• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah

Dalam dokumen KAJIAN AKADEMIS UPTD (Halaman 28-45)

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

E. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah

dimaksud di atas selain melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah juga melaksanakan Tugas Pembantuan. Dalam pembentukan dan susunan perangkat daerah sebagaimana dimaksud di atas ditetapkan dengan Perda. Perda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah berlaku setelah mendapat persetujuan dari Menteri bagi perangkat daerah provinsi dan dari gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat bagi Perangkat Daerah kabupaten/kota.

Persetujuan Menteri atau gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat diberikan berdasarkan pemetaan Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar dan Urusan Pemerintahan Pilihan. Selanjutnya terkait dengan kedudukan, susunan organisasi, perincian tugas dan fungsi, serta tata kerja perangkat daerah ditetapkan dengan peraturan kepala daerah, dalam hal ini peraturan gubernur untuk daerah provinsi, peraturan bupati untuk kabupaten, dan peraturan walikota untuk kota.

E. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah merupakan salah satu peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

Daerah, yang pembentukannya merupakan perintah atau

pendelegasian dari ketentuan dalam Pasal 232 ayat (1) dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah membawa perubahan yang signifikan terhadap pembentukan Perangkat Daerah, yakni dengan prinsip tepat fungsi dan tepat ukuran (rightsizing) berdasarkan beban kerja yang sesuai dengan kondisi nyata di masingmasing Daerah. Hal ini juga sejalan dengan prinsip

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

penataan organisasi Perangkat Daerah yang rasional, proporsional, efektif, dan efisien.

Pengelompokan organisasi Perangkat Daerah didasarkan pada konsepsi pembentukan organisasi yang terdiri atas 5 (lima) elemen, yaitu kepala Daerah (strategic apex), sekretaris Daerah (middle line), dinas Daerah (operating core), badan/fungsi penunjang (technostructure), dan staf pendukung (supporting staff). Dinas Daerah merupakan pelaksana fungsi inti (operating core) yang melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pembantu kepala Daerah dalam melaksanakan fungsi mengatur dan mengurus sesuai bidang Urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah, baik urusan wajib maupun urusan pilihan. Badan Daerah melaksanakan fungsi penunjang (technostructure) yang melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pembantu kepala Daerah dalam melaksanakan fungsi mengatur dan mengurus untuk menunjang kelancaran pelaksanaan fungsi inti (operating core).

Dalam rangka mewujudkan pembentukan Perangkat Daerah sesuai dengan prinsip desain organisasi, pembentukan Perangkat Daerah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini didasarkan pada asas efisiensi, efektivitas, pembagian habis tugas, rentang kendali, tata kerja yang jelas, fleksibilitas, Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah, dan intensitas Urusan Pemerintahan dan potensi Daerah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala Daerah dibantu oleh Perangkat Daerah yang terdiri dari unsur staf, unsur pelaksana, dan unsur penunjang. Unsur staf diwadahi dalam sekretariat Daerah dan sekretariat DPRD. Unsur pelaksana Urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah diwadahi dalam dinas Daerah.

Unsur pelaksana fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah diwadahi dalam badan Daerah. Unsur penunjang yang khusus melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah diwadahi dalam inspektorat. Di samping itu, pada Daerah kabupaten/kota dibentuk kecamatan sebagai Perangkat

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

Daerah yang bersifat kewilayahan untuk melaksanakan fungsi koordinasi kewilayahan dan pelayanan tertentu yang bersifat sederhana dan intensitas tinggi.

Kepala dinas, kepala badan, sekretaris DPRD, kepala inspektorat dan camat atau nama lain di kabupaten/kota bertanggung jawab kepada kepala Daerah melalui sekretaris Daerah. Fungsi sekretaris Daerah dalam pertanggungjawaban tersebut hanyalah fungsi pengendalian administrasi untuk memverifikasi kebenaran administrasi atas pertanggungjawaban yang disampaikan oleh kepala dinas, kepala badan, sekretaris DPRD, inspektur, kepala satuan polisi pamong praja dan camat atau nama lain kepada kepala Daerah.

Dasar utama pembentukan Perangkat Daerah, yaitu adanya Urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah yang terdiri atas Urusan Pemerintahan Wajib dan Urusan Pemerintahan Pilihan. Urusan Pemerintahan Wajib dibagi atas Urusan Pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan Urusan Pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar.

