Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 10 November 1991. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Trimo Effendi dan Kristiana Purdiningsih. Penulis menempuh pendidikan formal Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 49 Jakarta (2006-2009). Setelah lulus dari jenjang pendidikan SMA, penulis melanjutkan pendidikannya di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2009 melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) dan diterima di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia.
Penulis aktif sebagai asisten praktikum Dasar-dasar Komunikasi semester genap tahun ajaran 2011-2012. Penulis juga pernah aktif sebagai staf Divisi Researh and Development HIMASIERA (Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu- ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) pada masa kepengurusan 2011-2012, sekretaris Divisi Research dan Pengembangan Masyarakat IMPEMA (Ikatan Mahasiswa Peminat Ekologi Manusia) masa kepengurusan 2011-2012, dan panitia dalam beberapa kegiatan BEM Fakultas Ekologi Manusia antara lain kepanitiaan Masa Perkenalan Departemen (MPD) Sains Komuninikasi dan Pengembangan Masyarakat dan Masa Perkenalan Fakultas (MPF) Ekologi Manusia serta kepanitian Duta Fema 2011. Penulis juga merupakan salah satu peserta program akselerasi di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.
ABSTRAK
FIRZA TRIANA ZELAVIORI. Motivasi dan Perilaku Menonton serta Kepuasan Ibu-ibu terhadap Program Acara Reportase Investigasi Trans TV. Dibimbing oleh HADIYANTO.
Penelitian ini dilakukan karena diduga setiap ibu memiliki karakteristik dan motivasi yang berbeda dalam menonton program acara Reportase Investigasi yang mempengaruhi perilaku menonton. Perilaku menonton diduga dapat menghasilkan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan khalayak melalui media. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik ibu-ibu dengan motivasi menonton dan perilaku menonton, menganalisis hubungan motivasi menonton dengan perilaku menonton, dan menganalisis hubungan perilaku menonton dengan kepuasan menonton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa usia, status pekerjaan, dan kepemilikan media komunikasi berhubungan dengan motivasi menonton dan status pekerjaan, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anak, dan kepemilikan media komunikasi berhubungan dengan perilaku menonton. Selain itu, motivasi identitas pribadi berhubungan dengan durasi menonton dan perilaku menonton tidak berhubungan dengan kepuasan ibu-ibu dalam menonton program acara Reportase Investigasi. Kata kunci: karakteristik individu, kepuasan menonton, motivasi menonton,
perilaku menonton, reportase investigasi
ABSTRACT
FIRZA TRIANA ZELAVIORI. Motivation, Viewing Behavior and Women Satisfaction of Watching Reportase Investigasi Trans TV Program. Supervised by HADIYANTO.
The study was conducted because suspected every women has different characteristics and motivation in watching Reportase Investigasi program that affect viewing behavior. Viewing behavior suspected can resulting satisfaction in fulfilling the audience needs of through the media. This study aims to analyze the relationship between the characteristics of mothers with viewing motivation and viewing behavior, analyze the relationship between viewing motivation with viewing behavior, and analyze the relationship between viewing behavior with viewing satisfaction. The method was used in this study is a survey method with the quantitative approaches supported by qualitative data. The results of the study describes are age, employment status, and communications media ownership associated with viewing motivation dan employment status, level of family income, number of children, and communication media ownership associated with viewing behavior. In addition, personal identity motivation associated with the duration of watching and viewing behavior was not associated with women satisfaction in watching Reportase Investigasi program.
Keywords: individual characteristics, viewing satisfaction, viewing motivation, viewing behavior, reportase investigasi
PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian ini. Subbab latar belakang menjelaskan alasan penelitian ini dilakukan. Subbab perumusan masalah menjelaskan hal-hal apa saja yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Sementara itu, subbab tujuan penelitian mengarahkan untuk menjawab perumusan masalah yang telah dibuat dan mengarahkan pencari data yang dibutuhkan. Subbab yang terakhir dalam bab ini adalah kegunaan penelitian yang menjelaskan manfaat dari penelitian ini.
