Kinerja perbankan nasional sepanjang tahun 2015 menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kinerja Perbankan
Seiring dengan kondisi ekonomi nasional yang mengalami tren perlambatan, kinerja sektor perbankan pada tahun 2015 juga ikut terkena dampak. Kinerja kredit perbankan sampai dengan Desember 2015 tumbuh sebesar 10,5% atau melambat dari periode yang sama tahun 2014 yang mencapai 13,2%.
Kinerja Keuangan BNI
Meskipun kondisi ekonomi Indonesia cukup dinamis, namun segenap pegawai BNI mampu mencatat hasil yang menggembirakan dan di atas target Rencana Bisnis Bank 2015 yang telah kami tetapkan. Total aset BNI tumbuh sebesar 22,1% dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai Rp508,6 triliun pada tahun 2015. Pinjaman yang disalurkan juga meningkat sebesar 17,5% menjadi Rp326,1 triliun dan simpanan nasabah tumbuh 18,0% menjadi Rp370,4 triliun. Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan di tahun 2015, BNI juga mampu mencatat pendapatan operasi sebelum provisi yang naik 11,3% atau menjadi Rp18,7 triliun. Langkah konservatif proaktif yang dilakukan membuat kami meningkatkan pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 101,4% menjadi Rp7,3 triliun sehingga laba bersih yang berhasil dibukukan sebesar
Laporan Manajemen
Rp9,1 triliun atau turun 15,9% dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian ini berhasil diwujudkan terutama berkat kerja keras segenap karyawan BNI dan berpegang teguh pada praktik perbankan yang menekankan prinsip kehati- hatian.
Rasio keuangan utama secara keseluruhan juga menunjukkan pencapaian yang positif di atas target yang telah ditetapkan. Beberapa rasio tersebut antara lain Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,7%, Return on Asset (ROA) sebesar 2,6% dan Return on Equity (ROE) sebesar 17,2%,
Cost to Income Ratio (CIR) yang berhasil ditekan di angka 44,2% dan rasio permodalan yang ditandai dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 19,5%. Secara keseluruhan, BNI berhasil menunjukkan kinerja yang baik di mana sebagian besar indikator utama melampaui target yang tertuang dalam Revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2015.
Target utama kami di tahun 2015 adalah untuk meningkatkan fundamental keuangan BNI dan membawa BNI pada posisi yang setara dengan
peersgroup. Pada aspek finansial, pengelolaan Bank dilakukan dengan mengoptimalkan aset dan liabilitas. Dari sisi aset kami berupaya untuk menyalurkan pinjaman yang berkualitas dengan imbal hasil yang lebih tinggi dan NPL yang rendah. Sedangkan dari sisi liabilitas, kami berupaya untuk mendapatkan DPK yang maksimal dengan biaya dana yang rendah. Dari sisi permodalan, kami berusaha untuk meningkatkan nilai modal sebagai persiapan dari penerapan Basel III secara optimal, atas alasan itu pula pada tahun 2015 kami melakukan revaluasi aset dan berhasil meningkatkan modal sebesar Rp17,4 triliun dan berdampak pada peningkatan CAR sebesar 3,3%. Dari sisi laba rugi, kami melakukan efisiensi biaya operasional, biaya pengadaan, serta memaksimalkan
pendapatan khususnya pendapatan non bunga. Efisiensi tidak hanya dilakukan pada biaya operasional, namun biaya dana juga dilakukan efisiensi maksimal sebagaimana dilihat dalam laporan rugi laba dimana biaya bunga tumbuh
para pegawai dan fokus pada produk-produk yang telah dikenal masyarakat. Selain itu, kami juga mulai memperkuat teknologi informasi dan meningkatkan penggunaan e-banking bagi para nasabah BNI yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan volume transaksi dan mewujudkan tingkat efisiensi yang maksimal.
Fokus dan Strategi
Seperti yang disebutkan sebelumnya, dalam menghadapi kondisi perekonomian yang serba tidak menentu di tahun 2015 ini, kami fokus pada upaya memperkuat fundamental keuangan BNI melalui perbaikan kualitas aset dan menurunkan tingkat NPL serta meningkatkan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) sehinggga tercapai
coverage ratio yang maksimal atau paling tidak sama dengan peers group.
Untuk mendukung fokus tersebut, kami telah menyusun berbagai kebijakan strategis untuk diimplementasikan di sepanjang tahun 2015. Kebijakan strategis tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Ekspansi bisnis di pasar korporat terpilih dan segmen menengah pada sektor infrastruktur, energi, pertanian, maritim, perdagangan, manufaktur, dan konstruksi.
2. Ekspansi bisnis konsumer dengan prioritas pada segmen upper mass, afluent, dan
emerald melalui pengembangan produk dana, kredit, investasi, asuransi, dan jasa transaksi. 3. Pengembangan dan optimalisasi outlet sebagai
point of sales.
4. Memperkuat permodalan.
5. Optimalisasi produk dan jasa perusahaan anak untuk melengkapi kebutuhan nasabah.
6. Pengembangan bisnis segmen menengah, kecil, dan konsumer melalui value chain dengan segmen korporasi sebagai anchor.
7. Pengelolaan aset yang berkualitas. 8. Strategi pengembangan unorganic. 9. Peningkatan transaksi nasabah melalui
pengembangan e-channel untuk meningkatkan CASA dan FBI.
Tantangan yang Kami Hadapi
LAPORAN M ANA JEMEN IKHTISAR KINERJA 2015 PR OFILE PRUSAHAAN ANALISIS D AN PEMBAHASAN M ANA JEMEN TA TA KEL OLA PERUSAHAAN TANGGUNG JA W AB SOSIAL PERUSAHAAN INFORM ASI PERUSAHAAN
BNI terus menjaga kualitas kredit dengan proses pemberian kredit yang hati-hati, transparan dan sesuai dengan peraturan. 2. Tekanan dari sisi profitabilitas perbankan. Untuk mengatasi hal ini, BNI menjaga
nilai NIM minimal 6% dengan cara
menyeimbangkan antara bunga pinjaman dan biaya dana.
3. Beberapa regulasi berpotensi mengurangi laju pertumbuhan bank. Untuk mengatasi tantangan ini, BNI beradaptasi dengan tetap patuh pada regulasi dan mencari alternatif lain agar Perseroan tetap berjalan tanpa berbenturan dengan regulasi.
4. Bank ASEAN berpotensi memperketat persaingan industri perbankan di Indonesia. Dalam hal ini, BNI percaya telah memiliki
segmen pasar sendiri di tanah air dan kami akan senantiasa memelihara dan menjaga hubungan dengan para nasabah.
5. Tren Teknologi Informasi (TI) perbankan menuju era perbankan digital. BNI beradaptasi dengan melakukan penguatan aspek TI pada produk TI yang mendukung meningkatnya transaksi e-banking.
Perbandingan Realisasi dengan Target
Seiring dengan kondisi perekonomian yang kurang mendukung, kami mengajukan revisi target RBB pada bulan Juni 2015. Melalui Revisi RBB 2015 kami berhasil mencapai target- target pertumbuhan seperti pertumbuhan pinjaman dan pertumbuhan simpanan nasabah. Selain itu, kami juga fokus pada perkuatan