DIRJEN GAKUM:
Yang terhormat Pimpinan Komisi VII dan juga, Yang kami hormati Anggota Komisi VII,
Izinkan kami menjelaskan beberapa hal terkait dengan penegakan hukum berkaitan dengan kegiatan-kegiatan perusahan migas dan minerba. Kami mohon izin Pak Pimpinan. Kami hanya memasuki beberpa, ini perusahaan-perusahaan yang migas tetapi akan kami jelaskan yang minerbanya, karena belum mendapatkan informasi tambahan. Iya saya menjelaskan Pak Pimpinan kami sampaikan sekiranya kami jelaskan pada beberapa pertemuan sebelumnya. Bahwa penegakan hukum lingkungan hidup kehutanan ini kami lakukan berdasarkan ada 7 Undang-Undang
yang memberikan kewenangan kepada kami melakukan penegakan hukum lingkungan hidup kehutanan:
1. Berkaitan Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tahun 2009,
2. Kemudian Undang-Undang tentang Pengelolaan Sampah tahun 2018, 3. Kemudian Undang-Undang tentang Kehuatanan tahun 1999,
4. Kemudian Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem tahun 1990,
5. Kemudian Undang-Undang tentang Pencegahan dan Perbatasan persoalan hutan tahun 2013,
6. Undang-Undang Konservasi Tanah dan Air tahun 2014
7. Undang-Undang TPPU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,
Jadi kami diberikan kewenangan untuk melakukan penegakan hukum berkaitan dengan ketujuh Undang-Undang ini. Perlu kami sampaikan adapun aspek-aspek terkait dengan instrumen yang kami gunakan. Kami menggunakan instrumen administratif dimana kami memberikan sanksi teguran tertulis dan juga paksaan pemerintah, pembekuan dan pencabutan izin kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan ketidakpatuhan berkaitan dengan izin-izin yang diberikan. Kemudian juga kami menggunakan instumen penegakan hukum pidana berkaitan dengan adanya indikasi-indikasi tindak pidana, berkaitan dengan Undang-Undang yang saya jelaskan tadi. Yang ketiga kami menggunakan instrumen penyelesaian sengketa (suara tidak jelas) perdata.
Ada pun penggunaan ketiga instrumen ini saling satu terkait pak, Pak Pimpinan. Bisa saja kami berikan sanksi administratif, kemudian sekaligus kami melakukan penindakan hukum pidana dan juga penyelesaian sengketa. Ini yang kami lakukan. Perlu kami sampaikan berkaitan dengan perusahaan-perusahaan pertambangan yang saat ini kami itu sedang tangani, sudah kami tangani saya tidak punya angka disini pak nanti kami jelaskan. Bahwa sebelum saya masuk kesana saya akan sampaikan bahwa kami juga memberikan sanksi kepada 552 perusahaan ini bervariasi termasuk di dalamnya ada perusahaan-perusahaan terkait dengan minyak dan gas juga pertambangan minerba dan juga kami melakukan penegakan hukum pidana pada 575 kasus yang sudah kami bawa ke pengadilan.
Ini terkait korporasi maupun perorangan yang kami bawa ke pengadilan dan juga kami melakukan gugatan perdata ada 19 yang kami buat perdatanya yang sudah masuk ke dalam pengadilan dan ada satu proses 18 sudah kita masukan ada 10 sudah inkrah. Nilai gugatan yang sudah inkrah ini yang sudah diputuskan melalui MA (Mahkamah Agung) ini sekitar lebih dari 18,3 triliun. Ini yang kami lakukan, jadi kepada perusahaan-perusahaan yang telah melanggar bisa kami kenakan sanksi administratif, juga bisa kami kenakan penegakan hukum pidana dan juga kami bisa gugatan perdata. Kami memberi contoh untuk pertambangan Pak Pimpinan yang sudah kami lakukan tidak ada di slide tetapi kami akan menjelaskan.
Pertama adalah PT di pertambangan yang ada di Banka Belitung PT Stamindo Intiperkasa ini juga kami lakukan penegakan hukum pidana, ini sudah diputus tetapi dilakukan di Bangka Belitung.
KETUA RAPAT:
Coba jelaskan tadi pak yang Bangka Belitungnya kesalahannya apa saja?
DIRJEN GAKUM:
Ini perusahaan ini tidak mempunyai izin pak, izin lingkungannya yang kami lakukan. Kemudian PT Indo Minko ini di Kalimantan juga sudah kami melakukan proses penegakan hukum korporasi. Perorangan perlu kami lakukan korporasi sudah dan ini berkaitan dengan damping limbah limbah B3 Indo Minko. Kemudian juga PT Laman Maining sedang kami lakukan proses di Kalimantan Barat ini boksit ininya sedang berproses karena mereka melakukan kegiatan diluar kawasan di masuk ke dalam kawasan hutan termasuk juga PT PCCI yang sedang kami proses juga. Ini data yang saya masukan karena kami baru mendapatkan informasi ternyata kami harus juga mempresentasikan berkaitan dengan minerba. Jadi kami melakukan pak berkaitan dengan mineral dan batu bara serta juga industri-industri migas.
Ada pun yang migas perlu kami sampaikan yang migas perlu kami sampaikan PT Chevron sedang tahap sanksi administrasi kami. Saat ini kemudian tentu akan kami lakukan pengawasan apabila memang di kemudian hari.
