BAB V HASIL PENELITIAN DAN
5.3. Distribusi Pendapatan
Aspek pemertaan pendapatan merupakan hal penting untuk dipantau karena ketimpangan dalam menikmati hasil pembangunan antara kelompok penduduk setiap daerah sebaiknya terdistribusi secara lebih merata.
Distribusi pendapatan masyarakat dapat diukur dengan berbagai indeks seperti indeks Gini, indeks Kusnetz, indeks Oshima, ketentuan Bank Dunia dan kurva Lorenz. Besaran indeks ini memberikan petunjuk apakah pendapatan masyarakat terdistribusi relatif merata atau terjadi kesenjangan yaitu sebagian besar masyarakat hanya menerima sebagian kecil sehingga terjadi kesenjangan atau gap antara kaum kaya dan kaum miskin. Dua indikator utama yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran tingkat ketimpangan pembagian pendapatan antara kelompok adalah persentase pendapatan yang diterima oleh 40 persen penduduk berpendapatan rendah (kriteria Bank Dunia) dan Koefisien Gini. Dalam mengukur kedua indikator tersebut digunakan data pengeluaran sebagai proksi pendapatan, mengingat data pendapatan yang diperoleh dari berbagai survei mempunyai tingkat realibilitas yang rendah.
Dalam penelitian ini pembahasan tentang distribusi pendapatan menggunakan indeks Gini. Hasil perhitungan dengan indeks ini bisa memberikan gambaran yang cukup baik mengenai distribusi pendapatan tersebut. Persentase Indeks Gini Provinsi Sulawesi Tenggara dalam periode penelitian tahun 2003 sampai dengan tahun 2003 dapat dilihat pada tabel 5.5 di bawah ini:
Tabel 5.5
Persentase Indeks Gini Rasio
Provinsi/Kabupaten/Kota se Sulawesi Tenggara Tahun 2003 – 2007
Kabupaten/ Periode Tahun Penelitian
Rata-rata No. Kota/ 2003 2004 2005 2006 2007 1 Buton 26.30 31.03 28.41 26.24 27.22 27.84 2 Muna 26.65 26.56 25.57 22.93 24.74 25.29 3 Konawe 27.13 26.10 27.52 26.51 26.92 26.84 4 Kolaka 27.53 26.74 25.97 26.84 28.65 27.15 5 Konawe Selatan 28.94 30.21 29.70 28.06 28.11 29.00 6 Kolaka Utara 32.00 36.39 27.27 26.77 28.22 30.13 7 Kota Kendari 28.94 30.21 29.70 28.06 28.11 29.00 8 Kota Bau-bau 32.00 36.39 27.27 26.77 28.22 30.13 Sulawesi Tenggara 26.63 27.40 25.00 26.00 32.00 27.41 Sumber : BPS Provinsi Sultra (diolah)
Hasil perhitungan indeks Gini dalam penelitian ini diambil dari hasil olahan BPS Provinsi dari data susenas. Pada tahun 2007, indeks Gini Provinsi Sulawesi Tenggara tertinggi sebesar 32,00 persen. Sedangkan pada tahun 2005 indeks Gini Provinsi Sulawesi Tenggara terendah sebesar 25,00 persen. Kota Bau-Bau dan Kabupaten Kolaka Utara mempunyai Indeks Gini tertinggi diantara kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu 30,13 persen, sedangkan Kabupaten Kolaka mempunyai indeks Gini terendah adalah 25,29 persen. Nilai Indeks Gini Provinsi Sulawesi Tenggara periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 berada diantara 0,2 atau 20 persen sampai 0.3 atau 30 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketimpangan distribusi pendapatan masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten dan Kota relatif merata.