Latar Belakang
Televisi merupakan salah satu media massa elektronik yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Televisi banyak menyita perhatian masyarakat tanpa mengenal usia, pekerjaan, dan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh kelebihan yang dimiliki televisi terutama kemampuannya dalam menyatukan fungsi audio dan visual, ditambah kemampuannya dalam memainkan warna serta mampu mengatasi jarak dan waktu (Cangara 2008). Kelebihan yang dimiliki televisi membuat khalayak lebih tertarik menggunakan televisi sebagai sumber informasi dibandingkan dengan media massa lainnya.
Menurut Cangara (2008), televisi di Indonesia diperkenalkan pada tahun 1962, ketika Indonesia mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan pesta olahraga Asian Games di Jakarta. Hal tersebut menandai munculnya stasiun televisi pertama, yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia). Televisi juga mengalami perkembangan yang sangat cepat. Hal ini terbukti dengan munculnya stasiun televisi baru di Indonesia antara lain RCTI, SCTV, Indosiar, ANTV, MNCTV, Metro TV, Trans TV, Trans7, TVOne, Global TV, dan stasiun televisi di beberapa daerah. Kemunculan berbagai macam stasiun televisi menambah pilihan bagi khalayak dalam menggunakan media televisi untuk mengakses informasi sesuai dengan kebutuhan. Makin banyak stasiun televisi maka semakin besar persaingan stasiun televisi dalam merebut perhatian khalayak. Stasiun televisi harus dapat bersaing dalam menyajikan program acara yang dapat menambah daya tarik khalayak serta sesuai dengan minat dan kebutuhan khalayak. Beragam program acara yang disajikan televisi, seperti berita, musik, reality show, sinetron, dan hiburan memungkinkan khalayak untuk memilih program acara sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
Salah satu program acara televisi adalah program acara berita. Berbagai stasiun televisi memiliki format penayangan program acara berita yang berbeda- beda. Saat ini telah tayang program acara berita investigasi. Program acara berita investigasi menayangkan berbagai macam berita secara lebih tajam dan mendalam. Salah satu program acara berita investigasi adalah Reportase Investigasi milik Trans TV. Program acara ini dikemas sedemikian menarik dan berbeda dengan program acara berita lainnya. Reportase Investigasi Trans TV menguak berbagai kecurangan yang ada di tengah masyarakat yang berhubungan dengan penunjang kehidupan manusia sehari-hari. Program acara ini diliput secara nyata agar dapat menambah kewaspadaan khalayak sehingga khalayak tidak
2
menjadi pihak yang dirugikan. Reportase Investigasi Trans TV mampu menghadirkan fakta secara lengkap kepada khalayak.
Hadirnya program acara berita Reportase Investigasi Trans TV menambah pilihan program acara bagi khalayak. Khalayak memiliki banyak pilihan program acara yang dapat ditonton sesuai dengan minat dan kebutuhan yang dirasakannya. Khalayak dianggap aktif dalam menentukan program acara yang akan ditontonnya. Motivasi khalayak diduga mempengaruhi perilaku khalayak dalam menonton program acara yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Program acara televisi yang ditonton oleh khalayak diduga menghasilkan kepuasan tersendiri bagi khalayak.
Program acara berita khususnya Reportase Investigasi diharapkan mampu memberikan tambahan informasi dan pengetahuan bagi khalayak sehingga khalayak lebih berdaya. Pada akhir acara, Reportase Investigasi memberikan informasi berupa sanksi hukum yang mungkin diterima pelaku jika melakukan tindak kecurangan seperti kasus yang ditayangkan. Selain itu, khalayak juga memperoleh informasi berupa solusi atau tips agar khalayak terhindar dari tindak kecurangan seperti kasus yang ditayangkan. Khalayak memperoleh tambahan informasi dan pengetahuan dari topik yang ditayangkan oleh program acara Reportase Investigasi sehingga khalayak memperoleh manfaat pemberdayaan dalam hal tambahan pengetahuan.
