• Tidak ada hasil yang ditemukan

Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan I. Jumlah siswa awalnya adalah 36 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dengan materi dan tindakan yang berbeda namun masih dalam satu kompetensi dasar yang sama, serta standar kompetensi yang sama pula. Masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dilakukan melalui proses yang dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, masih ada beberapa siswa yang mempunyai prestasi rendah, khususnya dalam pelajaran IPS. Guru menyadari bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya prestasi belajar IPS siswa salah satunya yaitu guru yang masih menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi IPS, disamping itu juga dikarena motivasi siswa untuk belajar masih perlu ditingkatkan. Penggunaan metode ceramah yang terlalu sering, menyebabkan siswa merasa bosan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar tersebut melalui penerapan model pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran yang dikemas oleh guru yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar (Suyanto, 2009 : 6).

a. Motivasi Awal

Motivasi belajar siswa sebenarnya sudah cukup baik, akan tetapi perlu ditambah lagi upaya-upaya yang harus dilakukan oleh guru agar motivasi yang ada di dalam diri siswa dapat berkembang dengan lebih baik lagi. Motivasi siswa dapat dilihat seperti pada tabel berikut ini

Tabel 3. Keadaan Awal Motivasi Belajar Siswa

No Nama Siswa Skor Persentase Kriteria 1 Anastasia Silvia Putri E 66 73 Tinggi 2 Emanuella Vembryartha 53 54 Rendah 3 Aldito Rino Saputro 44 47 Rendah 4 Andreas Edwin Pradipta 78 83 Sangat Tinggi 5 Christian Dedy Septiadi 42 43 Sangat Rendah 6 Christian Wahyu Pratama 43 47 Rendah 7 ChristmasYubilian Hari W. 67 73 Tinggi 8 Dionisius Wisnu H 60 65 Cukup 9 Eleonora Aurora Alden 70 76 Tinggi 10 Elke Levinia Pramesti 63 68 Tinggi 11 Emilianus Risnantyo 70 76 Tinggi 12 Genta Launge Christe S 65 71 Tinggi 13 Hendricus Dimas Yobel 78 85 Sangat Tinggi 14 Imanuel Echagusta 67 73 Tinggi 15 Isabela Krisanti Padma R 67 73 Tinggi 16 Klara Fitri Herwanti 40 43 Sangat Rendah 17 Kristoforus Dwirama P. 55 60 Cukup 18 Lucia Citra Permatasari 78 85 Sangat Tinggi 19 Lucia Vania Yosefa H. 50 54 Rendah 20 Maria Angelita Widna P. 40 43 Sangat Rendah 21 Maria Bening Wohingati 40 43 Sangat Rendah 22 Maria Callista Lovina 40 43 Sangat Rendah 23 Nadya Dwi Septarinda 60 65 Cukup 24 Nandhani Mulaning Luga 78 89 Sangat Tinggi 25 Natalia Yusshinta W. 67 73 Tinggi 26 Nicolaus Bimandaru 80 87 Sangat Tinggi 27 Odilia Lintang Pratidina 40 43 Sangat Rendah 28 Thomas Amara Listu 60 65 Cukup 29 Valerius Riko Hernawan 40 43 Sangat Rendah 30 Vicentius Vernando Krisna 67 73 Tinggi 31 Vicentius Raditya M. 70 76 Tinggi 32 Vitus Anggita Yudhistira 60 65 Cukup 33 Wahyuning Angger Mulya 50 54 Rendah 34 Yoga Angga Permadi 72 78 Tinggi 35 Y.Krismasjatu Kanigoro 60 65 Cukup 36 Mikael Hiro Hanoko 50 54 Rendah

Jumlah keseluruhan siswa ada 36. Skor motivasi awal yang diperoleh kurang baik. Skor tertinggi adalah 89 dan skor terendah

adalah 40. Keadaan ini adalah keadaan awal ketika guru belum menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.

