B. Temuan dan Hasil Penelitian
3. Distribusi Jawaban Responden
1) Analisis deskriptif jawaban responden mengenai variabel kualitas produk (X1)
Variabel X1 pada penelitian ini adalah kualitas produk yang diukur melalui 10 butir pertanyaan yang disebarkan ke 100 responden. Hasil tanggapan terhadap kualitas produk adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6 Distribusi jawaban responden kualitas produk
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
1 Produk kopi di Coger Cafe memuaskan (Performance)
35 53 9 1 2 100
2 Jenis produk kopi di Coger Cafe bervariasi (Conformance to specifications)
35 49 13 2 1 100
3 Rasa kopi yang disajikan coger cafe berbeda dengan kopi
28 46 23 1 2 100
55
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
lainnya (Aesthetics) 4 Produk kopi di Coger
Cafe sudah sesuai dengan standar kelayakan produk (Aesthetics)
44 49 4 2 1 100
5 Produk kopi di Coger Cafe memiliki keindahan tersendiri (Aesthetics)
42 41 14 2 1 100
6 Produk Kopi di Coger cafe memiliki daya tahan simpan yang sesuai dengan standar (Durability)
31 52 14 2 1 100
7 Kemasan produk di Coger Cafe menarik perhatian (Features)
41 44 12 1 2 100
8 Produk kopi di Coger Cafe merupakan prouk yang handal (Reliability)
38 46 13 0 3 100
56
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
9 Produk kopi di Coger Cafe memiliki citra yang baik (Perceived quality)
38 49 10 3 0 100
10 Penanganan pelayanan yang diberika pada
Coger Cafe
memuaskan (Serviceability)
37 48 12 1 2 100
Sumber : Data primer yang diolah (2021)
2) Analisis deskriptif jawaban responden mengenai variabel harga (X2).
Variabel X2 pada penelitian ini adalah harga yang diukur melalui 5 butir pertanyaan yang disebarkan ke 100 responden. Hasil tanggapan terhadap harga adalah sebagai berikut:
Tabel 4.7 Distribusi jawaban responden harga
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
1 Harga Produk kopi di Coger Cafe terjangkau (keterjangkauan harga)
45 45 7 2 1 100
2 Harga produk kopi di Coger Cafe sesuai dengan kualitas
35 48 14 1 2 100
57
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
produknya (Kesesuaian harga dengan kualitas produk)
3 Harga produk kopi di Coger Cafe dapat bersaing di pasaran (Daya Saing Harga)
41 47 9 2 1 100
4 Harga produk kopi di Coger Cafe lebih murah dibanding cafe lain yang sejenis (Daya Saing Harga)
38 48 11 1 2 100
5 Harga produk kopi di Coger Cafe sesuai dengan manfaatnya (Kesesuaian harga dengan manfaat)
34 43 20 3 0 100
Sumber : Data primer yang diolah (2021)
3) Analisis deskriptif jawaban responden mengenai variabel kepuasaan konsumen (Y).
Variabel Y pada penelitian ini adalah kepuasaan konsumen yang
58
diukur melalui 9 butir pertanyaan yang disebarkan ke 100 responden.
Hasil tanggapan terhadap kepuasaan konsumen adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8 Distribusi jawaban responden kepuasan Konsumen
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
1 Saya merasa puas karena produk kopi di Coger Cafe sesuai dengan standar kualitas produk kopi (Overall Customer Satisfaction)
37 53 7 1 2 100
2 Saya merasa puas karena produk kopi yang dihidangkan sangat mengesankan (Overall Customer Satisfaction)
37 43 17 2 1 100
3 Saya merasa puas karena karena produk kopi yang dihidangkan beraneka ragam
(Overall Customer
Satisfaction)
30 55 12 3 0 100
4 Saya merasa puas karena harga produk kopi di Coger Cafe sesuai dengan standar harga pasaran (Confirmation of
44 45 8 3 0 100
59
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
Expectation)
5 Saya merasa puas karena produk kopi Coger Cafe mempunyai reputasi yang baik
di mata konsumen
(Confirmation of Expectation)