KETUA RAPAT:
Sedikit Pak Dirjen.
Ini kan Komisi VII sudah melakukan kunjungan ke PT Chvron. Waktu itu di dampingi salah satu Direktur bapak dan ditemukan kesalahan kepada penimbunan lahan tersebut. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dari tim-tim penyidikan bapak, apakah belum dilakukan?
DIRJEN GAKUM:
Itu kita belum dalami lagi pak tetapi kami akan lakukan kembali. Perlu kami sampaikan. tidak bisa kita lakukan. Kemudian kami juga melakukan pemberian sanksi kepada pertamina beberapa lokasi yang ada disini mungkin bisa dilihat. Pertamina FP Sangat-sangat, Tanjung Fild, kemudian Tarakan, Bunyu dan Cepu.Disamping itu juga kami tentu ada beberapa perusahaan kalau kami temukan taat kami bilang taat tetapi kalau kami di lapangan kami temukan permasalahan kami berikan sanksi administrasi.
Kemudian juga termasuk kami berikan teguran tertulis serta ada beberapa perusahaan yang sedang proses pemberian sanksi yaitu PT Exxon Mobil di Bojonegoro kami melakukan pengawasan pada bulan November dan berproses saat
ini. Kemudian juga perusahaan-perusahaan lainnya adalah pertamina Balikpapan, ini sedang dikenakan sanksi administrasi berkaitan dengan tumpahan minyak yang ada disana dan juga perusahaan ini sedang proses pidana. Kemudian juga PT Sinok di Kepulauan Seribu proses pemberian sanksi administrasi. Kemudian juga metkonenatuna proses pemberian sanksi administrasi dan ada perusahaan-perusahaan lainnya yang sedang kami persiapkan untuk melakukan pengawasan. Saya pikir itu yang kami sampaikan Pak Pimpinan Komisi VII yang perlu kami sampaikan bahwa kami akan melakukan pengawasan.
Sebagaimana pada pertemuan-pertemuan kita sebelumnya berdasarkan rekomendasi, rekomendasi yang di keluarkan oleh Komisi VII maupun rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panja Limbah dan Lingkungan. Terima kasih Bapak Pimpinan.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Interupsi Pak Ketua sebelum, Pak Dirjen.
KETUA RAPAT:
Silakan Pak Ramson.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Pak Dirjen, ini semua yang dikemukakan barusan itu semua hanya terkait sanksi administrasi saja. Padahal di lapangan sudah sangat berat, apatidak punya gigi apa tidak punya kuku.
KETUA RAPAT:
Silakan Pak Dirjen.
DIRJEN GAKUM:
Yang terhormat Pak Ramson,
Tadi saya sampaikan ada beberapa perusahaan yang kami pidanakan pak, tadi sebenarnya saya memang tidak masukan di dalam sini karena ini kami masuk kepada terkait dengan migas. Yang minerba itu saya sampaikan tadi.
KETUA RAPAT:
Pak (...) mesti di pancing dulu biar agak panas jadi baru gas dia nanti, ya kan. Silakan Pak Dirjen.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Sebelum dilanjutkan Pak Ketua. Interupsi.
KETUA RAPAT:
Silakan.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Apa Direkturnya tidak melaporkan ke Pak Dirjen waktu tim dari Komisi VII yang di dampingi oleh Direktorat Jendral Gakum untuk memeriksa fildnya Chevron Pacific Indonesia?
DIRJEN GAKUM:
Dilaporkan pak dilaporkan.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Tetapi ko masih ini, hanya administrasi hanya administrasi. Prosesnya diberitahukan dong.
KETUA RAPAT:
Pak Ramson itu daerahnya berbeda, itu Kampar dia. Yang kita tinjau waktu itu di Duri. Dengan Pak Sugeng ya Direkturnya Pak Sugeng ya ?
DIRJEN GAKUM:
Iya
KETUA RAPAT:
Mungkin diganti saja Direkturnya Pidana, yang pidana saja yang kesana jadi biar langsung proses penyidikan. Nah kalau memang terbukti ya penyelidikan, karena kita sudah melihat disana itu ini Direktur bapak itu geleng-geleng begini jadi kita bilang “ini benar tidak? Waduh kacau ini pak”. Silakan pak.
DIRJEN GAKUM:
Terima kasih Pak Ramson.
Jadi kami melakukan pak, jadi pidana juga ada saya sampaikan tadi ada indominko, kemudian juga ada SIP, kemudian PT Laman Mining sedang berproses itu boxit pak di Kalimantan Barat, kemudian juga ada yang di batu bara juga PT PPCI juga sedang PPCI juga sedang berproses. Kami sudah melakukan juga pemanggilan-pemanggilan terhadap Direkturnya pak. Jadi kami melakukan untuk itu pak. Kami sudah sampaikan, kami akan menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi VII maupun juga oleh Panja Limbah dan Lingkungan. Terima kasih Bapak Ramson dan juga Bapak Pimpinan.
KETUA RAPAT:
Terima kasih Pak Dirjen.
Mungkin para Direktur yang hadir kami meminta untuk menjelaskan regulasi izin-izin yang dimiliki dari lingkungan tentang pengelolaan-pengelolaan tambang maupun sumber-sumber yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan yang kita undang. Kami persilakan mungkin dari PT Bukit Asam dulu.