• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Discovery Circle (Lingkaran Kiri)

Proses pertama dalam mengembangkan strategi komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication) adalah memeriksa dan mengekplorasi keadaan lingkungan bisnis dari berbagai aspek seperti analisis pasar (market review), analisis persaingan (competitor review), tinjauan

50 konsumen (consumer review), dan analisis pasar (brand review) Watono dan Watono, (2011:93)

4.2.1.1. Market Review

Analisis yang dilakukan pertama kali adalah analisis pasar keseluruhan pada Hotel Kapsul Bobobox. Wawancara ini membahas tentang kondisi pasar yang mencakup analisis terhadap berbagai aspek tren perubahan di pasar (market review) pada Hotel Kapsul Bobobox. Peneliti pada wawancara ini bertanya kepada Mas Ahmad Qois Selaku Marketing Manager Hotel Kapsul Bobobox bagaimana Bobobox melakukan analisis kondisi pasar dalam masa pandemi Covid-19 berikut jawabannya:

“kurang lebih masih sama sih kaya tadi secara stap by stap nya kita start dari paper riset dulu terus kedua kita coba indect interview juga ke guest kita based on data yang kita dapetin in cekin kita dapetin dari mereka coba kita kumpulin. Baru dari situ kita coba.. apa namanya bukan rembukin ya, tapi kita coba riset based on data untuk bisa menentukan strategi yang tepat gitu. Jadi yaa balik lagi ke yang pertama paper riset terus yang kedua based on data.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 1, 29 Maret 2022 di Zoom Meeting) Mba Ghaziana selaku Social Media Lead juga memberikan jawaban terkait dengan bagaimana Bobobox melakukan analisis kondisi pasar dalam masa pandemi Covid-19 berikut jawabannya:

“Kalau riset pasar sendiri itu engga cuman di pandemi aja ya kayak annually pasti kita melakukan market review sampe sejauh apa sih sebenernya Bobobox ini diterima di market kayak gitu kan. Dari data yang aku dapet untuk yang khususnya aku pegang sendiri di social media memang paling banyak adalah guest lokal seperti Gen Z yang berumur 18-24 kurang lebih sihh gitu maksudnya orang-orang yang baru pada lulus sekolah atau kuliah. Tapi lama kelamaan, kita juga mengikuti nih demand nya orang-orang oh ketika banyak juga loh yang stay sama pasangannya, single family maksudnya yang anak nya baru 1 yang emang mau ngenalin ke anak gua ke hotel futuristik kayak gini nih berarti ada pasar family. Makanya kenapa mungkin kita juga selama review 2 tahun terakhir, kita melihat sebenernya ada peluang pasar ke yang family gitu yang emang ngajakin anak nya jalan-jalan ke Jakarta nyobain hotel futuristik dan segala macem seperti itu juga ada untuk market review.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 2, 02 Juni 2022 di Zoom Meeting).

Mba Tiara selaku Business Analyst juga memberikan jawaban terkait analisis kondisi pasar yang dilakukan oleh Hotel Kapsul Bobobox dalam masa

pandemi Covid-19 berikut jawabannya:

“Jadi berdasarkan data dari hasil research yang aku lakuin ternyata okupansi rate Bobobox itu sendiri mungkin domestic tourism ternyata bagus, dimana nyumbang 4 % dari HGD rate dan rate 20 untuk Tourism Industry dan juga ranking 9 di fastest growing Tourism Industry. Nah tapi however Tourism Global during pandemic itu ternyata kan mengalami penurunan gitu ya, tapi dari research aku dapet tuh ternyata domestic tourism recovery nya lebih naik nih daripada airlines sama hotel sendiri karena kan yang domestic tourism tuh, kita kan lebih nyasar ke pasar domestik ya. Sebenernya untuk hotel tuh masih dibawah, domestik masih di atas, terus ini juga ada impact represent tourism behaviour nya kayak gini yang high impact, mediun impact, sama low impact gitu.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 3, 22 Mei 2022 di Zoom Meeting).

