• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIRECTIONS TO THE ACHIEVEMENT OF THE BOARD OF COMMISSIONERS WORK PLAN AND BUDGET (RKA) 2016

Implementasi dari tugas dan wewenang Dewan Komisaris dapat

diwujudkan dalam berbagai kebijakan strategis perusahaan antara lain pengawasan, evaluasi, saran, dan nasehat serta rekomendasi mencakup Kebijakan Pengembangan Bisnis, Kebijakan Investasi, Kebijakan Pembiayaan, Rencana Kerja, Anggaran Tahunan, Pelaksanaan Anggaran Dasar, Pengelolaan Asset, Pengembangan SDM, Penyempurnaan Organisasi, Kebijakan Kerjasama dengan Pihak Ketiga, Tindak Lanjut RUPS, dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Evaluasi, saran, dan nasehat dimaksud dituangkan dalam surat resmi yang disampaikan kepada Direksi.

Implementation of role and authority of the Commissioners Board may be accomplished through various strategic policy of the company, which are monitoring, evaluation, suggestion, and the advice and recommendation includes Business Development Policy, Investment Policy, Financing Policy, the Working Plan, the annual budget, implementation of the Articles of Association, Asset Management, human Resources development, Organizational Improvement, Cooperation with Third-Party Policy, RUPS follow up, and the applied laws. Evaluation, suggestion, and advise is stated in the official letter submitted to the Board of Directors.

Terhadap capaian sasaran perusahaan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2016, Dewan Komisaris memberikan arahan sebagai berikut:

1. Audit Eksternal

Kantor Akuntan Publik (KAP) Doli, Bambang Sulistyanto, Dadang, dan Ali telah melakukan audit terhadap laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016. Opini yang dihasilkan dari audit yang telah dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik adalah WAJAR dalam semua hal material yang berarti Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang merupakan tingkat opini paling baik yang bisa diberikan oleh Konsultan Akuntan. Terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hasil audit eksternal tahun 2016 manajemen perusahaan telah melakukan tindak lanjut yang perlu dilakukan. Selanjutnya, Direksi perlu memastikan tindak lanjut yang sudah disusun dapat dilakukan dengan konsisten dan dilakukan evaluasinya dengan baik. Selain audit atas Laporan Keuangan yang berakhir pada 31

Desember 2016, KAP Doli, Bambang Sulistyanto, Dadang, dan Ali juga telah melakukan audit kepatuhan terhadap peraturan

On the achievements of the company target listed in the work plan and budget (RKA) 2016, the board of commissioners provide the direction as follows:

1. External Audit

Public Accounting Firm (KAP) Doli, Bambang Sulistyanto, Dadang, and Ali have done the audit on the company’s financial statement for year ended on December 31, 2016. Opinion resulted from the audit that was conducted by the public accounting firm is proper in all the materials which means proper without exception (WTP), which is at the best level of opinion that can be provided by the consultant accountant. On the things related with the results of the external audit 2016, company’s management have done necessary follow-up. Furthermore, the board of directors need to ensure that the structured follow-up can be applied consistently and covered up with a good evaluation.

In addition to the audit of the financial statements ended on December 31, 2016, KAP Doli, Bambang Sulistyanto, Dada, and Ali has also conducted an audit of compliance toward the

material peraturan perundang-undangan yang berdampak langsung terhadap salah saji yang material dalam laporan keuangan, serta telah melaksanakan pengendalian intern secara menyeluruh. Namun, terdapat beberapa hal tidak material yang perlu diketahui manajemen, dan manajemen telah melakukan tindak lanjut terhadap hal-hal yang tidak material tersebut. Dewan Komisaris selaku pihak yang menunjuk Kantor

Akuntan Publik Doli, Bambang Sulistyanto, Dadang, dan Ali untuk mengaudit PT Bandarudara Internasional Jawa Barat menyatakan bahwa KAP Doli, Bambang Sulistyanto, Dadang, dan Ali telah menyelesaikan tugasnya secara independen sesuai standar profesional akuntan publik dan perjanjian kerja serta ruang lingkup audit yang telah ditetapkan.

2. Audit Internal

Sistem Pengendalian Internal Perusahaan mencakup rencana organisasi dan seluruh metode koordinasi dan ukuran yang diadopsi dalam suatu usaha atau bisnis untuk melindungi asetnya, memeriksa akurasi dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan efektifitas kegiatan dan kepatuhan pada kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan audit internal dilakukan oleh Divisi Pengawasan Internal dan Manajemen Risiko terhadap semua lini unit kerja yang ada di perusahaan dengan cakupan pengendalian bidang pengembangan, operasional, keuangan, sumber daya manusia dan kegiatan strategis lainnya.