Berdasarkan pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Pusat dan Daerah provinsi dan Daerah kabupaten/kota sebagaimana dimuat dalam matriks pembagian Urusan Pemerintahan konkuren, Perangkat Daerah mengelola unsur manajemen yang meliputi sarana dan prasarana, personil, metode kerja dan penyelenggaraan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengoordinasian, penganggaran, pengawasan, penelitian dan pengembangan, standardisasi, dan pengelolaan informasi sesuai dengan substansi urusan pemerintahannya.

Pembentukan Perangkat Daerah mempertimbangkan faktor luas wilayah, jumlah penduduk, kemampuan keuangan Daerah serta besaran beban tugas sesuai dengan Urusan Pemerintahan yang diserahkan kepada Daerah sebagai mandat yang wajib dilaksanakan oleh setiap Daerah melalui Perangkat Daerah.

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

Peraturan Pemerintah ini menetapkan Perangkat Daerah dalam 3 (tiga) tipe, yaitu sekretariat Daerah, sekretariat DPRD dan inspektorat tipe A; sekretariat Daerah, sekretariat DPRD dan inspektorat tipe B; dan sekretariat Daerah, sekretariat DPRD dan inspektorat tipe C; dinas tipe A, dinas tipe B, dan dinas tipe C; badan tipe A, badan tipe B, dan badan tipe C; serta kecamatan dalam 2 (dua) tipe, yaitu kecamatan tipe A dan kecamatan tipe B. Penetapan tipe Perangkat Daerah didasarkan pada perhitungan jumlah nilai variabel beban kerja. Variabel beban kerja terdiri dari variabel umum dan variabel teknis. Variabel umum, meliputi jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah anggaran pendapatan dan belanja Daerah dengan bobot sebesar 20% (dua puluh persen) dan variabel teknis yang merupakan beban utama dengan bobot sebesar 80% (delapan puluh persen). Pada tiap-tiap variabel, baik variabel umum maupun variabel teknis ditetapkan 5 (lima) kelas interval, dengan skala nilai dari 200 (dua ratus) sampai dengan 1.000 (seribu).

Pemerintahan Daerah memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Oleh karena itu, Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Pemerintahan wajib berkaitan dengan pelayanan dasar diwadahi dalam bentuk dinas utama minimal tipe C.

Pembinaan dan pengendalian Perangkat Daerah dalam Peraturan Pemerintah ini dimaksudkan dalam rangka penerapan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi antar Daerah dan antar sektor, sehingga masing-masing Pemerintah Daerah taat asas dan taat norma dalam penataan kelembagaan Perangkat Daerah. Menteri atau gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat dapat membatalkan Perda tentang pembentukan Perangkat Daerah yang bertentangan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini.

Dalam pelaksanaan pembinaan dan pengendalian penataan Perangkat Daerah, Pemerintah Pusat melakukan fasilitasi melalui asistensi, pemberian arahan, pedoman, bimbingan, supervisi,

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

pelatihan, dan kerja sama, sehingga sinkronisasi dan simplifikasi dapat tercapai secara optimal dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peraturan Pemerintah ini memberikan arah dan pedoman yang jelas kepada Daerah dalam menata Perangkat Daerah secara efisien, efektif, dan rasional sesuai dengan kebutuhan nyata dan kemampuan Daerah masing-masing serta adanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi serta komunikasi kelembagaan antara Pusat dan Daerah.

Perangkat Daerah provinsi terdiri atas sekretariat daerah, sekretariat DPRD, inspektorat, dinas, dan badan. Dimana kedudukan, tugas, dan fungsi perangkat daerah provinsi sebagai berikut:

a. Sekretariat Daerah Provinsi

Sekretariat Daerah provinsi merupakan unsur staf yang dipimpin oleh sekretaris Daerah dan bertanggung jawab kepada gubernur. Sekretariat Daerah provinsi sebagaimana dimaksud mempunyai tugas membantu gubernur dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas Perangkat Daerah serta pelayanan administratif. Sekretariat Daerah provinsi dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah; pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah; pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah; pelayanan administratif dan pembinaan aparatur sipil negara pada instansi Daerah; dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh gubernur yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya

b. Sekretariat DPRD Provinsi

Sekretariat DPRD provinsi merupakan unsur pelayanan administrasi dan pemberian dukungan terhadap tugas dan fungsi DPRD provinsi. Sekretariat DPRD provinsi sebagaimana dimaksud dipimpin oleh sekretaris DPRD provinsi yang dalam melaksanakan tugasnya secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD provinsi dan secara

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

administratif bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris Daerah provinsi. Sekretaris DPRD provinsi diangkat dan diberhentikan dengan keputusan gubernur atas persetujuan pimpinan DPRD provinsi setelah berkonsultasi dengan pimpinan fraksi.