Seiring maraknya tindak kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu membuat masyarakat harus lebih waspada. Hadirnya program acara berita Reportase Investigasi Trans TV dapat menjadi salah satu tayangan yang dapat menambah kewaspadaan masyarakat. Topik berita yang ditayangkan oleh Reportase Investigasi lebih banyak menayangkan kasus-kasus yang berhubungan dengan lingkungan keluarga, seperti makanan, minuman dan kosmetik yang menggunakan campuran bahan yang tidak lazim digunakan atau bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Menanggapi hal tersebut, ibu-ibu merupakan salah satu khalayak yang lebih banyak berhubungan dengan lingkungan keluarga. Menurut Handayani dan Sugiarti (2008), peran perempuan secara tradisional harus melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, menjaga rumah, mengasuh anak, dan mempersiapkan keperluan keluarga sehari-hari. Oleh sebab itu, survei ini dilakukan pada ibu-ibu yang lebih banyak berhubungan dengan lingkungan keluarga.
Berdasarkan permasalahan tersebut, survei ini dilakukan di Desa Cihideung Udik karena di daerah tersebut banyak ibu-ibu yang menyatakan lebih sering menonton program acara yang ditayangkan oleh Trans TV dibandingkan dengan stasiun televisi lainnya. Melalui pemilihan program acara Reportase Investigasi Trans TV yang ditonton oleh ibu-ibu dapat dilihat perilaku menonton ibu-ibu yang dipengaruhi oleh karakteristik dan motivasi menonton, serta dapat diketahui pula kepuasan ibu-ibu dalam memilih program acara di televisi sesuai dengan kebutuhannya.
Perumusan Masalah
Berbagai program acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi menambah pilihan bagi khalayak dalam menonton. Program acara Reportase Investigasi
3 Trans TV merupakan salah satu program acara berita yang dapat menjadi salah satu pilihan acara bagi khalayak. Banyaknya permasalah sosial yang terjadi di lingkungan sekitar membuat khalayak membutuhkan sebuah tayangan yang dapat memberikan informasi. Pemilihan program acara di televisi tergantung pada kebutuhan khalayak terhadap suatu tayangan, begitupun dalam memilih program acara Reportase Investigasi Trans TV. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang perlu dikaji, yaitu:
1. Sejauh mana hubungan karakteristik ibu-ibu dengan motivasi menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV?
2. Sejauh mana hubungan karakteristik ibu-ibu dengan perilaku menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV?
3. Sejauh mana hubungan motivasi menonton dengan perilaku menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV?
4. Sejauh mana hubungan perilaku menonton dengan kepuasan menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV?
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut:
1. Menganalisis hubungan karakteristik ibu-ibu dengan motivasi menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV.
2. Menganalisis hubungan karakteristik ibu-ibu dengan perilaku menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV.
3. Menganalisis hubungan motivasi menonton dengan perilaku menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV.
4. Menganalisis hubungan perilaku menonton dengan kepuasan menonton program acara Reportase Investigasi Trans TV.
Kegunaan Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat atau kegunaan sebagai berikut:
1. Bagi penulis, penelitian ini dapat menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman mengenai penggunaan media oleh khalayak dan kepuasan khalayak terhadap suatu program acara.
2. Bagi kalangan akademisi, penelitian ini dapat dijadikan sumber rujukan untuk penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan media oleh khalayak dan kepuasan khalayak terhadap suatu program acara.
3. Bagi pihak media, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukkan untuk membuat format suatu program acara yang sesuai dengan minat dan kebutuhan khalayak.
