PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP MATERI MUATAN
B. Ruang Lingkup Materi Muatan
4) dinas, terdiri atas:
a) dinas pendidikan dan kebudayaan dengan tipe A yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan di bidang pendidikan, dan bidang kebudayaan;
b) dinas kesehatan dengan tipe A yang
menyelenggarakan Urusan Pemerintahan di bidang kesehatan dan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
c) dinas pekerjaaan umum dan penataan ruang dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaaan umum dan penataan ruang, bidang perumahan dan kawasan permukiman;
d) satuan polisi pamong praja dengan tipe A yang
menyelenggarakan urusan ketentraman dan
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
e) dinas sosial dengan tipe A yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial;
f) dinas perpustakaan dan kearsipan dengan tipe A yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perpustakaan dan kearsipan;
g) dinas kelautan dan perikanan dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kelautan dan perikanan;
h) dinas kepemudaan dan olah raga dengan tipe A yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan dan olah raga;
i) dinas lingkungan hidup dengan tipe A yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup dan pertanahan;
j) dinas kehutanan dengan tipe B yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kehutanan;
k) dinas pangan dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pangan;
l) dinas pariwisata dengan tipe A yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pariwisata;
m) dinas pemberdayaan masyarakat dan desa dengan tipe A yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa dan bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil; n) dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;
o) dinas pertanian dengan tipe A yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian;
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
p) dinas perdagangan dengan tipe B yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan;
q) dinas transmigrasi dengan tipe A yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang transmigrasi, dan bidang tenaga kerja;
r) dinas perhubungan dengan tipe B yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perhubungan;
s) dinas komunikasi dan informatika dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika;
t) dinas statistik dengan tipe A yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang statistik, dan bidang persandian;
u) dinas penanaman modal dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal;
v) dinas energi sumber daya mineral dengan tipe B yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi sumber daya mineral; dan
w) dinas koperasi, usaha kecil, dan menengah dengan tipe A yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang koperasi, usaha kecil, dan menengah. 5) badan terdiri atas:
a) badan perencanaan dengan tipe A yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang perencanaan;
b) badan keuangan dengan tipe B yang melaksanakan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan di bidang keuangan;
c) badan penelitian dan pengembangan dengan tipe B
yang melaksanakan fungsi penunjang urusan
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
d) badan kepegawaian dengan tipe A yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang kepegawaian;
e) badan pendidikan dan pelatihan dengan tipe A yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan; dan
f) badan penghubung yang melaksanakan fungsi penunjang koordinasi pelaksanaan dan pembangunan dengan pemerintah pusat.
Kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, serta tata kerja Perangkat Daerah diatur dengan peraturan Gubernur. b. Unit Pelaksana Teknis
Pada dinas dan badan dapat dibentuk unit pelaksana teknis. Dimana pembentukan unit pelaksana teknis untuk melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu. Pembentukan unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud ditetapkan dengan Peraturan Gubernur setelah dikonsultasikan secara tertulis kepada Menteri yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan dalam negeri.
Selain unit pelaksana teknis, terdapat unit pelaksana teknis dinas Daerah dibidang pendidikan berupa satuan pendidikan Daerah dan bidang kesehatan berupa rumah sakit Daerah. Satuan pendidikan Daerah sebagaimana dimaksud berbentuk satuan pendidikan formal.
Rumah sakit daerah sebagaimana dimaksud di atas bersifat otonom dalam penyelenggaraan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis serta menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum Daerah.
c. Staf Ahli
Gubernur dalam melaksanakan tugasnya dapat dibantu staf ahli. Staf ahli sebagaimana dimaksud berjumlah paling banyak 3 (tiga) staf ahli dan diangkat oleh Gubernur dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan. Dimana
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
pengangkatan dan pemberhentian staf ahli Gubernur oleh Gubernur.
d. Jabatan Perangkat Daerah
Sekretaris Daerah merupakan jabatan eselon Ib atau jabatan pimpinan tinggi madya.