Mba Stephanie sebagai informan ahli memberikan jawaban mengenai analisis pasar, sebagai berikut:

“Analisis pasar tuh bisa di lihat dari demand nya dengan beberapa cara yg pertama dari brand dan kedua dari kompetitor biasanya mencari kompetitor yang sebenernya yang lumayan head to head gitu kalo ngga dipastiin yang sama dulu dengan Bobobox. Mungkin ada capsule hotel yang istilahnya hotel low budget, ada hotel yang mungkin lebih lebih premium juga, jadi kalo misalkan analisis pasar itu pasti dilihatnya tuh secara lebih luas gitu tapi pertama yang head to head dulu nih sama bobobox. bisa dilihat juga sebenernya secara harga sebenernya bobobox tuh, kompetitornya siapa sih, jadi dari situ ngeliat sebenernya kaya pertumbuhan pasarnya gitu gimana, jadi bisa diliat juga kaya secara trend kapsul hotel permintaan kapsul hotel dan lain-lainnya.” (Hasil wawancara dengan informan ahli, 01 Juli 2022 di Zoom Meeting).

Kemudian Nabil sebagai salah satu konsumen Hotel Kapsul Bobobox memberikan jawaban terkait analisis kondisi pasar yang dilakukan oleh Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19, berikut jawabnnya:

“Analisis pasar itu luas. Dengan bobobox yang sudah punya karakter di bidangnya dan "berbeda" dengan hotel lain, itu sudah jadi bukti kuat bahwa bobobox sudah menganalisis pasar dengan baik.” (Hasil wawancara dengan informan pendukung, 01 Juli 2022 di Starbucks Trans Studio Mall).

4.2.1.2. Competitor Review

Analisis yang kedua adalah membahas tentang berbagai pendekatan yang dilakukan oleh Hotel Kapsul Bobobox dalam analisis pesaing (competitor

52 review) dan membandingkan kekuatan serta daya saing dari Hotel Kapsul Bobobox. Pada tahap ini peneliti memiliki dua pertanyaan terkait analisis pesaing dan perbandingan daya saing Hotel Kapsul Bobobox. Pertama peneliti menanyakan kepada Hotel Kapsul Bobobox tentang bagaimana cara melakukan analisis terhadap pesaing di pasar. Peneliti pada wawancara ini bertanya kepada Mas Ahmad Qois Selaku Marketing Manager Hotel Kapsul Bobobox bagaimana Bobobox melakukan analisis pesaing dalam masa pandemi Covid-19 berikut jawabannya:

“Kita harus bisa ngeliat dengan kondisi yang di khusus kira-kira competitor kita siapa aja kira-kira dan di setiap area bakal punya kompetisi nya masing-masing gitu. Jadi ya kita harus berangkat ke masing-masing area, kita harus liat dari sisi kebijakannya kayak gimana, baru di situ kita harus bisa setting tempat Bobobox bisa fit dengan mereka. Di luar itu ya kita juga offer dari sisi rasa aman dan nyaman ke market yang dimana itu bisa main, terus kita di sisi itu nya juga sendiri gitu.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 1, 29 Maret 2022 di Zoom Meeting).

Selanjutnya Mba Ghaziana selaku Social Media Lead juga memberikan jawaban terkait bagaimana Bobobox melakukan analisis pesaing dalam masa pandemi Covid-19 berikut jawabannya:

“oh, oke untuk analisis pesaing sendiri kita lebih melihat terlebih dahulu siapa ya kira-kira pesaing kita ini dan biasanya kita juga lihat based on location juga gt kira-kira untuk dilakosi ini kita reserch nih hotel nya seperti apa, lalu kita melihat dari sisi yang menjadi nilai jual mereka tuh apa sih, dan kitu juga sampe ada perbanding di website, aplikasi mereka ada apa, proses check in mereka from A to Z kayak apa kayak gitu. Lalu dari sisi keamanan dan kenyamanan juga mereka seperti apa, dan bahkan untuk analisis kompetitor sendiri kita lihat dari beberapa negara terutama Singapur karena emang co-living space yang paling well-known, bagus di Asia Tenggara adalah punya Singapur kayak gitu.”

