k = kolom b = baris
Keeratan hubungan antara dua variabel dapat diketahui dengan menggunakan keofisien kontingensi (Singarimbun dan Effendi 2008). Menurut Hasan (2009), koefisien korelasi adalah bilangan yang digunakan untuk mengukur derajat hubungan, meliputi kekuatan hubungan dan bentuk/arah hubungan. Untuk kekuatan hubungan, nilai korelasi berada di antara -1 dan +1. Untuk bentuk/arah hubungan, nilai koefisien korelasi dinyatakan dalam positif (+) dan negatif (-). Jika koefisien korelasi bernilai positif maka variabel-variabel berkorelasi positif, artinya jika variabel X naik/turun maka variabel Y juga naik/turun. Jika koefisien korelasi bernilai negatif maka variabel-variabel berkorelasi negatif, artinya jika variabel X naik/turun maka variabel Y akan turun/naik. Menurut Hasan (2009), koefisien korelasi diartikan sebagai berikut:
KK = 0.00 : tidak ada hubungan
0.00 < KK ≤ 0.20 : hubungan rendah sekali atau lemas sekali 0.20 < KK ≤ 0.40 : hubungan rendah atau lemas tetapi pasti
22
0.40 < KK ≤ 0.70 : hubungan cukup berarti atau sedang 0.70 < KK ≤ 0.90 : hubungan tinggi atau kuat
0.90 < KK ≤ 1.00 : hubungan sangat tinggi atau kuat sekali, dapat diandalkan KK = 1.00 : hubungan sempurna
Pengolahan data statistik dilakukan dengan program Statistic Program for Social Sciences (SPSS version 16.0) untuk mengolah data hasil kuesioner.
Penentuan kriteria pengujian dilakukan dengan cara membandingkan nilai kritis (nilai alpha tabel dari distribusinya) dengan nilai uji statistiknya. Hipotesis nol (Ho) diterima jika nilai uji statistiknya berada di luar nilai kritisnya. Hipotesis nol (Ho) ditolak jika nilai uji statistiknya berada dalam nilai-nilai kritis (Hasan 2009).
Validitas dan Reliabilitas
Menurut Singarimbun dan Effendi (2008), validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur apa yang akan diukur, sedangkan reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menentukan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan pada instrumen yang digunakan dalam penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang mencakup beberapa pertanyaan dan pernyataan yang berkaitan dengan variabel yang akan diuji. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan kepada sepuluh orang responden yang berada diluar lokasi pengambilan sampel tetapi memiliki karakteristik yang sama dengan calon responden sesungguhnya.
Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment. Nilai r hitung akan dibandingkan dengan r tabel. Jika r hitung > r tabel maka instrumen dapat dinyatakan valid. Hasil dari uji validitas ini menyatakan bahwa terdapat beberapa pernyataan dalam instrumen yang tidak valid sehingga kuesioner diperbaiki agar hasil dari kuesioner dapat dipercaya. Pengujian reliabilitas dilakukan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Nilai r hitung akan dibandingkan dengan r tabel. Jika r hitung > r tabel maka instrumen dapat dinyatakan reliabel. Hasil dari uji reliabilitas untuk instrumen motivasi menonton diperoleh r hitung = 0.352 < r tabel = 0.632 artinya instrumen ini tidak reliabel dan perlu dilakukan perbaikan agar hasilnya dapat dipercaya. Selain itu, untuk instrumen kepuasan menonton diperoleh r hitung = 0.568 < r tabel = 0.632 artinya instrumen ini tidak reliabel dan perlu dilakukan perbaikan agar hasilnya dapat dipercaya.
23
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Gambaran Umum Desa Cihideung Udik
Desa Cihideung Udik merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Desa Cihideung Udik memiliki batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah utara : Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea Sebelah selatan : Desa Situdaun, Kecamatan Tenjolaya Sebelah timur : Desa Sinar Sari, Kecamatan Dramaga Sebelah barat : Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea
Desa Cihideung Udik secara geografis terletak pada dataran rendah dengan ketinggian 600 m dpl dan memiliki suhu rata-rata 30-35derajat Celcius. Desa Cihideung Udik memiliki luas wilayah keseluruhan, yaitu 284 ha. Lahan yang terdapat di Desa Cihideung Udik digunakan sebagai pemukiman, persawahan, perkebunan, pemakaman, pekarangan, taman, dan perkantoran, jalan, sarana pendidikan dan peribadatan. Sebagian besar lahan diguanakan sebagai lahan persawahan 183 ha (64.44%). Selain itu, lahan di desa ini juga digunakan sebagai pemukiman penduduk 57 ha (20.07%), perkebunan 24.29 ha (8.52%), pemakaman 2.50 ha (0.89%), pekarangan 2 ha (0.70%), perkantoran 0.50 ha (0.18%), dan prasarana umum lainnya 14.80 ha (5.21%). Data mengenai penggunaan lahan di Desa Cihideung Udik dapat di lihat pada Gambar 2.