Sekretaris DPRD, Inspektur, asisten sekretaris Daerah, kepala dinas, kepala badan dan staf ahli gubernur merupakan jabatan eselon IIa atau jabatan pimpinan tinggi pratama.
Kepala Biro sekretariat Daerah merupakan jabatan eselon IIb atau jabatan pimpinan tinggi pratama.
Sekretaris inspektorat, inspektur pembantu, sekretaris dinas, sekretaris badan, kepala badan penghubung, kepala bagian, dan kepala bidang merupakan jabatan eselon IIIa atau jabatan administrator.
Kepala cabang dinas kelas A, kepala unit pelaksana teknis dinas dan badan kelas A merupakan jabatan eselon IIIb atau jabatan administrator.
Kepala subbagian, kepala seksi, kepala cabang dinas daerah kelas B, dan kepala unit pelaksana teknis dinas dan badan kelas B merupakan jabatan eselon Iva atau jabatan pengawas.
Kepala subbagian pada cabang dinas daerah kelas B dan kepala subbagian pada unit pelaksana teknis dinas dan badan kelas B, serta kepala subbagian pada satuan pendidikan merupakan jabatan eselon IVb atau jabatan pengawas.
Kepala unit pelaksana teknis daerah yang berbentuk satuan pendidikan merupakan jabtan fungsional guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kepala unit pelaksana teknis daerah yang berbentuk rumah sakit daerah dijabat oleh dokter atau dokter gigi yang ditetapkan sebagai pejabat fungsional dokter atau dokter gigi dengan diberikan tugas tambahan
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
e. Ketentuan Peralihan
Perangkat Daerah yang menyelenggarakan sub Urusan Pemerintahan bidang Bencana yang telah terbentuk sebelum Peraturan daerah ini diundangkan, tetap melaksanakan tugasnya sampai dengan dibentuknya Perangkat Daerah baru yang melaksanakan sub urusan bencana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik, tetap melaksanakan tugasnya sampai dengan peraturan perundang-undangan
mengenai pelaksanaan urusan pemerintahan umum
diundangkan.
Anggaran penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sampai dengan peraturan
perundang-undangan mengenai pelaksanaan urusan
pemerintahan umum diundangkan.
Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, kepala Perangkat Daerah dan kepala unit kerja pada Perangkat Daerah yang ada tetap menjalankan tugas sampai dengan
ditetapkannya/dikukuhkannya pejabat yang baru
berdasarkan Peraturan Daerah ini. 3. Ketentuan Penutup
Ketentuan penutup mengatur mengenai:
a. Untuk pertama kali, pengisian kepala Perangkat Daerah dan kepala unit kerja pada Perangkat Daerah diselesaikan paling lambat 19 Desember 2016 serta pengisian kepala Perangkat Daerah dan kepala unit kerja pada Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud, untuk pertama kalinya dilakukan dengan mengukuhkan pejabat yang sudah memegang jabatan setingkat dengan jabatan yang akan diisi dengan ketentuan memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi jabatan. b. Semua peraturan pelaksanaan yang mengatur mengenai
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
belum diganti dan tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah ini.
c. pencabutan dan dinyatakan tidak berlaku Peraturan Daerah Provinsi Nomor 9 Tahun 2008 tentang Politeknik Gorontalo, Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Gorontalo, Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 11 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Gorontalo, Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 12 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Gorontalo, Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 13 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Provinsi Gorontalo, dan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Lain, sejak peraturan daerah tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang baru tersebut mulai berlaku.
d. Peraturan pelaksanaan dari peraturan daerah, dimana ditetapkan paling lama 1 (satu) bulan sejak peraturan daerah diundangkan.
e. Saat berlakunya peraturan daerah. Dimana peraturan daerah tersebut mulai berlaku pada tanggal 19 Desember 2016.