(Hasil wawancara dengan informan kunci 2, 02 Juni 2022 di Zoom Meeting).

Mba Tiara selaku Business Analyst juga memberikan jawaban terkait analisis bagaimana Bobobox melakukan analisis pesaing dalam masa pandemi Covid-19 berikut jawabannya:

“Jadi kalau kompetitor itu sebenernya dulu aku sempet buat gitu kan, ini kompetitor yang bisa kita liat dari nasional dan internasional gitu.

Tapi kalau misalnya sekarang biasanya aku analisis itu berdasarkan lokasi. Misalnya kita mau buka di Ranca Upas gitu kan ya kemaren.

Nah kita tuh ngeliat direct competitor tuh dari ada ga resort-resort yang ada deket daerah situ atau ngga. Terus lebih ke yang kayak harga nya jutaan ke atas gitu ya itu diitung nya as direct competitor. Jadi kita direct in ke resort. Kalau misalnya indirect competitor ada ga penginapan-penginapan tapi mungkin kayak home stay dan lain-lain itu tetep masuk ke competitor kita, tapi indirect competitor gitu sih. Jadi lebih ke based on lokasi yang mau di buka aja.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 3, 22 Mei 2022 di Zoom Meeting).

Mba Stephanie sebagai informan ahli memberikan jawaban mengenai analisis pesaing yang dilakukan oleh Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19, sebagai berikut:

“Melihat ke masing-masing area dan region itu udah sangat tepat.

Kompetisi itu memang harus dilihat lokal juga. Mungkin di jakarta sama kompetitor yang ada itu pasti akan berbeda ketika misalkan dengan di Jogja. Karna masing-masing daerah tuh punya skema sendiri gitu sebenernya seperti apa sih industry perhotelan di masing-masing tempat itu pasti akan sedikit beda-beda, juga dengan kepentingan orang-orang itu untuk apa.” (Hasil wawancara dengan informan ahli, 01 Juli 2022 di Zoom Meeting).

Kemudian Nabil sebagai salah satu konsumen Hotel Kapsul Bobobox memberikan jawaban terkait kompetitor dari Hotel Kapsul Bobobox :

“Kompetitor secara pasti sih kurang tau, cuman yang jelas itu bisa jadi dari yang kapsul juga, hotel-hotel murah kayak OYO, Red Doorz.

Kalau misalkan hotel kapsul itu juga bisa kompetitor juga sih.” (Hasil wawancara dengan informan pendukung, 01 Juli 2022 di Starbucks Trans Studio Mall).

Selanjutnya pertanyaan kedua peniliti yaitu apakah Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19 melakukan analisis terhadap pesaing di pasar dan perbandingan kelebihan dengan competitor , berikut Mas Ahmad Qois Selaku Marketing Manager Hotel Kapsul Bobobox memberikan jawabannya:

“mungkin kalo analisis pesaing tadi udah di jelasin ya sebelumnya, dan untuk perbandingan kelebihan dengan kompetitor yang pasti dari analisis tadi kita bisa mengetahui apa aja sih kelebihan yang dimiliki oleh kompetitor kita dan apa yang mungkin belum kita miliki dari situ kita bisa tahu dan berusaha secara maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk para konsumen kita.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 1, 29 Maret 2022 di Zoom Meeting).

54 Selanjutnya Mba Ghaziana selaku Social Media Lead juga memberikan jawaban terkait apakah Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19 melakukan analisis terhadap pesaing di pasar dan perbandingan kelebihan dengan competitor, berikut jawabannya:

“Sebetulnya kalo kita sudah melakukan analisis pesaing, kita juga bisa tau berbandingan kita bagaimana dengan kompetitor apa yang harus kita ambil dan lakukan. Namun sejauh yang kita lihat untuk saat ini perbandingan antara bobobox dengan kompetitornya kita punya nilai lebih tersendiri dan pasti kita memksimalkan untuk menjadi yang lebih dari kompetitor.“ (Hasil wawancara dengan informan kunci 2, 02 Juni 2022 di Zoom Meeting).

