• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB. III

KONSEP PENCIPTAAN

C. Diskripsi Karya 1.Karya 1

Gambar 7, “Swan 1”,26 cm x 32 cm x 39 cm, Tanah Liat, 2012. (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya yang berjudul “Swan 1” dibuat dengan teknik pinching atau pijit dengan menggunakan tanah liat campuran dari Pacitan, Boyolali, dan Kaolin. Garis yang ada dalam karya ini merupakan garis yang terjadi akibat pertemuan dua bidang. Warna yang digunakan adalah warna biru tua bertekstur kasar yang dimaksutkan menggambarkan warna langit di malam hari. Karya ini berukuran 26 cm x 32 cm x 39 cm dan selesai dibuat pada tahun 2012. Bentuk yang dibuat adalah seekor angsa yang sedang merebakkan sayapnya dengan anggun, dengan leher menjulur ke atas, dan

commit to user

kepala ditekuk kebawah. Bentuk ini membuat angsa terlihat anggun. Karya ini adalah merupakan perwujudan dari bulan ke-5 Yang oleh masyarakat Jawa diberi nama

Banyak angrem. Nama ini diambil dari bentuk bintang yang bergerombol membentuk seperti seekor angsa yang sedang angrem atau mengeram.

2. Karya 2

Gambar 8, “Swan 2”, 43 cm x 30 cm x 23 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya yang berjudul “Swan 2” dibuat dengan teknik pinching atau pijit dengan menggunakan tanah liat campuran dari Pacitan, Boyolali, dan Kaolin. Garis yang ada dalam karya ini merupakan garis yang terjadi akibat pertemuan dua bidang. Warna yang digunakan adalah warna biru tua bertekstur kasar yang dimaksutkan menggambarkan warna langit di malam hari. Bentuk karya ini adalah angsa Dengan badan yang dibesarkan bermaksut untuk menutupi telur-telurnya. Karya ini Menggambarkan angsa yang sedang menikmati proses mengeram telur, berukuran 43 cm x 30 cm x 23 cm dan selesai dibuat tahun 2012.

commit to user

45

3. Karya 3

Gambar 9, “Swan 3”, 25 cm x 35 cm x 28 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya yang berjudul “Swan 3” dibuat dengan teknik pinching atau pijit dengan menggunakan tanah liat campuran dari Pacitan, Boyolali, dan Kaolin. Garis yang ada dalam karya ini merupakan garis yang terjadi akibat pertemuan dua bidang. Warna yang digunakan adalah warna biru tua bertekstur kasar yang dimaksutkan menggambarkan warna langit di malam hari. Bentuk dari karya ini adalah angsa yang amat cantik dengan sayap yang digayakan bergelombang. Kecantikannya diibaratkan dengan kecantikan hati sang angsa yang rela mengeram telur-telurnya dengan susah payah demi anak-anaknya. Karya ini berukuran 25 cm x 35 cm x 28 cm, selesai dibuat tahun 2012.

commit to user 4. Karya 4

Gambar 10, “Swan 4”, 23 cm x 11,5 cm x 22,5 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya keempat berjudul “swan 4” dibuat dengan teknik pinching atau pijit dengan menggunakan tanah liat campuran dari Pacitan, Boyolali, dan Kaolin. Garis yang ada dalam karya ini merupakan garis yang terjadi akibat pertemuan dua bidang. Warna yang digunakan adalah warna biru tua bertekstur kasar yang dimaksutkan menggambarkan warna langit di malam hari. Bentuk karya adalah angsa tyang sedang mengeram tenang dengan penonjolan sayap yang sedikit dinaikkan, dengan ukuran 23 cm x 11,5 cm x 22,5 cm, selesai dibuat tahun 2012. Karya ini digambarkan karya yang sedang bertapa namun tetap terlihat cantik dengan sayap yang tetap cantik pada bagian belakang. Hal tersebut dimaksudkan agar angsa terlihat tetap semangat walaupun dalam keadaan mengeram.

commit to user

47

5. Karya 5

Gambar 11, “Dewi Lanjar 1”, 15 cm x 9 cm x 26 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya yang berjudul“Dewi Lanjar” dibuat dengan teknik pinching atau pijit dengan menggunakan tanah liat campuran dari Pacitan, Boyolali, dan Kaolin. Garis yang ada dalam karya ini merupakan garis yang terjadi akibat pertemuan dua bidang. Warna yang digunakan adalah warna biru tua bertekstur kasar yang dimaksutkan menggambarkan warna langit di malam hari. Bentuk yang dibuat merupakan figur wanita yang sedang bersimpuh. Bentuk ini mengambil kecantikan seorang wanita dari bentuk tubuhnya. Badan yang seksi, paha dan bokong yang besar, dada berisi, dan perut yang langsing, kecantikan ini diibaratkan seperti Dewi. Ukuran 15cm x 9cm x 26cm, dibuat tahun 2012. Dewi Lanjar adalah perwujudan dari mangsa ke-8. Bintang dari mangsa ini adalah Wulanjar Ngirim. Konon nama ini diambil dari nama seorang janda yang sangat cantik yang sedang mengantar makanan ke sawah.