Berdasarkan tabel 7. maka kriteria motivasi siswa dengan menggunakan PAP II dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4. Keadaan Awal Motivasi Belajar Siswa

No Skor Motivasi

Belajar Siswa Frekuensi

Persentase

( % ) Kriteria Keterangan

1 81 % - 100 % 5 13,9 Sangat

tinggi Rata-rata skor motivasi belajar siswa = 59 dan persentase = 64% 2 66 % - 80 % 12 33,3 Tinggi 3 56 % - 65 % 6 16,7 Cukup 4 46 % - 55 % 6 16,7 Rendah 5 Di bawah 46 % 7 19,4 Sangat rendah Jumlah 36 100

Dari tabel motivasi awal di atas dapat dilihat bahwa motivasi siswa belum merata. Siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi 13,9% atau berjumlah 5 siswa, sedangkan siswa yang memiliki motivasi tinggi ada 33,3% atau berjumlah 12 siswa. Keadaan tersebut sebenarnya sudah cukup baik tetapi masih ada siswa yang memiliki motivasi dalam kriteria cukup yaitu ada 16,7% atau 6 siswa dan kriteria rendah 16,7% atau 6 siswa serta ada 19,4% atau 7 siswa dengan kriteria sangat rendah. Supaya dapat dilihat

0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% m oti vasi belaj ar sangat tinggi m oti vasi belaj ar tin ggi mo tivasi belajar cu kup mo tivasi belajar r en dah mo tivasi belajar sangat r en dah

M ot ivasi Belajar Sisw a

M oti vasi Belajar Si sw a

dengan jelas, dari tabel 8 dapat dibuat diagram motivasi belajar sebagai berikut :

Diagram 1. Motivasi Belajar Siswa Pada Keadaan Awal

Data di atas menunjukkan bahwa harus dilakukan upaya agar motivasi belajar siswa dapat meningkat menjadi lebih baik. Hal itu akan tercapai apabila guru mengupayakan untuk membuat siswa merasa senang dan tertarik dengan materi yang diajarkan.

b. Prestasi Awal

Penelitian ini mengambil data awal prestasi belajar siswa dari hasil ulangan kelas V pada tahun sebelumnya yang sekarang sudah kelas VI. Adapun data awal prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut : Dari hasil nila ulangan dapat sebagai acuan bahwa prestasi belajar masih perlu ditingkatkan lagi.

Tabel 5. Keadaan Awal Prestasi Belajar Siswa

No. Nama Nilai Ketuntasan No. Nama Nilai Ketuntasan 1 Anastasia Silvia P. 60 Tidak tuntas 19 Lucia Vania 70 Tuntas 2 Emanuella V 58 Tidak tuntas 20 Maria Angelita 86 Tuntas 3 Aldito Rino S 40 Tidak tuntas 21 Maria Bening 88 Tuntas 4 Andreas Edwin P 52 Tidak tuntas 22 Maria Callista 74 Tuntas 5 Christian Dedy S. 64 Tidak tuntas 23 Nadya Dwi S 40 Tidak tuntas 6 Christian Wahyu P 70 Tuntas 24 Nandhani M. 62 Tidak tuntas 7 ChristmasYubilian 64 Tidak tuntas 25 Natalia Y. 65 Tidak tuntas 8 Dionisius Wisnu 65 Tidak tuntas 26 Nicolaus B 58 Tidak tuntas 9 Eleonora Aurora 70 Tuntas 27 Odilia Lintang 78 Tuntas 10 Elke Levinia P. 82 Tuntas 28 Thomas Amara 76 Tuntas 11 Emilianus R. 54 Tidak tuntas 29 Valerius Riko 42 Tidak tuntas 12 Genta Launge C. 25 Tidak tuntas 30 Vicentius V. 60 Tidak tuntas 13 Hendricus Dimas 66 Tidak tuntas 31 Vicentius R. 66 Tidak tuntas 14 Imanuel Echagusta 65 Tidak tuntas 32 Vitus Anggita 46 Tidak tuntas 15 Isabela Krisanti P. 76 Tuntas 33 Wahyuning A. 76 Tuntas 16 Klara Fitri H. 67 Tidak tuntas 34 Yoga Angga P. 70 Tuntas 17 Kristoforus D. 65 Tidak tuntas 35 Y. Krismasjatu 32 Tidak tuntas 18 Lucia Citra P. 80 Tuntas 36 Mikael Hiro H. 42 Tidak tuntas

Berdasarkan tabel kondisi awal prestasi belajar siswa tersebut, secara ringkas dapat dikelompokkan dalam tabel berikut :

Masih banyak siswa yang belum mencapai ketuntasan mininimal atau KKM hal tersebut didasarkan bahwa dari 36 siswa hanya 13 anak yang berada diatas KKM sedangkan 23 anak masih dibawah KKM.

