BAB III METODE PENELITIAN
3.3. Teknik Pengumpulan Data
3.3.3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, dokumen, dan gambar berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian (Sugiyono, 2015). Teknik dokumentasi dimanfaatkan untuk melengkapi kebenaran data atau informasi yang dikumpulkan dari hasil dokumentasi yang didapatkan di lapangan. Metode dokumentasi dapat melengkapi data yang telah ditemukan saat observasi dan wawancara, sehingga dapat menguatkan hasil penelitian. Pada penelitian ini dokumentasi yang dilakukan dengan cara melihat dan mencari laporan tahunan BCA terkait transformasi digital dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah terkait jasa keuangan layanan digital.
43 3.4. Sumber Data Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu, data primer, dan data sekunder. Data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2016). Sumber data primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dengan subjek penelitian dan dengan observasi atau pengamatan langsung di lapangan (Sugiyono, 2016). Dengan definisi tersebut, maka data primer dalam penelitian ini adalah berupa laporan hasil wawancara antara peneliti dan subjek di lapangan.
Pada penelitian studi kasus data yang terkumpul perlu disempurnakan. Kemudian, membaca keseluruhan data dengan merujuk ke rumusan penelitian. Apabila, data hasil transkrip yang diperoleh sudah dapat menjawab rumusan masalah, data dianggap lengkap.
Sebaliknya jika data yang diperoleh tidak cukup menjawab rumusan, maka data dianggap tidak lengkap. Sehingga, mengharuskan peneliti kembali ke lapangan untuk melengkapi data (Rahardjo, 2017).
Sementara itu, data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada data ini digunakan untuk mendukung informasi primer yang telah diperoleh yaitu dari bahan pustaka, literatur, penelitian terdahulu, buku, dan lain sebagainya (Hasan, 2002). Dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan berupa dokumen terkait Peraturan OJK pada sektor industri perbankan dalam menghadapi transformasi digital maupun sumber lainnya yang relevan dan mendukung penelitian.
3.5. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah proses mencari data, menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan
44 sintesis, menyusun ke dalam pola memilih nama yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2010). Dalam penelitian kualitatif hasil laporan akhir mencakup analisis terhadap transkripsi rekaman suara subjek, refleksi peneliti, serta deskripsi dan interpretasi kompleks tentang konteks rumusan masalah yang diteliti (Kholiyah dan Suyadnya, 2018).
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan proses analisis data yang diperoleh melalui wawancara. Hal yang dikode dalam penelitian ini adalah informasi atau pernyataan informan yang mampu menjawab komponen kesiapan BCA Wilayah Palembang dalam menghadapi transformasi digital dan pengaruh faktor kelembagaan pada BCA Wilayah Palembang dalam melakukan transformasi digital. Kemudian, melakukan interpretasi data dalam bentuk deskripsi dan penjelasan data secara komprehensif dengan menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif, proses menginterpretasi data dan menjadikannya dalam bentuk hubungan antar pola berlangsung sesuai dengan landasan teori yang digunakan.
Menurut Miles dan Huberman (1992), alur analisis dalam penelitian kualitatif dimulai sejak pengumpulan data lapangan. Setelah itu, alur analisis kedua ialah melakukan reduksi data. Alur analisis ketiga ialah penyajian data. Data disajikan dalam bentuk teks naratif, matriks, skema, dan tabel lalu dirakit secara teratur, padu, dan terintegrasi. Alur analisis yang keempat adalah penarikan kesimpulan, setelah data disajikan dilanjutkan dengan memahami maknanya, alur sebab akibat, dan membuat proposisi, Hal itu diverifikasi dengan temuan-temuan data selanjutnya dan akhirnya sampai pada penarikan kesimpulan akhir (Miles &
Huberman, 1992). Analisis data dapat digambarkan dalam bentuk skema seperti gambar berikut:
45 Gambar 3.1 Komponen analisis data melalui model interaktif
46
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini bertujuan untuk menjelaskan kesiapan BCA Wilayah Palembang dan pengaruh faktor kelembagaan dalam melakukan transformasi digital. Bagian pertama bab ini menjelaskan deskripsi informan. Bagian kedua membahas kesiapan BCA Wilayah Palembang dalam melakukan transformasi digital. Bagian ketiga membahas faktor kelembagaan yang terkait dengan kesiapan BCA Wilayah Palembang dalam mendukung transformasi digital. Bagian keempat menjelaskan implikasi kebijakan, khususnya bagi pihak yang diteliti dan pengambil kebijakan terkait.