commit to user 6. Karya 6

Gambar 12, “Dewi Lanjar 2”, 5,5 cm x 4 cm x 29 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya ini berjudul “Dewi Lanjar2” dibuat dengan teknik pinching atau pijit dengan menggunakan tanah liat campuran dari Pacitan, Boyolali, dan Kaolin. Garis yang ada dalam karya ini merupakan garis yang terjadi akibat pertemuan dua bidang. Warna yang digunakan adalah warna biru tua bertekstur kasar yang dimaksudkan menggambarkan warna langit di malam hari. Bentuk dari karya ini adalah wanita yang cantik dengan pendistorsian pada bagian kakinya, berukuran 5,5 cm x 4 cm x 29 cm, selesai dibuat tahun 2012. Karya ini menggambarkan wanita yang sedang berdiri yang diibaratkan seorang dewi yang memberikan semangat kepada para peeetani ketika masa-masa bercocok tanam.

commit to user

49

7. Karya 7

Gambar 13, “Sapi Gumarang”, 29 cm x 12 cm x 12,5 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya ketuju berjudul “Sapi Gumarang” dibuat dengan teknik pinching atau pijit dengan menggunakan tanah liat campuran dari Pacitan, Boyolali, dan Kaolin. Garis yang ada dalam karya ini merupakan garis yang terjadi akibat pertemuan dua bidang. Warna yang digunakan adalah warna biru tua bertekstur kasar. Bentuk yang dibuat adalah sapi jantan yang kekar dengan Punuk pada bagian punggung atas dibuat lebih besar dari ukuran normalnya, berukuran 29 cm x 12 cm x 12,5 cm, selesai dibuat tahun 2012.

commit to user 8. Karya 8

Gambar 14, “Musim Kupu-kupu”, diameter 50 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya ini berjudul “Musim Kupu-Kupu” dibuat dengan teknik cetak tekan, warna yang digunakan biru tua bertekstur kasar, berdiameter 50 cm, selesai dibuat tahun 2012. Karya ini menggambarkan musim kupu-kupu menandakan datangnya

commit to user

51

9. Karya 9

Gambar 15, “Gugur”, diameter 50 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya ini berjudul “Gugur” dibuat dengan teknik cetak tekan, warna yang digunakan biru tua bertekstur kasar, berdiameter 50 cm, berdiameter 50 cm, selesai dibuat tahun 2012. Karya ini menggambarkan daun-daun yang berguguran sekaligus dimulainya mangsa kesatu atau musim kemarau.

commit to user 10.Karya 10

Gambar 16, “Wabah”, diameter 50 cm, Tanah Liat, 2012 (Foto Dokumentasi Tanti, Oktober 2012)

Karya ini berjudul “Wabah” dibuat dengan teknik cetak tekan, warna yang digunakan biru tua bertekstur kasar, berdiameter 50 cm, selesai dibuat tahun 2012. Karya yang berjudul wabah ini merupakan perwujudan dari banyak lalat yang bergerombol, dan sesuai musimnya yaitu musim penghujan (mangsa ke-5) lalat menjadi wabah penyakit pada musim itu.

commit to user 53

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Uraian diatas merupakan pengantar yang menjelaskan konsep karya yang hendak penulis buat. Rasi bintang digunakan oleh para petani di Jawa untuk menandai pergantian musim (mangsa). Penanggalan yang menggunakan rasi bintang sebagai pedoman adalah pranata mangsa. Karya tugas akhir ini akan dibuat dengan gagasan rasi bintang dalam pranata mangsa dengan mengambil tiga rasi bintang saja.

Rasi bintang tersebut ialah Sapi Gumarang, Banyak Angrem, dan Wuanjar Ngirim. Nama-nama rasi bintang ini merupakan nama-nama imajiner yang perwujudannya masih dipertanayakan. Sehingga penulis hendak mewujudkan tokoh-tokoh tersebut kedalam karya keramik.

Dalam karya ini, Sapi Gumarang digambarkan dengan Sapi yang sangat kuat dan kekar. Karya Banyak Angrem diwujutkan dengan angsa yang memiliki sayap yang indah. Sedangkan Wulajar Ngirim, diwujudkan seperti seorang wanita janda yang masih sangat cantik, dan penanda-penanda alam yang mengikutinya seperti daun-daun yang berguguran, musim lalat, dan kupu-kupu.

Tokoh-tokoh dalam pranata mangsa ini masing-masing memiliki makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat Jawa khususnya petani. Masing-masing tokoh memberikan semangatnya sendiri-sendiri untuk mengawali sebuah musim.

commit to user B. SARAN

Melalui pengalaman dalam berkarya Tugas Akhir ini, penulis ingin memberikan beberapa saran antara lain:

1. Untuk membuat keramik dengan hasil yang baik, maka pilihlah tanah sesuai dengan teknik yang digunakan.

2. Dalam membuat keramik hendaklah menggunakan tahapan-tahapan dan standarisasinya.

Diharapkan dengan adanya karya serta pengantar konsep ini dapat menambah wawasan serta masukan baru bagi penulis dan juga menjadi inspirasi dalam proses aktivitas berfikir dan berkarya bagi adik-adik tingkat Seni Rupa Murni.

Dokumen terkait