5
PENDEKATAN TEORETIS
Bab ini menjelaskan tinjauan pustaka, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian, dan definisi operasional. Bahan pustaka yang dirujuk berasal dari beberapa sumber berupa buku dan hasil penelitian sebelumnya. Beberapa bahan pustaka yang dijelaskan dalam bab ini adalah televisi, program acara televisi, teori uses and gratifications, karakteristik khalayak, motivasi khalayak menonton televisi, hubungan karakteristik khalayak dengan motivasi khalayak menonton televisi, perilaku khalayak menonton televisi, dan kepuasan khalayak dalam menonton televisi. Subbab kerangka pemikiran menjelaskan variabel-variabel yang diuji dalam penelitian ini. Subbab hipotesis penelitian menjelaskan proposisi yang diuji dalam penelitian ini dan subbab definisi operasional menjelaskan kriteria dan standar pengkategorian masing-masing variabel yang diuji.
Tinjauan Pustaka Televisi
Saat ini televisi merupakan salah satu media dalam komunikasi massa yang banyak diminati oleh khalayak. Menurut Bungin (2006), televisi adalah media paling populer dan media paling massal saat ini. Televisi mampu menghadirkan informasi secara audio dan visual secara bersamaan. Hal tersebut membuat banyak khalayak lebih memilih televisi dalam mengakses informasi dan sebagai sarana hiburan. Televisi memiliki berbagai macam fungsi. Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainnya (surat kabar dan radio siaran), yaitu memberikan informasi, mendidik, menghibur dan membujuk tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada televisi (Ardianto 2009). Menurut Hofmann (1999), saat ini televisi tidak dilihat lagi sebagai sarana pendidikan (dalam arti pendidikan formal) dan juga tidak seharusnya (meskipun de facto demikian) sebagai alat promosi perdagangan. Lima fungsi yang diungkapkan oleh Hofmann yang pada umumnya diakui adalah:
1. Pengawasan situasi masyarakat dan dunia.
Fungsi ini sering disebut informasi namun, istilah informasi sengaja tidak dipakai supaya tidak timbul salah paham seakan-akan fungsi televisi adalah saluran penerangan bagi penguasa untuk memberi informasi kepada rakyat sesuai dengan kepentingan pemerintah. Fungsi televisi yang sebenarnya adalah mengamati kejadian di dalam masyarakat dan kemudian melaporkannya sesuai dengan kenyataan yang ditemukan.
2. Menghubungkan satu dengan yang lain.
Menurut Neil Postman, televisi tidak berkesinambungan. Akan tetapi, televisi yang menyerupai sebuah mosaik dapat saja menghubungkan hasil pengawasan satu dengan hasil pengawasan lain secara jauh lebih gampang daripada sebuah dokumen tertulis.
3. Menyalurkan budaya.
Televisi tidak hanya mencari, tetapi juga ikut memperkembangkan kebudayaan. Kebudayaan yang dikembangkan oleh televisi merupakan tujuan tanpa pesan khusus didalammya. Fungsi ini dilihat sebagai pendidikan.
6
4. Hiburan.
Saat ini hiburan semakin diakui sebagai kebutuhan manusia. Tanpa hiburan manusia tidak dapat hidup wajar. Hiburan itu merupakan rekreasi, artinya berkat hiburan manusia menjadi segar untuk kegiatan-kegiatan lainnya.
5. Pengerahan masyarakat untuk bertindak dalam keadaan darurat.
Dalam keadaan darurat, televisi harus proaktif memberi motivasi dan menganjurkan supaya orang mau dibantu secara preventif.
