PEMANFAATAN LIMBAH PADAT
4.3 Karakteristik Responden
4.2.2 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Pendidikan, Spesialisasi Kerja, dan Produktivitas Kerja
Tabel 4.7
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Tingkat Pendidikan ( X1 )
No. Item STS TS KS S SS TOTAL f % F % F % F % F % F % 1 1 0,9 2 1,8 7 6,3 66 59,5 35 31,5 111 100 2 2 1,8 1 0,9 2 1,8 65 58,6 41 36,9 111 100 3 1 0,9 2 1,8 2 1,8 49 44,1 57 51,4 111 100 4 2 1,8 1 0,9 5 4,5 46 41,4 57 51,4 111 100 5 2 1,8 1 0,9 2 1,8 50 45,0 56 50,5 111 100 6 1 0,9 2 1,8 1 0,9 46 41,4 61 55,0 111 100 7 2 1,8 1 0,9 2 1,8 57 51,4 49 44,1 111 100 8 1 0,9 2 1,8 0 0 33 29,7 75 67,6 111 100
Sumber : hasil penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa :
1. Pada pernyataan pertama, dari 111 responsen, sebanyak 31,5% responden menyatakan sangat setuju bahwa jenjang pendidikan yang dimiliki karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, 59,5% menyatakan stuju, 6,3% menyatakan kurang setuju, 1,8% menyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakan sangat tidak setuju pada pernyataan tersebut.
2. Pada pernyataan kedua, dari 111 responden, sebanyak 36,9% responden menyatakan sangat setuju bahwa pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi kemampuan karyawan untuk menganalisis pekerjaan dengan baik, 58,6% menyatakan setuju, 18% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakn sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
3. Pada pernyataan ketiga, dari 111 responden, sebanyak 51,4% responden menyatakan sangat setuju bahwa pendidikan sesuai dengan jurusan dan sesuai dengan bidang yang dimiliki akan memudahkan karyawan dalam bekerja, 44,1% menyatakan setuju, 1,8% menyatakn kurang setuju, 1,8% menyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakn sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
4. Pada pernyataan keempat, dari 111 responden, sebanyak 51,4%
responden menyatakan sangat setuju bahwa tingkat pendidikan sesuai jurusan akan melatih dan membekali karyawan dengan keahlian yang lebih baik, 41,4% menyatakan setuju, 4,5% menyatakn kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
5. Pada pernyataan kelima, dari 111 responden, sebanyak 50,5% responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan yang memiliki kompetensi dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan baik akan dipertahankan, 45% menyatakan setuju, 1,8% menyatakan kurang setuju,
09% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakn sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
6. Pada pernyataan keenam, dari 111 responden, sebanyak 55% responden menyatakan sangat setuju bahwa dengan kopetensi yang baik maka karyawan akan lebih mudah dalam penguasaan tugas yang diberikan, 44,1% menyatakan setuju, 0,9% menyatakan kurang setuju, 1,8% menyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
7. Pada pernyataan ketujuh, dari 111 responden, sebanyak 44,1% responden menyatakan sangat setuju bahwa dengan keterampilan yang dimiliki karyawan akan lebih mudah dalam penyelesaian pekerjaannya, 51,4% menyatakan setuju, 1,8% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
8. Pada pernyataan kedelapan, dari 111 responden, sebanyak 67,6%
responden menyatakan sangat setuju bahwa prilaku karyawan mempengaruhi kinerja karyawan, 29,7% menyatakan setuju, 0% menyatakan kurang setuju, 1,8% menyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
Tabel 4.8
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Spesialisasi Kerja ( X2 )
No. Item f % f % F % F % f % F % 1 2 1,8 1 0,9 2 1,8 44 39,6 62 55,9 111 100 2 1 0,9 2 1,8 2 1,8 38 34,2 68 61,3 111 100 3 1 0,9 2 1,8 2 1,8 43 38,7 63 56,8 111 100 4 2 1,8 1 0,9 4 3,6 45 40,5 59 53,2 111 100 5 2 1,8 1 0,9 1 0,9 53 47,7 54 48,6 111 100 6 1 0,9 3 2,7 1 0,9 36 32,4 70 73,1 111 100 7 2 1,8 1 0,9 4 3,6 49 44,1 55 49,5 111 100
Sumber : hasil penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa :
1. Pada pernyataan pertama, dari 111 responden, sebanyak 55,9%
responden menyatakan sangat setuju bahwa adanya kesesuaian penempatan kerja terhadap karyawan, 39,6% menyatakan setuju, 1,8% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. 2. Pada pernyataan kedua, dari 111 responden, sebanyak 61,3% responden