Tabel 6 Prosentase keadaan Awal Prestasi Belajar Siswa No Tingkat penguasaan

prestasi belajar siswa

Kriteria Frekuensi Persentase

(% ) Keterangan 1. 81% – 100% Sangat tinggi 0 0 Rata-rata prestasi belajar siswa = 20,0 2. 66% – 80% Tinggi 13 36.1 3. 56 %– 65% Cukup 9 25 4. 46 %– 55% Rendah 3 8.3 5. Di bawah 46% Sangat rendah 11 30.6

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui tentang kondisi awal prestasi belajar siswa. Dalam tabel tersebut tidak ada siswa yang prestasi belajarnya tinggi dan sangat tinggi. Siswa yang prestasi belajar yang cukup hanya 9 siswa atau 25%. Sedangkan siswa yang prestasi belajarnya rendah sebanyak 3 siswa atau 8,3%, dan sisanya adalah siswa yang prestasi belajarnya sangat rendah yaitu sebanyak 11 siswa atau 30,6%.

Diagram 2 Keadaan Awal Prestasi Belajar Siswa

0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00% 30,00% 35,00% 40,00% 45,00% 50,00%

sangat t inggi t inggi cukup rendah sangat rendah

Keadaan awal prestasi belajar siswa ini sangat memprihatinkan, oleh karena itu guru harus segera mengambil sikap untuk memperbaiki prestasi belajar siswa yang berada di kelas bawahnya. Peningkatan prestasi belajar siswa ini harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan motivasi belajar siswa.

Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Kanisius Wirobrajan I. Jumlah siswa awalnya adalah 36 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dengan materi dan tindakan yang berbeda namun

masih dalam satu kompetensi dasar yang sama, serta standar kompetensi yang sama pula. Masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dilakukan melalui proses yang dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Pelaksanaan penelitian tersebut akan diuraikan sebagai berikut : 1. Kegiatan Siklus I

a. Persiapan Siklus I

Penelitian meminta izin kepada Kepala Sekolah SD Kanisius Wirobrajan I untuk melakukan kegiatan penelitian, melakukan observasi di kelas V untuk mengetahui sejauh mana peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, menyusun rencana untuk siklus I serta membuat silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal, media, dan instrument penelitian untuk siklus I.

Indikator yang dicapai dalam siklus ini adalah sebagai berikut:

1. Siswa dapat mengidentifikasi beberapa tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

2. Siswa dapat menjelaskan jasa dan peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

3. Siswa dapat menunjukkan sikap menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Siklus pertama ini terdiri dari dua kali pertemuan. Pada siklus pertama ini materi tentang peranan tokoh perjuangan dalam

mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan menggunkan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Setiap siswa bekerja berdasarkan LKS yang dibagikan oleh guru. Pelaksanaa penelitian direncanakan dengan merancang pembelajaran dan instrument pengumpulan data dengan target nilai rata-rata minimal 68.

1. Pelaksanaan Penelitian

Dari data awal diperoleh informasi bahwa rata-rata nilai IPS siswa Kelas V SD Kanisius Wirobrajan I rendah. Penyebab rendahnya nilai rata-rata tersebut adalah kurangnya prestasi dalam diri siswa untuk mempelajari materi IPS yang banyak. Hal ini juga mengakibatkan prestasi belajar siswa rendah.

Dari data awal tersebut, maka peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas dalam mata pelajaran IPS kelas IV di SD Kanisius Wirobrajan I. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan sebanyak dua siklus. Pelaksanaan penelitian akan diuraikan sebagai berikut :

a. Deskripsi pelaksanaan siklus I

Pembelajaran siklus I terdiri dari dua pertemuan atau 4 jam pelajaran. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 19 April 2011. Pada pertemuan ini dari 36 siswa, jumlah siswa yang hadir 36 anak. Hasil dari pengamatan terhadap siswa pada Siklus I ini sebagai dasar menentukan tindakan berikutnya.

