• Tidak ada hasil yang ditemukan

Distribusi perawatan nifas berdasarkan konsep

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.2 Distribusi perawatan nifas berdasarkan konsep

53,1 31,2 15,6 Pekerjaan Petani IRT PNS 26 3 3 81,2 9,3 9,3 Jumlah anak <3 orang 4 – 6 orang >7 orang 14 16 2 43,0 50,0 6,2 Pendidikan Akademi SMU SMP SD 3 13 10 4 9,3 40,6 37,5 12,5

5.1.2 Distribusi perawatan nifas berdasarkan konsep

Secara umum perawatan nifas yang dilakukan responden ibu nifas di Nagori Raya Huluan, dari 24 pertanyaan yang menggambarkan perawatan nifas menurut Reeder, Marteen, Griffit,( konsep yang digunakan peneliti), ada 4 kategori perawatan nifas yang tidak dilakukan oleh responden yaitu, terapi dingin, latihan untuk mengurangi kesulitan pada saat duduk, kegel excercise dan mandi berendam. Dari wawancara yang diperoleh alasan ibu tidak melakukan Perawatan ini karena ketidaktahuan dan tidak mengenal tentang jenis perawatan tersebut. Hasil analisa data perawatan nifas yang dilakukan oleh responden dapat dipaparkan pada halaman berikut.

Hotni Sari Dewi Siregar : Kebiasaan Ibu Dalam Melakukan Perawatan Nifas Di Nagori Raya Huluan, 2008. USU Repository © 2009

5.1.2.1Perawatan Perineum

Seratus persen responden melakukan terapi panas, melakukan pembilasan khusus, dan responden selalu membersihkan daerah jalan lahir. Sebanyak 96,8% reponden memakai pembalut untuk menampung darah nifas dan slalu membersihkan perineum selama masa nifas

Tabel 2. Distribusi frekuensi perawatan perineum

No Jenis perawatan Frekuensi

(%)

Cara ibu melakukan

1 Terapi panas untuk

menjaga kebersihan dan mempercepat

penyembuhan perineum

32 (100%) 1. Martataring

Merupakan terapi panas dengan

menggunakan bara api*, dimana

setelah melahirkan ibu langsung tidur disamping bara api ini selama 40 hari,

2. Duduk diatas abu hangat

Abu bekas perapian yang masih hangat dibungkus dengan daun talas hingga berlapis lapis lalu diduduki sampai abu dingin, hal ini dilakukan setiap setelah mandi sore

2 Pembilasan khusus pada

perineum untuk mencegah infeksi

32 (100%) Para ibu nifas setiap BAB BAK dan

mandi selalu membilas perineum dengan air garam hangat **

3 Memakai pembalut untuk

menampung darah nifas

31(96,8%) Para ibu menampung darah nifas

dengan memakai kain perca sebanyak 87,5% (n=28). Dan memakai pembalut yang di beri oleh bidan sebanyak 9,3% (n=3)

4 Selalu membersihkan

perineum selama masa nifas

31(96,8%) Sesuai dengan item no 2

Catatan

* Bara api sejenis perapian menggunakan kayu bakar yang bisa dijadikan arang agar bisa bertahan lama, ukuran tataring ini seluas 2x1 cm, jarak pembaringan ibu dengan tataring 1-2 cm. Tataring ini berada di dapur.

** Air garam yang dibuat, mencampur garam sejemput tangan dengan air hangat 1 gayung

Hotni Sari Dewi Siregar : Kebiasaan Ibu Dalam Melakukan Perawatan Nifas Di Nagori Raya Huluan, 2008. USU Repository © 2009

5.1.2.2. Perawatan payudara

Semua responden (100%) melakukan semua jenis perawatan payudara, sebagaimana yang terlihat pada tabel 3

Tabel 3. Distribusi frekuensi perawatan payudara

No Jenis perawatan Frekuensi

(%)

Cara ibu melakukan

1 Ibu langsung menyusui bayi 32 (100%) Bayi yang baru lahir dibersihkan

kemudian diberikan kepada ibu untuk disusui tanpa membuang kolestrum

2 Melakukan perawatan untuk

mengurangi pembengkakan pada payudara

32 (100%) Ibu mengompres payudara

dengan air hangat*. Dan

melakukan pemijatan pada

payudara** ,cara memijat

payudara dengan gerakan melingkar dengan arah dari dalam keluar.

