Lingkar
Komplek Perkantoran. 48.Pembangunan Jalan
Teluk II.
49.Pembangunan Jembatan Air Bentayan.
50.Pembangunan Jembatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
51.Pembangunan Jembatan Air Biuku.
52.Pembangunan Jembatan Air Komering V.
53.Pembangunan Jembatan Kabupaten Lahat.
54.Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan.
55.Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan Provinsi. 56.Perencanaan Umum dan
Pembinaan Jalan dan Jembatan.
57.Leger Jalan Provinsi Sumatera Selatan.
58.Rekondisi Alat-Alat Berat dan Kendaraan Bermotor. (Kesimpulan wawancara: ada peranan bersifat pendukung kelancaran aksessibilitas transportasi pemasaran)
52 7. Dinas Perhubungan , Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika. 1. Penyusunan rencana strategis dinas berdasarkan rencana strategis pemerintah daerah; 2. Perumusan kebijakan teknis dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika sesuai rencana strategis dinas; 3. perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi penyusunan program dan kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya;
4. Penyelenggaraan koordinasi bidang perhubungan darat, perhubungan laut dan udara, komunikasi dan informatika dan pengendalaian operasional dan rekayasa lalu lintas jalan; 1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, melalui kelancaran transportasi penyeberangan laut, lalu lintas angkutan sungai, danau, dan pelayanan dermaga yang digunakan masyarakat sebagai prasarana pendukung kegiatan mobilisasi perekonomian untuk
masyarakat (termasuk untuk ekspor komoditi karet). 2. Program/kegiatan
pembangunan fasilitas darat pelabuhan penyeberangan dan persiapan pembangunan pelabuhan laut Tanjung Api-Api.
3. (Kesimpulan wawancara: ada peranan bersifat pendukung kelancaran aksessibilitas transportasi pemasaran)
5. Penyelenggaraan pembinaan kegiatan bidang perhubungan darat, perhubungan laut dan udara, komunikasi dan informatika dan pengendalaian operasional dan rekayasa lalu lintas jalan; 6. Pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan bidang perhubungan darat, perhubungan laut dan udara, komunikasi dan informatika dan pengendalaian operasional dan rekayasa lalu lintas jalan; 7. Fasilitasi pelayanan bidang perhubungan, komunikasi dan informatika kepada kabupaten/kota; 8. Koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan
54
simplifikasi dalam pelaksanaan tugas; 9. Pembuatan laporan
tugas dan fungsinya; 10.Pembinaan dan penyelenggaraan administrasi ketatausahaan; 11.Pembinaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas lingkup dinas perhubungan, komunikasi dan informatika. Lembaga Pemerintah Kabupaten Muara Enim 1. Dinas Perkebunan Membantu Bupati dalam 1. Perumusan kebijakan teknis di bidang 1. Program peningkatan kesejahteraan petani;
Kabupaten Muara Enim menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang di bidang perkebunan berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan.
perkebunan; 2. penyelenggaraan
urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perkebunan; 3. Pelaksanaan koordinasi di bidang perkebunan; 4. Pengelolaan kesekretariatan meliputi perencanaan, umum dan keuangan; 5. Pelaksanaan
pengawasan, evaluasi, pengendalian dan pelaporan di bidang perkebunan;
6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Program peningkatan perkebunan;
3. Program peningkatan pemasaran hasil produksi perkebunan;
4. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian dan perkebunan, dengan kegiatan:
a) Pengumpulan bahan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan.