Dalam mengukur ketimpangan sebaran pendapatan, Bank dunia membagi penduduk atas tiga kelompok, yaitu kelompok 40 persen penduduk berpendapan rendah, 40 persen penduduk berpendapatan menengah dan 20 persen penduduk berpendapatan tinggi. Ketimpangan pendapatan diukur berdasarkan besarnya persentase pendapatan yang diperoleh kelompok 40 persen penduduk berpendapatan rendah dengan kriteria jika kelompok tersebut memperoleh persentase pendapatan kurang dari 12 persen berarti tingkat ketimpangan tinggi, 12 sampai dengan 17 persen berarti tingkat ketimpangan sedangkan lebih dari 17 persen berarti tingkat ketimpangan rendah.
Adapun persentase distribusi pendapatan dan Gini rasio Provinsi Sulawesi Tenggara dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 menurut kriteria bank dunia dapat dilihat pada tabel 5.6 sebagai berikut :
Tabel 5.6
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Provinsi Sulawesi Tenggara
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 26.09 23.34 25.18 24.31 21.47 24.08 40 % Menengah 37.38 40.11 38.60 39.94 37.54 38.71 20 % Tertinggi 36.53 36.55 36.22 35.75 40.99 37.21 Gini Rasio 0.2663 0.2740 0.2500 0.2600 0.3200 0.2740 Persentase 26.63 27.40 25.00 26.00 32.00 27.41 Sumber : Bappeda dan BPS Provinsi Sultra (diolah)
Dari tabel 5.6 dapat diketahui bahwa data pengeluaran yang dianggap sebagai proksi pendapatan, porsi pengeluaran dari 40 persen penduduk berpengeluaran terendah di Provinsi Sulawesi Tenggara (perkotaan dan perdesaan) tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 sebagaimana disajikan pada tabel 5.6 berdasarkan kriteria Bank Dunia menunjukkan bahwa distribusi pendapatan berada dalam kriteria ketimpangan rendah.
Indikator kedua yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur ketimpangan pendapatan di Provinsi Sulawesi Tenggara periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 adalah Koefisien Gini (Gini Rasio). Koefisien ini mempunyai selang nilai nol sampai satu. Jika koefisien Gini lebih kecil dari 0,35 menandakan adanya tingkat ketimpangan sebaran pendapatan yang rendah (low inequality), sampai dengan 0,49 berarti tingkat ketimpangan sedang (moderat inequality) dan bila lebih besar dari angka 0,50 menandakan adanya ketimpangan yang tinggi (high inequality).
Dari tabel 5.6 menunjukkan bahwa angka Koefisien Gini selama periode tahun 2003 sampai tahun 2007 masih berada dibawah 0,35 yang menandakan tingkat ketimpangan sebaran pendapatan rendah (low inequality). Angka koefisien Gini tahun 2003 sebesar 0,2663. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,77 poin menjadi 0,2740 tahun 2004. Pada tahun 2005 angka koefisien Gini mengalami sebesar 0,25 berarti bahwa terjadi penurunan sebesar 0,024 poin dari tahun 2004. Pada tahun 2006 terjadi kenaikan sebesar 0,10 poin sehingga angka Koefisien Gini sebesar 0,26 dan pada tahun 2007 terus
mengalami kenaikan sebesar 0,14 poin sehingga angka koefisien Gini sebesar 0,32. Terjadinya penurunan dan kenaikan angka Koefisien Gini dari tahun 2003 sampai tahun 2007 sejalan dengan angka-angka yang diperlihatkan oleh Kriteria Bank Dunia, sehingga meskipun relatif kecil namun dapat diyakini bahwa sebaran pendapatan menjadi lebih merata atau kurang merata dari tahun ketahun. Indeks paling tinggi adalah 0,2740 yang terjadi pada tahun 2004 sedangkan indeks terendah adalah 0,2663 terdapat pada tahun 2006. Rata-rata indeks Gini Provinsi Sulawesi Tenggara dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 adalah 0,27 yang memberikan gambaran bahwa pemerataan pendapatan di Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk dalam kategori yang relatif merata.