1) Menjelaskan kembali pengertian masalah sosial dan masalah pribadi

2) Menyebutkan contoh permasalahan sosial yang pernah dialami. Tahap-tahap pelaksanaan sebagai berikut :

a) Perencanaan Tindakan

Adapun rencana tindakan siklus I tersebut secara rinci meliputi : (a) Identifikasi Masalah

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan prestasi belajar siswa tentang materi pokok ”Masalah-masalah Sosial di Lingkungan Setempat” siswa Kelas V SD Kanisius Wirobrajan I, semester genap tahun pelajaran 2010-2011. Hal ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan pembelajaran IPS khususnya pada materi pokok tersebut.

Dari hasil studi pendahuluan diperoleh informasi bahwa prestasi siswa pada materi pokok tersebut masih rendah. Penyebab rendahnya nilai rata-rata tersebut adalah kurangnya prestasi dalam diri siswa untuk mempelajari materi IPS yang banyak. Siswa merasa bosan dengan proses pembelajaran yang monoton. Guru sering menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi yang dipelajari, sehingga siswa tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut peneliti merencanakan sebuah pembelajaran dengan menerapkan metode Pembelajaran Berdasar Masalah pada mata pelajaran IPS siswa Kelas V SD Kanisius Wirobrajan I semester genap tahun pelajaran 2010-2011. Mengkaji Kompetensi Dasar dan materi pokok pembelajaran ”pentingnya masalah-masalah sosial di lingkungan setempat”.

(b) Mengkaji kompetensi dasar dan materi pokok pembelajaran Kompetensi dasar yang mengalami permasalahan yaitu mengenal permasalahan sosial di daerahnya.

(c) Mempersiapkan silabus

Silabus disusun dengan mengambil satu kompetensi dasar dari empat kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum kelas IV semester II yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti. (d) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Langkah berikutnya adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP dibuat tiap siklus.

(e) Menyiapkan alat yang akan digunakan untuk pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah.

Alat yang akan digunakan untuk pelaksanaan perlu disusun terlebih dahulu sebelum melaksanakan penelitian.

Langkah terakhir dalam tahap persiapan adalah menyiapkan instrumen penelitian. Lampiran tentang instrumen penelitian dapat dilihat pada lampiran proposal.

b) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan mengacu pada RPP dengan langkah-langkah sebagai berikut :

• Pertemuan I (2 JP)

Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan yaitu pada hari Selasa, tanggal 19 April 2011 pukul 07.00 – 08.20. Pada siklus I ini peneliti menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Siswa dibagi kedalam enam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima atau empat siswa. Materi yang digunakan pada siklus ini yaitu mengidentifikasi beberapa tokoh pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia Siklus ini diikuti oleh 36 siswa.

Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama diawali dengan pembagian kelompok berdasarkan nomor urut absen. Setelah mengkondisikan siswa, guru menunjukkan beberapa gambar masalah sosial dan kemudian membahasnya satu per satu. Dari gambar-gambar tersebut, siswa diminta untuk merumuskan pengertian masalah sosial. Setelah memperoleh pengertian masalah sosial yang benar, guru kemudian membagikan gambar dan soal mengenai masalah sosial pada masing-masing kelompok untuk didiskusikan. Untuk pembahasan, masing-masing perwakilan dari

kelompok mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas. Dalam kegiatan akhir, guru pembimbing siswa untuk mengambil kesimpulan.

• Pertemuan 2 (2 JP)

Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan yaitu pada hari hari Rabu, tanggal 23 April 2011 pukul 07.00-08.20.

Pada pertemuan kedua, guru mengulang masalah sosial yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, dengan sedikit penjelasan dan tanya jawab, kemudian siswa mengerjakan soal evaluasi.

c) Pengamatan

Pengamatan mengenai prestasi siswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dicatat oleh peneliti pada lembar observasi. Informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan selama proses siklus I adalah pada kegiatan pembelajaran terlihat ada beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai jenis-jenis masalah sosial. Ada siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru dan mengajukan pendapat, serta mencatat penjelasan yang disampaikan oleh guru. Tetapi ada pula siswa yang hanya diam dan sering melamun atau sibuk bermain sendiri.

Berdasarkan data yang terkumpul dan telah dilakukan perhitungan, dapat dilihat bahwa ada peningkatan dalam siklus ini namun belum begitu banyak, terlebih dalam prestasi belajar siswa. Data yang telah

dianalisis ini kemudian dijadikan sebagai bahan dasar penyusunan refleksi dan perencanaan ulang pada tindakan berikutnya.

ini :

Tabel 7. Partisipasi Siswa dalam Proses Pembelajaran Siklus I

No. Nama Jenis Partisipasi/Keaktifan

1 2.a 2.b 3.a 3.b 3.c 3.d 4.a 4.b 4.c

1. Anastasia Silvia Putri E. - V V V V V V V V V

2 Emanuella Vembryartha - V - V - - - V V V

3 Aldito Rino Saputro - V V V - - V - - V

4 Andreas Edwin Pradipta V V V V V V - V V -

5 Christian Dedy Septiadi V V V V V - V - -

6 Christian Wahyu Pratama - V V V V - V V - V

7 ChristmasYubilian Hari - V V V V V V V V V

8 Dionisius Wisnu H. - V V V - V V V - V

9 Eleonora Aurora Alden - V V V V V V V - V

10 Elke Levinia Pramesti - V - V V V V V - V

11 Emilianus Risnantyo - V - V V - V V - V

12 Genta Launge Christe S. - V V V V - V V - V

13 Hendricus Dimas Yobel - V - V - V V V - V

14 Imanuel Echagusta - V - V - V V V - V

15 Isabela Krisanti Padma R. V V V V V - - V - V

16 Klara Fitri Herwanti - V - V V - V V - -

17 Kristoforus Dwirama P. - V V V V - V V - V

18 Lucia Citra Permatasari V V V V V V V V V V

19 Lucia Vania Yosefa H. - V - V V - V V - V

20 Maria Angelita Widna P. - V V V V - V V - -

21 Maria Bening Wohingati - V V V - - - V - -

22 Maria Callista Lovina - V V V - - - V - -

23 Nadya Dwi Septarinda - V V V V V V V V V

24 Nandhani Mulaning Luga V V V V V V V V V V

25 Natalia Yusshinta W. - V V V V - V V - V

26 Nicolaus Bimandaru V V V V V V V V V V

27 Odilia Lintang Pratidina - V - V - - - V - -

28 Thomas Amara Listu - V V V V - - V - V

29 Valerius Riko Hernawan - V - V V - V V - V

30 Vicentius Vernando K. - V V V V - V V - V

31 Vicentius Raditya M. - V V V V - V V - V

32 Vitus Anggita Yudhistira - V V V V - V V - V

33 Wahyuning Angger M. - V - V V V V V - V

34 Yoga Angga Permadi - V V V V V V - V V

35 Yohanes Krismasjatu K - V - V V - V V V V

36 Mikael Hiro Hanoko - V - V - - V - - V

Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa untuk kerja sama dengan teman ada 33 siswa terlibat, mencari informasi dari sumber belajar untuk pemecahan masalah ada 32 siswa, menulis laporan hasil diskusi ada 30 siswa. Mengajukan pertanyaan pada guru/teman ada 20 siswa, mengungkapkan pendapat, dan membuat rangkuman hasil diskusi sama yaitu ada 25 siswa. Menulis/mencatat hasil penemuannya ada 23 siswa. Menjawab pertanyaan guru/teman 14 siswa. Sedangkan untuk melaporkan hasil diskusi secara lisan ada 7 siswa. Hanya 7 siswa karena dalam penyampaian hasil kerja kelompok bersifat perwakilan. Agar lebih jelas dapat digambarkan dalam diagram berikut :

Diagram 3. Keterlibatan Siswa Selama Siklus I

0 10 20 30 40 1 2.a 2.b 3.a 3.b 3.c 3.d 4.a 4.b 4.c 6 32 23 31 20 14 25 30 7 27

Dalam diagram di atas, dapat terlihat dengan jelas keterlibatan siswa selama pembelajaran siklus I berlangsung. Keterlibatan siswa yang paling banyak dilakukan adalah kerjasama dengan teman. Selain itu mencari informasi dari sumber belajar untuk pemecahan masalah, menulis laporan hasil diskusi, mengajukan pertanyaan pada

guru/teman, membuat rangkuman hasil diskusi, mengungkapkan pendapat, dan menulis/mencatat hasil penemuannya, serta menjawab pertanyaan guru/teman. Dalam hal mencari dan menemukan masalah serta melaporkan hasil diskusi secara lisan hanya beberapa siswa saja yang terlibat.