b) Pengumpulan bahan dan pelaksanaan teknis. c) Pengumpulan bahan pelaksanaan pembinaan. d) Pelaksanaan fasilitasi pengembangan. e) Pengumpulan bahan pelaksanaan pengawasan, evaluasi dan pelaporan. (Kesimpulan wawancara: ada peranan untuk karet, namun baru di beberapa kecamatan dan beberapa kelompok tani dan kemitraan dengan perusahaan crumb rubber PT Pelda)
56 2. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Muara Enim Melaksanakan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan. 1. Memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha
2. Mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi dan usmberdaya lainnya agar dapat mengembangkan usahanya; 3. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial dan kewirausahaan pelaku utama utama dan pelaku usaha; 4. Membantu pelaku
utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembang- kan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdayasaing tinggi, produktif, menerapkan
1. Pelatihan pelaku utama dan pelaku usaha,
pengembangan sumber informasi, teknologi dan sumberdaya bagi pelaku utama dan pelaku usaha. 2. Pelatihan kepemimpinan,
manajerial dan
kewirausahaan pelaku utama utama dan pelaku usaha, penguatan organisasi ekonomi yang berdayasaing tinggi, produktif,
menerapkan tata kelola. (Kesimpulan wawancara: ada peranan, namun materi kegiatan untuk penyuluhan pertanian dalam arti luas, kurang fokus pada karet)
tata kelola, berusaha yang baik dan berkelanjutan; 5. Membantu
menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon
peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha terhadap fungsi lingkungan;
6. Melembagakan nilai- nilai budaya
pembanguann pertanian, perikanan dan kehutanan yang maju dan modern bagi pelaku utama secara berkelanjutan. 3. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muara Enim 2012: 1. Program Pengembangan Industri Kecil dan
Menengah, Kegiatannya: Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah terhadap pemanfaatan sumberdaya, berupak paket belanja pengadaan mesin kemasan
58
Rp 115.000.000,-
2. Program Penataan Struktur Industri, Kegiatannya: Penyediaan sarana maupun prasarana klaster industri, berupa belanja pengadaan sarana prasarana Rp 150.000.000,-
3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana, Kegiatannya: pembangunan pasar tradisional.
4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdagangan, dengan Kegiatan: Rehabilitasi Berat dan Sedang Pasar
Perdesaan.
(Kesimpulan wawancara: tidak ada program kegiatan khusus industri karet sehingga tidak ada peranan) 4. Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muara Enim Melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan azas ekonomi dan tugas pembantuan di bidang usaha mikro,
Merumuskan kebijakan teknis di bidang
koperasi, usaha kecil dan menengah; penyelenggaraan urusan pemerintah dan
2008:
1. Program peningkatan kualitas kelembagan koperasi dengan kegiatan: 2. Pembinaan dan
kecil dan menengah. pelayanan umum di bidang koperasi, usaha kecil dan menengah; pengendalian pembinaan dan pengawasab sebagian kegiatan teknis operasional dan penunjang di bidang koperasi, usaha kecil dan menengah.
berprestasi,
3. Sosialisasi organisasi dan kelembagaan koperasi, 4. Pembangunan sistem informasi perencanaan pengembangan perkoperasian, 5. Peningkatan SDM pengelola koperasi, 6. Pemeringkatan koperasi, 7. Studi banding koperasi, 8. Penilaian kesehatan koperasi, 9. Sosialisasi prinsip-prinsip pemahaman perkoperasian, 10.Penilaian koperasi berprestasi,
11.monitoring evaluasi dan pelaporan.
2011:
1. pembinaan terhadap 60 koperasi yang mengikuti pelatihan manajemen pengelolaan koperasi; 2. studi banding UKM ke Jawa
Tengah tentang pengolahan keripik nangka untuk 120 orang peserta dari
Kabupaten Muara Enim; 3. promosi produk koperasi
60
UKM di dalam dan luar provinsi Sumatera Selatan; 4. pemantauan terhadap 100
UKM;
5. rapat koordinasi bantuan pendanaan pemerintah untuk koperasi dan UKM. 2012:
1. pengembangan sarana pemasaran produk UMKM. 2. peningkatan jaringan
kerjasama antar lembaga. 3. promosi produk UMKM. 4. program peningkatan
kualitas kelembagaan koperasi.
