Kalau dia mau jual bisa.
KETUA RAPAT:
Tidak. Ya kita buat saja (...) politik bisa.
DIRJEN MINERBA:
Karena kewajiban divestasinya sudah tidak ada.
Bukan, maksud saya kebijakan politik yang memaksai itu.
DIRJEN MINERBA:
Oh iya iya.
KETUA RAPAT:
Bisa kan? Bisa dong bukan bapak yang menentukan, ya kan ya? Ya kan cocok kan. Jadi kita simpulkan nanti ini kita panggil rapatnya, kita harus (...) ini 51% pada negara. Oke sepakat.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Pak Ketua interupsi.
KETUA RAPAT:
Silakan.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Tahun 2020 Presidennya sepertinya sudah ganti nanti.
KETUA RAPAT:
Cocok sepakat.Pak Gatot nanti tinggal di ujung tanduk ini. Ya kan, Menterinya Pak Ramson. Baik silakan pak.
PT ARUTMIN:
Baik pak kami lanjutkan.
Ada pun pengelolaan untuk lingkungan tambang kewajiban kami adalah mengacu kepada regulasi pengelolaan lingkungan hidup, regulasi teknis pertambangan, dokumen amdal atau izin lingkungan. Ini adalah dokumen amdal kami, jadi ada 5 tambang. Tambang asam asam kintat mulia itu dokumen amdalnya disetujui oleh Gurbernur Kalimantan Selatan karena meliputi dua Kabupaten, kemudian untuk tambang batu licin dokumen amdalnya dari Kabupaten Tanah Bumbu. Tambang (...) dari Gurbernur Kalimantan Selatan, tambang senakin dari Bupati Kota Baru dan untuk terminal khusus batu bara empelcity itu dari dari Menteri Pertambangan dan energi. Ada pun untuk pengelolaan lingkungan tambangnya sendiri terbagi atas reklamasi lahan pasca tambang pengelolaan kualitas air, pengelolaan kualitas udara dan pengelolaan limbah B3. Ini adalah diagram penambangan batu bara saya pikir lanjut.
Untuk alur rehabilitasi pasca tambang kami, jadi setelah tambang selesai kami tahap pertama tentunya adalah proses penataan lahan kemudian ditutupi kembali oleh tanah pucuk ditanami pohon dan kemudian memonitor pertumbuhan tanamannya. Total luas area yang sudah kami buka 15.400 hektar, sementara untuk reklamasinya sudah 7.100 hektar sementara yang lainnya masih aktif. Jaminan tutup tambang juga sudah kami lunasi ke Kementerian ESDM dengan nilai total $53 juta. Sementara dari dokumen rencana reklamasi dan dokumen rencana (...) tambang itu sudah kami ajukan. Ada pun untuk pengelolaan kualitas air daftar dari pada izin titik penataan kami itu masing-masing dari Bupati Kabupaten setempat. Jadi dari Bupati Tanah Laut, Bupati Tanah Bumbu dan ada juga yang dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk terminal khusus untuk batu bara empelcity.
Ini adalah contoh foto pengelolaan air kami di (...) pengambilan sampel air dan pengukuran kualitas air. Pengelolaan kualitas udara di tambang kami cukup sederhana pak, jadi prinsipnya adalah kami meminimalisir debu akibat yang ditimbulkan akibat kegiatan operasional tambang. Jadi kami melakukan penyiraman di jalan angkut batu bara dan yang terakhir dari kami adalah pengelolaan limbah B3. Fasilitas penyimpanan limbah B3 di tambang kami itu memiliki izin tempat penyimpanan sementara masing-masing dari Bupati Kabupaten setempat, Bupati Tanah Laut, Bupati Tanah Bumbu dan Bupati Kota Baru. Ada pun jenis-jenis limbah B3 sendiri sama seperti tambang yang lain itu meliputi oli bekas, mejun bekas, gris, aki bekas dan kami bekerja sama dengan perusahaan pengangkut lokal dari sekinazar dan untuk diangkut ke PT WGI (Wiraswasta Gemilang Indonesia) untuk diolah lebih lanjut. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan Pak Pimpinan.