37 50 10 2 1 100
6 Saya berminat untuk berkunjung kembali ke Coger Cafe karena produk yang disajikan memuaskan.
(Repurchase Intent)
41 46 10 2 1 100
7 Saya berminat untuk berkunjung kembali ke Coger Cafe karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan cafe lain yang sejenis. (Repurchase Intent)
23 58 16 2 1 100
8 Saya akan merekomendasikan Coger Cafe karena produk yang disajikan sangat memuaskan. (Willingness to
34 52 11 1 2 100
60
No Pertanyaan SS S N TS STS Total
Recommend)
9 Saya akan merekomendasikan Coger Cafe karena harga yang ditetapkan oleh pihak cafe lebih murah dibandingkan dengan tempat kuliner lain yang sejenis. (Willingness to Recommend)
33 52 12 2 1 100
Sumber : Data primer yang diolah (2021)
4. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Untuk mendeteksi normalitas bisa dilakukan dengan cara melakukan uji K-S. Caranya dengan menentukan hipotesis pengujian terlebih dahulu. Pada penelitian ini, hipotesis yang dimaksud ialah hipotesis nol (H0) yaitu data terdistribusi normal. H0 dapat diterima jika uji K-S lebih besar dari nilai signifikansi pada α = 5%.
Kriteria pengambilan keputusan dengan uji statistik Kolmogorov Smirnov, yaitu :
1) Jika signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal 2) Jika signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi
normal
61
Tabel 4.9 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std.
Deviation 2,32686210
Most Extreme
Differences
Absolute ,081
Positive ,081
Negative -,057
Test Statistic ,081
Asymp. Sig. (2-tailed) ,103c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber : Data primer yang diolah (2021)
Berdasarkan data di atas, besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov pada kolom test statistic adalah 0,81 dengan signifikansi sebesar 0,103.
Karena nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,103 > 0,05 maka disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.
b. Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas ditunjukan oleh variabilitas pada variabel independen terpilih dijelaskan oleh variabel independen lainnya yang diukur oleh tolerance dengan maksud nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi karena VIF = 1 / tolerance. Nilai tolerance< 0,10 atau sama dengan VIF > 10 merupakan nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukan adanya multikolinearitas (Ghozali dan Ratmono, 2017). Hasil sebagai berikut :
62
Tabel 4.10 Uji Multikolonieritas Coefficientsa a. Dependent Variable: Kepuasaan Konsumen
Sumber : Data primer yang diolah (2021)
Berdasarkan tabel diatas variabel kualitas produk dan variabel harga memiliki nilai tolerance 0,172 dan nilai VIF 5,806. Dengan hasil nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel independen pada penelitian ini memiliki nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan VIF >
10 yang berarti tidak terjadi multikolinearitas pada penelitian ini.
c. Uji Heterokedasitas
Pada penelitian ini melihat apakah heterokedasitas atau homoskedastisitas menggunakan uji Glejser sebagai pengujiannya dengan cara melihat nilai signifikan, berikut kriteria yang dipakai (Ghozali dan Ratmono, 2017) :
1) Terjadi heterokedasitas jika nilai sig < 0,05 2) Tidak terjadi heterokedasitas jika nilai sig > 0,05
63
Tabel 4.11 Uji Heterokedasitas Coefficientsa
a. Dependent Variable: Abs_Res
Sumber : Data primer yang diolah (2021)
Berdasarkan tabel diatas variabel kualitas produk dan variabel harga memiliki nilai sig > 0,05. Dengan hasil nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedasitas pada persamaan model regresi penelitian ini.