BAB VI PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan di atas, maka yang menjadi simpulan dalam Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yaitu:
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
1. Pertimbangan yang mendasari perlu dibentuknya Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yakni:
a. Ketidaksinkronan antara besaran organisasi yang dibentuk dengan visi dan misi yang ditetapkan menyebabkan penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan dalam koridor rutinitas belaka dan tidak mampu membawa perubahan yang mendasar di daerah sesuai perencanaan. Sehingga perangkat daerah yang dibentuk seringkali tidak memberikan konstribusi bagi pengembangan pembangunan daerah.
b. Bahwa diabaikannya faktor lain dalam rangka penataan kelembagaan perangkat daerah yaitu tidak dilakukan pembedaan penentuan secara khusus kriteria kelembagaan bagi daerah provinsi. Sehingga yang terjadi adanya penyeragaman pola dan organisasi yang dibentuk hanya berdasarkan berbagai pertimbangan subyektifitas birokrat di daerah yang terkadang muncul perangkat daerah yang dibentuk tidak sesuai dengan kebutuhan daerah.
c. Bahwa perangkat daerah yang ada sekarang, indikator hasil pemetaannya belum menyeluruh, artinya bahwa masih menggunakan variable umum dengan indikator jumlah peduduk, luas wilayah, dan jumlah APBD. Sementara dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai pengganti dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, pembentukan perangkat daerahnya mempertimbangkan faktor luas wilayah, jumlah penduduk, kemampuan keuangan daerah, serta besaran beban tugas sesuai dengan Urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah sebagai mandat yang wajib dilaksanakan oleh setiap Daerah melalui Perangkat Daerah.
d. Bahwa bertambah besar ukuran organisasi pemerintah daerah tidak dibarengi dengan pencapain kinerja signifikan, baik
kinerja pelayanan, pembangunan, maupun kinerja
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
besaran organisasi yang berkembang secara nyata telah menimbulkan pembengkakan dan sekaligus inefisiensi anggaran daerah.
e. Bahwa dengan pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang baru sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah mengantikan Peraturan Daerah sebelumnya, diharapkan penataan Perangkat Daerah dapat menghasilkan perangkat daerah yang mampu mengedepankan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan struktur dan fungsi yang efektif, efisien dan rasional sesuai dengan kemampuan daerah.
2. Yang menjadi landasan filososfis pembentukan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah adalah untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat sebagai perwujudan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat serta berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Sementara, landasan sosiologis yaitu untuk pembentukan instrumen kelembagaan yang mampu mewadahi, mengkoordinir, mengendalikan sumber daya dan perilaku dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Selanjutnya, landasan yuridis yaitu berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembentukan perangkat daerah.
3. Jangkauan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah diharapkan dapat menjangkau seluruh tugas dan fungsi yang merupakan manifestasi dari kehendak yang utuh dan terstruktur secara jelas untuk melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan sesuai dengan urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah provinsi. Sedangkan arah pengaturan meliputi asas, pembentukan dan susunan perangkat daerah, unit pelaksana teknis, staf ahli, serta ketentuan peralihan. Untuk sasaran yang
PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO
akan diwujudkan dengan diberlakukannya Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yaitu dapat mewujudkan pembentukan Perangkat Daerah sesuai dengan prinsip desain organisasi dan didasarkan pada asas efisiensi, efektivitas, pembagian habis tugas, rentang kendali, tata kerja yang jelas, fleksibilitas, Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah, dan intensitas Urusan Pemerintahan dan potensi Daerah, serta berbagai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Adapun ruang lingkup materi muatan yakni ketentuan umum, materi pokok yang diatur, dan ketentuan penutup.
B. Saran
Berdasarkan simpulan tersebut di atas maka saran yang diberikan, sebagai berikut:
1. Perlu adanya Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
2. Mengingat sifatnya yang urgen serta pembentukannya yang merupakan perintah dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta diberi batas waktu dalam penetapan peraturan daerah sebagaimana dimaksud. Sehingga perlu mendapat prioritas dalam penyusunan dan pembahasannya oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Gorontalo.
3. Perlu pengawasan masyarakat baik perseorangan maupun
berkelompok terhadap Pemerintah Daerah dalam
mengimplementasi Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, sehingga apa yang menjadi tujuan dari peraturan daerah dapat terwujud.