Untuk memperjelas perkembangan sebaran rata- rata distribusi pendapatan masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara secara umum menurut kriteria Bank Dunia yakni kelompok 40 persen penduduk berpendapan rendah, 40 persen penduduk berpendapatan menengah dan 20 persen penduduk berpendapatan tinggi dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 ditunjukkan dalam sebuah Kurva Lorentz sebagai berikut:
Gambar, 3
Kurva Lorentz Distribusi Pendapatan Penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara, Tahun 2003 - 2007
Gambar 3. menunjukkan bahwa distribusi pendapatan dengan Kurva Lorentz di Provinsi Sulawesi Tenggara periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 menurut kriteria Bank Dunia menunjukkan rata-rata distribusi pendapatan dari porsi pengeluaran perkapita dari 40 persen penduduk berpengeluaran terendah sebesar 24,08 persen. Sedangkan pengeluaran perkapita dari 40 persen penduduk berpengeluaran menengah sebesar 38,71 persen dan untuk pengeluaran perkapita dari 80 persen penduduk berpengeluaran perkapita sebesar 62,79
persen berarti bahwa 20 persen penduduk berpengeluaran tinggi sebesar 37,21 persen.
Pembahasan selanjutnya adalah tentang distribusi pendapatan yang terjadi pada masing-masing kabupaten/kota. Pembahasan ini dimaksudkan untuk mengetahui distribusi pendapatan secara lebih nyata, dengan melihat kondisi pemerataan pendapatan yang terjadi di kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Tenggara.
1. Kabupaten Muna
Dengan luas wilayah 2.890,41 Km² dan jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 243.397 jiwa. Pertumbuhan ekonomi daerah ini pada tahun 2003 -2007 rata-rata 6,05%dan pendapatan per kapita penduduk pada tahun 2007 adalah Rp. 5.996.193,40.
Distribusi pendapatan di Kabupaten ini untuk tahun 2003 sampai dengan 2007 tertera dalam tabel berikut:
Tabel 5.7
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Kabupaten Muna
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 23.08 23.53 24.90 26.82 25.63 24.79 40 % Menengah 40.62 39.58 38.47 38.28 38.45 39.08 20 % Tertinggi 36.30 36.89 36.63 34.90 35.92 36.13 Gini Rasio 0.2665 0.2656 0.2557 0.2293 0.2474 0.2529 Persentase 26.65 26.56 25.57 22.93 24.74 25.29 Sumber : Bappeda & BPS, Provinsi Sultra (diolah)
Dari tabel indeks Gini di atas dapat diketahui bahwa distribusi pendapatan di Kabupaten Muna selama tahun 2003 sampai tahun 2007 berada pada kategori ketimpangan yang rendah karena angka rata-rata indeksnya adalah 0,25. Nilai indeks yang tertinggi pada tahun 2003 yaitu 0,26 dan indeks terendah adalah pada tahun 2006 yaitu 0,22 yang menunjukkan bahwa pemerataan pendapatan lebih baik dari tahun–tahun sebelumnya.
2. Kota Kendari
Luas daerah Kota Kendari adalah 295.89 Km² dengan jumlah penduduk berdasarkan hasil sensus tahun 2007 adalah 251.477 jiwa. PDRB per kapita Kota Kendari adalah Rp11.330.240,10 sedangkan laju pertumbuhan ekonominya dari tahun 2003-2007 rata-rata 7,96%.