Assalamu'alaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh KETUA RAPAT:
Baik.
Ini yang di Kalses pak Kalsel (Kalimantan Selatan). Nah ini Pak Dirjen jadi nanti kita minta sebelum bapak memberikan telaah telaah kepada perusahaan iyang ingin melakukan perpanjangan, bapak juga bisa menolak untuk perpanjangannya, bisa diberikan kepada perusahaan BUMN untuk mengelola karena ini kita serahkan kepada negara untuk menambah investasi negara. Nah ini pertimbangan juga, jadi kalau bapak tidak jalankan ini itu yang saya minta pansus tadi freeport. Karena saya melihat investasi itu tidak jelas kenapa harus dilakukan sekarang. Padahal tahun 2021 akan diberikan kepada negara. Nah kepentingan apa disini saya tidak paham. Ini jadi perusahaan-perusahaan izin karya ini kontrak karya ini nanti kita bahas ini, ya teman-teman ya Pak Ramson.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
KETUA RAPAT:
Tolong disampaikan dulu ke Komisi VII untuk kita melakukan pendalaman. Nah ini rapat berikutnya mungkin nanti Sekretariat untuk menjadwalkan seluruh kontrak karya kita bahas, bagaimana berakhirnya dan kita berikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan pemerintah. Selanjutnya adaro.
PT ADARO:
Terima kasih Pimpinan.
Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI,
Yang terhormat Dirjen Minerba, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Yang terhormat Dirjen Gakum,
Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah B3 Kementerian LHK, Seluruh hadirin yang berbahagia,
Assalamu'alaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh Salam sejahtera untuk kita semua.
Terima kasih kesempatan yang diberikan kepada kami PT Ador Indonesia. Sesuai undangan kami, landasan operasional pasca tambang dan jaminan reklamasi PT Adaro Indonesia adalah sebagai berikut. Persetujuan Dirjen Minerba ESDM tahun 2013 untuk persetujuan rencana pasca tambang. Persetujuan Dirjen Minerba ESDM tahun 2017 untuk penetapan jaminan reklamasi periode tahun 2018 – 2022. Kemudian landasan operasional untuk implementasi amdal sudah di revisi beberapa kali, yang terakhir adalah surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2018 tentang perubahan kedua atas keputusan Menteri LH tahun 2012 tentang izin lingkungan seluruh kegiatan produksi hingga 80 juta ton. Berikut ini adalah proses atau alur program reklamasi. Pertama adalah pembentukan disposel dan pengaturan permukaan.
Kemudian perlindungan dan penghamparan (...), kemudian pengendalian erosi, pembibitan tanaman, penanaman dan pemeliharaan dan monitoring evaluasi. Rencana pasca tambang di PT Adaro Indonesia sudah kami lakukan mulai dari sekarang sejak operasional penambangan dengan memperhatikan 3 aspek perubahan bentang awam, dampak dan lahan bekas tambang. Kemudian di pengelolaan lingkungan hidup reklamasi lahan sesuai dengan peruntukannya dan persiapan pasca tambang. Semua ini kami monitor dengan melalui research and development departement. Berikut ini adalah flow chart pengelolaan limbah B3 di Adaro Indonesia. Pertama kita identifikasi jenis dan karakteristik limbah B3, kemudian di inventarisasi, baru kemudian dilakukan upaya pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 , setelah itu disimpan di TPS, kemudian di catat baru dilaporkan secara online ke pihak KLHK.