menyatakan sangat setuju bahwa penempatan karyawan harus sesuai dengan keahlian yang dim iliki karyawan, 34,2% menyatakan setuju, 1,8% menyatakan kurang setuju, 1,8% menyatakan tidak setuju, dan
0,9% responden memyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
3. Pada pernyataan ketiga, dari 111 responden, sebanyak 56,8% responden menyatakan sangat setuju bahwa penempatan karyawan sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki akan mempengaruhi kinerja, 38,7% menyatakan setuju, 1,8% menyatakan kurang setuju, 1,8% menyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
4. Pada pernyataan keempat, dari 111 responden, sebanyak 53,2%
responden menyatakan sangat setuju bahwa dengan spesialisasi pekerjaan beban kerja dan tanggung jawab karyawan dipercaya akan lebih mudah untuk diselesaikan, 40,5% menyatakn setuju, 3,6% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
5. Pada pernyataan kelima, dari 111 responden, sebanyak 48,6% responden menyatakan sangat setuju bahwa karyawan memiliki beban kerja dan tanggung jawab dalam pekerjaan yang harus diselesaikan dengan baik, 47,7% menyatakan setuju, 0,9% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
6. Pada pernyataan keenam, dari 111 responden, sebanyak 73,1% responden menyatakan sangat setuju bahwa pembagian pekerjaan yang diberikan berdasarkan kemampuan akan lebih memaksimalkan pekerjaan, 32,4%
menyatakan setuju, 0,9% menyatakan kurang setuju, 2,7% menyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
7. Pada pernyataan ketujuh, dari 111 responden, sebanyak 49,5% responden menyatakan sangat setuju bahwa pembagian pekerjaan dengan melihat karyawan yang memiliki keahliah khusus akan lebih efektif, 44,1% menyatakan setuju, 3,6% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
Tabel 4.9
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Produktivitas Kerja( Y)
No. Item STS TS KS S SS TOTAL f % f % F % f % f % F % 1 2 1,8 1 0,9 2 1,8 63 56,8 43 38,7 111 100 2 2 1,8 1 0,9 2 1,8 59 53,2 47 42,3 111 100 3 2 1,8 1 0,9 3 2,7 64 57,7 41 36,9 111 100 4 2 1,8 1 0,9 5 4,5 65 58,6 38 34,2 111 100 5 2 1,8 1 0,9 3 2,7 74 66,7 31 27,9 111 100 6 1 0,9 2 1,8 7 6,3 62 55,9 39 35,1 111 100
7 1 0,9 2 1,8 3 2,7 63 56,8 42 37,8 111 100
Sumber : hasil penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa :
1. Pada pernyataan pertama, dari 111 responden, sebanyak 38,7%
responden menyatakan sangat setuju bahwa efektivitas dan kualitas pekerjaan sangat mempengaruhi produktivitas, 56,8% menyatakan setuju, 1,8% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatak sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
2. Pada pernyataan kedua, dari 111 responden, sebanyak 42,3% responden menyatak sangat setuju bahwa kuantitas pekerjaan berpengaruh kepada produktivitas yang efektif, 53,2% menyatakan setuju, 1,8% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
3. Pada pernyataan ketiga, dari 111 responden, sebanyak 36,9% responden menyatakan sangat setuju bahwa keefektivan dalam produktivitas akan terlihat jika karyawan mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, 57,7% menyatakan setuju, 2,7% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju denga pernyataan tersebut.
4. Pada pernyataan keempat, dari 111 responden, sebanyak 34,2%
perusahaan, 58,6% menyatakan setuju, 4,5% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
5. Pada pernyataan kelima, dari 111 responden, sebanyak 27,9% responden menyatakan sangat setuju bahwa adanya efisiensi produktivitas kerja jika pekerjaan terlaksana dengan baik, 66,7% menyatakan setuju, 2,7% menyatakan kurang setuju, 0,9% menyatakan tidak setuju, dan 1,8% menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
6. Pada pernyataan keenam, dari 111 responden, sebanyak 35,1% responden menyatakan sangat setuju bahwa apakah pekerjaan telah terlaksana dengan efisien, 55,9% menyatakan setuju, 6,3% menyatakan kurang setuju, 1,8% menyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
7. Pada pernyataan ketujuh, dari 111 responden, sebanyak 37,8% responden menyatakan sangat setuju bahwa dengan manajemen yang baik produktivitas akan maksimal, 568% menyatakan setuju, 2,7% menyatakan kurang setuju, 1,8% menmyatakan tidak setuju, dan 0,9% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.