Gambar 2 Penggunaan lahan di Desa Cihideung Udik tahun 2009 Desa Cihideung Udik memiliki sarana pendidikan untuk menunjang pendidikan penduduknya. Tabel 1 memperlihatkan bahwa sarana pendidikan yang terdapat di Desa Cihideung Udik terdiri atas empat unit TK (Taman Kanak- kanak)/PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), enam unit SD (Sekolah Dasar)/MI (Madrasah Ibtidayah), dua unit SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama)/MTs (Madrasah Tsanawiyah), satu unit SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Akhir)/MA (Madrasah Aliyah), dan tiga unit Pondok Pesantren.
20.07% (pemukiman penduduk) 64.44% (persawahan) 8.52% (perkebunan) 0.89% (pemakaman) 0.70% (pekarangan) 0.18% (perkantoran) 5.21% (prasarana umum) Penggunaan lahan
24
Tabel 1 Jumlah sarana pendidikan di Desa Cihideung Udik tahun 2012
No Sarana Pendidikan Jumlah (unit)
1. TK/PAUD 4 2. SD/MI 6 3. SLTP/MTs 2 4. SLTA/MA 1 5. Pondok Pesantren 3 Jumlah 16
Sumber: Data Desa Mei 2012
Desa Cihideung Udik juga memiliki sarana kesehatan untuk menunjang kesehatan penduduk, antara lain satu unit puskesmas, satu unit balai pengobatan/klinik, empat belas posyandu, dan empat belas pos KB (Keluarga Berencana) desa. Selain itu, Desa Cihideung Udik juga memiliki sarana peribadatan, yaitu dua belas unit masjid dan dua puluh satu unit musholah. Sarana olahraga dan hiburan juga terdapat di desa ini, seperti satu tempat wisata, satu kolam renang, dua lapangan sepakbola, dan sepuluh lapangan bulutangkis.
Karakteristik Penduduk Desa Cihideung Udik
Desa Cihideung Udik memiliki 15 RW dan 48 RT. Berdasarkan data penduduk Desa Cihideung Udik tahun 2012, jumlah penduduk yang tinggal di desa ini adalah 13 887 jiwa dengan 3 428 kepala keluarga (KK).
Tabel 2 Jumlah dan persentase penduduk di Desa Cihideung Udik menurut kelompok umur tahun 2012
No Kelompok umur (tahun)
Jumlah jiwa Jumlah (jiwa) Persentase (%) Laki-laki Perempuan 1. 0-4 784 649 1 433 10.32 2 5-9 633 572 1 205 8.68 3. 10-14 738 602 1 340 9.65 4. 15-19 670 595 1 265 9.11 5. 20-24 610 577 1 187 8.55 6. 25-29 465 430 895 6.44 7. 30-34 485 470 955 6.88 8. 35-39 434 469 903 6.50 9. 40-49 426 410 836 6,02 10. 50-54 377 416 793 5.71 11. 55-59 423 418 841 6.06 12. 60-64 300 253 553 3.98 13. 65-69 353 321 674 4.85 14. 70-ke atas 511 496 1 007 7.25 Jumlah 7 209 6 678 13 887 100.00
Sumber: Data Desa Cihideung Udik April 2012
Tabel 2 memperlihatkan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan, yaitu laki-laki 7 209 (52%)
25 dan perempuan 6 678 (48%). Jumlah penduduk yang tergolong sebagai ibu-ibu adalah penduduk yang memiliki kisaran umur 20-70 tahun keatas, yaitu 4 260 jiwa (63.79%)
Gambar 3 Tingkat pendidikan penduduk di Desa Cihideung Udik tahun 2012 Gambar 3 memperlihatkan bahwa penduduk Desa Cihideung Udik menamatkan sekolahnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 1 204 jiwa (27.67%), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 1 363 jiwa (31.32%), Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 1 269 jiwa (29.16%), DI/DII/DIII sebanyak 239 jiwa (5.49%), dan S1/S2/S3 sebanyak 277 jiwa (6.36%).
Gambar 4 Mata pencaharian penduduk di Desa Cihideung Udik tahun 2012 Gambar 4 memperlihatkan bahwa mata pencaharian penduduk Desa Cihideung Udik bermacam-macam. Mayoritas penduduk di Desa Cihideung Udik bekerja di sektor pertanian, yaitu sebagai buruh tani sebanyak 1 867 jiwa (33.62%). Selain itu, sebanyak 1 655 jiwa (29.80%) penduduk bekerja sebagai wirausaha, pedagang 691 jiwa (12.44%), karyawan swasta 685 jiwa (12.34%), petani 543 jiwa (9.78%), PNS 107 jiwa (1.93%), dan TNI/POLRI 5 jiwa (0.09%).