5. Uji Hipotesis a. Uji Simultan
Pengujian dilakukan dengan dua cara. Cara pertama, dengan membandingkan besarnya angka F hitung dengan F tabel. Cara kedua dengan membandingkan angka taraf signifikasi (sig) hasil perhitungan dengan taraf signifikasi 0,05 (5%).
Tabel 4.12 Uji Simultan ANOVAa
64
a. Dependent Variable: Kepuasaan konsumen b. Predictors: (Constant), Harga, Kualitas produk
Sumber : Data primer yang diolah (2021) Hipotesisnya sebagai berikut:
Ho :Tidak ada pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen.
Ha :Ada pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen.
Membandingkan besarnya F hitung didapat 255,793, F tabel didapat sebesar 2,699. Dengan Ketentuan derajat kebebasan = (k-1)(n-k) atau df1 = k-1 dan df 2= n-k dimana df 1 = 4-1 = 3 dan df 2 = 100-4=96. Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dari perhitungan terlihat bahwa F hitung 255.793 > F tabel 2,70 maka Ha diterima berarti ada pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen.
Selanjutnya membandingkan besarnya angka signifikan (sig) dengan signifikansi 0,05. Jika sig hitung < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika sig hitung > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Berarti ada pengaruh antara kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen.
65 b. Uji Parsial
Untuk dapat melihat besarnya pengaruh langsung variabel kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen digunakan Uji T, sedangkan untuk melihat besarnya pengaruh digunakan angka beta atau standardized coefficients di bawah ini :
Tabel 4.13 Uji Parsial Coefficientsa
a. Dependent Variable: Kepuasaan Konsumen Sumber : Data primer yang diolah (2021)
1) Pengaruh antara kualitas produk dengan kepuasaan konsumen.
Hipotesisnya :
Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel kualitas produk (X1) terhadap kepuasaan konsumen (Y).
Ha : Ada pengaruh antara variabel kualitas produk (X1) terhadap kepuasaan konsumen (Y).
Hasil perhitungan SPSS diperoleh t hitung sebesar 5.190.
sedangkan taraf signifikan 0.05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n-k-1, atau 100-3-1 = 96 menghasilkan t tabel sebesar 1,984. Dengan kriteria uji hipotesis : Jika t hitung
66
> t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh angka t hitung sebesar 5,190 > t tabel 1,984 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan artian ada pengaruh anatara variabel kualitas produk (X1) terhadap kepuasaan konsumen (Y). Besarnya pengaruh kualitas produk terhadap kepuasaan konsumen sebesar 0,507 atau 50,7%.
Sedangkan sisanya 49,3% (100%-50,7%) dijelaskan oleh variabel lain.
Selanjutnya membandingkan besarnya angka signifikan (sig) dengan signifikansi 0,05. Jika sig hitung < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika sig hitung > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Berarti ada pengaruh antara kualitas produk terhadap kepuasaan konsumen.
2) Pengaruh antara harga dengan kepuasaan konsumen.
Hipotesisnya :
Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel harga (X2) terhadap kepuasaan konsumen (Y).
Ha : Ada pengaruh antara variabel harga (X2)terhadap kepuasaan konsumen (Y).
Hasil perhitungan SPSS diperoleh t hitung sebesar 4,414.
sedangkan taraf signifikan 0.05 dan Derajat Kebebasan (DK)
67
dengan ketentuan DK = n-2, atau 100-2 = 98 menghasilkan t tabel sebesar 1,984. Dengan kriteria uji hipotesis : Jika t hitung
> t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh angka t hitung sebesar 5.190 > t tabel 1,984 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan artian ada pengaruh antara variabel harga (X2) terhadap kepuasaan konsumen (Y). Besarnya pengaruh harga terhadap kepuasaan konsumen sebesar 0,431 atau 43,1%. Sedangkan sisanya 56,9%
(100%-43,1%) dijelaskan oleh variabel lain.
Selanjutnya membandingkan besarnya angka signifikan (sig) dengan signifikansi 0,05. Jika sig hitung < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika sig hitung > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Berarti ada pengaruh antara harga terhadap kepuasaan konsumen.
6. Analisis Regresi Linear Berganda
Tujuan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen (explanatory) dan terhdapat satu variabel dependen. Persamaan analisis regresi linear berganda yaitu (Ghozali dan Ratmono, 2017) :
Y = 3,987 + 0,443 + 0,718 Dengan keterangan :
68 Y = Kepuasan Konsumen α = Konstanta
β1 = Koefisien regresi variabel kualitas produk (X1) β2 = Koefisien regresi variabel harga (X2)
X1 = Variabel kualitas produk X2 = Variabel harga
µ = Error term (variabel residual)
Berdasarkan tabel 4.15 diketahui variabel yang mimiliki nilai paling mempengaruhi kepuasan konsumen adalah variabel harga dengan nilai unstandardized coefficients 0,718 yang dimana lebih besar dari nilai variabel kualitas produk yang memiliki nilai unstandardized coefficients 0,443. Hal ini memiliki maksud bahwa apabila inovasi yang dilakukan pada produk untuk meningkatkan kualitas produk dan penyesuain harga yang sesuai dengan kualitas produk yang diberikan akan mempengaruhi peningkatan kepuasaan kosumen di Coger cafe.
7. Koefisien Determinasi (R2)
Untuk dapat melihat pengaruh variabel kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen dapat dilihat dari hasil perhitungan dalam model summary, khususnya R square di bawah ini :
69
Tabel 4.14 Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,917a ,841 ,837 2,351
a. Predictors: (Constant), Harga, Kualitas produk b. Dependent Variable: Kepuasaan konsumen
Besarnya angka R square (R2 ) adalah 0,841. Angka tersebut digunakan untuk melihat besarnya dari pengaruh kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen dengan cara menghitung koefisien (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
KD = r2 x 100%
KD = 0,841 x 100%
KD = 84,1%
Angka tersebut bermaksud bahwa kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen berpengaruh sebesar 84,1%, sedangkan sisanya sebesar 15,9% (100%-84,1%) dipengaruhi oleh faktor lain.
dengan kata lain, variabel kualitas produk dan harga berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen sebesar 84,1% sementara pengaruh sebesar 15,9% disebabkan dari variabel-variabel lain diluar model ini.
Menghitung standar error : є : √(1-R2 )
є : √(1-0,841) є : √0,159 : 0,398
70 C. Pembahasan
1. Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasaan konsumen
Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Dengan memiliki artian bahwa kepuasan konsumen ditentukan salah satu faktornya dari kualitas produk.
Pernyataan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Hoe dan Mansori (2018) yang menunjukan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen.
2. Pengaruh harga terhadap kepuasaan konsumen
Hasil penelitian menunjukan bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasaan konsumen. Dengan memiliki artian bahwa kepuasan konsumen ditentukan salah satu faktornya dari harga produk. Pernyataan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Manguyoga and Ganawati (2018) yang menunjukan bahwa harga berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen.
3. Pengaruh kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas produk dan harga berpengaruh secara simultan terhadap kepuasaan konsumen. Pernyataan ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Wantara and Tambrin (2019) dan penelitian Kencana (2018) yang menunjukan bahwa kualitas produk dan harga berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen.
71 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan dengan menggunakan model regresi linar berganda terhadap pengaruh variabel kualitas produk dan harga terhadap kepuasaan konsumen Coger Cafe cabang Depok, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasaan konsumen.
2. Harga produk memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasaan konsumen.
3. Kualitas dan harga produk secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasaan konsumen.
B. Saran
Penelitian ini diharapkan bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan atau bahan masukan dalam memberikan produk yang terbaik kepada para konsumen, sebab dengan demikian apa yang menjadi tujuan dalam bisnis tersebut bisa dicapai semaksimal mungkin. Berdasarkan hasil analisis dari kesimpulan di atas, didapatkan saran dari hasil penilitian ini, diantaranya : 1. Bagi Perusahaan
Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat memberikan saran pada Coger Cafe, diantaranya :
72
a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasaan konsumen. Oleh karena itu, Coger Cafe diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan cita rasa dan kualitas dari produk kopi yang disajikan sehingga konsumen merasa puas. Coger Cafe juga diharapkan dapat terus berinovasi dalam memberikan variant yang beraneka ragam pada produk-produk yang disajikan agar dapat bersaing dengan kedai kopi lainnya pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Cara yang dapat dilakukan oleh Coger Cafe adalah dengan membuat kemasan 1 liter dengan sistem ready stock yang dapat dibeli secara langsung atau delivery yang dimana saat ini banyak kedai kopi lain membuat variant produk tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen saat ini yang lebih banyak beraktivitas di rumah, dengan hadirnya kemasan literan tersebut dapat dinikmati oleh lebih dari satu orang sekaligus.
b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasaan konsumen. Oleh karena itu, Coger Cafe diharapkan dapat mempertahankan harga yang sesuai dengan kualitas produk yang disajikan sebab jika harga yang diberikan terlampau murah dapat menurunkan kepuasaan konsumen sebab tidak sesuai dengan kualitas produknya. Harga yang direkomendasikan untuk kemasan 1 liter kopi tanpa susu berkisar 55 ribu hingga 75 ribu dan 65 ribu hingga 85 ribu untuk kemasan 1
73
liter kopi dengan campuran susu, harga tersebut merupakan harga rata-rata kopi dipasaran.
2. Bagi Akademisi
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam memberikan sebuah informasi baru bagi para mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiahnya dan peneliti lain dapat menambah variabel eksogen dan jumlah data penelitian yang lebih banyak, sehingga akan menghasilkan penelitian yang lebih baik lagi.
74
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, T., & Tantri, F. (2019). Manajemen Pemasaran. Depok: Rajawali Pers.
Akbar, N. F., & Nurcholis, S. D. (2020). Pengaruh Lokasi, Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Dengan Kepuasaan Konsumen Sebagai Variabel Intervening. Konferensi Ilmiah Mahasiswa UNISSULA (KIMU) 3 , 972-994.
Alma, B. (2013). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. . Bandung:
Alfabeta.
Amilia, S., & Nst, M. O. (2017). Pengaruh Citra Merek, Harga, dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Handphone Merek Xiaomi di Kota Langsa. JURNAL MANAJEMEN DAN KEUANGAN, VOL.6, NO.1 , 660-669.
Boyd, H. W., & Orville C. Walker, J. (1992). Marketing Management: Strategic Approach. Illinois: Richard D. Irwan, Inc.
Coffee Development Report 2019. (2019, September 16). Dipetik September 14, 2021, dari Internasional Coffee Organization:
http://www.ico.org/documents/cy2018-19/ed-2318e-overview-flagship-report.pdf
Daryanto, & Setyobudi, I. (2014). Konsumen dan pelayanan prima. Yogyakarta:
Gaya Media.
Fandy, T. (2008). Strategi Pemasaran (3 ed.). Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hasan, A. (2013). Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan. Yogyakarta: CAPS (Center For Academic Publishing Service).
Hawkins, D., Best, R. J., & Coney, K. A. (2007). Consumer Behavior. New York:
TheMcGraw-HillCompanies, Inc.
Indriantoro, N., & Supomo, B. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis Cetakan Kedua. Yogyakarta: BFEE UGM.
Irawan, D., & Japarianto, E. (t.thn.). Analisa Kualitas Produk terhadap Loyalitas Nilai Kepuasan sebagai Variable Intervering Pada Pelanggan Restoran
75
POR KEE Surabaya. Manajemen Pemasaran Vol 1 No 2 , 2.
Kadir M.Pd, D. (2017). Statistika Terapan Edisi Ketiga. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.
Konsumsi Kopi Indonesia Diprediksi Mencapai 370 Ribu Ton. (2018). Dipetik
December 2021, dari katadata.co.id:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/31/2021-
konsumsi-kopi-indonesia-diprediksi-mencapai-370-ribu-ton#:~:text=Berdasarkan%20Pusat%20Data%20dan%20Sistem,rata%
208%2C22%25%2Ftahun.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2013). Manajemen Pemasaran Edisi 13, Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran, Edisi 13 Jilid 2.
Erlangga.
Kotler, P., & Keller, K. (2012). Manajemen Pemasaran Jilid I Edisi ke 12.
Jakarta: Erlangga.
Kuncoro, P. D. (2013). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Erlangga.
Laksana, F. (2008). Manajemen Pemasaran: Pendekatan Praktis. Cetakan pertama Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Manap, A. (2016). Revolusi Manajemen Pemasaran. Mitra Wacana Media.
Manguyoga, I. P., & Ganawati, N. (2019). The Influence of Product Quality and Price on Customer Satisfaction in UD Yuli . Warmadewa Management and Business Journal (WMBJ) , 55-59.
Manullang, M., & Hutabarat, E. (2016). Dalam Manajemen Pemasaran Edisi Pertama. Yogyakarta: Indomedia Pustaka.
Mentri Pertanian. (2019). Statistik Pertanian 2019. Dipetik September 14, 2021, dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia:
http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/download/file/554-statistik-pertanian-2019
Michael E, P. (2000). Strategi Bersaing, Teknik Menganalisis Industri dan pesaing. (M. Agus, Penerj.) Yogyakarta: Liberty.
Nursiyono, J. A., & Wahyuningtyas, F. (2017). Pengantar Statistika. Bogor: In
76 Media.
Palagan, G. P., Fisher, B., & Darto. Analisis Data Statistik Menggunakan SPSS.
Tangerang Selatan: UM JakartaPress.
Purnama, C. L. (2002). Strategic Marketing Plan, Cetakan Kedua. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Riadi, D. (2016). Statistika Penelitian (Analisis Manual dan IBM SPSS).
Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Riduwan. (2015). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
Sari, M. R., & Lestari, R. (2019). Pengaruh Persepsi Harga, Kualitas Pelayanan Dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Dan Dampaknya Pada Minat Pembelian Ulang Konsumen Keretaapi Kelas Eksekutif Argo Parahyangan. Jurnal Ilmu Manajemen, 15, 30-44.
Schiffman, & Kanuk. (2008). Perilaku konsumen (7nd ed.). Jakarta: Indeks.
Simamora, H. (2000). Manajemen Pemasaran Internasional (jilid 1). Jakarta:
Salemba Empat.
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, P. D. (2019). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sunjoyo, Setiawan, R., Carolina, V., Magdalena, N., & Kurniawan, A. (2013).
Aplikasu SPSS untuk SMART Riset. Bandung: Alfabeta.
Supranto. (2006). Mengukur Tingkat Kepuasan Pelanggan atau Konsumen.
Jakarta: Rineka Cipta.
Suprapto, M. D. (2017). Penerapan Metodologi Penelitian Dalam Karya Ilmiah.
Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Supriyanto. (2009). Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: Indeks.
Tjiptono, F. (2000). Dalam Perspektif Manajemen dan Pemasaran Kontemporer (hal. 101). Yogyakarta: Andi.
77
Tjiptono, F., & Chandra, G. (2017). Pemasaran Strategik Edisi 3. Yogyakarta:
ANDI.
Toffin Indonesia . (2021, January 21). Proyeksi Bisnis Kedai Kopi di 2021.