Tabel 8. Hasil Observasi Kegiatan Siswa

No Nama

Aspek yang dinilai

Ket. Keindahan Kebersihan Kerapian Rata-rata

1 Anastasia Silvia Putri Endyta 2 3 3 2.7 cukup

2 Emanuella Vembryartha 5 4 5 4.7 baik sekali

3 Aldito Rino Saputro 3 2 4 3.0 cukup

4 Andreas Edwin Pradipta 3 5 4 4.0 baik

5 Christian Dedy Septiadi 2 3 3 2.7 cukup

6 Christian Wahyu Pratama 4 3 2 3.0 cukup

7 ChristmasYubilian Hari W. 4 5 3 4.0 baik

8 Dionisius Wisnu Hendrawan 3 3 4 3.3 cukup

9 Eleonora Aurora Alden 3 4 3 3.3 cukup

10 Elke Levinia Pramesti 3 2 3 2.7 cukup

11 Emilianus Risnantyo 4 5 3 4.0 baik

12 Genta Launge Christe Swarga 3 4 3 3.3 cukup

13 Hendricus Dimas Yobel 3 4 4 3.7 baik

14 Imanuel Echagusta 3 4 2 3.0 cukup

15 Isabela Krisanti Padma Reta 2 3 4 3.0 cukup

16 Klara Fitri Herwanti 3 2 3 2.7 cukup

17 Kristoforus Dwirama P. 3 3 3 3.0 cukup

18 Lucia Citra Permatasari 5 4 5 4.7 baik sekali

19 Lucia Vania Yosefa Herdiana 3 4 5 4.0 baik

20 Maria Angelita Widna P. 5 4 5 4.7 baik sekali

21 Maria Bening Wohingati Yar 3 4 4 3.7 baik

22 Maria Callista Lovina 5 4 5 4.7 baik sekali

23 Nadya Dwi Septarinda 2 4 3 3.0 cukup

24 Nandhani Mulaning Luga 3 4 3 3.3 cukup

25 Natalia Yusshinta W. 4 4 2 3.3 cukup

26 Nicolaus Bimandaru 2 3 3 2.7 cukup

27 Odilia Lintang Pratidina 3 4 2 3.0 cukup

28 Thomas Amara Listu 3 4 3 3.3 cukup

29 Valerius Riko Hernawan 3 2 4 3.0 cukup

30 Vicentius Vernando Krisna P 4 4 3 3.7 baik

31 Vicentius Raditya Mahardika 3 3 4 3.3 cukup

32 Vitus Anggita Yudhistira 4 2 2 2.7 cukup

33 Wahyuning Angger Mulya W. 4 4 2 3.3 cukup

34 Yoga Angga Permadi 4 4 3 3.7 baik

35 Yohanes Krismasjatu K. 3 3 3 3.0 cukup

d) Refleksi

Setelah proses pelaksanaan siklus I, peneliti berdiskusi dengan guru kelas dan mencatat kekurangan-kekurangan serta membahas peningkatan yang terjadi pada siswa. Dari hasil diskusi tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa terjadi peningkatan prestasi dan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi ini terlihat ketika siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Siswa terlihat senang ketika bekerjasama di dalam kelompok. Sedangkan untuk prestasi belajar dapat diketahui dari rata-rata nilai evaluasi dan tugas yang diperoleh siswa. Penelitian ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah dalam penggunaan media gambar. Siswa kurang begitu tertarik dengan gambar-gambar yang disediakan (baik yang sebagai media maupun yang ada di LKS). Gambar yang digunakan kurang begitu jelas, karena tidak berwarna dan ukurannya kurang besar. Hal ini mengakibatkan adanya beberapa siswa yang selalu ramai dan tidak mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Mereka lebih suka bercerita dan bergurau dengan anggota kelompoknya. Keadaan ini harus diperbaiki pada siklus berikutnya.

