• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Sikap Kedisiplinan Siswa dalam Belajar

3. Disiplin dalam Belajar

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang barn secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan.11

Dalam belajar anak selalu dituntut untuk disiplin dalam proses belajar supaya beijalan dengan baik dan menghasilkan pelajaran yang optimal. Sebagaimana dikemukakan oleh Emile Durkhein bahwa disiplin sangat menentukan dalam pembentukan watak dan kepnbadian seseorang. Karena unsur paling hakiki dari watak adalah kemampuan mengendalikan

"Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, RinekaCipta, Jakarta,

diri yang memungkinkan kita mengendalikan nafsu, keinginan, dan kebiasaan-kebiasaan kita dan mengarahkannya sesuai dengan kaidah yang berlaku.12

Jadi yang dimaksud dengan disiplin dalam belajar adalah usaha yang dilakukan siswa dengan bersungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang baik, baik itu dengan ketentuan dalam belajar, raj in mengikuti pelajaran, aktif dalam tugas sekolah, mentaati peraturan yang ada sehingga berperilaku (kebiasaan-kebiasaan) yang mana akan berpengaruh positif terhadap belajar anak.

Dalam hal ini penulis akan menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses dan hasil belajar. Karena apabila faktor- faktor ini terwujud, maka akan sangat menentukan terciptanya kedisiplinan anak dalam belajar. Ngalim Purwanto yang mempengaruhi proses dan hasil belajar ada 2 (dua) yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.13

Adapun faktor tersebut akan penulis uraikan sebagai berikut. a. Faktor dari dalam

Faktor dari dalam ini meliputi : kondisi fisiologi dan kondisi psikologi anak itu sendiri

1) Kondisi Fisiologi

Kondisi fisiologi pada umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. Orang yang dalam.

12Durkheim Emile, Pendidikan Moral, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1990, him. 33 l3Ngalim Purwanto, op. c i t, him. 107

keadaan sehat jasmaninya akan berbeda dengan orang yang dalam keadaan sakit. Disamping kondisi fisiologi yang umum itu, ada hal yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi panca indera, terutama pengelihatan dan pendengaran. Karena yang dipelajari oleh anak yang belajar langsung dengan membaca, melihat contoh, melakukan observasi, mengamati hasil-hasil ekspenmen, mendengarkan keterangan dari orang lain dalam diskusi, maka semua akan jelas dengan pancaindera.

2) Kondisi Psikologis

Kondisi psikologi ini berkaitan dengan potensi yang ada pada anak. Adapun kondisi psikologi ini meliputi:

a) Bakat

Bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar seseorang. Dan apabila anak belajar dengan pelajaran yang sesuai dengan bakat maka akan memperbesar kemungkinan berhasilnya suatu usaha yaitu belajar.

b) Minat

Minat yaitu daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda/kegiatan, ataupun bisa sutu pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.14

23

Apabila seorang pelajar dengan penuh minat, maka akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Begitu juga sebaliknya, kalau anak tidak memiliki minat kemungkinan keberhasilan itu akan semakin kecil.

c) Kecerdasan

Kecerdasan (intelegensi) ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu.15 Cepat tidaknya dan terpecahnya usatu masalah tergantung kepada kemampuan intelijensinya. Maka kecerdasan sangat berperan penting dalam keberhasilan dan tidaknya seseorang mempelajari sesuatu program pendidikan. Sehingga orang yang lebih cerdas pada umumnya akan lebih mampu belajar daripada orang yag kurang cerdas. d) Motivasi

Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Dalam belajar motivasi sangat penting dan merupakan syarat mutlak untuk belajar.16

Dalam rumah banyak sekali kendala buat anak dalam belajar. Sehingga anak malas belajar, maka dalam hal ini orang tua berarti tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong agar ia bekeija dengan segenap tenaga dan

15Ngalim Purwanto, op. c it, him. 52 '6Ibid, him. 60

pikirannya. Namun tidak semua kekurangan itu datang dari orang tua justru motivasi intrinsik lebih efektif dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik dalam mendorong seseorang untuk belajar, artinya motivasi yang timbul dari dalam diri orang yang bersangkutan sangat berpengaruh. Jadi tidak mungkin seseorang mau berusaha mempelajari sesuatu dengan sebaik- baiknya, maka ia tidak mengetahui betapa penting faedahnya hasil yang akan dicapai dari belajamya itu bagi dirinya.

e) Kemampuan Kognitif

Dalam tujuan pendidikan meliputi 3 (tiga) aspek yaitu aspek afektif, aspek kognitif dan aspek psikomotorik. Namun demikian aspek kognitiflah yang lebih besar pengaruhnya terhadap hasil belajar dibandingkan dengan aspek yang lain.

Pada umumnya orang sangat mengutamakan aspek kognitif, bahkan kadang-kadang terdapat praktek-praktek yang menunjukkan seakan-akan aspek kognitif saja yang sangat berlaku. Karena kemampuan kognitif yang berkenaan dengan persepsi, ingatan dan daya berpikir, sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar yang optimal sebab sangat berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam melakukan persepsi, mengingat dan berfikir. Dengan demikian kemampuan- kemampuan kognitif akan tetap merupakan faktor terpenting dalam kegiatan belajar anak didik.

25

b. Faktor dari luar

Adapun faktor dari luar yang mempengaruhi akan proses dan hasil belajar yaitu:

1) Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosial.

Lingkungan alami seperti suhu keadaan suhu, kelembaban udara juga mempengaruhi terhadap proses dan hasil belajar. Maka ketika belajar pada keadaan udara yang segar akan menghasilkan yang lebih baik dari pada belajar dalam keadaan udara panas dan pengab. Maka pada biasanya orang yang belajar pada waktu pagi hari akan lebih baik hasilnya dari pada belajar di sore hari.

2) Faktor instrumental

Faktor instrumental adalah faktor yang pengadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor tersebut hams sesuai dengan kondisi orang tua yang akan mengatur dan memberikan bimbingan terhadap anak untuk senantiasa disiplin dalam belajar.

Karena orang tua merupakan faktor yang paling penting. Bagaimana sikap dan kepribadian orang tua, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki orang tua dan bagaimana cara orang tua memberikan pengarahan terhadap anak.

C. Pengaruh Wawasan Kependidikan Orang tua terhadap Kedisiplinan

Dokumen terkait