4.1. Deskripsi Informan
Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Palembang dengan melibatkan satu pimpinan, empat kepala bagian, dan satu staf BCA Wilayah Palembang yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Dalam proses memperoleh subjek penelitian, peneliti memasukkan proposal ke kantor cabang BCA yang ada di Palembang. Kemudian, peneliti mendapatkan akses untuk melakukan penelitian di BCA Wilayah Palembang serta diarahkan kepada mereka yang bersedia untuk diwawancara. Berikut tersaji tabel gambaran umum latar belakang masing-masing subjek penelitian yang berisikan deskripsi data demografi dari masing-masing-masing-masing subjek penelitian yang mencakup lama bekerja, jenis kelamin, domisili, status subjek, dan lokasi kantor cabang:
47 Tabel 4.1 Profil Informan/Subjek Penelitian
Aspek Subjek 1 Subjek 2 Subjek 3 Subjek 4 Subjek 5 Subjek 6
FS EN AS SY MS AR
Lama Bekerja 24 tahun 23 tahun 9 tahun 24 tahun 26 tahun 24 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Domisili Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Status Subjek Kepala
Layanan
Kepala Bagian Sistem
Pimpinan Kantor Cabang
Kepala Bagian CSO
Kepala Bagian CSO
Staf
Administrasi Kantor (AK Logistik) Lokasi KC KCP Sekayu KANWIL
VI
KCP Kenten KCP KM 12 KCP Kenten
BCA KCU Palembang
4.1.1. Latar Belakang Subjek 1
Subjek 1 (S1) atau FS merupakan karyawan tetap PT BCA Wilayah Palembang. Ia memiliki jabatan/posisi sebagai Kepala Layanan BCA KCP Sekayu. Ia sudah bekerja di BCA selama 24 tahun. Sekarang ia tinggal di kosan agar lebih dekat dengan kantor dan ia juga memiliki rumah pribadi di Palembang. Diakhir pekan khususnya di hari Jumat ia pasti pulang ke Palembang dan berangkat lagi ke Sekayu di hari Senin. Ia memiliki seorang istri dan dua orang anak (satu perempuan dan satu laki-laki). Sebelum memiliki jabatan sebagai kepala layanan ia pernah menjadi satpam dan teller di kantor cabang BCA Palembang.
Kemampuan dan pengetahuan yang ia miliki membuatnya berhasil memperoleh posisi seperti sekarang. Bagi FS BCA harus terus melakukan inovasi dan mengikuti perubahan zaman kearah yang positif. Dengan tujuan agar nasabah tidak lari ke jasa keuangan lainnya.
Mau tidak mau kita harus bisa mengikuti perubahan zaman ke arah digital.
4.1.2. Latar Belakang Subjek 2
Subjek 2 (S2) atau EN merupakan karyawan tetap PT BCA KCP Palembang. Ia memiliki jabatan/posisi sebagai Kepala Bagian Sistem KANWIL VI Palembang. Ia sudah bekerja di BCA selama 23 tahun. Selama ini ia telah diberikan kepercayaan untuk fokus bekerja sebagai staf bagian sistem atau IT/EDP untuk mengatur permasalahan jaringan dan
48 sistem yang ada di kantor cabang BCA Palembang sehingga pada akhirnya ia diberikan tanggung jawab yang lebih besar sebagai Kepala Bagian Sistem KANWIL VI Palembang.
Kemampuan dan pengetahuan di bidang teknologi informasi yang ia miliki membuatnya berhasil memperoleh posisi seperti sekarang. Ia tinggal di kediaman milik nya pribadi di Palembang. Bagi EN perubahan zaman memang harus dihadapi tidak bisa dihindari.
Menurutnya, apabila BCA tidak melakukan perubahan BCA akan ditinggalkan oleh masyarakat, karena kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi oleh BCA.
