Keterangan 2016 2015 2014 Description
RASIO LIKUIDITAS LIQUIDITY RASIO
Rasio Kas 81,2% 1236,1% 19366,3% Cash Ratio
Rasio Cepat 95,4% 1240,7% 19366,3% Quick Ratio
Rasio Lancar 95,4% 1240,7% 19366,3% Current Ratio
RASIO PROFITABILITAS PROFITABILITY RATIO
Margin Laba Kotor n/a n/a n/a Gross Profit Margin
Margin Laba Usaha n/a n/a n/a Operating Profit Margin
Margin Laba Bersih n/a n/a n/a Net Income Margin
Tingkat Pengembalian Aset -2,0% -1,7% -0,5% Return On Assets
Tingkat Pengembalian Investasi -1,0% -1,3% -0,5% Return On Invesment
Tingkat Pengembalian Modal -1,4% -1,4% -0,5% Return On Equity
RASIO SOLVABILITAS SOLVABILITY RATIO
Rasio Total Kewajiban terhadap Total Aset 33% 7% 1% Debt to Asset Ratio
Rasio Total Kewajiban terhadap Ekuitas 48% 8% 1% Debt to Equity Ratio
Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aset 67% 93% 99% Own Capital to Total Asset Ratio
RASIO AKTIVITAS ACTIVITIES RATIO
Perputaran Persedian (hari) n/a n/a n/a Inventory Turnover (In days)
Periode Penagihan (hari) n/a n/a n/a Collectibility (In days)
Perputaran Aset (kali) n/a n/a n/a Asset Turnover (x)
RASIO PERTUMBUHAN GROWTH RATIO
Pendapatan Usaha 0% 0% 0% Operating Revenue
(Rugi) Usaha 223% 4143% n/a Operating (Loss)
(Rugi) Komprehensif 66% 1814% n/a Comprehensive (Loss)
Total Aset 114% 645% n/a Total Assets
Total Liabilitas 842% 10569% n/a Total Liabilities
Ekuitas 56% 594% n/a Equity
KINERJA NON KEUANGAN NON-FINANCIAL PERFORMANCE
Pegawai 49 33 2 Number Of Employee
Jaringan Kantor 1 1 1 Number Of Office
Kualifikasi Opini Auditor Wajar Tanpa Pengecualian
Wajar Tanpa Pengecualian
Wajar Tanpa Pengecualian
Auditor Opinion Qualification Unqualified Opinion Unqualified Opinion Unqualified Opinion
Lapor
an T
ahunan
Annual Report
2016
Apabila dilihat dari sisi Laporan posisi keuangan total aset perusahaan pada tahun 2016 mengalami peningkatan 114% atau sebesar Rp424,9 miliar dibanding tahun 2015, peningkatan aset tersebut terutama berasal dari peningkatan aset tidak lancar dalam bentuk aset dalam konstruksi yaitu pembangunan sisi darat bandara Kertajati. Begitu juga dengan total liabilitas perseroan mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu 842,37% atau meningkat sebesar Rp232,76 miliar dari sebesar Rp27,63 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp260,39 miliar pada tahun 2016. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan pada liabilitas Jangka Pendek sebesar Rp215,18 miliar dan diikuti oleh kenaikan liabilitas jangka panjang sebesar Rp17,57 miliar. Demikian juga dengan jumlah ekuitas perusahaan pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 55,70% yaitu menjadi sebesar Rp537,24 miliar, dimana pada tahun 2015 ekuitas perusahaan hanya sebesar Rp343,5 miliar.
PT Bandarudara Internasional Jawa Barat didirikan pada akhir bulan November 2014 dan baru mulai membangun sisi darat bandara Kertajati pada akhir tahun 2015, sehingga selama masa pembangunan perusahaan belum memiliki pendapatan yang berasal dari aktivitas operasi, sehingga laba operasional mengalami kerugian sebesar Rp33,6 miliar. Kerugian ini lebih kecil dari pada rugi yang diproyeksikan pada RKAP 2016 sebesar Rp52,9 miliar. Namun, dengan adanya pendapatan lain-lain di luar usaha berupa bagi hasil dan bunga bank serta Penghasilan Pajak dapat menekan kerugian sebesar Rp26,12 miliar. Sehingga, total rugi tahun berjalan perusahaan per 31 Desember 2016 menjadi sebesar Rp7,64 miliar yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp50,6 miliar.