Mba Tiara selaku Business Analyst juga memberikan jawaban terkait apakah Hotel Kapsul Bobobox melakukan analisis terhadap pesaing di pasar dan perbandingan kelebihan dengan competitor dalam masa pandemi Covid-19 ini berikut jawabannya:

“iya, yang pasti melakukan perbandingan karna itu merupakan hal yang paling utama yang harus kita miliki untuk menjadi yang terbaik untuk costumer kita. Sesuai juga sama visi misi Bobobox itu sendiri kan kita tuh mau bikin kayak orang itu punya kualitas tidur yang baik gitu kan, dimana kita juga nge support itu dengan produk yang kita bikin, terus ada IoT dan advantage lainnya gitu. Sehingga dari melakukan perbandingan tersebut kita bisa tau apa kekurangan dari kompetitor dan apa kelebihan nya sehingga kita bisa memaksimalkannya.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 3, 22 Mei 2022 di Zoom Meeting).

Mba Stephanie sebagai informan ahli memberikan jawaban mengenai apa yang perlu diperhatikan dalam melakukan perbandingan kelebihan dengan kompetitor, sebagai berikut:

“Perbandingan kelebihan itu bisa dengan mengidentifikasi bahwa kita tuh punya value lebihnya di banding kompetitor tuh apa. Misalkan bobobox dengan keunikan dan teknologinya kurang lebih kaya gitu yaa.

Kalo misalkan kita punya keunikan tersebut ya kita istilahnya bisa nge higlight bahwa keunikan kita di komunikasikan ke audience atau misalkan ke pasar yang potensial kurang lebih kaya gitu dan kita bisa ngeliat kelebihan kita tuh aset yang terbaik untuk pasar kaya gitu.”

(Hasil wawancara dengan informan ahli, 01 Juli 2022 di Zoom Meeting).

Selanjutnya Nabil sebagai salah satu konsumen Hotel Kapsul Bobobox.

Peneliti bertanya terkait dengan apa kelebihan Hotel Kapsul Bobobox jika di bandingkan dengan competitornya, berikut jawabannya:

“Kelebihan Bobobox ya. Kalau kelebihan udah pasti murah, sama dia juga memberikan layanan yang memang dia tuh kayak nawarin experience dari teknologinya yang cukup oke. Jadi kita bisa nginep di tempat yang sempit, tapi keren, nyaman, aman karna kunci pintu nya pake barcode, dan terus kekinian.” (Hasil wawancara dengan informan pendukung, 01 Juli 2022 di Starbucks Trans Studio Mall).

4.2.1.3. Consumer Review

Selanjtnya setelah melakukan analisis terhadap pasar dan pesaing, yaitu masuk pada tahap Consumer Review yang membahas tentang karakteristik konsumen yang menjadi target audience dari Hotel Kapsul Bobobox. Pertanyaan pertama peneliti pada tahap ini adalah apakah Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19 melakukan kegiatan dan bagaimana memahami karakteristik konsumen. Mas Ahmad Qois Selaku Marketing Manager Hotel Kapsul Bobobox menjawab:

“Ya sudah pasti kita melakukan itu, dan kita memahami karakteristik konsumen kita, berdasarkan dengan data pelanggan kita dan juga review-review mereka, seberapa puas dan seberapa besar keinginan mereka mau merekonedasikan Bobobox ini ke teman-temau atau kerabatnya. Dari situ kita bisa memahami karakteristik pelanggan kita seperti apa.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 1, 29 Maret 2022 di Zoom Meeting)

Selanjutnya Mba Ghaziana selaku Social Media Lead juga memberikan jawaban terkait apakah Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19 melakukan kegiatan dan bagaimana memahami karakteristik konsumen, berikut jawabannya:

“Iya memahami, karna menurut aku memahami karakteristik ini sangat penting tetapi kita bisa memahami karakteristik orang-orang guest kita ini juga bergantung sama respon, review, dan feedback dari orang-orang guest kita dengan apa yang guest kita lakukan kita jadi bisa tau karakteristik mereka seperti apa. Dan sejauh ini kita sudah memahaminya.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 2, 02 Juni 2022 di Zoom Meeting).