4.1.3. Latar Belakang Subjek 3
Subjek 3 (S3) atau AS merupakan karyawan tetap PT BCA KCP Palembang. Ia termasuk karyawan yang tergolong muda. Ia memiliki jabatan/posisi sebagai Pimpinan KCP Kenten. Ia lulusan sarjana program studi akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi MDP Palembang. Kecerdasan dan keahlian yang ia miliki membuatnya mendapatkan posisi sebagai Pimpinan KCP Kenten Palembang. Karena, termasuk usia yang masih muda ia baru bekerja selama 9 tahun di BCA. Ia memiliki seorang istri dan satu anak laki-laki. Ia berkata bahwa BCA akan terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan menciptakan aplikasi dan sistem yang dibutuhkan BCA, menurutnya BCA mampu terus berkembang.
4.1.4. Latar Belakang Subjek 4
Subjek 4 (S4) atau SY merupakan karyawan tetap PT BCA KCP Palembang. Ia memiliki jabatan/posisi sebagai Kepala Bagian CSO KCP KM 12. Ia sudah bekerja di BCA selama 24 tahun. Ia telah diberikan kepercayaan untuk menjadi Kabag CSO KCP KM 12. Ia tinggal di kediaman rumahnya sendiri yang berlokasi di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Sako, Palembang. Ia memiliki seorang suami dan 2 orang anak laki-laki. Bagi SY, butuh
49 waktu untuk bisa menyesuaikan transformasi digital yang dilakukan perbankan khususnya untuk kalangan nasabah senior/masyarakat yang sudah berusia. Namun, kalangan muda sangat menyukai dan menikmati perubahan yang terjadi.
4.1.5. Latar Belakang Subjek 5
Subjek 5 (S5) atau MS merupakan karyawan tetap PT BCA KCP Palembang. Ia memiliki jabatan/posisi sebagai Kepala Bagian CSO KCP Kenten. Ia sudah bekerja di BCA selama 26 tahun. Ia telah diberikan kepercayaan untuk menjadi Kabag CSO BCA KCP Kenten. Sebelum di mutasi ke KCP Kenten ia ditempatkan di KCP Lemabang. Ia memiliki seorang suami dan 3 orang anak laki-laki. Baginya transformasi digital yang terjadi harus dihadapi, dari pihak masyarakat/nasabah maupun bank itu sendiri. Apabila, pihak bank tidak mengikuti perkembangan dan tidak melakukan perubahan akan mengalami kemunduran karena, kalah bersaing dengan perusahaan lain bahkan negara lain. Pihak bank mengatakan kesiapan transformasi digital dapat dikatakan berhasil jika masyarakat/nasabah juga ikut ambil bagian dalam menggunakan sistem/aplikasi yang telah disediakan oleh pihak bank.
4.1.6. Latar Belakang Subjek 6
Subjek 6 (S6) atau AR merupakan karyawan tetap PT BCA KCP Palembang, ia memiliki jabatan/posisi sebagai Staf Administrasi Kantor (AK Logistik) BCA KCU Demang. Ia telah diberi kepercayaan sebagai staf administrasi kantor bagian logistik.
Tugasnya menginput kebutuhan logistik di setiap kantor cabang yang ada di Palembang kemudian melaporkannya ke Kantor Pusat BCA. Selain itu Staf AK Logistik juga yang berkontak secara langsung dengan pihak ketiga/vendor untuk melakukan kerjasama.
Sebelum menjadi staf AK Logistik ia menduduki posisi sebagai satpam di kantor cabang BCA Palembang. Ia tinggal di kediaman rumahnya sendiri yang berlokasi di Komplek BSD,
50 Kelurahan Sako, Palembang. Ia memiliki seorang istri dan 4 orang anak (tiga laki-laki dan 1 perempuan). Baginya perubahan digital yang dilakukan oleh perbankan diterima baik oleh masyarakat khususnya kalangan milenial.
4.2. Kesiapan BCA Wilayah Palembang Menghadapi Transformasi Digital
Bank Central Asia (BCA), sejak tahun 1998, sudah berinvestasi cukup besar dalam bidang IT dan telah memprediksikan kemunculan digitalisasi pada sektor perbankan akan menjadi sebuah persaingan baru yang harus dihadapi (Laporan tahunan BCA, 2020). BCA Wilayah Palembang senantiasa menawarkan solusi transaksi perbankan yang komprehensif pada setiap nasabah baik secara bisnis maupun individu. Layanan ini tersedia dengan dukungan jaringan transaksi multi-channel yang andal dalam mengintegrasikan kantor cabang, ATM dengan platform digital seperti mobile banking dan internet banking. Ketika, menghadapi transformasi digital teknologi memiliki peranan penting bagi BCA Wilayah Palembang dalam memberikan peluang untuk melakukan inovasi.