Sekretariat DPRD provinsi mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan dan keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD provinsi, serta menyediakan dan mengoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD provinsi dalam melaksanakan hak dan fungsinya sesuai dengan kebutuhan.

Sekretariat DPRD provinsi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas menyelenggarakan fungsi penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD provinsi; penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD provinsi; fasilitasi penyelenggaraan rapat DPRD provinsi; dan penyediaan dan pengoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD provinsi. c. Inspektorat Daerah Provinsi

Inspektorat Daerah Provinsi merupakan unsur pengawas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Inspektorat Daerah provinsi sebagaimana dimaksud dipimpin oleh inspektur. Inspektur Daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris Daerah.

Inspektorat Daerah provinsi mempunyai tugas membantu gubernur dalam membina dan mengawasi pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah.

Inspektorat Daerah provinsi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas menyelenggarakan fungsi perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan; pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya; pelaksanaan pengawasan untuk

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

tujuan tertentu atas penugasan dari gubernur; penyusunan laporan hasil pengawasan; pelaksanaan administrasi inspektorat Daerah provinsi; dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh gubernur terkait dengan tugas dan fungsinya.

d. Dinas Daerah Provinsi

Dinas Daerah provinsi merupakan unsur pelaksana Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. Dinas Daerah provinsi dipimpin oleh kepala dinas Daerah provinsi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris Daerah provinsi.

Dinas Daerah provinsi sebagaimana dimaksud di atas mempunyai tugas membantu gubernur melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah provinsi.

Dinas Daerah provinsi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas menyelenggarakan fungsi perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya; pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya; pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya; pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh gubernur terkait dengan tugas dan fungsinya. e. Badan Daerah Provinsi

Badan Daerah provinsi merupakan unsur penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah provinsi. Badan Daerah provinsi dipimpin oleh kepala badan Daerah provinsi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris Daerah provinsi.

Badan Daerah provinsi mempunyai tugas membantu gubernur melaksanakan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah provinsi.

Badan Daerah provinsi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas menyelenggarakan fungsi penyusunan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya; pelaksanaan tugas

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

dukungan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya; pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis

sesuai dengan lingkup tugasnya; pembinaan teknis

penyelenggaraan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Berdasarkan uraian di atas, perangkat daerah Provinsi Gorontalo sebagai berikut:

a. Sekretariat Daerah dengan skor 616 tipe B dengan ketentuan terdiri dari 1 orang Sekretaris, paling banyak 3 Asisten, masing-masing asisten paling banyak 2 biro, masing-masing-masing-masing biro paling banyak 3 bagian, dan masing-masing bagian paling banyak 3 sub bagian.

b. Sekretariat DPRD dengan skor 470 tipe C dengan ketentuan terdiri dari 1 orang Sekretaris, paling banyak 3 bagian, masing-masing bagian paling banyak 2 sub bagian. Akan tetapi adanya beban kerja yang cukup tinggi Pemerintah daerah menggangap perlu untuk dinaikkan tipeloginya menjadi tipe B dengan mengunakan kewenangan diskresi yang diatur dalam Undang-undang 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan pasal 22.

c. Inspektorat dengan skor 517 tipe B dengan ketentuan terdiri dari 1 orang Inspektur, 1 sekretaris paling banyak 2 sub bagian dan 2 inspektur pembantu. Akan tetapi adanya beban kerja yang cukup tinggi Pemerintah daerah menggangap perlu untuk dinaikkan tipeloginya menjadi tipe B dengan mengunakan kewenangan diskresi yang diatur dalam Undang-undang 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemrintahan pasal 22.

d. Dinas Daerah terdiri dari:

1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Tipe A

Urusan pemerintahan dibidang pendidikan

merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 605 memperoleh tipe

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

B. sementara urusan pemerintahan dibidang kebudayaan dengan skor 704 tipe B merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Dalam rangka efisiensi dan efektifitas suatu perangkat daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, kedua urusan pemerintahan ini merupakan urusan pemerintahan yang serumpun. Selain itu berdasarkan Pasal 54 ayat (1) peraturan pemerintah tersebut menyebutkan “Dalam hal kemampuan keuangan Daerah atau ketersediaan aparatur yang dimiliki oleh Daerah masih terbatas, tipe Perangkat Daerah dapat diturunkan dari hasil pemetaan”. Oleh karenanya urusan pemerintahan dibidang kebudayaan yang awalnya dapat diwadahi dalam bentuk dinas tersendiri dengan tipe B, akan tetapi melihat kemampuan keuangan daerah dan ketersediaan aparatur serta beban kerja yang ada di bidang kebudayaan tersebut sehingga urusan pemerintahan dibidang kebudayaan digabungkan dengan urusan pemerintahan dibidang pendidikan yang diwadahi dalam bentuk dinas pendidikan dan kebudayaan dengan tipe A yang mana nomenklatur dinas tersebut mencerminkan urusan pemerintahan yang digabung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (4) Peraturan Pemerintah tersebut.

2. Dinas Kesehatan dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang kesehatan merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 638 memperoleh tipe B.

Bahwa dalam rangka efisiensi Organisasi, maka urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana, dengan skor 330 (setingkat bidang), maka dilakukan penggabungan sesuai perumpunan Urusan Pemerintahan ke Dinas kesehatan sehingga dinas kesehatan menjadi tipe A.

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan tipe B Urusan pemerintahan dibidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 557 memperoleh tipe C.

Urusan pemerintahan dibidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 394 setingkat bidang. Akan tetapi berdasarkan Pasal 53 ayat (3) menyebutkan “Dalam hal hasil perhitungan nilai variabel Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar tidak memenuhi perhitungan nilai variabel untuk menjadi dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Urusan Pemerintahan tersebut tetap dibentuk sebagai dinas tipe C”. Untuk itu urusan pemerintahan bidang perumahan rakyat dan kawasan pemukiman dapat diwadahi dalam bentuk dinas tipe C.

Bahwa dalam rangka efisiensi Organisasi, maka urusan pengendalian perumahan dan kawasan pemukiman, maka dilakukan penggabungan sesuai perumpunan Urusan Pemerintahan ke Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, sehingga menjadi dinas pekerjaan umum dan penataan ruang dengan tipe B.

4. Satuan Polisi Pamong Praja dengan tipe A

Berdasarkan Pasal 15 ayat (7) dan Pasal 16 Peraturan Pemerintahan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah menyebutkan Khusus untuk Urusan Pemerintahan di bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat dilaksanakan oleh:

a. dinas Daerah provinsi yang menyelenggarakan sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum; dan

b. dinas Daerah provinsi yang menyelenggarakan sub urusan kebakaran. Dinas Daerah provinsi yang

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

menyelenggarakan sub urusan ketenteraman dan ketertiban umum disebut satuan polisi pamong praja Daerah provinsi. Urusan pemerintahan dibidang satuan polisi pamong praja merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 737 dengan dinas tipe B, sedangkan sub urusan kebakaran dengan skor 660 dengan dinas tipe B. Akan tetapi berdasarkan efiseinsi, kemampuan keuangan daerah dan keterbatasan sumber daya manusia yang ada, kedua sub urusan tersebut digabungkan yang diwadahi dalam satu dinas ketenteraman dan ketertiban yang disebut dengan satuan polisi pamong praja.

5. Dinas Sosial dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang sosial merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 836 memperoleh tipe A.

6. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang perpustakaan dan kearsipan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Urusan pemerintahan di bidang perpustakaan dengan skor 880 memperoleh tipe A. sementara urusan pemerintahan dibidang kearsipan dengan skor 640 tipe B. Dalam rangka efisiensi dan efektifitas suatu perangkat daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, kedua urusan pemerintahan ini merupakan urusan pemerintahan yang serumpun. Selain itu, berdasarkan Pasal 54 ayat (1) peraturan pemerintah tersebut menyebutkan “Dalam hal kemampuan keuangan Daerah atau ketersediaan aparatur yang dimiliki oleh Daerah masih terbatas, tipe Perangkat Daerah dapat diturunkan dari hasil pemetaan”. Oleh karenanya urusan pemerintahan dibidang perpustakaan dan kearsipan yang awalnya dapat diwadahi dalam bentuk dinas tersendiri dengan tipe A dan tipe B, akan tetapi

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan ketersediaan aparatur serta beban kerja yang ada di bidang perpustakaan dan kearsipan tersebut maka urusan pemerintahan dibidang Perpustakaan digabungkan dengan urusan pemerintahan dibidang kearsipan yang diwadahi dalam bentuk dinas perpustakaan dan kearsipan tipe A dengan 5 bidang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang mana nomenklatur dinas tersebut mencerminkan urusan pemerintahan yang digabung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (4) Peraturan Pemerintah tersebut.

