• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Distribusi Karakteristik Sampel

Semua data sampel diambil dari rekam medis penderita. Sebanyak 128 kasus diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan yang ditemui dalam data rekam medis, RSUP Haji Adam Malik Medan dari Januari 2015 hingga Desember 2015.

Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel berdasarkan IMT IMT Frekuensi

Dari tabel 5.1. diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 hingga 2015 berdasarkan IMT tertinggi adalah golongan obese yaitu sebanyak 74 orang (57,8%), dan terendah golongan non obese sebanyak 54 orang (42,2%).

32

Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel berdarkan profil lipid pada penderita dm tipe 2 yang obese

Profil Lipid Lipid Profil Range(mg/dL)

Frekuensi (N)

Persentase ( %)

Total Cholesterol Normal<200 24 32,4

Tinggi>200 50 67,6

Trigliseride Normal<150 21 28,4

Tinggi>150 53 71,6

HDL Kurang<40 50 67,6

Normal>40 24 32,4

LDL Normal<129 31 41,9

Tinggi>130 43 58,1

Dari tabel 5.2. diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita diabetes mellitus yang obese rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 hingga 2015 berdasarkan total cholesterol yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 200 yaitu sebanyak 50 orang (67.6%), dan terendah adalah kadar kurang dari 200 yaitu sebanyak 24 orang (32.4%). Triglyceride tertinggi adalah kadar yang lebih dari 150 yaitu sebanyak 53 orang (71,6%), dan kadar kurang dari 150 yaitu sebanyak 21 orang (28.4%). HDL yang tertinggi adalah kadar yang kurang dari 40 yaitu sebanyak 50 orang (67.6%), dan terendah adalah kadar lebih dari 40 yaitu sebanyak 24 orang (32.4%). LDL yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 130 yaitu sebanyak 43 orang (58,1%), dan terendah adalah kadar kurang dari 129 yaitu sebanyak 31 orang (41,9%).

Tabel 5.6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel berdarkan profil lipid pada penderita dm tipe 2 yang non obese

Profil Lipid Lipid Profil Range(mg/dL)

Frekuensi (N)

Persentase ( %)

Total Cholesterol Normal<200 41 75,9

Tinggi>200 13 24,1

Trigliseride Normal<150 13 24,1

Tinggi>150 41 75,9

HDL Kurang<40 9 16,7

Normal>40 45 83,3

LDL Normal<129 13 24,1

Tinggi>130 41 75,9

33

Dari tabel 5.6. diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita diabetes mellitus yang non obese rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 hingga 2015 berdasarkan total cholesterol yang tertinggi adalah kadar yang kurang dari 200 yaitu sebanyak 41 orang (75,9%), dan terendah adalah kadar lebih dari 200 yaitu sebanyak 13 orang (24,1%). Triglyceride yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 150 yaitu sebanyak 41 orang (75,9%), dan terendah adalah kadar kurang dari 150 yaitu sebanyak 13 orang (24,1%). HDL yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 4O yaitu sebanyak 45 orang (83,3%), dan terendah adalah kadar kurang dari 40 yaitu sebanyak 9 orang (16,7%). LDL yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 130 yaitu sebanyak 41 orang (75,9%), dan terendah adalah kadar kurang dari 129 yaitu sebanyak 13 orang (42,1%).

5.3.Pembahasan

Berdasarkan penelitian ini yang menggunakan data sekunder rekam medis di RSUP H. Adam Malik dari Januari 2015 hingga Desember 2015, diperoleh data mengenai penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang dirawat jalan. Data-data yang dikumpul akan digunakan sebagai dasar dari pembahasan hasil akhir penelitian ini dan akan dijabarkan seperti berikut.

5.3.1. obese dan non obese

Dari tabel 5.1. diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus tipe 2 rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 hingga 2015 berdasarkan IMT tertinggi adalah golongan obese yaitu sebanyak 74 orang (57,8%), dan terendah golongan non obese sebanyak 54 orang (42,2%). Golongan obesitas mempunyai risiko tinggi terjadinya Diabetes Mellititus tipe 2 dibandingkan dengan yang non obese. Journal dari university of mosul menunjukkan Distribusi jenis kelamin menurut BMI di non-obesitas,

kelebihan berat badan dan Obesitas laki-laki penderita Diabetes adalah 26 (14,1%), 93 (50,6%) dan 65 (35,3%) masing-masing berbanding 17 (9,8%), 94 (54,7%) dan 61 (35,5%) pada wanita penderita diabetes.29 menurut journal dari NCBI Obesitas adalah aturan antara pasien datang ke klinik Diabetes rumah sakit

34

ini, dengan 86% dari orang-orang dengan Diabetes tipe 2 kelebihan berat badan atau Obesitas.30 Obesitas merupakan faktor resiko utama untuk penyakit Diabetes Mellitus tipe 2.6Pada penderita Obesitas, kelebihan jaringan lemak akan menyebabkan sel-sel lebih resistant pada insulin.2Riwayat keluarga yang kuat ditambah dengan gaya hidup dan kebiasaan makan yang buruk menyebabkan Diabetes Mellitus tipe 2 pada yang non obese.31