Konsistensi BCA dalam menjalankan strategi perbankan secara digital telah mendukung BCA untuk mencapai peluang di tengah peralihan nasabah ke arah yang serba digital. Selain itu, lokasi wilayah kantor cabang BCA juga mendukung untuk pengembangan proses layanan digital. Dalam melakukan transformasi digital, BCA Wilayah Palembang memperhatikan beberapa hal penting, seperti mempersiapkan SDM yang berkualitas, memperkuat infrastruktur teknologi, memperhatikan keamanan data, transaksi dan simpanan dana nasabah serta bertanggung jawab atas produk dan memberikan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah hal yang dipersiapkan BCA Wilayah Palembang untuk mendukung transformasi digital berdasarkan hasil wawancara peneliti dan informan. Berikut penjelasan sejumlah elemen kesiapan subjek penelitian menghadapi transformasi digital berdasarkan hasil wawancara.
51 4.2.1. Lingkungan Operasional
Lingkungan operasional mencakup strategi bisnis, kondisi pangsa pasar, dan persaingan yang berkaitan dengan penerapan teknologi digital (Burns & Vaivio, 2001).
Berdasarkan hasil wawancara terkait lingkungan operasional BCA Wilayah Palembang dapat dijabarkan sebagai berikut:
Perubahan perilaku nasabah terhadap perkembangan teknologi digital mendorong BCA Wilayah Palembang untuk melakukan adaptasi dengan melakukan inovasi tanpa henti.
Nasabah berharap bank dapat memberikan kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan digital sehingga setiap bank yang ada di Indonesia berlomba-lomba untuk melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi transformasi digital (Ismail, 2010). BCA Wilayah Palembang memiliki divisi IT/EDP yang memang sudah dipersiapkan khusus untuk mengelola teknologi dan menyelesaikan permasalahan terkait sistem jaringan. Dengan memiliki tim untuk melakukan riset terkait kebutuhan nasabah mempermudah BCA Wilayah Palembang dalam menciptakan suatu produk dan layanan.
“SDM aja kita ada unit kerja tersendiri untuk istilahnya hmm.. penelitian untuk apa saja yang dibutuhkan nasabah seperti itu kan kita ada unit kerja tersendiri di IT (S2.W1. 15-16)
Kalau BCA investasi besarnya disitu, sekarang divisi yang paling besar yang ada di KP itu ya IT (S3.W1. 19-20)
SDMnya itu yang memang benar-benar dipersiapkan begitu. Kalau misalnya ada SDM yang divisi untuk mencari apa ni kebutuhan-kebutuhan nasabah ada lagi yang riset ada lagi yang developnya, sudah ada yang developpe nanti ada lagi tim yang controlnya sudah sesuai belum ni kalau misalnya kita mau mendevelop suatu aplikasi ada UX dan UY (userX dan userY) sudah bisa dijalani belum aplikasi ini tanpa diarahkan si pemiliknya ini. Misalnya coba pakai aplikasi ini kamu tidak perlu bertanya lagi ini buat apa, nah itu kalau kamu tidak perlu bertanya lagi berarti Uxnya udah bagus kecuali kalau kamu masih nanya tombol itu buat apa yahhh itu berarti aplikasi itu belum bagus. Nah BCA dalam menerapkan aplikasi-aplikasi itu UX UY nya user interface, user interface itu yang berhubungan dengan banyak rekening dan lain sebagainya nah itu sangat diperhatikan oleh BCA. Nah makanya SDM yang dimiliki BCA harus pasti yang menguasai hal itu (S2.W1. 74-86)”
Untuk menghadapi nasabah yang digital savvy, BCA Wilayah Palembang melakukan pengembangan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia dengan memberikan
52 pelatihan berupa training dan memperluas pengetahuan melalui e-learning (morningBCA).