Mba Stephanie sebagai informan ahli memberikan jawaban mengenai pelaksanaan dalam memahami karakteristik konsumen yang dilakukan Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19, berikut jawabannya:

“Paling bener itu sebenernya meminta data-data mereka ketika cekin gitu yaa, dalam artian sebenernya data-data yang dimita pun seperti umur, asal, pekerjaan dan lain-lain. Ketika kita cekin tuh sebenernya

56 sangat menggambarkan geografis juga. dan sebenrnya kita bisa liat orang-orang yang kebanyakan datang ke bobobox itu untuk kepentingan apa sih… kepentingan liburan kah atau misalkan kerja dan lain lain di situ kita bisa pecah tuh kategorinya berarti karakteristik konsumen kita tuh di umur berapa sih dan kepentingan apa sih gitu, kurang lebih kayaa gitu. Juga bisa berdasarkan review juga jadi kita nanya sebenernya mereka tau kita tuh dari mana, sosial media kah, orang lain kah, kurang lebih menggambarkan ya orang-orang tuh karakteristiknya tuh kaya apa gitu. Apakah yang dateng tuh pengguna sosial media gitu yang mementingkan tentang entertainment atau yang lainlain gitu jadi kita bisa tau mereka ternyata kebanyakan dari instagram nih atau kebanyakan meraka datang dari youtube nih dan channel-channel lain.

Kurang lebih kaya gitu.” (Hasil wawancara dengan informan ahli, 01 Juli 2022 di Zoom Meeting).

Berdasarkan jawab informan kunci terkait Hotel Kapsul Bobobox dalam memahami karakteristik konsumen. Kemudian Nabil sebagai salah satu konsumen Hotel Kapsul Bobobox memberikan jawabannya mengenai pelaksanaan dalam memahami karakteristik konsumen yang dilakukan Hotel Kapsul Bobobox dalam masa pandemi Covid-19. Berikut jawabannya:

“Belum pernah diajak indect interview. Analisis pasar tu luas. Dengan bobobox yang sudah punya karakter di bidangnya dan "berbeda" dengan hotel lain, itu sudah jadi bukti kuat bahwa bobobox sudah menganalisis pasar dengan baik.” (Hasil wawancara dengan informan pendukung, 01 Juli 2022 di Starbucks Trans Studio Mall).

Selanjutnya pertanyaan kedua peneliti bertanya terkait dengan bagaimana konsep Hotel Kapsul Bobobox dalam melakukan analisis konsumen dalam masa pandemi Covid-19. Mas Ahmad Qois Selaku Marketing Manager Bobobox menjawab:

“Seperti yang udah dijelasin tadi sebelumnya sama si dengan kita memahami karakteristik konsumen dalam hal itu kita juga sedang melakukan analisis konsumen sebenernya. namun disini kita sesuaikan lagi sama kebutuhan yang mau kita gali apa. Yang pasti dimulai dari ya kita pake NPS, Net Promoter Score sih. Nah jadi kita coba liat seberapa puas pelanggan yang dateng dan seberapa mau dia share atau misalkan dia mau rekomendasikan ke kerabat atau temen-temen seperti yang tadi saya bilang di memahami karakteristik itu bagian dari sini sih. Kalau sisi customer ya kita pake NPS. Selain ini juga kita bisa mengetahui melalui review-review pelanggan, lalu mungkin dari respons mereka di sosmed dan melalui aplikasi yang kita punya.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 1, 29 Maret 2022 di Zoom Meeting).

Selanjutnya Mba Ghaziana selaku Social Media Lead juga memberikan

jawaban terkait bagaimana konsep Hotel Kapsul Bobobox dalam melakukan analisis customer dalam masa pandemi Covid-19, berikut jawabannya:

“Oke untuk customer review sebenernya adalah hal yang paling gampang dan sulit buat Bobobox ya kenapa, karena kita bener-bener bergantung sama respon, review, dan feedback dari orang-orang guest kita. Sama seperti tadi yang memahami karakteristik itu berdasar ini sebenernya, dan juga sesimpel tadi yang baru ditanyain kayak gitu….