Indeks Gini yang menggambarkan pemerataan pendapatan Kota Kendari pada tahun 2003 sampai tahun 2007 cenderung berfluktuasi dari tahun 2003 sampai tahun 2007. Indeks Gini Kota Kendari dapat dilihat pada tabel 5.8 sebagai berikut:
Tabel 5.8
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Kota Kendari
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 21.75 21.47 22.46 22.34 22.30 22.06 40 % Menengah 39.76 38.84 39.05 40.71 40.80 39.83
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 20 % Tertinggi 38.49 39.69 38.49 36.95 36.90 38.10
Gini Rasio 0.2894 0.3021 0.2970 0.2806 0.2811 0.29004 Persentase 28.94 30.21 29.70 28.06 28.11 29.00 Sumber : Bappeda & BPS, Provinsi Sultra (diolah)
Dari tabel indeks Gini di atas dapat diketahui bahwa distribusi pendapatan di Kota Kendari selama tahun 2003 sampai tahun 2007 berada pada kategori ketimpangan yang rendah karena indeks Gini yang berada dibawah angka 0,35 yaitu angka rata-rata indeksnya sebesar 0,29. Nilai indeks yang tertinggi pada tahun 2004 yaitu 0,3021 dan indeks terendah adalah pada tahun 2006 yaitu 0,2806 yang menunjukkan bahwa pemerataan pendapatan cenderung berfluktuasi dari tahun ketahun.
3. Kota Bau-bau
Kota Bau-Bau dengan luas wilayah adalah 306 Km² dengan jumlah penduduk yang mendiami daerah ini pada tahun 2007 adalah 124.607 jiwa. Pembangunan ekonomi di daerah ini mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi dari tahun 2003 sampai tahun 2007 rata-rata sebesar 7,16%, sedangkan pendapatan per kapita di Kota Bau-Bau tahun 2007 adalah Rp 4.445.249,76. Indeks Gini Kota Bau-Bau dapat dilihat pada tabel 5.9 sebagai berikut:
Tabel 5.9
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Kota Bau-Bau
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 21.21 19.74 22.99 23.97 22.58 22.10 40 % Menengah 36.90 34.55 39.77 39.03 39.56 37.96 20 % Tertinggi 41.89 45.71 37.24 37.00 37.86 39.94 Gini Rasio 0.3200 0.3639 0.2727 0.2677 0.2822 0.3013 Persentase 32.00 36.39 27.27 26.77 28.22 30.13 Sumber : BPS Provinsi Sultra Susenas (diolah)
Pada tabel 3.9 dapat diketahui distribusi pendapatan yang terjadi di Kota Bau-Bau. Angka indeks Gini Kota ini rata-rata sebesar 0,30 berada dibawah angka 0,35 sebagai distribusi pendapatan dalam kategori ketimpangan yang rendah. Tahun 2004 angka indeks Gini Kota ini adalah 0,36 dan dari tahun ke tahun angka indeks Gini Kota Bau-Bau menunjukkan kecenderungan yang menurun yaitu 0,26 pada tahun 2006 yang mengindikasikan bahwa pemerataan pendapatan makin baik. Namun pada tahun 2007 kembali meningkat menjadi 0,28.
4. Kabupaten Buton
Luas wilayah Kabupaten Buton adalah 2.675 Km² dan jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 275.666 jiwa. Pertumbuhan ekonomi daerah ini pada tahun 2003- 2007 rata-rata 6,46% dan pendapatan per kapita penduduk pada tahun 2007 adalah Rp 2.579.489,02.
Indeks Gini Kabupaten Buton untuk tahun 2003- 2007 tertera dalam tabel 5.10 sebagai berikut:
Tabel 5.10
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Kabupaten Buton
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 23.32 21.83 22.31 24.84 23.21 23.10 40 % Menengah 40.94 37.21 40.04 37.54 35.90 38.33 20 % Tertinggi 35.74 40.96 37.65 37.62 40.89 38.57 Gini Rasio 0.2630 0.3103 0.2841 0.2624 0.2722 0.2784 Persentase 26.30 31.03 28.41 26.24 27.22 27.84 Sumber : Bappeda & BPS Provinsi Sultra (diolah)
Pada tabel 3.10 dapat diketahui distribusi pendapatan yang terjadi di Kabupaten Buton. Angka indeks Gini Kabupaten ini rata-rata sebesar 0,27 berada dibawah angka 0,35 sebagai distribusi pendapatan dalam kategori ketimpangan yang rendah. Tahun 2004 angka indeks Gini Kota tertinggi adalah 0,31 dan dari tahun ke tahun angka indeks Gini Kota Bau-Bau menunjukkan kecenderungan berfluktuasi yaitu 0,26 pada tahun 2006 yang mengindikasikan bahwa pemerataan pendapatan makin baik. Namun pada tahun 2007 kembali meningkat menjadi 0,27.
5. Kabupaten Konawe
Kabupaten Konawe merupakan daerah yang terluas yaitu luasnya 6.165,70 Km² dengan jumlah
penduduk sebanyak 224.345 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2007. Perekonomian di daerah ini mengalami pertumbuhan pada tahun 2003 sampai tahun 2007 sebesar 6,45%. Pendapatan per kapita penduduk di Kabupaten Konawe ini adalah sebesar Rp 3.555.309,13.
Indeks Gini Kabupaten Konawe untuk tahun 2003- 2007 tertera dalam tabel 5.11 sebagai berikut:
Tabel 5.11
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Kabupaten Konawe
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 25.09 24.32 24.18 23.37 22.47 23.89 40 % Menengah 38.37 39.10 38.60 39.12 38.54 38.75 20 % Tertinggi 36.54 36.58 37.22 37.51 38.99 37.37 Gini Rasio 0.2713 0.2610 0.2752 0.2651 0.2692 0.26836 Persentase 27.13 26.10 27.52 26.51 26.92 26.84 Sumber : Bappeda & BPS Provinsi Sultra (diolah)
Angka indeks Gini dari tahun 2003 sampai tahun 2007 menunjukkan kecenderungan berfluktuasi berarti distribusi pendapatan dari tahun 2003 sampai 2007 menunjukkan perubahan. Secara keseluruhan angka indeks Gini ini berada dibawah angka 0,35 sebagai distribusi pendapatan dalam kategori ketimpangan yang rendah atau dapat dikatakan bahwa distribusi pendapatan di daerah ini relatif merata. Indeks Gini tertinggi pada tahun 2005 yaitu 0,2752 sedangkan Indeks Gini terendah tahun 2004 adalah 0,2610.
6. Kabupaten Konawe Selatan
Luas daerah Kabupaten Konawe Selatan adalah 4.514 Km² dengan jumlah penduduk berdasarkan hasil sensus tahun 2007 adalah 237.918 jiwa. PDRB per kapita Kabupaten Konsel ini adalah Rp. 3.051755.95 sedangkan laju pertumbuhan tahun 2003 -2007 ekonominya rata-rata sebesar 6,94 %.
Indeks Gini Kabupaten Konawe Selatan untuk tahun 2003 sampai tahun 2007 tertera dalam tabel 5.12 sebagai berikut:
Tabel 5.12
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Kabupaten Konawe Selatan
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 22.05 20.62 22.67 24.34 22.60 22.46 40 % Menengah 38.52 35.67 39.89 38.37 39.80 38.45 20 % Tertinggi 39.43 43.71 37.44 37.29 37.60 39.09 Gini Rasio 0.2894 0.3021 0.2970 0.2806 0.2811 0.29004 Persentase 28.94 30.21 29.70 28.06 28.11 29.00 Sumber: Bappeda & BPS Provinsi Sultra (diolah)
Pemerataan pendapatan di daerah Kabupaten Konawe Selatan dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 menunjukkan pemerataan yang semakin baik hal ini ditandai dengan angka indeks Gini yang makin kecil dari tahun ke tahun dan rata-rata angka indeks Gini di Kabupaten Konsel adalah 0,29 yang menunjukkan pembagian pendapatan yang relatif merata jika dilihat dari
indeks Gini yang berada di bawah angka 0,35. Indeks Gini tertinggi pada tahun 2003 yaitu 0,30 sedangkan Indeks Gini terendah tahun 2007 adalah 0,28.
7. Kabupaten Kolaka
Kabupaten Kolaka merupakan daerah yang berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Selatan, luas wilayah Kabupaten ini adalah 6.918,38 Km² dengan jumlah penduduk yang mendiami daerah ini adalah 278.829 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2007. Pembangunan ekonomi di daerah ini mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.35%. Pendapatan per kapita di Kabupaten Kolaka pada tahun 2007 adalah Rp. 8.414.562,65. Indeks Gini Kabupaten Konawe Selatan untuk tahun 2003 sampai tahun 2007 tertera dalam tabel 5.13 sebagai berikut:
Tabel 5.13
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Provinsi Sulawesi Kabupaten Kolaka
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 24.32 22.83 23.31 24.54 22.31 23.46 40 % Menengah 39.14 38.21 39.54 38.34 36.90 38.43 20 % Tertinggi 36.54 38.96 37.15 37.12 40.79 38.11 Gini Rasio 0.2753 0.2674 0.2597 0.2684 0.2865 0.27146 Persentase 27.53 26.74 25.97 26.84 28.65 27.15 Sumber : Bappeda & BPS Provinsi Sultra (diolah)
Pada tabel 5.13 dapat diketahui distribusi pendapatan yang terjadi di Kabupaten Kolaka. Dari tabel indeks Gini di atas dapat diketahui bahwa distribusi pendapatan Kabupaten Kolaka selama tahun 2003 sampai tahun 2007 berada pada kategori ketimpangan yang rendah karena indeks Gini yang berada dibawah angka 0,35 yaitu angka rata-rata indeksnya sebesar 0,27. Nilai indeks yang tertinggi pada tahun 2007 yaitu 0,2865 dan indeks terendah adalah pada tahun 2005 yaitu 0,2597 yang menunjukkan bahwa pemerataan pendapatan cenderung berfluktuasi dari tahun ketahun.
8. Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara adalah daerah di Propinsi Sulawesi Tenggara yang luasnya 3.391,62 Km² dengan jumlah penduduk sebanyak 94.497 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2007. Perekonomian di daerah ini mengalami pertumbuhan pada tahun 2003-2007 sebesar 6.46%. Pendapatan per kapita penduduk di Kabupaten Kolaka Utara adalah sebesar Rp. 7.038.198,25
Indeks Gini Kabupaten Konawe Selatan untuk tahun 2003 sampai tahun 2007 tertera dalam tabel 5.14 sebagai berikut:
Tabel 5.14
Persentase Distribusi Pendapatan dan Gini Rasio Kabupaten Kolaka Utara
Tahun 2003 - 2007
Distribusi Periode Tahun Penelitian Rata- Pendapatan 2003 2004 2005 2006 2007 Rata 40 % Terendah 22.41 21.97 22.19 22.37 21.58 22.10 40 % Menengah 35.90 34.83 35.27 37.24 39.67 36.58 20 % Tertinggi 41.69 43.20 42.54 40.39 38.75 41.31 Gini Rasio 0.3200 0.3639 0.2727 0.2677 0.2822 0.3013 Persentase 32.00 36.39 27.27 26.77 28.22 30.13 Sumber : Bappeda & BPS Provinsi Sultra (diolah)
Pada tabel 5.14 dapat diketahui distribusi pendapatan yang terjadi di Kabupaten Kolaka Utara. Dari tabel indeks Gini di atas diketahui bahwa distribusi pendapatan Kabupaten Kolaka Utara selama tahun 2003 sampai tahun 2007 berada pada kategori ketimpangan yang rendah karena indeks Gini yang berada dibawah angka 0,35 yaitu angka rata-rata indeksnya sebesar 0,30 Nilai indeks yang tertinggi pada tahun 2004 yaitu 0,36 dan indeks terendah adalah pada tahun 2006 yaitu 0,26 yang menunjukkan bahwa pemerataan pendapatan cenderung berfluktuasi dari tahun ketahun.
Distribusi pendapatan masyarakat setiap kabupaten/kota se Sulawesi Tenggara dalam penelitian ini diambil dari data Bappeda dan BPS Provinsi Sulawesi Tenggara.