e) Prestasi Belajar Siswa Siklus I

Prestasi belajar siswa pada siklus I diambil dari hasil evaluasi dan tugas-tugas yang telah dikerjakan siswa, baik LKS maupun portofolio. Adapun prestasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 9. prestasi belajar siswa pada siklus I

f. Hasil Pengukuran

Pengukuran pada siklus I dengan alat ukur tes yaitu tes tertulis. Nilai rata-rata yang ingin dicapai adalah 60 dengan nilai KKM 68 dan jumlah siswa yang mencapai KKM yang diinginkan adalah 60 %. Berikut adalah hasil dari tes siklus

No. Nama

TUNTAS TIDAK TUNTAS IPS

KKM 68

1 Anastasia Silvia Putri E 46 2 Emanuella Vembryartha 52 3 Aldito Rino Saputro 53 4 Andreas Edwin Pradipta 67 5 Christian Dedy Septiadi 66 6 Christian Wahyu Pratama 86 7 ChristmasYubilian Hari Witandira 64 8 Dionisius Wisnu Hendrawan 77 9 Eleonora Aurora Alden 77 10 Elke Levinia Pramesti 68 11 Emilianus Risnantyo 67 12 Genta Launge Christe Swarga 36 13 Hendricus Dimas Yobel 43 14 Imanuel Echagusta 73 15 Isabela Krisanti Padma Reta 82 16 Klara Fitri Herwanti 86 17 Kristoforus Dwirama P. 75 18 Lucia Citra Permatasari 72 19 Lucia Vania Yosefa Herdiana 73 20 Maria Angelita Widna Permatasari 86 21 Maria Bening Wohingati Yar L. T 78 22 Maria Callista Lovina 49 23 Nadya Dwi Septarinda 57 24 Nandhani Mulaning Luga 49 25 Natalia Yusshinta Widyaningrum 73 26 Nicolaus Bimandaru 44 27 Odilia Lintang Pratidina 75 28 Thomas Amara Listu 82 29 Valerius Riko Hernawan 66 30 Vicentius Vernando Krisna P 66 31 Vicentius Raditya Mahardika 53 32 Vitus Anggita Yudhistira 49 33 Wahyuning Angger Mulya Wati 67 34 Yoga Angga Permadi 79 35 Yohanes Krismasjatu Kanigoro 63 36 Mikael Hiro Hanoko 58 Nilai Tertinggi 86 Nilai Terendah 36 Rata – rata 65 17 19

Tabel Prestasi awal di atas menunjukkan bahwa siswa yang memiliki prestasi kurang memuaskan dibandingkan dengan yang memiliki prestasi tinggi yaitu 86. Siswa yang memiliki prestasi tinggi berjumlah 17 anak sedangkan siswa yang memiliki rendah ada 19 anak dari 36 siswa.

Berdasarkan data di atas, maka perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan prestasi siswa, sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang memiliki prestasi cukup atau bahkan rendah. Dan upaya peningkatan ini dapat dilakukan dengan penggunaan metode pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan.

Tabel 10 Frekuensi prestasi Belajar Siswa Siklus I

No. Tingkat penguasaan prestasi belajar siswa

Rentang Skor Frekuensi Presentase

1 Sangat Tinggi 81 - 100 4 11,11

2 Tinggi 66 - 80 17 47, 22

3 Cukup 56 - 65 5 13, 89

4 Rendah 46 - 55 6 16, 67

5 Sangat Rendah Dibawah 46 4 11, 11

Jumlah 36 100

Berdasarkan table diatas Siswa yang memperoleh skor antara 81-100 sebanyak 4 siswa dengan prosentase 11,11%, Siswa yang memperoleh skor antara 66-80 sebanyak 17 siswa dengan prosentase 47,22 %, Siswa yang memperoleh skor antara 56-65 sebanyak 5 siswa dengan prosentase 13,89 %, Siswa yang memperoleh skor antara 46-55 sebanyak 6 siswa dengan prosentase 16,67 %,

Siswa yang memperoleh skor antara dibawah 46 sebanyak 4 siswa dengan prosentase 11,11 %.

Tabel 11. Analisis Data Siklus I

Data Jumlah Siswa Jumlah Skor Nilai Rata-rata Data Awal 36 2329 64

Dokumen terkait