Berikut ini ada slide pengelolaan air limbah tambang bahwa seluruh ran off di catchment pit tran of di catchment disposel dan area vegetasi. Kemudian di tampung di setlingpon, kemudian di olah dengan kemikel sebelum dilepaskan ke sungai atau ke disposel untuk lumpur. Titik pemantauannya setiap hari dilakukan untuk memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke sungai pak dan dilakukan pelaporan secara berkala. Untuk sebagai tambahan jamrek PT Adaro Indonesia kurang lebih sebesar 50 miliar sudah kami lakukan pembukaan bank garansi dan jaminan pasca tambang. Untuk tahun 2018 sudah dibukakan deposito di Bank Nasional sebesar US$4,2 juta dan total jaminan pasca tambang sampai tahun 2020 kurang lebih hampir US$30 juta. Mungkin demikian yang dapat kami sampaikan. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh KETUA RAPAT:
Ini kontrak karya atau PKP2B? Oh PKP2B ya. Jadi yang kontrak karya arutmin ya? Oh iya sama ya. Ini saya sampaikan kepada teman-teman dulu, kita setengah 3 kan ada rapat yang sudah terjadwal diluar. Nah saya mohon masukan apakah rapat ini kita tunda minggu depan untuk dan kita meminta nanti kita suratin dari Komisi untuk melakukan peninjauan kepada seluruh perusahaan yang hadir pada hari ini kepada Dirjen Gakum. Untuk (...) hasil temuan dan bahan-bahan di lapangan. Mohon saran dan masukan dari teman-teman. Sialakan.
F-P.GOLKAR (DRS. H.M. GANDUNG PARDIMAN, M.M.):
Setuju ditunda pak.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Pak Ketua.
KETUA RAPAT:
Silakan Pak Ramson.
F-P.GERINDRA (RAMSON SIAGIAN):
Si reschedule lagi saja. Kita kan ada rapat juga jam 15.00 WIB sore sudah terschedule juga. Diulang schedule-nya lagi saja Pak Ketua.
KETUA RAPAT:
Iya iya iya tetapi sambil kita minta nanti Dirjen Gakum kita berikan surat dari Komisi untuk melakukan (...) perusahaan disini untuk peninjauan ke lapangan ingin memastikan regulasi ini sesuai tidak dengan materi dan nanti kita dampingi juga dari Panja Limbah.
F-P.GOLKAR (IVAN DOLY GULTOM):
Pak Ketua supaya Pak Dirjen menjelaskan dana-dana jaminan itu di apakan itu oleh Pak Dirjen atau Menteri secara terperinci nanti.
KETUA RAPAT:
Baik
F-P.GOLKAR (IVAN DOLY GULTOM):
Pimpinan.
KETUA RAPAT:
Silakan.
F-P.GOLKAR (IVAN DOLY GULTOM):
Kalau boleh disertakan juga Pimpinan itu Dirjen Planologi dari KLHK sehubungan dengan adanya pelepasan-pelepasan dari pada hutan itu yang dijadikan dialih fungsikan menjadi baik itu perkebunan maupun pertambangan wabil khusus pertambanga. Jadi saya ingin memperjelas kondisi-kondisi atau pun Pasal-Pasal hukumnya. Terima kasih Pimpinan.
KETUA RAPAT:
F-P.GOLKAR (IVAN DOLY GULTOM):
Dirjen Planologi dari KLHK.
KETUA RAPAT:
Iya Planologi ini kita tidak undang seharusnya Dirjen Planologi ada, Dirjen Proper ada karena proper ini kirta pertanyakan juga. Temuan kita kan kemarin di PT Antam itu kan propernya gold hijau, ternyata dia membakar rumah masyarakat, limbahnya kemana-mana. Saya tidak tahu entah mata Dirjennya buta tidak tahu kita, makannya saya pusing juga melihat kondisi lapangan sama kondisi proper ini penganugrahan proper katanya kan. Nanti kita cek saja, ini kan kita sudah temukan ini faktanya beda tetapi dapat proper begitu ini yang kita tidak paham. Gold itu emas yang satu hijau. Jadi itu yang kita cek dengan Dirjen Gakum kemarin melalui staf-staf beliau yang kita temukan dilapangan itu beda. Ini saya tidak paham juga begitu. Jadi sepakat ya kita.