3 Membersihkan payudara

sebanyak 2 kali dalam sehari

32 (100%) Para ibu nifas membersihkan

payudara pada saat mandi saja, dengan menggunakan air sabun

4 Menyusui bayi sesering

mungkin untuk meningkatkan pengeluaran ASI

32 (100%) Selain dengan menyusui ibu

mengkonsumsi tuak dan daun Bangun bangun

Catatan

* kompres hangat sebanyak 46,8% (n=15) ** Pemijatan payudara 31,2% (n=10)

*** Kompres hangat dan pemijatan 21,8% (n=7)

5.1.2.3. Pemulihan kesehatan

Seratus persen ibu memiliki makanan khusus setelah melahirkan yang berfungsi untuk mengembalikan tenaga ibu setelah melahirkan dan untuk meningkatkan produksi ASI, dan seratus persen juga responden mengalami kesulitan saat BAB. responden mematuhi makanan pantangan sebanyak 40,6%. Responden tidak melakukan aktifitas setelah beberapa hari melahirkan dan mempunyai banyak waktu untuk istirahat sebanyak 87,5%, responden sudah dapat

Hotni Sari Dewi Siregar : Kebiasaan Ibu Dalam Melakukan Perawatan Nifas Di Nagori Raya Huluan, 2008. USU Repository © 2009

miring kiri dan kanan 8 jam setelah melahirkan sebanyak 96,8%. dan dapat dilihat pada tabel 4

Tabel 4. distribusi frekuensi pemulihan kesehatan

No Jenis perawatan Frekuensi

(%)

Cara ibu melakukan pemulihan kesehatan selama masa nifas

1 Mengkonsumsi makanan

khusus untuk

memulihkan tenaga ibu setelah melahirkan

32 (100%) Para ibu mengkonsumsi daun

Bangun-bangun dicampur dengan sup daging. Makan tinuktuk yaitu berupa makanan yang terdiri dari berbagai macam bumbu yaitu bawang merah, bawang putih, bawang batak, kencur, merica, kemiri, garam, asam jinga (seperti jeruk purut) yang semua bumbu digiling kemudian dicampur dengan air rebusan daun sirih hutan kemudian dicampur dengan nasi

2 Makanan pantangan 13(40,6%) Sebagian kecil ibu nifas di Nagori

Raya Huluan mematuhi makanan pantangan seperti tidak memakan sayur nangka, durian, nenas, cabai

3 Makanan khusus untuk

meningkatkan produksi ASI

32 (100%) Para ibu mengkonsumsi tuak*

(68,7%), daun Bangun-bangun dan Tinuktuk

4 Banyak waktu istirahat

setelah melahirkan

28 (87,5%) Ibu beristirahat selama 2 minggu paska persalinan kemudian mengerjakan pekerjaan rumah tangga, 6-8 minggu paska persalinan ibu kembali bekerja diladang

5 8 jam setelah persalinan

ibu boleh miring kiri-kanan

31 (96,8%) Ibu sudah dapat miring kiri-kanan dan duduk setelah melahirkan,

6 Kesulitan untuk BAB 32 (100%) Para ibu memakan pisang manis dan

pisang yang dibakar untuk mengurangi kesulitan BAB

Catatan

*Tuak merupakan minuman yang berasal dari air enau (nira) yang difermentasikan, ibu meminum tuak 2-3 gelas dalam sehari

Hotni Sari Dewi Siregar : Kebiasaan Ibu Dalam Melakukan Perawatan Nifas Di Nagori Raya Huluan, 2008. USU Repository © 2009

5.1.2.4 Seksualitas dan penggunaan alat kontrasepsi

Terdapat seratus persen responden sudah dapat campur dengan suaminya setelah 6 minggu melahirkan dan tidak mengalami kesulitan saat kembali berhubungan seksual dengan suami. Responden tidak memakai alat kontrasepsi (KB) sebanyak 90,6%, untuk menunda kehamilan melainkan para ibu berKB dengan alami seperti menyusui anak sampai 2 tahun dan KB denga menghitung masa subur ibu.

Tabel 5. Distribusi frekuensi berdasarkan seksualitas dan penggunaan alat kontrasepsi

NO Seksualitas dan penggunaan alat kontrasepsi

Frekuensi (% )

Cara ibu nifas dalam mengatasi seksualitas

1 >6 minggu ibu sudah dapat

kembali berhubungan suami istri

32 (100%)

6-8 minggu ibu sudah dapat kembali berhubungan suami istri dan ibu tidak mengalami kesulitan untuk kembali berhubungan dengan suami

2 Penggunaan alat kontrasepsi

dan cara tertentu untuk menjarangkan kehamilan

32 (100%)

Ibu memilih alat kontrasepsi dengan metode pil sebanyak 9,3 % (n-3). 90,6% (n=29) ibu tidak memakai alat kontrasepsi, untuk menjarangkan kehamilan ibu menyusui bayi sampai 2 tahun,

5.1.3. Perawatan nifas menurut budaya dan kebiasaan para ibu nifas Nagori

Dokumen terkait