7. Dinas Kelautan dan Perikanan dengan tipe B

Urusan pemerintahan dibidang Kelautan dan Perikanan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 750 memperoleh tipe B.

8. Dinas Kepemudaan dan Olah Raga dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang Kepemudaan dan Olah Raga merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 836 memperoleh tipe A.

9. Dinas Lingkungan Hidup dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang Lingkungan Hidup merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 660 memperoleh tipe B.

Untuk melakukan efisiensi dan efektifitas organisasi perangkat daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah maka urusan pemerintahan dibidang pertanahan yang memperoleh skor 330 (setingkat bidang) digabungkan dengan urusan pemerintahan sesuai dengan

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

perumpunan ke dinas lingkungan hidup sehingga dinas tersebut menjadi tipe A.

10. Dinas Kehutanan dengan tipe B

Urusan pemerintahan dibidang Kehutanan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 671 memperoleh tipe B.

11. Dinas Pangan dengan tipe B

Urusan pemerintahan dibidang Pangan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 792 memperoleh tipe B.

12. Dinas Pariwisata dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang Pariwisata merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 825 memperoleh tipe A.

13. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan tipe A Urusan pemerintahan dibidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 693 memperoleh tipe B.

Bahwa untuk efisiensi dan efektifitas organisasi perangkat daerah maka Urusan pemerintahan di bidang Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 517 memperoleh tipe C. digabungkan sesuai perumpunan urusan pemerintahan ke dinas pemberdayaan masyarakat dan desa sehingga dinas ini dinaikan satu tingkat menjadi tipe A.

14. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan tipe B

Urusan pemerintahan dibidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan urusan pemerintahan

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 638 memperoleh tipe B.

15. Dinas Pertanian dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang Pertanian merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 845 memperoleh tipe A. 16. Dinas Perdagangan dengan tipe B

Urusan pemerintahan dibidang Perdagangan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Urusan pemerintahan di bidang Perdagangan dengan skor 636 memperoleh tipe B. Sementara urusan pemerintahan dibidang perindustrian dengan skor 264 setingkat subbidang. Berdasarkan Pasal 53 ayat (5) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun

2016 tentang Perangkat Daerah, maka urusan

pemerintahan dibidang Perindustrian digabungkan dengan urusan pemerintahan dibidang perdagangan dengan tidak menambah tipelogi dari Dinas yang digabungkan. Dimana kedua urusan pemerintahan tersebut serumpun dengan menggunakan nomenklatur dari dinas yang berdiri sendiri sebelum digabungkan, dalam hal ini Dinas Perdagangan.

17. Dinas Transmigrasi dengan tipe A

Urusan pemerintahan dibidang transmigrasi merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Urusan pemerintahan di bidang transmigrasi dengan skor 770 memperoleh tipe B. Sementara urusan pemerintahan dibidang tenaga kerja dengan skor 308 setingkat bidang. Berdasarkan Pasal 18 ayat (1), ayat (6), dan ayat (7) Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, maka urusan pemerintahan dibidang tenaga kerja digabungkan dengan urusan pemerintahan dibidang transmigrasi dengan tipelogi dapat dinaikkan satu tingkat diatasnya. Sehingga

PEMERINTAHAN PROVINSI GORONTALO

Dinas Transmigrasi yang tadinya tipe B menjadi Tipe A, oleh karena digabungkan dengan urusan pemerintahan

dibidang Tegana Kerja. Dimana kedua urusan

pemerintahan tersebut serumpun dengan menggunakan nomenklatur dari dinas yang berdiri sendiri sebelum digabungkan, dalam hal ini Dinas Transmigrasi.

18. Dinas Perhubungan dengan tipe B

Urusan pemerintahan dibidang Perhubungan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dengan skor 625 memperoleh tipe B. 19. Dinas Komunikasi dan Informatika dengan tipe B

Dalam dokumen KAJIAN AKADEMIS UPTD (Halaman 28-45)

Dokumen terkait