Selain itu, BCA Wilayah Palembang memiliki digital buddy untuk mendampingi karyawan senior yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan teknologi. Pengetahuan teknologi yang dimiliki SDM akan mempermudah sumber daya manusia untuk menjelaskan kepada nasabah yang non-digital savvy. Dengan memiliki SDM yang mumpuni dan menguasai teknologi, BCA Wilayah Palembang siap melakukan transformasi digital.
“Dengan faktor SDM yang mumpuni dan ketersediaan teknologi yang sangat canggih dan kini siap untuk melakukan transformasi digital (S1.W1. 23-24) Selalu siap dan menjelaskan terhadap nasabah manapun tanpa pandang bulu makanya kita sudah mempunyai SDM yang mumpuni (S1.W1. 49-50)
Faktor SDM dan kebutuhan nasabah juga ya (S2.W1. 89)
BCA terus memberikan edukasi kepada karyawan senior dengan kehadiran digital buddy yang akan membantu untuk mengarahkan mereka (S3.W1. 216-217)
Kemudian ada pendampingan melalui e-learning sebisa mungkin jangan biarkan mereka merasa terpisah karena ketidakpahaman mereka dengan kehadiran teknologi. Bagaimanapun juga karyawan senior mempunyai jasa selama pengembangan BCA (S3.W1. 217-220)”
Sejalan dengan perubahan perilaku nasabah dalam melakukan layanan transaksi perbankan. Strategi investasi TI yang dilakukan BCA Wilayah Palembang dalam merespon kebutuhan nasabah dilakukan dengan menggabungkan kecanggihan teknologi digital pada layanan dan produk yang dimiliki. BCA Wilayah Palembang merespon kebutuhan nasabah dengan menciptakan produk dan layanan yang bermanfaat bagi nasabah dan memberikan keuntungan untuk BCA. Investasi teknologi yang dipersiapkan dengan melakukan pengembangan pada layanan platform digital melalui e-channel, mesin digital, dan layanan internet.
“Apa yang dibutuhkan itulah yang dibuat BCA tapi ya liat juga keuntungan apa yang bisa didapatkan, tapi kalau kita buat aplikasi tapi tidak memberikan sesuatu yang tidak bermanfaat buat BCA dan nasabah ya ngapain seperti itu (S2.W1. 93-96)
Infrastruktur TI yang sudah memadai BCA (S2.W1. 89-90)
Memang fokus rencana investasi teknologi di sektor perbankan (S3.W1. 18-19)”
53 BCA memperkuat platform digital dan kanal elektroniknya, dengan meluncurkan beberapa produk dan layanan digital seperti mesin CRM, mesin STAR Teller, mesin eService, mesin CS Digital, pembukaan rekening secara online melalui m-BCA, QR Code fitur pada m-BCA dan Sakuku, OneKlik fitur pada KlikBCA, BCA KlikPay fitur pada KlikBCA, Lifestyle fitur pada m-BCA, BagiBagi fitur pada m-BCA, layanan tarik/setor uang tanpa kartu (cardless). BCA Digital sebagai entitas anak BCA juga terus mengembangkan berbagai inisiatif digital seperti virtual showroom seperti, layanan VIRA dan mobile apps seperti, Blu BCA, aplikasi WELMA dan aplikasi Sakuku untuk mendukung interaksi dan penyediaan informasi bagi nasabah. Bank melanjutkan penerapan model bisnis Future Branch atau eBranch dan model pelayanan terkini dalam upaya melayani kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Investasi produk dan layanan digital yang dipersiapkan BCA Wilayah Palembang dilakukan untuk menghadapi perkembangan teknologi di masa mendatang.
“BCA ini untuk digital ya memang sudah dipersiapkan sejak lama, contoh yang paling konkret misalnya ATM, e-channel, KlikBCA, KlikBCA Bisnis, ada m-banking nya kayak gitu kan, untuk melakukan setor tunai pun nasabah tidak harus ke cabang kita ada mesin CRM dimana nasabah bisa melakukan setor dan tarik tunai secara mandiri dan sekarang sudah bertambah ke yang lain misalnya ada produk untuk investasi namanya WELMA, nah itu serba digital semua sih ya begitu jadi ya sudah dipersiapkan beberapa tahun yang lalu untuk menghadapi era seperti ini (S2.W1. 5-12)
e-channel yaitu misalnya KlikBCA, KlikBCA Bisnis ada dua itu ada KlikBCA yag untuk perorangan ada yang untuk bisnis (S2.W1. 29-30)
BCA Digital adalah suatu hm semacam kalau bisa dibilang satu perusahaan ya perusahaan baru tapi tidak berbentuk fisik ya, jadi nanti open account nya membuat Apps nah kayak gitu. Open account baik itu tahapan deposito mau apapun itu lewat Apps semua, mau belanja juga lewat Apps dan lain sebagainya.