27.67% (tamat SD) 31.32% (tamat SMP) 29.16% (tamat SMA) 5.49% (tamat DI/DII/DIII) 6.36% (tamat S1/S2/S3)
Tingkat pendidikan penduduk
9.78% (petani) 33.62% (buruh tani) 12.44% (pedagang) 1.93% (PNS) 0.09% TNI/POLRI 12.34% (karyawan swasta) 29.80% (wirausaha)
26
Gambaran Umum Trans TV Sejarah Berdirinya Trans TV
Dunia telekomunikasi dan informasi di Indonesia semakin maju dan terus berkembang. Salah satu bukti dari perkembangan dunia telekomunikasi dan informasi adalah munculnya berbagai sarana informasi, seperti munculnya berbagai stasiun televisi baik stasiun televisi swasta maupun stasiun televisi lokal. Seiring perkembangan stasiun televisi di Indonesia, Trans TV berdiri untuk menayangkan beragam program acara di televisi.
Trans TV berdiri untuk memenuhi kebutuhan khalayak dalam mengakses informasi yang dibutuhkan oleh khalayak itu sendiri. PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) merupakan perusahaan yang dimiliki oleh TRANS CORPORATION, yang juga merupakan pemilik dari Trans 7. Stasiun televisi swasta Trans TV mulai memperoleh izin siaran pada bulan Oktober 1998 setelah dinyatakan lulus dari ujian kelayakan yang dilakukan tim antardepartemen pemerintah. Pada tanggal 15 Desember 2001, Trans TV memulai siaran secara resmi. Kehadiran stasiun televisi Trans TV dapat menambah pilihan bagi masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan.
Visi dan Misi Trans TV
Setiap perusahaan pertelevisian memiliki visi dan misi tersendiri, demikian juga dengan Trans TV. Visi dari PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) adalah “menjadi terbaik di Indonesia maupun ASEAN, memberikan hasil usaha yang positif bagi stakeholders, menyampaikan program-program berkualitas, berperilaku berdasarkan nilai-nilai moral budaya kerja yang dapat diterima oleh stakeholders serta mitra kerja, dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan masyarakat”. Misi yang dimiliki oleh Trans TV adalah “wadah gagasan dan aspirasi masyarakat untuk mencerdaskan serta mensejahterakan bangsa, memperkuat persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi”.
Logo Trans TV
Logo Trans TV berbentuk berlian, yang menandakan keindahan dan keabadian. Kilauannya merefleksikan kehidupan dan adat istiadat dari berbagai pelosok daerah di Indonesia sebagai pantulan kehidupan serta budaya masyarakat Indonesia. Huruf dari jenis serif, yang mencerminkan karakter abadi, klasik, namun akrab dan mudah dikenali.
27 Program Acara Trans TV
Menginjak usia yang ke-11 tahun, Trans TV mampu menghadirkan berbagai program yang menarik. Bedasarkan data dari website Trans TV1, program acara yang ditayangkan oleh Trans TV terbagi menjadi beberapa kategori program, antara lain series, movie, entertainment, news, information, religious, dan reality show. Pada kategori program series, terdapat lima program acara, yaitu Fringe 2, Master of Illusions, Ripley‟s Believe It Or Not, Charlie‟s Angels, Copa Del Rey 2013, dan The House of Bunny. Pada ketegori program movie, terdapat delapan program acara, yaitu Bioskop TransTV, Bioskop Indonesia, Sinema Dini Hari, Mr. Bean, Bioskop TRANSTV Spesial, The Best of Mr. Bean, Sinema Indonesia Pagi, dan Bioskop Indonesia Premiere.
Pada kategori program entertainment, terdapat 39 program acara, antara lain Sketsa, 86, Peppy The Explorer, The Best of Ethnic Runaway, Ranking 1, Gaul Bareng Bule, Nilai Kehidupan, Super Trap, Comedy Project, Show Imah, Magic Comedy, Digital Clip, Tahan Tawa, Dia-Loe-Gue, Teater Komedi, New Rival, Sexophone, Sang Juara, Canda Bule, Oh Ternyata, Makin Jail, New Ranking 1, Best of Super Trap, Huru Harada, ID3NTIK, Gila Liga, Indonesia Mencari Bakat 3, Soccer Fever, Moccachino, Cinta Cenat Cenut 3, La Liga 2012/2013 - Table Klasemen, Lollylove, Yuni Rafi, Gengges, Cari Cinta, Parkir Pak Le, Ethnic Runaway, Panic Kitchen, FA CUP. Pada kategori program information, terdapat sebelas program acara antara lain Ceriwis, Insert Pagi, Insert, Insert Investigasi, Gula Gula, Koper Dan Ransel, Ngulik, Ala Chef, Celebrity On Vacation, Griya Unik, WIsata Kuliner. Pada kategori program religious, terdapat tiga program, yaitu Halal?, Islam Itu Indah, Mozaik Islam dan pada ketegori program reality show hanya terdapat satu program acara, yaitu Buah Hati. Program acara yang termasuk dalam kategori program news dipaparkan pada Tabel3.