Program Acara Televisi
Saat ini televisi sudah banyak mengalami perkembangan yang ditandai dengan munculnya berbagai stasiun televisi. Kemunculan berbagai stasiun televisi ini dapat menambah pilihan bagi khalayak dalam menonton program acara yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Menentukan jenis program berarti menentukan atau memilih daya tarik (appeal) dari suatu program (Vane-Gross 1994) dalam (Morissan 2005). Adapun yang dimaksud dengan daya tarik di sini adalah bagaimana suatu program mampu menarik audiennya. Menurut Morissan (2005), program berasal dari Bahasa Inggris programme atau dalam penulisan gaya Amerika program yang berarti acara atau rencana. Undang-Undang Penyiaran Indonesia tidak menggunakan kata program untuk acara tetapi menggunakan istilah „siaran‟ yang didefinisikan sebagai pesan atau rangkaian pesan yang sering disajikan dalam berbagai bentuk. Namun kata „program‟ lebih sering digunakan dalam dunia penyiaran di Indonesia dari pada kata „siaran‟ untuk mengacu kepada pengertian acara. Program adalah segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya. Program siaran dapat didefinisikan sebagai satu bagian atau segmen dari isi siaran radio ataupun televisi secara keseluruhan (Djamal dan Fachruddin 2011).
Setiap harinya stasiun televisi menayangkan jenis program acara yang berbeda-beda. Menurut Morissan (2005), jenis program berdasarkan jenisnya, yaitu:
1. Program informasi adalah segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak. Program informasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Berita keras (hard news), yaitu segala informasi penting dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang segera untuk diketahui oleh khalayak. Istilah lain dari berita keras adalah straight news. Televisi biasanya menayangkan berita keras secara reguler yang ditayangkan dalam suatu program berita. Infotainment juga merupakan salah satu bentuk program berita. Program infotainment merupakan salah satu program berita keras karena memuat informasi yang harus segera ditayangkan.
b. Berita lunak (soft news), yaitu segala informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namun tidak bersifat segera ditayangkan. Istilah lain yang digunakan oleh stasiun televisi untuk jenis berita lunak adalah news magazine, current affair dan lain-lain. Berita lunak atau soft news dapat berbentuk perbincangan (talk show) ataupun laporan- laporan khusus, seperti perkembangan tren dan gaya hidup.
2. Program hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur khalayak dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan. Program yang
7 termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, sinetron, film, musik, dan permainan (game).
Adapun program berdasarkan apakah suatu program itu bersifat faktual atau fiktif (fictional). Program faktual antara lain program berita, dokumenter, atau reality show. Sementara program yang bersifat fiktif antara lain program drama dan komedi. Berdasarkan uraian di atas, salah satu program acara yang ditayangkan oleh televisi secara reguler adalah program acara berita. Program acara yang ditayangkan oleh televisi selalu mempertimbangkan hal-hal yang diminati oleh khalayak agar menarik khalayak untuk menonton program acara tersebut (Morissan 2005).
Menurut Morissan (2005), terdapat empat hal yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan program acara televisi, yaitu:
1. Product, yaitu materi program yang dipilih haruslah bagus dan diharapkan akan disukai oleh khalayak.
2. Price, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli atau memproduksi program dan dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.
3. Place, yaitu kapan waktu siaran yang tepat bagi progran tersebut. Pemilihan waktu tayang yang tepat akan membantu keberhasilan suatu program acara. 4. Promotion, yaitu bagaimana memperkenalkan dan kemudian menjual acara itu
sehingga mendatangkan iklan. Teori Uses and Gratifications
Teori uses and gratifications merupakan salah satu model pendekatan dalam teori komunikasi massa. Pendekatan uses and gratification mulai berkembang pada awal dasawarsa 1940 (Gonzalez 1988) dalam (Jahi 1988). Rakhmat (2002) menyatakan bahwa model uses and gratifications ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan oleh media pada diri orang, tetapi tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media. Khalayak akan secara aktif menggunakan media ketika akan membuat pilihan-pilihan mengenai apa yang dilakukan dalam kehidupannya. Menurut West dan Turner (2008), teori kegunaan dan gratifikasi (uses and gratifications theory) menyatakan bahwa orang secara aktif mencari media tertentu dan muatan (isi) tertentu untuk menghasilkan kepuasan (atau hasil) tertentu. Uses and gratifications theory menganggap orang aktif karena mereka mampu untuk mempelajari dan mengevaluasi berbagai jenis media untuk mencapai tujuan komunikasi. Khalayak akan berusaha untuk mencari media yang paling baik dalam usahanya memenuhi kebutuhan.