F-P.NASDEM (DR. H. KURTUBI, SE., M.Sp., M.Sc):
Pak Ketua.
KETUA RAPAT:
Sialakan Pak Kurtubi.
F-P.NASDEM (DR. H. KURTUBI, SE., M.Sp., M.Sc):
Saya sepakat untuk ditunda cuma saya ingin pertanyaan yang mungkin di jawab tertulis atau nanti rapat berikutnya untuk di jawab.
KETUA RAPAT:
Silakan pak.
F-P.NASDEM (DR. H. KURTUBI, SE., M.Sp., M.Sc):
Untuk PT BA ada yang menarik sekali minta dijelaskan emisi gas rumah kaca co2 menjadi 0 ini bagus sekali, apa yang dilakukan sehingga menjadi 0 teknologi apa yang di pakai? Nah emisi co2 menjadi 0 ini apakah di PLTU-nya atau di tambangnya? Tolong dijelaskan nanti tertulis atau nanti rapat berikutnya. Sebab ini menarik sekali kalau memang betul co2-nya dibikin 0 untuk tambang PT BA ini menarik untuk bisa dijadikan contoh misalnya seperti itu ataukah ini zero emisi co2
ini di hulu di tambangnya atau di PLTU-nya dan teknologi apa yang di pakai. Cuma itu saja tidak usah di jawab sekarang karena kita mau skors ini. Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Silakan untuk di jawab atau di jawab tertulis Prof. Nanti disiapkan pak jawaban tertulisnya. Jadi supaya lebih jelas karena kalau kita melihat PT Bukit Asam ini proposalnya bagus ini marketing (...) sambil nanti kita melihat kondisi di lapangannya pak, sabar sedikit nanti lapangan itu yang menentukan. Jadi baik terima kasih. Untuk melakukan pendalaman nanti kami perintahkan kepada Dirjen Gakum kami kirim surat untuk melakukan pendalaman dan penelitian kepada seluruh perusahaan minerba maupun migas supaya ini menjadi pembahasan di rapat berikutnya dan mungkin nanti ada beberapa teman-teman dari Panja Limbah yang ikut juga mendampingi. Mungkin rapat saya tutup.
F-P.GOLKAR (Ir. H.M. RIDWAN HISJAM):
Sebentar.
KETUA RAPAT:
Silakan pak.
F-P.GOLKAR (Ir. H.M. RIDWAN HISJAM):
Terima kasih Pimpinan.
Saya juga mengusulkan karena saya pernah kunjungan kerja memimpin kunjungan kerja sepesifik ke Bojonegoro. Pada waktu itu sumur tua, kita dengan pertamina kita juga ke exon disini ada Ibu Direktur Utama. Kalau saya melihat exon itu limbahnya itu 0 itu tidak ada, karena dengan teknologi yang baru. Nah ini perlu teman-teman Komisi VII jadi bukan tim dari Komisi VII. Kita melihat disana karena itu bisa, kalau benar-benarlah saya, ibu ditanya sama Pak Nasir benar tidak itu 0. Kita diundang untuk melihat jadi kita tidak hanya datang ke lokasi yang palsu-palsu tetapi yang asli kita datang juga. Terima kasih supaya itu bisa di contoh.
KETUA RAPAT:
Baik. Mungkin kita jadwalkan ulang nanti melalui Panja Limbah untuk melihat lokasi perusahaan tersebut. Jadi mungkin di dampingi nanti dari seluruh mitra yang sudah tim kunjungan tersebut. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Jadi rapat kita tunda dan nanti akan diberitahukan kepada seluruh peserta rapat ini untuk jadwal berikutnya. Jadi rapat kita tutup.
Rapat ditutup pukul: 14.25 WIB
Jakarta, 21 Januari 2019
a.n Ketua Rapat SEKRETARIS RAPAT,
ttd.