Tabel 3 Nama program acara kategori berita di Trans TV Ketegori
program
Nama program Hari tayang Jam tayang (WIB) News Reportase Pagi Senin-Minggu 04.30-05.30
Reportase Siang Senin-Jumat 14.00-14.30 Reportase Sore Senin-Jumat 16.45-17.15 Reportase Malam Senin-Jumat 00.00-00.30
Benu Buloe Minggu 08.00-08.30
Jika Aku Menjadi Senin-Jumat 04.00-04.30 Bingkai Berita Sabtu-Minggu 15.00-15.30 Reportase Investigasi Sabtu dan Minggu 16.45-17.15
Sumber : Trans TV 2012
Pada kategori program news, Trans TV memiliki empat belas program acara dan delapan program acara yang masih tayang hingga saat ini. Program acara berita di Trans TV tidak hanya menayangkan berita keras yang harus segera disampaikan tetapi juga menayangkan berita lunak berupa laporan-laporan khusus dan feature.
1
28
Program Acara Reportase Investigasi
Trans TV memiliki program acara berita yang diberi nama Reportase, yaitu Reportase Pagi, Reportase Siang, Reportase Sore, Reportase Malam, dan Reportase Investigasi. Reportase Investigasi menghadirkan format acara berita yang berbeda dari program berita lainnya yang ditayangkan oleh Trans TV. Reportase Investigasi mengungkapkan suatu kejadian atau peristiwa secara mendalam. Berdasarkan data dari website Trans TV, Reportase Investigasi tayang perdana pada tanggal 4 November 20062. Saat ini Reportase Investigasi tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 16.45 WIB dengan durasi tayang 30 menit termasuk iklan.
Pada umumnya Reportase Investigasi mengungkapkan berbagai tindak kecurangan yang ada di masyarakat yang berhubungan dengan penunjang kehidupan sehari-hari manusia. Program acara ini meliput suatu peristiwa secara nyata dan lebih jelas serta menghadirkan narasumber atau pelaku secara langsung dengan identitas yang disamarkan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Siregar (2012), peliputan yang dilakukan oleh wartawan tidak luput dari kendala, di antaranya adalah sulitnya meyakinkan narasumber dalam salah satu kasus tindak kecurangan yang akan digali. Terkadang wartawan memulai peliputan berita dengan cara melobi narasumber hingga melakukan peliputan secara sembunyi-sembunyi.
Topik yang diangkat oleh Reportase Investigasi Trans TV merupakan masalah sosial yang terjadi di masyarakat, seperti makanan, minuman dan kosmetik yang dicampur dengan bahan-bahan yang tidak lazim digunakan, dan kasus sosial lainnya. Sebagai contoh kasus yang ditayangkan oleh Reportase Investigasi Trans TV adalah tahu berformalin, bakso berbahan dasar daging tikus dan masih banyak lagi berita berupa tindak kecurangan yang dilakukan oleh para pelaku yang ingin mendapatkan keuntungan besar dengan menghalalkan segala cara. Tayangan Reportase Investigasi Trans TV tidak hanya menayangkan berita secara lengkap dan mendalam tetapi juga memberikan solusi atau tips-tips menarik bagi khalayak. Solusi atau tips tersebut diberikan agar khalayak tidak tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sesuai dengan kasus yang ditayangkan oleh program acara tersebut.
Beberapa berita yang ditayangkan oleh Reportase Investigasi pada bulan Oktober hingga November antara lain Tipu Muslihat Pembantu Jahat, Roti Pemicu Kanker, Kenyalnya Siomay Berbahaya, Keripik Buah Bertabur Gypsum, Bakso Tahu Berbahaya, Awas Kerupuk Berbahan Pewarna Tekstil, Pemerasan Terencana, Jajanan Pasar Pengundang Kanker dan sebagainya.
2
Diunduh 2012 Oktober 16. Tersedia pada: http://www.TransTVnews.co.id/ index.php?option=com_content&view=article&id=126&Itemid=407
29