3. Posisi Keuangan tahun 2016

Posisi keuangan perusahaan tahun 2016 dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Aset

Jumlah aset Perseroan pada tahun 2016 adalah sebesar Rp797,6 miliar yang terbagi menjadi 29% aset lancar dan 71% aset tidak lancar. Nilai aset tahun 2016 ini meningkat sebesar 114% dari nilai aset tahun 2015 yang besarnya Rp372,6 miliar.

Peningkatan tertinggi pada nilai aset 2016 berasal dari aset tidak lancar berupa konstruksi sisi darat Bandara kertajati. Aset tidak lancar tahun 2016 meningkat sebesar 1724% dari tahun 2015 menjadi Rp566,1 miliar. Sumber kenaikan nilai aset yang tinggi ini adalah dari kenaikan pajak tangguhan sebesar Rp8,18 miliar dan aset tetap senilai Rp526,94 juta

b. Liabilitas

Nilai liabilitas tahun 2016 adalah sebesar Rp260,4 miliar. Nilai tersebut adalah hasil peningkatan sebesar 842,37% dari liabilitas tahun 2015 yakni Rp27,6 miliar. Jumlah liabilitas tahun 2016 ini terdiri dari 93,21% liabilitas jangka pendek dan 6,79% liabilitas jangka panjang.

of the laws and regulations that directly impact material misstatement in the financial statements, and have conducted a thorough internal control. However, there are some things that are non-materials that management should know, and management has done a follow-up on these non materials.

Commissioners board as the parties who has appointed the public accounting firm; Doli, Bambang Sulistyanto, Dadang, and Ali to audit the PT Bandarudara Internasional Jawa Barat stated that the KAP Doli, Bambang Sulistyanto, Dadang, and Ali has completed their duty independently suited to the professional standards of certified public accountants and employment agreement and scope of the audit that has been established.

2. Internal Audit

The company’s Internal Control System covers the organization plan and the entire of coordination methods and the measures adopted in certain business or a business to protect its assets, check the accuracy and reliability of accounting data, drive efficiency and activities effectiveness and compliance with managerial policies that have been established.

The implementation of internal audits is conducted by the Internal Audit Division and Risk Management unit to all lines of work in the company with control coverage areas of development, operations, finance, human resources and other strategic activities.

3. Financial Position of 2016

Financial Position of Company in 2016 can be explained as follows:

a. Asset

Total assets of the Company in 2016 amounted to Rp797.6 billion, which is divided into 29% of current assets and 71% of non-current assets. The value of assets in 2016 increased by 114% from 2015 in the amount of assets Rp372,7 billion.

The highest increase in the value of assets in 2016 came from non-current assets in the form of construction land side of Kertajati Airport. Non-current assets in 2016 increased by 1724% from 2015 to Rp566.1 billion. Sources of high increase in value of assets are from the rise in deferred tax amount ed Rp8,18 billion and fixed assets worth Rp526,9 million.

b. Liability

Liabilities value in 2016 amounted to Rp260,4 billion. This value is the result of an increase of 842,37% from the liability in 2015 Rp27,6 billion. Total liabilities in 2016 is composed of 93.21% short-term liabilities and long-term liabilities of 6.79%.

Lapor

an T

ahunan

Annual Report

2016

Kenaikan liabilitas jangka pendek menyebabkan kenaikan jumlah liabilitas yang sangat besar di tahun 2016. Nilai liabilitas jangka pendek perusahaan pada tahun 2015 adalah Rp27,5 miliar dan pada tahun 2016 adalah Rp242,7 miliar. Peningkatan nilai liabilitas dari tahun 2015 hingga tahun 2016 adalah sebesar Rp215,2 miliar. Liabilitas jangka pendek ini terdiri dari utang usaha, beban akrual, utang pajak, dan utang bank jangka pendek. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kenaikan nilai liabilitas jangka pendek ini adalah adanya kenaikan beban akrual sebesar Rp181,8 miliar. Selain dari liabilitas jangka pendek, perseroan juga mencatat

nilai liabilitas jangka panjang di tahun 2016 adalah sebesar Rp17,67 miliar. Nilai tersebut adalah hasil peningkatan sebesar Rp17,57 miliar dari nilai liabilitas jangka panjang 2015 senilai Rp94,9 juta. Nilai aset jangka panjang ini terdiri dari utang retensi, utang bank jangka panjang, dan liabilitas program imbalan paska kerja. Kenaikan terbesar ada pada komponen imbalan paska kerja yakni senilai Rp536,46 juta. c. Ekuitas

Jumlah ekuitas Perseroan di akhir tahun 2016 adalah senilai Rp537,2 miliar. Nilai ekuitas tersebut lebih tinggi 55,7% dari nilai ekuitas di akhir tahun 2015 yakni sebesar Rp345 miliar. Jumlah ekuitas terdiri dari modal ditempatkan dan disetor, tambahan modal disetor, saldo laba (rugi), dan komponen ekuitas lain. Peningkatan jumlah ekuitas setinggi 55,7% tadi dipengaruhi terutama oleh jumlah modal ditempatkan dan modal disetor oleh pemegang saham khususnya Provinsi Jawa Barat sebesar Rp200 miliar.