Dipetik November 06, 2021, dari Toffin Insight:
https://insight.toffin.id/bisnis/proyeksi-bisnis-kedai-kopi-di-2021/
Toffin. (2020, Juli 12). Riset Toffin. Dipetik Desember Senin, 2020, dari Toffin:
https://toffin.id/?p=2830
Wahyu D, A. H., & Gorda, E. S. (2017). Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Terhadap Word Of Mouth Dengan Kepuasan Konsumen Dan Loyalitas Pelanggan Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis ISSN: 2528-1208 (print), ISSN: 2528-2077 (online), 2, 324-336.
Walton, J. (2021, Agustus 18). The 5 Countries That Produce the Most Coffee.
Dipetik November Sunday, 2021, dari Investtopedia:
https://www.investopedia.com/articles/investing/091415/5-countries-produce-most-coffee.asp
Wardhana, A., Kartawinata, B. R., & Syahputra. (2014). Analisis Positioning Brand Coffee Shop Berdasarkan Persepsi Pelanggang Kota Bandung.
Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sosial, Ekonomi dan Humaniora .
Wiji, S. (2007). Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Yuniarti, V. S. (2015). Perilaku Konsumen Teori dan Praktik. Bandung: CV Pustaka Setia.
Yusuf, E. Z., & Williams, L. Studi Kasus Indonesia. Dalam Manajemen Pemasaran . Jakarta: PPM.
78 LAMPIRAN Lampiran 1
Kuesioner Penelitian
Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Coger Cafe cabang Depok Pada Masa Pandemi Covid-19 I. Petunjuk Pengisian Kuesioner
A. Mengisi kolom identitas responden yang telah disediakan dengan benar.
B. Mengisi pada kolom yang telah tersedia sesuai dengan jawaban anda.
C. Setiap pertanyaan membutuhkan satu jawaban D. Terdapat lima pilihan jawaban, yaitu :
Simbol Pertanyaan Bobot Skor STS Sangat Tidak Setuju 1
TS Tidak Setuju 2
N Netral 3
S Setuju 4
SS Sangat Setuju 5
II. Identitas Responden A. Nama :
B. Jenis Kelamin : - Pria
- Wanita C. Pekerjaan :
- PNS
- Karyawan Swasta - Mahasiswa/Pelajar
79 - Wiraswasta
D. Apakah pernah membeli produk coffee di Coger Cafe - Ya
- Tidak
III. Daftar Pertanyaan
Variabel Kualitas Produk (V1)
NO Pertanayaan STS TS N S SS
1 Produk kopi di Coger Cafe memuaskan (Performance) 2 Jenis produk kopi di Coger Cafe
bervariasi (Conformance to specifications)
3 Rasa kopi yang disajikan coger cafe berbeda dengan kopi lainnya (Aesthetics)
4 Produk kopi di Coger Cafe sudah sesuai dengan standar kelayakan produk (Aesthetics) 5 Produk kopi di Coger Cafe
memiliki keindahan tersendiri (Aesthetics) menarik perhatian (Features) 8 Produk kopi di Coger Cafe
merupakan prouk yang handal (Reliability)
9 Produk kopi di Coger Cafe memiliki citra yang baik
80 (Perceived quality)
10 Penanganan pelayanan yang diberika pada Coger Cafe memuaskan (Serviceability)
Variabel Harga (V2)
NO Pertanayaan STS TS N S SS
1 Harga Produk kopi di Coger Cafe terjangkau (keterjangkauan harga)
2 Harga produk kopi di Coger Cafe sesuai dengan kualitas produknya (Kesesuaian harga dengan kualitas produk)
3 Harga produk kopi di Coger Cafe dapat bersaing di pasaran (Daya Saing Harga)
4 Harga produk kopi di Coger Cafe lebih murah dibanding cafe lain yang sejenis (Daya Saing Harga)
5 Harga produk kopi di Coger Cafe sesuai dengan manfaatnya (Kesesuaian harga dengan manfaat)
Variabel Kepuasan Konsumen (Y)
Variabel Kepuasan Konsumen (Y)