Dalam arus kas perusahaan, dapat dilihat bahwa aktivitas operasi perusahaan mengalami kenaikan, dari sebesar 34,42% dibandingkan pada tahun 2015. Pertumbuhan kas bersih dari aktivitas operasi tersebut dipengaruhi oleh belum adanya pendapatan usaha dan peningkatan dari beban usaha Perseroan di tahun 2016. Adapun, Arus Kas dari Aktivitas Investasi menunjukkan bahwa Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tahun 2016 adalah (Rp330,93) miliar, lebih rendah dibandingkan tahun2015 sebesar (Rp423,86) juta. Pertumbuhan kasbersih dari aktivitas investasi tersebut dipengaruhi oleh penambahan investasi pada pembagunan sisi darat bandara Kertajati. Sedangkan, Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan menunjukkan bahwa Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan tahun 2016 adalah Rp200 miliar, lebih rendah Rp100 miliar atau 33,33% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp300 miliar.
If it is viewed from Statements of Financial Position, Total Assets in 2016 increased 114% or about Rp424,9 billion compared to 2015, the assets increase was mainly come from the increase of no current assets in the form of construction assets, namely Kertajati land side Airport Construction. Either does the total liability, it significantly increased by 842.37% or Rp232,76 billion,from Rp27,63 billion in 2015 to Rp260,39 billion in 2016. The increase due to the rise of short-term liabilities by Rp215,18 billion, which is then followed by the rise in Long-term liabilities amounted to Rp17,57 billion. In 2016, the number of company’s equity also increased by 55.70% or amounted to Rp537,24 billion, where in 2015 the company’s equity was only amounted to Rp343,5 billion.
PT Bandarudara Internasional Jawa Barat was established at the end of November 2014 and just started to build the Kertajati land side airport at the end of 2015, so that during the construction process, the company does not have income derived from operating activities, so that the operating profit had a loss of Rp33.6 billion. These losses were smaller than the projected loss in 2016 amounted to Rp52,9 billion.
However, with the presence of other income outside the business in the form of profit-sharing and bank interest, as well as income tax, may reduce losses by Rp26,12 billion. Thus, the total loss per December 31, 2016 amounted to Rp7,64 billion, which previously projected at Rp50,6 billion.
In the company’s cash flow, it can be seen that the company’s operating activities has increased, from Rp 34.42% compared to 2015. Net cash growth from operating activities are affected by the lack of revenue and increased operating expenses of the company in 2016. Meanwhile, Cash flows from investing Activities shows net cash which was used in investing activities in 2016 was (Rp330,93) billion, lower than in 2015 amounted to (Rp423,86) million. Net cash Growth from investing activities was influenced by the increased of investment on Kertajati land side airport construction. Meanwhile, Cash Flows from Financing Activities shows that net cash from financing activities in 2016 was 200 billion, Rp 100 billion or 33.33% lower compared to 2015 amounting to Rp300 billion.
Lapor
an T
ahunan
Annual Report
2016
Rasio keuangan perusahaan ditunjukkan oleh rasio likuiditas, rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas. Kemampuan Perseroan untuk menyelesaikan kewajiban kepada pihak ketiga selama 2016 mengalami penurunan dibandingkan selama tahun 2015. Hal tersebut dapat dilihat dari rasio likuiditas Perseroan terhadap ekuitas Perseroandan rasio utang terhadap aset Perseroan. Darirasio tersebut, kemampuan membayar utang Perseroan pada 2016 menunjukkan penurunan. Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan antara lain dengan memonitoring pencairan modal dari pemegang saham, mencari berbagai sumber fasilitas pembiayaan untuk membiayai pembangunan sisi darat bandara Kertajati dan menjaga saldo kecukupan kas.
Pada tahun 2016, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat telah melakukan audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanti, Dadang & Ali atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2016 dengan opini WAJAR, yang berarti Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat pada 31 Desember 2016, serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
The company’s financial ratio is shown by the liquidity ratio, profitability and solvency ratios. The Company’s ability to settle obligations to third parties during 2016 decreased compared to 2015. This can be seen from the liquidity ratio of the Company to the Company’s equity and debt to assets ratio of the Company. From the ratio, the company’s ability to repay debt in 2016 showed a decline. Liquidity risk management was conducted by monitoring the disbursement of capital from shareholders, exploring various sources of financing facilities to finance the construction of Kertajati land side airport, and maintaining sufficient cash.
In 2016, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat has conducted an external audit by Public Accountant Office of Doli, Bambang, Sulistiyanti, Dada & Ali to the Financial Statements ended at December 31, 2016 with the FAIR opinion, which means Fair Without Exception, in all materials, the financial position of PT Bandarudara Internasional Jawa Baraton December 31, 2016, and its financial performance and its cash flows which ended on that date and in accordance with financial Accounting Standards in Indonesia.