Jadi, kebutuhan-kebutuhan perbankan kecuali yang berhubungan dengan fisik tunai semua bisa dilakukan dengan Apps, kalau dia butuh uang harus tetap ke ATM (S2.W1. 55-61)
CS Digital itu rencananya untuk menggantikan CSO, jadi ganti kartu, pendaftaran mobile banking itu disitu, yang sebelahnya eService untuk ganti buku tidak perlu sama staf, untuk membuat mobile banking juga bisa, diatas ada mesin STAR Teller namanya jadi setor sendiri juga mirip kayak ATM setor tarik, itu memang semuanya untuk persiapan kesana sih (S3.W1. 9-13)
BCA Mobile ni, ini kan kemudian ada QRIS. QRIS ini bisa digunakan untuk transaksi pembayaran (S3.W1. 84-85)
54 Ni, langsung di bawah bibit (menunjukan posisi aplikasi WELMA dari appstore) (S3.W1. 96-97)
Jadi kayak sekarang kalau dulu kan, lebih ke buku, kita sekarang lebih ke kartu saja atau sekarang bisa menarik tanpa kartu (S4.W1. 96-97)”
Selain kesiapan dari pihak internal BCA, kesiapan dari nasabah juga penting untuk mendukung keberhasilan proses transformasi digital. Oleh karena itu, BCA Wilayah Palembang suatu produk dan layanan digital memiliki pangsa pasarnya masing-masing agar nasabah dapat menyesuaikan produk/layanan mana yang dibutuhkan. Berikut beberapa produk dan layanan yang diciptakan dengan menyesuaikan kebutuhan nasabahnya, seperti BCA Digital pangsa pasarnya anak-anak muda yang digital savvy; rekening giro pangsa pasarnya masyarakat yang sudah memiliki usaha/bisnis; produk Tahapan BCA pangsa pasarnya mahasiswa/i, karyawan, ibu-ibu rumah tangga; produk Tahapan Xpresi BCA pangsa pasarnya anak-anak; KlikBCA Bisnis pangsa pasarnya pimpinan/masyarakat yang memiliki karyawan; KlikBCA Individu dan m-BCA pangsa pasarnya masyarakat umum; dan WELMA pangsa pasarnya masyarakat yang ingin melakukan investasi.
“Menyiapkan transaksi dan berbagai macam tingkatan nasabah yang kecil, sedang, dan tingkat atas kita sudah menyiapkan berbagai produk-produk yang sesuai dengan kriteria nasabah (S1.W1. 44-46)
BCA menciptakan aplikasi dengan fitur yang tepat sasaran (S1.W1. 10-11) Kita sasaran di semua bidang baik di bidang bisnis ataupun masyarakat-masyarakat biasa (S1.W1. 33-34)
Misalnya sekarang anak muda suka investasi reksadana, obligasi, dan juga edukasi asuransi itu ada aplikasi WELMA, WELMA itu wealth management itu bisa di download dia itu mirip BIBIT jadi semua di jadiin satu sih (S3.W1. 55-58)
BCA Digital pangsa pasarnya emang anak-anak muda yang memang melek teknologi BCA Digital itu tadi, tapi ada juga ya produk-produk BCA produk lama yang ada pangsa pasarnya, seperti rekening giro kan emang pangsa pasarnya adalah orang-orang yang sudah punya usaha seperti itu kan, tapi kalau untuk mahasiswa, karyawan, ibu ya itu pakai produk tahapan, untuk anak-anak bisa menggunakan xpresi (S2.W1. 99-104)
KBB BCA (KlikBCA bisnis) Jadi, nasabah itu bayar gaji karyawan tidak perlu datang ke BCA membawa slip gaji banyak-banyak ikut antrian membuat dia
KBB BCA (KlikBCA bisnis) Jadi, nasabah itu bayar gaji karyawan tidak perlu datang ke BCA membawa slip gaji banyak-banyak ikut antrian membuat dia