2005-2013:
TAHUN 2005 hanya 3 koperasi yang mendapat bantuan dana penguatan modal koperasi dari APBD Kabupaten Muara Enim berupa pinjaman bergulir yang harus dikembalikan oleh koperasi dari tahun 2005 sampai 2011.
Tahun 2007 terdapat 5 koperasi yang mendapat bantuan
penguatan modal yang pelunasan pinjaman ini diangsur oleh koperasi.
Bantuan dari pusat atau Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2009-2011 berupa program LPDB dan Bansos dari dana APBN untuk penguatan permodalam koperasi KSP/USP di Kabupaten Muara Enim Tahun 2009 untuk 1 koperasi, tahun 2010 untuk 6 koperasi , Tahun 2011 untuk 4 koperasi. Disamping bantuan dari APBN, juga terdapat bantuan dari APBD Provinsi berdasarkan data yang tersedia, diketahui tahun 2010 terdapat alokasi dana APBD Provinsi Sumatera Selatan untuk penguatan permodalan koperasi KSP/USP di Kabupaten Muara Enim. 2006-2012:
Semua program/kegiatan yang ada ditujukan untuk jenis koperasi secara umum, tidak ada data yang memperlihatkan pencantuman kegiatan khusus untuk pembinaan dan
penguatan kelembagaan koperasi bidang perkebunan. (Kesimpulan wawancara: tidak ada program kegiatan khusus
62
industri karet sehingga tidak ada peranan) 5. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Muara Enim Melaksanakan urusan pemerintah daerah di bidang pekerjaan umum Bina Marga berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pekerjaan umum Bina Marga;
2. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang pekerjaan umum Bina Marga; 3. Pelaksanaan
koordinasi penyelenggaraan urusan di bidang pekerjaan umum Bina Marga;
4. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pekerjaan umum Bina Marga; 5. Pengelolaan
kesekretariatan meliputi perencanaan umum dan keuangan; 6. Pelaksanaan
pengawasan evaluasi pengendalian dan pelaporan di bidang pekerjaan umum Bina
Pembangunan jalan dan
jembatan tahun 2007-2012 di 5 kecamatan sentra produksi karet pada beberapa kabupaten/kota sehingga mendukung
kelancaran transportasi produk karet.
(Kesimpulan wawancara: ada peranan)
Marga.
6 Dinas
Perhubungan Kabupaten Muara Enim
Tidak ada program/kegiatan Dinas Perhubungan hanya memiliki kebijakan di bidang kelancaran arus distribusi barang dan transportasi. Tidak ada bantuan kendaraan untuk angkutan barang komoditi pertanian apapun.
(Kesimpulan wawancara: tidak ada peranan). Lembaga Pemerintah Kabupaten OKU 1. Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Ogan Kemering Ulu (OKU) Menyelenggarakan bidang pengembangan produksi perkebunan, proteksi perkebunan, pengembangan pasca panen dan pemasaran,
rehabilitasi hutan dan lahan, 1. Menyiapkan bahan koordinasi perumusan kebijakan pemkab dalam bidang produksi perkebunan; 2. Melaksanakan pemetaan, monitoring, pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimalisasi, Tahun 2010: 1. Pembinaan produksi perkebunan: pemberian bantuan bibit unggul (pengelolaan budidaya tanaman karet), pembinaan petani penangkar dan petani karet tentang pentingnya menggunakan bibit berlabel biru;
64 pengembangan kehutanan, perlindungan hutan, pengembangan kelembagaan usaha perkebunan dan kehutanan, pengumpulan data, penyusunan rencana, monitoring dan evaluasi pelaporan di bidang perkebunan dan kehutanan. revitalisasi dan pengendalian lahan perkebunan; 3. Melaksanakan penetapan dan
pengawasan tata ruang dan tata guna lahan perkebunan; 4. Melaksanakan
bimbingan penerapan pedoman teknis pola tanam dan perlakuan terhadap budidaya perkebunan; 5. Melaksanakan pengawasan analisis mengenai dampak lingkungan pada usaha perkebunan; 6. Melaksanakan pengawasan pelepasan kawasan hutan pada usaha perkebunan; 7. Melaksanakan
pengawasan teknologi irigasi air permukaan dan irigasi bertekanan untuk perkebunan; 8. Melaksanakan
pembinaan dan
(tahap awal menjadi bokar); 3. Pembinaan pemasaran
bokar. 2011:
Peningkatan peningkatan produksi pertanian/perkebunan melalui kegiatan: a) kegiatan penyuluhan peningkatan
produktivitas karet rakyat untuk 5 kelompok tani tahun 2011. 2012:
1. Peningkatan peningkatan produksi
pertanian/perkebunan untuk 7 kelompok tani atau 210 orang di 3 desa yaitu desa Batu Raden, Tubohan, Batumarta I.