5.3.2. Profil lipid pada penderita DM tipe 2 yang obese

Dari tabel 5.2, 5.3, 5.4, dan 5.5 diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus yang obese rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 hingga 2015 berdasarkan profil lipid. Dari tabel 5.2. distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus yang obese berdasarkan Total Cholesterol yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 200 yaitu sebanyak 50 orang (67.6%), dan terendah adalah kadar kurang dari 200 yaitu sebanyak 24 orang (32.4%). Dari tabel 5.3. distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang obese berdasarkan triglyceride tertinggi adalah kadar yang lebih dari 150 yaitu sebanyak 53 orang (71,6%), dan kadar kurang dari 150 yaitu sebanyak 21 orang (28.4%).Dari tabel 5.4. distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus yang obese berdasarkan HDL yang tertinggi adalah kadar yang kurang dari 40 yaitu sebanyak 50 orang (67.6%), dan terendah adalah kadar lebih dari 40 yaitu sebanyak 24 orang (32.4%).Dari tabel 5.5. distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus yang obese berdasarkan LDL yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 130 yaitu sebanyak 43 orang (58,1%), dan terendah adalah kadar kurang dari 129 yaitu sebanyak 31 orang (41,9%). Menurut a poor reviewed international journal di antara 50 pasien Diabetes Obesitas tingkat total kolesterol meningkat pada 28 pasien, kadar trigliserida dibesarkan di 32 pasien; tingkat LDL meningkat pada 25 pasien dan tingkat HDL mengalami penurunan di 19 pasien. Ini menunjukkan trigliserida secara signifikan tinggi, tinggi LDL dan rendah HDL tipe 2 Diabetes Mellitus dengan Obesitas. Tidak ada perubahan yang signifikan dalam kadar kolesterol total.32 Journal dari university of mosul menunjukkan tingkat serum HDL-C yang menurun secara signifikan dengan meningkatnya BMI. Terendah

35

HDL-C adalah diperoleh dengan BMI> 30 Kg / m2 sementara semua lainnya parameter dari profil lipid yang tertinggi di penderita Diabetes Obesitas dibandingkan dengan non obesitas.29

Kekurangan insulin meningkatkan penggunaan lemak untuk energi. Pemecahan lemak dan penggunaanya untuk energi ditingkatkan dengan tidak adanya insulin.

Kekurangan insulin menyebabkan lipolisis lemak penyimpanan dan pelepasan asam lemak bebas. Dengan tidak adanya insulin, semua efek insulin yang disebutkan sebelumnya bahwa penyebab penyimpanan lemak, terbalik. Efek yang paling penting adalah aktivasi enzim hormon-sensitif lipase dalam sel lemak. Ini menyebabkan hidrolisis trigliserida yang tersimpan, melepaskan jumlah besar asam lemak dan gliserol ke dalam sirkulasi darah. Konsentrasi asam lemak plasma meningkat. Asam lemak bebas ini kemudian menjadi substrat energi yang digunakan oleh semua jaringan tubuh kecuali otak. kelebihan asam lemak dalam plasma yang terkait dengan kekurangan insulin, juga mempromosikan konversi beberapa asam lemak ke fosfolipid dan kolesterol di hati. Fosfolipid dan kolesterol adalah produk utama metabolisme lemak. Dua zat ini bersama dengan kelebihan trigliserida terbentuk di hati, pada saat sama, kemudian dilepaskan ke dalam darah di lipoprotein. Lipoprotein plasma meningkat sebanyak tiga kali lipat dalam ketiadaan insulin. Konsentrasi lipid yang tinggi,terutama konsentrasi tinggi dari kolesterol mempromosikam perkembangan aterosklerosis pada orang dengan diabetes serius.11

5.3.3. Profil lipid pada penderita DM tipe 2 yang non obese

Dari tabel 5.6, 5.7, 5.8, dan 5.9 diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus yang non obese rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 hingga 2015 berdasarkan profil lipid. Dari tabel 5.6.

distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus yang non obese berdasarkan total cholesterol yang tertinggi adalah kadar yang kurang dari 200 yaitu sebanyak 41 orang (75,9%), dan terendah adalah kadar lebih dari 200 yaitu sebanyak 13 orang (24,1%). Dari tabel 5.7. distribusi frekuensi penderita Diabetes Mellitus yang non obese berdasarkan triglyceride yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 150 yaitu sebanyak 41 orang (75,9%), dan terendah adalah kadar kurang dari 150

36

yaitu sebanyak 13 orang (24,1%). Dari tabel 5.8. distribusi frekuensi penderita diabetes mellitus yang non obese berdasarkan HDL yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 4O yaitu sebanyak 45 orang (83,3%), dan terendah adalah kadar kurang dari 40 yaitu sebanyak 9 orang (16,7%). Dari tabel 5.9. distribusi frekuensi penderita diabetes mellitus yang non obese berdasarkan LDL yang tertinggi adalah kadar yang lebih dari 130 yaitu sebanyak 41 orang (75,9%), dan terendah adalah kadar kurang dari 129 yaitu sebanyak 13 orang (24,1%).

Proporsi pasien dengan profil lipid optimal lebih banyak pada kelompok IMT Non-Obese dibandingkan dengan kelompok IMT Obese Berdasarkan hasil penelitian dengan 47 responden dapat diketahui bahwa responden dengan profil lipid optimal diperoleh IMT Obese sebanyak 2 orang (4,3%) dan IMT Non-Obese sebanyak 16 orang (34,0%), sedangkan responden dengan profil lipid tinggi diperoleh IMT Obese sebanyak 13 orang (27,7%) dan IMT Non-Obese sebanyak 16 orang (34,0%).33riwayat keluarga ditambah dengan gaya hidup dan kebiasaan makan buruk menyebabkan DM tipe 2 dan kelainan profil lipid pada non obese.31

37

BAB 6

Dokumen terkait