Laporan Posisi Keuangan Tahun 2016 di bagian ekuitas terdapat nilai saldo laba (rugi) sebesar Rp7,64 miliar. Nilai kerugian perusahaan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan rugi yang diproyeksikan di awal tahun yakni sebesar Rp50,6 miliar. Hal ini merupakan capaian yang cukup baik dari perusahaan. Atas kinerja keuangan perusahaan yang disampaikan di atas, diharapkan agar Direksi dapat meneruskan kinerja ini dan ditingkatkan agar menjadi lebih baik lagi.

4. Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan

Dalam 2 (dua) tahun operasional, perusahaan memastikan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik pada semua aspek kegiatan. Perusahaan pun terus melakukan perbaikan berkesinambungan dengan senantiasa meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip tata kelola perusahaan, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran & kesetaraan. Peningkatan kepatuhan perusahaan

The increase in short-term liabilities causing a huge increase in liabilities amount in 2016. The company’s short-term liabilities value in 2015 was 27.5 billion and in 2016 was Rp242,7 billion. The increase in the value of liabilities from 2015 to 2016 amounted to Rp215,2 billion. These short-term liabilities consist of accounts payable, accrued expenses, tax debt, and short-term bank debt. Factors affecting the rise in the value of short-term liabilities is the increase in accrued expenses amounted Rp181,8 billion.

Aside from the short-term liabilities, the company also noted the value of long-term liabilities in 2016 amounted to Rp17.6 billion. This value is the result of an increase of 17.5 billion from the value of long-term liabilities in 2015 amounted to Rp94.9 million. The value of long-lived assets consist of retention debt, long-term bank debt and post-employment program liabilities. The biggest increase is in the post-employment component which is valued Rp536,4 million. c. Equity

Total equity of the Company at the end of 2016 is worth Rp537,2 billion. The equity value is 55.7% higher than the equity value at the end of 2015, amounting to Rp345 billion. Total equity consists of issued and paid-up capital, additional paid-in capital, retained earnings (loss) and other equity components. The increase in total equity as high as 55.7% is influenced mainly by the number of issued and paid-up capital by shareholders especially West Java province of Rp200 billion.

Financial Statement Position 2016 in equity are the value of retained earnings (loss) of Rp7,64 billion. The value of the company’s losses are much smaller than the projected loss in the beginning of the year which amounted Rp50,6 billion. This is a pretty good achievement of the company. On the company’s financial performance presented above, it is expected that the Board of Directors could continue this performance and enhanced in order to become better.

4. Implementation of Corporate Governance

Within two (2) years of operation, the company ensures that there is the implementation of good corporate governance in all aspects of the activity. The Company continues to perform continuous improvement to constantly improve adherence to the principles of corporate governance, namely transparency, accountability, responsibility, independence and fairness & equality. Increased corporate adherence is made to the relevant

Memperhatikan apa yang telah dilakukan perusahaan untuk mengimplementasikan prinsip tata kelola perusahaan, proses pelaksanaan yang konsisten dan berkesinambungan adalah kunci penting kesuksesan yang akan dicapai. Namun, masih ada ruang untuk perusahaan untuk melaksanakan perbaikan. Sampai dengan saat ini, perusahaan belum menerapkan whistleblowing system sebagai salah satu implementasi dari prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Diharapkan di masa mendatang, Direksi dapat menerapkan whistleblowing system ini sehingga dapat membantu perusahaan untuk mengetahui aspirasi dari seluruh pegawai agar perusahaan lebih maju lagi. Dewan Direksi diharapkan untuk dapat menerapkan whistleblowing system ini di perusahaan dengan konsisten.

Looking on to what the company has done to implement corporate governance principles, consistent and continuous implementation processes are important keys to success that is expected to be achieved. However, there is still room for the company to carry out repairs. Up to now, the company has not implemented the whistleblowing system as one of the implementation of the principles of good corporate governance yet. It is expected that in the future, the Board of Directors could implement a whistleblowing system so that it can help companies to know the aspirations of all employees for the company to advance. The Board of Directors is expected to be able to implement this whistleblowing system in the company consistently.

Penilaian deWan kOMisaris terHadaP kinerJa

dalaM PengelOlaan PerusaHaan

COMMISSIONERS BOARD ASSESSMENT ON THE COMPANY