Jadi from pre to post stay itu pasti kita melakukan customer review dan itu kita kumpulin data nya by branch biasanya, by social media, by CS yang mana setiap bulan nya itu kita selalu lakukan produk review. Jadi itu ada di highlight nih di sosial media sama CS sama yang ditanyain, dari produk seperti apa kayak gitu sih.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 2, 02 Juni 2022 di Zoom Meeting).

Mba Tiara selaku Business Analyst juga memberikan jawaban terkait bagaimana konsep Hotel Kapsul Bobobox dalam melakukan analisis customer di masa pandemi Covid-19, berikut jawabannya:

“Kalau nganalisis nya biasanya setelah nginep itu tuh ada survei yang kita biasa sebut NPS (Net Promoter Score) yang dimana itu bisa diisi sama customer, setau ku gitu sih. Jadi kita pake type form gitu kayak habis itu keliatan okupansi rate kita, terus apa yang bisa kita develop dari review.” (Hasil wawancara dengan informan kunci 3, 22 Mei 2022 di Zoom Meeting).

Kemudian Mba Stephanie sebagai informan ahli memberikan tanggapannya bagaimana konsep Hotel Kapsul Bobobox dalam melakukan analisis customer di masa pandemi Covid-19, berikut jawabannya :

“sebenernya memahami karakteristik dan analisis konsumen tidak begitu jauh ya, tadi sih mungkin sebenernya survey nya bisa lebih dalam dibanding survey kepuasannya aja jadi kadanag tuh suka ada ya survey-survey yang dilakukan sama brand-brand mungkin pakai benefit atau reward dibelaknagnya tapi bener-bener untuk nanya pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam. Pada intinya di analasisi ini mungkin bisa dibikin survey yang lebih dalam lagi dan biasanya survey-survey gitu di seberkan secara rundom tapi misalkan ada benefit tertetu. Jadi misalkan abis ngisi survey dapet voucer 50rb dan lain-lain kurang lebih kaya gitu sih. Sebenarnya untuk menganalisis konsumen secara tajam nanya langsung ke mereka tuh masih merupakan salah satu yang paling oke sih.” (Hasil wawancara dengan informan ahli, 01 Juli 2022 di Zoom Meeting).

Selanjutnya Nabil sebagai salah satu konsumen Hotel Kapsul Bobobox memberikan jawabannya terkait bagaimana konsep Hotel Kapsul Bobobox dalam

58 melakukan analisis customer di masa pandemi Covid-19. Berikut jawabannya:

“Kalau ini pernahnya merekomendasikan ke teman secara langsung saja. Gak pernah ngisi survey dan ga pernah lewat sosial media.” (Hasil wawancara dengan informan pendukung, 01 Juli 2022 di Starbucks Trans Studio Mall).

Selanjutnya pertanyaan ketiga peneliti menanyakan mengenai kegiatan apa yang dilakukan oleh Hotel Kapsul Bobobox dalam masa Pandemi Covid-19 yang memberikan informasi seputar produknya. Mas Ahmad Qois Selaku Marketing Manager Hotel Kapsul Bobobox menjawab :

“selama pandemi itu yang coba kita lakukan adalah memberikan informsi dari sisi safty dulu sih diawal jadi.. kita coba make sure adalah keamanan, keselamatan, dan kesehatan dulu nih dari sisi guest ketika menginap di Hotel Kapsul Bobobox. Jadi dari situpun kita berangkat lewat dari beberapa start yang memang di anjurkan oleh kemanpar yaitu adalah

“selama pandemi itu yang coba kita lakukan adalah memberikan informsi dari sisi safty dulu sih diawal jadi.. kita coba make sure adalah keamanan, keselamatan, dan kesehatan dulu nih dari sisi guest ketika menginap di Hotel Kapsul Bobobox. Jadi dari situpun kita berangkat lewat dari beberapa start yang memang di anjurkan oleh kemanpar yaitu adalah

Dokumen terkait