2. Peningkatan pemasaran hasil produksi perkebunan. 3. Peningkatan penerapan
teknologi melalui kegiatan: a) pengendalian penyakit tanaman karet seperti jamur akar putih (JAP) dan kering alur sadap (KAS) untuk 2 kelompok tani di Desa Mekar Jaya Kecamatan Sb Rayap dan Desa Kecamatan Peninjauan.
pengawasan penangkar bibit, benih, kebun entres dan kebun induk; 9. Melaksanakan pengaturan dan penerapan kawasan perkebunan terpadu; 10.Melaksanakan bimbingan kelembagaan usahatani, manajemen usahatani dan pencapaian pola kerjasama usahatani; 11.Melaksanakan pengawasan penyaluran pemanfaatan dan pengendalian kredit; 12.Melaksanakan bimbingan penerapan standar mutu benih perkebunan; 13.Melakukan monitoring dan evaluasi serta pelaporan perkembangan hama penyakit; 4. Peningkatan kemampuan lembaga petani. (Kesimpulan wawancara: ada peranan).
66
14.Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan tentang
langkah-langkah yang perlu diambil dalam melaksanakan tugas serta pemecahan masalahnya;
15.Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 2. Badan Penyuluhan Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) 1. Menyusun kebijakan dan program penyuluhan tingkat kabupaten; 2. Melaksanakan penyuluhan dan pengembangan mekanisme tata kerja dan metode penyuluhan; 3. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan pengemasan dan penyebaran materi penyuluhan bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
Membina petani atau gapoktan untuk mampu membentuk koperasi dalam pengembangan pemasaran BOKAR petani di Kabupaten OKU.
Pelatihan yang paling banyak dilakukan oleh PPL adalah tentang aspek teknis kehutanan dan pertanian tanaman pangan, namun untuk aspek teknis karet sangat kurang.
2010-2012:
Belum ada program/kegiatan Bapeluh atau BP4K Kabupaten OKU yang mendukung
revitalisasi perkebunan karet di OKU. Belum ada dukungan penyuluhan soal revitalisasi
4. Melaksanakan pembinaan pengembangan kerjasama kemitraan pengembangan kelembagaan, pengelola kelembagaan, SDM, sarana prasarana dan pembiayaan
penyuluhan;
5. Menumbuhkembangk an dan memfasilitasi kelembagaan dan forum kegiatan bagi pelaku utama dan pelaku usaha; 6. Melaksanakan
peningkatan kapasitas penyuluh PNS, swadaya dan swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan; 7. Melaksanakan pengkajian teknologi terapan dan mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan
perkebunan. Yang ada cuma materi pembinaan pertanian secara umum melalui pelatihan di BP3K, yang mana seluruh materi terangkum di dalam bentuk tugas pokok PPL saja, tidak spesifik untuk
pengembangan agribisnis karet. (Kesimpulan wawancara: ada peranana, penyuluhan secara umum termasuk karet, namun masih kurang fokus)