• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden

4.2.1. Deskripsi Variabel Pengendalian Akuntansi (X1)

Pengendalian akuntansi adalah semua prosedur dan sistem formal yang menggunakan informasi untuk menjaga atau mengubah pola aktivitas organisasi. Untuk lebih memperjelas uraian pada pembahasan maka berikut ini akan ditampilkan rekapitulasi jawaban responden mengenai variabel pengendalian akuntansi (X1) dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.1.

Rekapitulasi Jawaban Responden Variabel Pengendalian Akuntansi (X1)

Sumber : lampiran 1

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju dengan pertanyaan yang diajukan mengenai pengendalian akuntansi. Hal ini terbukti dengan banyaknya responden yang memberikan skor jawaban antara 4 sampai dengan 7. Para responden dalam penelitian ini menyatakan bahwa dalam mengukur kinerja, atasan mereka menggunakan informasi angka akuntansi. Pelaporan informasi akuntansi secara periodik digunakan untuk mengendalikan aktivitas-aktivitas dari masing-masing departemen. Mereka juga mengatakan bahwa atasannya senang atas kemampuan mereka memenuhi target keuangan.

Skor Item Pertanyaan

1 2 3 4 5 6 7

Total Dalam mengukur kinerja

Saudara, apakah atasan saudara menggunakan informasi angka akuntansi

0 0 0 0 2 6 3 11

Persentase (%) 0 0 0 0 18,2 54,5 27,3

100 Pelaporan informasi

akuntansi, periode digunakan untuk mengendalikan aktivitas-aktivitas dari masing-masing departemen 0 0 0 0 4 6 1 11 Persentase (%) 0 0 0 0 36,4 54,5 9,1 100 Atasan saya senang atas

kemampuan saya memenuhi terget keuangan 0 0 0 1 2 4 4 11 Persentase (%) 0 0 0 9,1 18,2 36,4 36,4 100 Total 0 0 0 1 8 16 8

4.2.2. Deskripsi Variabel Pengendalian Perilaku (X2)

Pengendalian Perilaku adalah pengendalian berdasarkan pada struktur otoritas, peraturan-peraturan formal, serta prosedur standar pengoperasian. Untuk lebih memperjelas uraian pada pembahasan maka berikut ini akan ditampilkan rekapitulasi jawaban responden mengenai variabel pengendalian perilaku (X2) dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.2.

Rekapitulasi Jawaban Responden Variabel Pengendalian Perilaku (X2)

Sumber: Lampiran 1

Skor Item Pertanyaan

1 2 3 4 5 6 7

Total Aturan tertulis yang tidak

mencakup seluruh situasi, untuk melakukan pekerjaan tertentu dapat dibuat aturan informal

0 0 0 0 3 4 4 11

Persentase (%) 0 0 0 0 27,3 36,4 36,4 100 Banyak aktivitas dalam

perusahaan yang tidak tercakup dalam prosedur formal

0 0 0 1 2 3 5 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 18,2 27,3 45,4 100 Dalam melakukan pekerjaan di

dasarkan pada aturan tertulis

0 0 0 1 1 5 4 11 Persentase (%) 0 0 0 9,1 9,1 45,4 36,4 100 Hubungan dari perusahan

didasarkan pada aturan formal dan terencana.

0 0 0 1 1 1 8 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 9,1 9,1 72,7 100 Dalam melakukan pekerjaan,

dapat menggunakan persetujuan informal dan mengabaikan aturan

0 0 0 1 1 3 6 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 9,1 27,3 54,5 100 Aturan-aturan yang berlawanan

dengan prosedur biasanya aturan itu tertulis

0 0 0 0 1 4 6 11

Persentase (%) 0 0 0 0 9,1 36,4 54,5 100 Total 0 0 0 4 9 20 33

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju dengan pertanyaan yang diajukan mengenai pengendalian perilaku. Hal ini terbukti dengan banyaknya responden yang memberikan skor jawaban antara 4 sampai dengan 7. Dimana nilai tertinggi adalah pada skor 7 dengan total sebanyak 33.

Para responden mengaku jika sebuah aturan tertulis tidak mencakup seluruh situasi, untuk melakukan pekerjaaan tertentu, mereka akan membuat aturan informal. Responden mengatakan bahwa banyak aktivitas dalam perusahaan ini yang tidak tercakup dalam prosedur formal. Biasanya mereka melakukan pekerjaan dalam perusahaan didasarkan pada aturan tertulis. Hubungan dengan perusahaan mereka didasarkan pada aturan formal dan direncanakan terlebih dahulu. Kemudian untuk melakukan pekerjaan, respoden menggunakan persetujuan informal dan cenderung tidak mengabaikan aturan. Serta dalam perusahaan, jika terdapat aturan yang berlawanan dengan prosedur biasanya aturan tersebut tertulis.

4.2.3. Deskripsi Data Variabel Pengendalian Personal (X3)

Pengendalian personal adalah pengendalian yang berdasarka pada pembuatan-pembuatan kebijakan-kebijakan yang menyangkut sumber daya manusia. Untuk lebih memperjelas uraian pada pembahasan maka berikut ini akan ditampilkan rekapitulasi jawaban responden mengenai variabel pengendalian personal (X3) dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.3.

Rekapitulasi Jawaban Responden Variabel Pengendalian Personal (X3)

Sumber: Lampiran 1

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden cukup setuju dengan pertanyaan yang diajukan mengenai pengendalian personal, hal ini

Skor Item Pertanyaan

1 2 3 4 5 6 7

Total Seberapa sering karyawan

terlibat dalam pembuatan keputusan dalam unit

0 0 0 0 2 6 3 11

Persentase (%) 0 0 0 0 18,2 54,5 27,3 100 Seberapa sering karyawan

merevisi atau menolak pendapat atau usulan

0 0 0 0 4 6 1 11

Persentase (%) 0 0 0 0 36,4 54,5 9,1 100 Seberapa sering karyawan

menyatakan pendapat atau usulan kepada atasan dalam pembuatan keputusan

0 0 0 1 2 4 4 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 18,2 36,4 36,4 100 Seberapa besar pengaruh

karyawan yang tercermin dalam keputusan

0 0 0 0 2 6 3 11

Persentase (%) 0 0 0 0 18,2 54,5 27,3 100 Seberapa penting pendapat atau

usulan karyawan dalam pembuatan keputusan

0 0 0 0 4 6 1 11

Persentase (%) 0 0 0 0 36,4 54,5 9,1 100 Seberapa sering atasan meminta

pendapat atau usulan dalam pembuatan keputusan

0 0 0 1 2 4 4 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 18,2 36,4 36,4 100 Seberapa sering karyawan

merasa pendelegasian

wewenang dan tanggung jawab tidak dirumuskan dengn jelas

0 0 0 0 2 6 3 11

Persentase (%) 0 0 0 0 18,2 54,5 27,3 100 Seberapa sering karyawan

menyampaikan kepada lebih dari satu atasan

0 0 0 0 4 6 1 11

Persentase (%) 0 0 0 0 36,4 54,5 9,1 100 Seberapa sering karyawan

melakukan pekerjaan yang bertentangn dengan penilaiannya

0 0 0 1 2 4 4 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 18,2 36,4 36,4 100 Total 0 0 0 3 24 48 24

dibuktikan dengan jawaban responden yang memberikan jawaban dengan skor antara 4 sampai 7.

Para responden mengaku bahwa mereka cukup sering terlibat dalam pembuatan keputusan dalam unit mereka dan atasan mereka juga cukup sering merevisi atau menolak pendapatnya. Mereka sering menyatakan pendapat atau usulan kepada atasan dalam pembuatan keputusan tanpa diminta. Pengaruh mereka yang tercermin dalam keputusan cukup besar. Pendapat atau usulan responden dalam pembuatan keputusan cukup penting bagi perusahaan. Atasan cukup sering meminta pendapat atau usulan mereka dalam pembuatan keputusan. Responden juga merasakan bahwa pendelegasian wewenang dan pertanggung jawaban tidak dirumuskan dengan jelas (meliputi kepada siapa akan mendelegasikan wewenang dan kepada siapa harus mempertanggung jawabkannya, dari siapa akan menerima delegasi wewenang tersebut, dan kepada siapa harus mempertanggung jawabkan). Mereka juga cukup sering menyampaikan laporan kepada lebih dari satu atasan serta harus melakukan pekerjaan tersebut yang bertentangan dengan penilaian mereka.

4.2.1. Deskripsi Data Variabel Kinerja Manajerial (Y)

Kinerja manajerial adalah evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan lewat atasan langsung, teman, dirinya sendiri dan bawahan. Untuk lebih memperjelas uraian pada pembahasan maka berikut ini akan ditampilkan rekapitulasi jawaban responden mengenai variabel kinerja manajerial (Y) dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.4

Rekapitulasi Jawaban Responden Variabel Kinerja Manajerial (Y)

Sumber: Lampiran 2 Skor Item Pertanyaan 1 2 3 4 5 6 7 Total Dalam membuat perencanaan

karyawan ikut menentukan tujuan, kebijakan dan tindakan/pelaksanaan

0 0 0 0 3 4 4 11

Persentase (%) 0 0 0 0 27,3 36,4 36,4 100 Dalam investigasi, karyawan ikut

mengumpulkan dan menyampaikan informasi untuk catatan laporan dan rekening

0 0 0 0 3 4 4 11

Persentase (%) 0 0 0 0 27,3 36,4 36,4 100 Dalam koordinasi, karyawan saling

menukar informasi dengan orang-orang di bagian organisasi yang lain.

0 0 0 1 2 3 5 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 18,2 27,3 45,5 100 Dalam evaluasi, karyawan dapat

menilai dan mengukur proposal kinerja yang di laporkan.

0 0 0 1 1 5 4 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 9,1 45,5 36,4 100 Dalam pengawasan, karyawan dapat

mengarahkan, memimpin dan mengembangkan bawahan.

0 0 0 1 1 1 8 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 9,1 9,1 72,7 100 Dalam pemilihan staf, karyawan

dapat mempertahankan angkatan kerja merekrut, mewawancarai dan memilih pegawai baru.

0 0 0 1 1 4 5 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 9,1 36,4 45,5 100 Karyawan dapat melakukan

negoisasi dalam pembelian, penjualan dan melakukan kontrak untuk barang dan jasa.

0 0 0 1 1 1 8 11

Persentase (%) 0 0 0 9,1 9,1 9,1 36,4 100 Karyawan dapat menghadiri

pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan perkumpulan bisnis, pidato dan mempromosikan tujuan perusahaan

0 0 0 0 3 5 3 11

Persentase (%) 0 0 0 0 27,3 45,5 27,3 100 Kinerja karyawansecara keseluruhan 0 0 0 0 1 4 6 11 Persentase (%) 0 0 0 0 9,1 36,4 54,5 100 Total 0 0 0 5 16 31 47

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa responden setuju dengan pertanyaan yang diajukan mengenai kinerja manajerial. Hal ini terbukti dengan banyaknya responden yang memberikan jawaban dengan skor antara 4 sampai dengan 7, dimana nilai tertinggi adalah pada skor 7 dengan jumlah total sebanyak 47. Hal tersebut menunjukkan bahwa didalam membuat perencanaan mereka ikut menentukan tujuan, kebijakan dan tindakan/pelaksanaan, penjadwalan kerja, penganggaran, perancangan prosedur, dan pemrograman. Demikian pula didalam melaksanakan investigasi, mereka ikut mengumpulkan dan menyampaikan informasi untuk catatan, informasi untuk catatan, laporan rekening, mengukur hasil, menetukan persediaan, dan menganalisa pekerjaan.

Kemudian dalam beberapa hal yang lain seperti melakukan koordinasi mereka menukar informasi dengan orang di bagian organisasi yang lain untuk mengkaitkan dan menyesuaikan progam, memberikan bagian lain, dan hubungan dengan manajer lain. Dalam tahap evaluasi, mereka menilai dan mengukur proposal kinerja yang diamati/dilaporkan, menilai pegawai, menilai catatan hasil, menilai laporan keuangan, dan memeriksa produk. Dalam tahap pengawasan, mereka mengarahkan, memimpin dan mengembangkan bawahan, membimbing, melatih dan menjelaskan peraturan kerja pada bawahan, memberikan tugas pekerjaan dan menanggapi keluhan. Begitu juga dengan dalam pemilihan staf, mereka mempertahankan angkatan kerja pada bagian mereka, merekrut, mewancarai dan memilih pegawai baru, menempatkan, mempromosikan

dan memutasi pegawai. Responden mengaku bahwa mereka ikut melakukan negosiasi dalam pembelian, penjualan, atau melakukan kontrak untuk barang dan jasa, menghubungi pemasok, tawar menawar dengan wakil penjual, tawar menawar secara berkelompok dan juga mereka ikut menghadiri pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan dengan perkumpulan bisnis, pidato untuk acara-acara kemasyarakatan, mempromosikan tujuan umum perusahaan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja mereka secara keseluruhan cukup baik.

4.3. Deskripsi Hasil Penelitian

Dokumen terkait