Uses and gratifications menjelaskan asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber- sumber lain yang membawa pada terpaan media dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan (Rakhmat 2005). Blumler dan Katz (1974) dalam Rakhmat (2005), menyatakan bahwa terdapat lima asumsi dasar uses and gratifications theory, yaitu:
1. Khalayak dianggap aktif, artinya sebagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan.
2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota khalayak.
3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari
8
rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada perilaku khalayak yang bersangkutan.
4. Banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak, artinya orang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu.
5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.
Menurut Rakhmat (2005), teori uses and gratifications memiliki kelebihan, yaitu (1) memberikan deskripsi dinamis tentang khalayak; (2) anggota khalayak tidak sepenuhnya pasif; dan (3) menjelaskan penggunaan media. Sementara itu, kekurangan dari teori ini adalah (1) stimuli tidak diperhitungkan, hanya model proses penerimaannya saja; (2) terlalu melebih-lebihkan rasionalitas dan keaktifan anggota khalayak; dan (3) menggunakan faktor-faktor mental, seperti motif mencari keterangan. Teori ini menyatakan bahwa penggunaan media massa yang dilakukan oleh khalayak didorong oleh motif-motif tertentu untuk mencapai kepuasan dalam memenuhi kebutuhannya.
Karl Erik Rosengren menggambarkan logika dalam pendekatan uses and gratification sebagai berikut (1) kebutuhan mendasar tertentu, dalam interaksinya dengan (2) berbagai kombinasi antara intra dan ekstra individu, dan juga dengan (3) struktur masyarakat, termasuk struktur media, menghasilkan (4) berbagai pencampuran personal individu, dan (5) persepsi mengenai solusi bagi persoalan tersebut, yang menghasilkan (6) berbagai motif untuk mencari pemenuhan atau penyelesaian persoalan, yang menghasilkan (7) perbedaan pola konsumsi media, dan (8) perbedaan pola perilaku lainnya, yang menyebabkan (9) perbedaan pola konsumsi, yang dapat mempengaruhi (10) kombinasi karakteristik intra dan ekstra individu, sekaligus akan mempengaruhi pula (11) stuktur media dan berbagai stuktur politik, kultural, dan ekonomi dalam masyarakat (Effendy 2000) dalam (Bungin 2006).
Karakteristik Khalayak
Menurut Cangara (2008), khalayak bisa disebut dengan istilah penerima, sasaran, pembaca, pendengar, pemirsa, audience, decoder, atau komunikan. Khalayak adalah salah satu aktor dari proses komunikasi. Oleh sebab itu, unsur khalayak tidak boleh diabaikan karena keberhasilan suatu proses komunikasi sangat ditentukan oleh khalayak. Khalayak dalam studi komunikasi bisa berupa individu, kelompok, dan masyarakat. Ada tiga aspek yang perlu diketahui oleh komunikator menyangkut tentang khalayaknya, yaitu:
1. Aspek sosiodemografik terdiri atas:
a. Jenis kelamin (laki-laki atau perempuan) b. Usia
c. Populasi (jumlah khalayak) d. Lokasi (desa atau kota) e. Tingkat pendidikan f. Bahasa
g. Agama h. Pekerjaan i. Ideologi
9 j. Pemilikan media massa
2. Aspek profil psikologis (memahami khalayak dari segi kejiwaan) terdiri atas: a. Emosi
b. Bagaimana pendapat-pendapat mereka
c. Adakah keinginan mereka yang perlu dipenuhi
d. Adakah selama ini menyimpan rasa kecewa, frustasi atau dendam 3. Aspek karakteristik perilaku khalayak terdiri atas: