• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Informan

4.1.6. Latar Belakang Subjek 6

Subjek 6 (S6) atau AR merupakan karyawan tetap PT BCA KCP Palembang, ia memiliki jabatan/posisi sebagai Staf Administrasi Kantor (AK Logistik) BCA KCU Demang. Ia telah diberi kepercayaan sebagai staf administrasi kantor bagian logistik.

Tugasnya menginput kebutuhan logistik di setiap kantor cabang yang ada di Palembang kemudian melaporkannya ke Kantor Pusat BCA. Selain itu Staf AK Logistik juga yang berkontak secara langsung dengan pihak ketiga/vendor untuk melakukan kerjasama.

Sebelum menjadi staf AK Logistik ia menduduki posisi sebagai satpam di kantor cabang BCA Palembang. Ia tinggal di kediaman rumahnya sendiri yang berlokasi di Komplek BSD,

50 Kelurahan Sako, Palembang. Ia memiliki seorang istri dan 4 orang anak (tiga laki-laki dan 1 perempuan). Baginya perubahan digital yang dilakukan oleh perbankan diterima baik oleh masyarakat khususnya kalangan milenial.

4.2. Kesiapan BCA Wilayah Palembang Menghadapi Transformasi Digital

Bank Central Asia (BCA), sejak tahun 1998, sudah berinvestasi cukup besar dalam bidang IT dan telah memprediksikan kemunculan digitalisasi pada sektor perbankan akan menjadi sebuah persaingan baru yang harus dihadapi (Laporan tahunan BCA, 2020). BCA Wilayah Palembang senantiasa menawarkan solusi transaksi perbankan yang komprehensif pada setiap nasabah baik secara bisnis maupun individu. Layanan ini tersedia dengan dukungan jaringan transaksi multi-channel yang andal dalam mengintegrasikan kantor cabang, ATM dengan platform digital seperti mobile banking dan internet banking. Ketika, menghadapi transformasi digital teknologi memiliki peranan penting bagi BCA Wilayah Palembang dalam memberikan peluang untuk melakukan inovasi.

Konsistensi BCA dalam menjalankan strategi perbankan secara digital telah mendukung BCA untuk mencapai peluang di tengah peralihan nasabah ke arah yang serba digital. Selain itu, lokasi wilayah kantor cabang BCA juga mendukung untuk pengembangan proses layanan digital. Dalam melakukan transformasi digital, BCA Wilayah Palembang memperhatikan beberapa hal penting, seperti mempersiapkan SDM yang berkualitas, memperkuat infrastruktur teknologi, memperhatikan keamanan data, transaksi dan simpanan dana nasabah serta bertanggung jawab atas produk dan memberikan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah hal yang dipersiapkan BCA Wilayah Palembang untuk mendukung transformasi digital berdasarkan hasil wawancara peneliti dan informan. Berikut penjelasan sejumlah elemen kesiapan subjek penelitian menghadapi transformasi digital berdasarkan hasil wawancara.

51 4.2.1. Lingkungan Operasional

Lingkungan operasional mencakup strategi bisnis, kondisi pangsa pasar, dan persaingan yang berkaitan dengan penerapan teknologi digital (Burns & Vaivio, 2001).

Berdasarkan hasil wawancara terkait lingkungan operasional BCA Wilayah Palembang dapat dijabarkan sebagai berikut:

Perubahan perilaku nasabah terhadap perkembangan teknologi digital mendorong BCA Wilayah Palembang untuk melakukan adaptasi dengan melakukan inovasi tanpa henti.

Nasabah berharap bank dapat memberikan kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan digital sehingga setiap bank yang ada di Indonesia berlomba-lomba untuk melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi transformasi digital (Ismail, 2010). BCA Wilayah Palembang memiliki divisi IT/EDP yang memang sudah dipersiapkan khusus untuk mengelola teknologi dan menyelesaikan permasalahan terkait sistem jaringan. Dengan memiliki tim untuk melakukan riset terkait kebutuhan nasabah mempermudah BCA Wilayah Palembang dalam menciptakan suatu produk dan layanan.

“SDM aja kita ada unit kerja tersendiri untuk istilahnya hmm.. penelitian untuk apa saja yang dibutuhkan nasabah seperti itu kan kita ada unit kerja tersendiri di IT (S2.W1. 15-16)

Kalau BCA investasi besarnya disitu, sekarang divisi yang paling besar yang ada di KP itu ya IT (S3.W1. 19-20)

SDMnya itu yang memang benar-benar dipersiapkan begitu. Kalau misalnya ada SDM yang divisi untuk mencari apa ni kebutuhan-kebutuhan nasabah ada lagi yang riset ada lagi yang developnya, sudah ada yang developpe nanti ada lagi tim yang controlnya sudah sesuai belum ni kalau misalnya kita mau mendevelop suatu aplikasi ada UX dan UY (userX dan userY) sudah bisa dijalani belum aplikasi ini tanpa diarahkan si pemiliknya ini. Misalnya coba pakai aplikasi ini kamu tidak perlu bertanya lagi ini buat apa, nah itu kalau kamu tidak perlu bertanya lagi berarti Uxnya udah bagus kecuali kalau kamu masih nanya tombol itu buat apa yahhh itu berarti aplikasi itu belum bagus. Nah BCA dalam menerapkan aplikasi-aplikasi itu UX UY nya user interface, user interface itu yang berhubungan dengan banyak rekening dan lain sebagainya nah itu sangat diperhatikan oleh BCA. Nah makanya SDM yang dimiliki BCA harus pasti yang menguasai hal itu (S2.W1. 74-86)”

Untuk menghadapi nasabah yang digital savvy, BCA Wilayah Palembang melakukan pengembangan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia dengan memberikan

52 pelatihan berupa training dan memperluas pengetahuan melalui e-learning (morningBCA).

Selain itu, BCA Wilayah Palembang memiliki digital buddy untuk mendampingi karyawan senior yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan teknologi. Pengetahuan teknologi yang dimiliki SDM akan mempermudah sumber daya manusia untuk menjelaskan kepada nasabah yang non-digital savvy. Dengan memiliki SDM yang mumpuni dan menguasai teknologi, BCA Wilayah Palembang siap melakukan transformasi digital.

“Dengan faktor SDM yang mumpuni dan ketersediaan teknologi yang sangat canggih dan kini siap untuk melakukan transformasi digital (S1.W1. 23-24) Selalu siap dan menjelaskan terhadap nasabah manapun tanpa pandang bulu makanya kita sudah mempunyai SDM yang mumpuni (S1.W1. 49-50)

Faktor SDM dan kebutuhan nasabah juga ya (S2.W1. 89)

BCA terus memberikan edukasi kepada karyawan senior dengan kehadiran digital buddy yang akan membantu untuk mengarahkan mereka (S3.W1. 216-217)

Kemudian ada pendampingan melalui e-learning sebisa mungkin jangan biarkan mereka merasa terpisah karena ketidakpahaman mereka dengan kehadiran teknologi. Bagaimanapun juga karyawan senior mempunyai jasa selama pengembangan BCA (S3.W1. 217-220)”

Sejalan dengan perubahan perilaku nasabah dalam melakukan layanan transaksi perbankan. Strategi investasi TI yang dilakukan BCA Wilayah Palembang dalam merespon kebutuhan nasabah dilakukan dengan menggabungkan kecanggihan teknologi digital pada layanan dan produk yang dimiliki. BCA Wilayah Palembang merespon kebutuhan nasabah dengan menciptakan produk dan layanan yang bermanfaat bagi nasabah dan memberikan keuntungan untuk BCA. Investasi teknologi yang dipersiapkan dengan melakukan pengembangan pada layanan platform digital melalui e-channel, mesin digital, dan layanan internet.

“Apa yang dibutuhkan itulah yang dibuat BCA tapi ya liat juga keuntungan apa yang bisa didapatkan, tapi kalau kita buat aplikasi tapi tidak memberikan sesuatu yang tidak bermanfaat buat BCA dan nasabah ya ngapain seperti itu (S2.W1. 93-96)

Infrastruktur TI yang sudah memadai BCA (S2.W1. 89-90)

Memang fokus rencana investasi teknologi di sektor perbankan (S3.W1. 18-19)”

53 BCA memperkuat platform digital dan kanal elektroniknya, dengan meluncurkan beberapa produk dan layanan digital seperti mesin CRM, mesin STAR Teller, mesin eService, mesin CS Digital, pembukaan rekening secara online melalui m-BCA, QR Code fitur pada m-BCA dan Sakuku, OneKlik fitur pada KlikBCA, BCA KlikPay fitur pada KlikBCA, Lifestyle fitur pada m-BCA, BagiBagi fitur pada m-BCA, layanan tarik/setor uang tanpa kartu (cardless). BCA Digital sebagai entitas anak BCA juga terus mengembangkan berbagai inisiatif digital seperti virtual showroom seperti, layanan VIRA dan mobile apps seperti, Blu BCA, aplikasi WELMA dan aplikasi Sakuku untuk mendukung interaksi dan penyediaan informasi bagi nasabah. Bank melanjutkan penerapan model bisnis Future Branch atau eBranch dan model pelayanan terkini dalam upaya melayani kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Investasi produk dan layanan digital yang dipersiapkan BCA Wilayah Palembang dilakukan untuk menghadapi perkembangan teknologi di masa mendatang.

“BCA ini untuk digital ya memang sudah dipersiapkan sejak lama, contoh yang paling konkret misalnya ATM, e-channel, KlikBCA, KlikBCA Bisnis, ada m-banking nya kayak gitu kan, untuk melakukan setor tunai pun nasabah tidak harus ke cabang kita ada mesin CRM dimana nasabah bisa melakukan setor dan tarik tunai secara mandiri dan sekarang sudah bertambah ke yang lain misalnya ada produk untuk investasi namanya WELMA, nah itu serba digital semua sih ya begitu jadi ya sudah dipersiapkan beberapa tahun yang lalu untuk menghadapi era seperti ini (S2.W1. 5-12)

e-channel yaitu misalnya KlikBCA, KlikBCA Bisnis ada dua itu ada KlikBCA yag untuk perorangan ada yang untuk bisnis (S2.W1. 29-30)

BCA Digital adalah suatu hm semacam kalau bisa dibilang satu perusahaan ya perusahaan baru tapi tidak berbentuk fisik ya, jadi nanti open account nya membuat Apps nah kayak gitu. Open account baik itu tahapan deposito mau apapun itu lewat Apps semua, mau belanja juga lewat Apps dan lain sebagainya.

Jadi, kebutuhan-kebutuhan perbankan kecuali yang berhubungan dengan fisik tunai semua bisa dilakukan dengan Apps, kalau dia butuh uang harus tetap ke ATM (S2.W1. 55-61)

CS Digital itu rencananya untuk menggantikan CSO, jadi ganti kartu, pendaftaran mobile banking itu disitu, yang sebelahnya eService untuk ganti buku tidak perlu sama staf, untuk membuat mobile banking juga bisa, diatas ada mesin STAR Teller namanya jadi setor sendiri juga mirip kayak ATM setor tarik, itu memang semuanya untuk persiapan kesana sih (S3.W1. 9-13)

BCA Mobile ni, ini kan kemudian ada QRIS. QRIS ini bisa digunakan untuk transaksi pembayaran (S3.W1. 84-85)

54 Ni, langsung di bawah bibit (menunjukan posisi aplikasi WELMA dari appstore) (S3.W1. 96-97)

Jadi kayak sekarang kalau dulu kan, lebih ke buku, kita sekarang lebih ke kartu saja atau sekarang bisa menarik tanpa kartu (S4.W1. 96-97)”

Selain kesiapan dari pihak internal BCA, kesiapan dari nasabah juga penting untuk mendukung keberhasilan proses transformasi digital. Oleh karena itu, BCA Wilayah Palembang suatu produk dan layanan digital memiliki pangsa pasarnya masing-masing agar nasabah dapat menyesuaikan produk/layanan mana yang dibutuhkan. Berikut beberapa produk dan layanan yang diciptakan dengan menyesuaikan kebutuhan nasabahnya, seperti BCA Digital pangsa pasarnya anak-anak muda yang digital savvy; rekening giro pangsa pasarnya masyarakat yang sudah memiliki usaha/bisnis; produk Tahapan BCA pangsa pasarnya mahasiswa/i, karyawan, ibu-ibu rumah tangga; produk Tahapan Xpresi BCA pangsa pasarnya anak-anak; KlikBCA Bisnis pangsa pasarnya pimpinan/masyarakat yang memiliki karyawan; KlikBCA Individu dan m-BCA pangsa pasarnya masyarakat umum; dan WELMA pangsa pasarnya masyarakat yang ingin melakukan investasi.

“Menyiapkan transaksi dan berbagai macam tingkatan nasabah yang kecil, sedang, dan tingkat atas kita sudah menyiapkan berbagai produk-produk yang sesuai dengan kriteria nasabah (S1.W1. 44-46)

BCA menciptakan aplikasi dengan fitur yang tepat sasaran (S1.W1. 10-11) Kita sasaran di semua bidang baik di bidang bisnis ataupun masyarakat-masyarakat biasa (S1.W1. 33-34)

Misalnya sekarang anak muda suka investasi reksadana, obligasi, dan juga edukasi asuransi itu ada aplikasi WELMA, WELMA itu wealth management itu bisa di download dia itu mirip BIBIT jadi semua di jadiin satu sih (S3.W1. 55-58)

BCA Digital pangsa pasarnya emang anak-anak muda yang memang melek teknologi BCA Digital itu tadi, tapi ada juga ya produk-produk BCA produk lama yang ada pangsa pasarnya, seperti rekening giro kan emang pangsa pasarnya adalah orang-orang yang sudah punya usaha seperti itu kan, tapi kalau untuk mahasiswa, karyawan, ibu ya itu pakai produk tahapan, untuk anak-anak bisa menggunakan xpresi (S2.W1. 99-104)

KBB BCA (KlikBCA bisnis) Jadi, nasabah itu bayar gaji karyawan tidak perlu datang ke BCA membawa slip gaji banyak-banyak ikut antrian membuat dia nyaman dengan layanan digital (S5.W1. 158-160)”

Ketidaksiapan nasabah dalam menghadapi perubahan layanan secara digital bukanlah sebuah ancaman bagi BCA Wilayah Palembang dalam bertransformasi, melainkan sebuah

55 tantangan yang harus dihadapi BCA. Perekonomian di Indonesia yang tidak merata dan keterbatasan akses internet yang rendah pada wilayah tertentu merupakan salah satu tantangan yang dihadapi BCA Wilayah Palembang dalam mengimplementasikan produk dan layanan digital. Meskipun nasabah BCA berasal dari kalangan yang beraneka ragam, hal ini tidak membuat BCA membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan, semua nasabah baik yang sudah usia lanjut maupun yang masih muda tetap diberikan pelayanan yang terbaik.

“Indonesia ini untuk khususnya banyak nasabahnya tidak merata dalam konteks perekonomian ya, banyak SDM yang tidak mendukung untuk melakukan transaksi secara online (S1.W1. 37-39)

Nasabah itu bukan kendala sih iya, itu tantangan aja sih iya (S2.W1. 210) Ada nasabah merasa tidak percaya dengan adanya mesin-mesin (S2.W1. 133) Kembali ke nasabah, sama kesiapan dari nasabahnya sendiri sih seperti internet banking, mobile banking, yang jelas iya HP dan kuotanya (S4.W1. 76-77)”

Selain itu, menumbuhkan kepercayaan dan kenyamanan nasabah agar mau menggunakan produk/layanan digital juga merupakan sebuah tantangan yang dihadapi BCA Wilayah Palembang. Maka dari itu, BCA Wilayah Palembang tidak hanya menyiapkan produk dan layanan yang dapat diakses secara online saja. BCA Wilayah Palembang juga meningkatkan kualitas layanan kantor cabang dengan tetap mempertimbangkan faktor efisiensi dan kenyamanan bagi nasabah non-digital savvy. Membutuhkan proses serta waktu untuk bisa mengubah cara bertransaksi yang dilakukan nasabah non-digital savvy. Oleh karena itu, BCA Wilayah Palembang tetap melayani nasabah melalui kantor cabang yang tersedia. Selain itu, untuk meningkatkan kepercayaan nasabah dengan memberikan edukasi terkait produk dan layanan digital yang dimiliki agar nasabah mau menggunakannya.

“Nasabah itu kan ada bermacam-macam kita dengan adanya aplikasi-aplikasi berbasis digital ini bukan berarti bahwa interaksi dengan nasabah itu jadi hilang sama sekali, interaksi dengan nasabah itu harus tetap dilakukan. Ya contohnya untuk mengakomodir teman-teman nasabah yang berusia yang senior-senior ya, seandainya memang kalau nasabah seperti itu sukanya di cabang kita juga tidak menutupi itu, seperti itu kan (S2.W1. 37-42)

Nasabah yang lebih suka menggunakan transaksi dengan menggunakan cara yang lama (S2.W1. 112-113)

56 Contohnya lagi kalau kamu datang ke cabang itu di sana ada mesin STAR Teller itu tidak semua nasabah merasa nyaman transaksi di STAR Teller, mereka lebih nyaman langsung bertemu dengan teller (S2.W1. 113-116)

Tantangan kita adalah menjelaskan ke nasabah-nasabah ini bahwa nanti kedepannya teller-teller udah ini tidak bisa melayani bapak/ibu seperti sekarang ini, jadi ya bapak/ibu akan dilayani oleh mesin-mesin ini (S2.W1. 118-121) Awal-awal dulu orang melakukan penarikan di mesin ATM banyak yang menolak, mereka tidak percaya. Jadi kepercayaan dari nasabah nya itu kurang, takut uangnya kurang, kan kalau sama telernya jelas pasti. Sering gitu ah nanti keluarnya uang palsu iya benar itu, jadi sama seperti sekarang jadi saat kita mengenalkan ini loh pak nggak usah ngantri kalau bapak e-KTP nya bagus langsung bisa tercetak sendiri pakai mesin ini. Rata-rata ah nggak usalah saya mau kesana saja, masih begitu (S4.W1. 65-71)”

Tolak ukur keberhasilan transformasi digital pada bagian ini dapat dilihat dari jumlah penggunaan produk dan layanan digital yang tersedia. Pada tahun 2020 transaksi BCA melalui layanan digital mencapai 99,0%. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan frekuensi transaksi melalui mobile banking yang mencapai 64,3% dan internet banking mencapai 30,2% serta Giro dan Tabungan (CASA) mencapai 21,0% dan dana pihak ketiga menyumbang sebesar 77,0%. Pada tahun 2020 kedua transaksi digital mobile banking dan KlikBCA mencapai 9,6 miliar transaksi, naik sebesar 50,8% dari tahun 2019, dan mencakup 82,9% dari seluruh transaksi nasabah di tahun 2020 (Laporan Tahunan BCA, 2020).

Kemudian, pembukaan rekening online yang diawali pada tahun 2019 mencapai 450 ribu rekening, kemudian di tahun 2020 pembukaan rekening online mencapai lebih dari 1,6 juta rekening dan berkontribusi sekitar 48% dari total pertumbuhan rekening. Selain itu, transaksi setor dan tarik tunai tanpa kartu di tahun 2020 sebesar 124,3% Yoy mencapai 54,2 juta transaksi.

“Ya, nasabah menggunakannya itu nasabah menggunakan aplikasi itu dan kalau misalnya selama ini kan nasabah itu selalu datang ke cabang kan, tapi beberapa tahun terakhir jumlah nasabah yang datang ke cabang semakin berkurang.

Karena ada chanel yang disiapkan oleh BCA ya yaitu e-channel itu tadi tanpa dia kecabang pun semua transaksi perbankan sudah bisa dilakukan kecuali ya tentunya ambil uang (S2.W1. 20-25)

Kita tadi kan perbandingan nya adalah sekarang perbandingannya sudah sangat berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu nasabah yang datang ke cabang sangat banyak yang menggunakan e-channel sedikit nah kalau sekarang yang

57 menggunakan e-channel yang banyak dan yang ke cabang sedikit (S2.W1. 42-46)”

Memiliki digital platform yang lengkap dan bervariasi dengan menyesuaikan kebutuhan nasabah merupakan salah satu keunggulan bank dalam menghadapi persaingan di era digital. Menanggapi ancaman berupa perpindahan dana nasabah ke bank lain, BCA Wilayah Palembang berupaya untuk menciptakan produk dan layanan yang dapat mengakomodir kebutuhan nasabah di tengah ketatnya persaingan dan tantangan yang ada.

Sebelum menciptakan produk dan layanan, bank melakukan riset untuk mengetahui apa yang dibutuhkan nasabah. BCA Wilayah Palembang berharap dengan melakukan pengembangan serta menciptakan produk dan layanan yang berkualitas dapat mempertahankan eksistensi sebagai bank pilihan utama andalan masyarakat di era digital.

“Itu sih menciptakan ini kan hmm.. manajemen melihat banyak perpindahan dana dari rekening BCA itu ke intek kaya gitu kan ataupun rekening digital kaya gitu makanya sekarang mau dikembangin kesana biar nggak lari kesana biar masuk ke grup BCA tadi (S3.W1. 100-103)

Nah itu tadi sih sempat dananya itu lari kesana, jadi itu yang lagi dikembangin biar dananya tidak lari kesana, jadi nyiptain aplikasi yang tidak kalah (S3.W1.

111-112)

Ya kita harus selalu memperbarui sistem IT kita jangan sampai ketinggalan dari pihak manapun (S1.W1. 163-164)

Kendala sih pasti ada, tapi ya namanya kendala balik-balik lagi kita harus lebih riset, kalau kita sudah efisien kita lihat ni kita plan lagi ni kenapa ada kendala ni, kita olah lagi pasti (S2.W1. 106-109)”

Di sisi lain BCA Wilayah Palembang tidak merasa terancam dengan kehadiran dompet digital dan sektor jasa keuangan lainnya. Kehadiran berbagai macam dompet digital mendukung nasabah ketika melakukan pengisian saldo melalui m-BCA. Ketika, pengisian saldo terdapat biaya admin yang masuk ke dalam income bank. Sehingga BCA Wilayah Palembang tidak merasa dirugikan.

“Tidak ya karena kita malahan mendukung karena pengisian tetap melalui m-banking kan (S4.W1. 102-103)

Tidak, karena kita terbantunya dengan mereka ngisi-ngisi itu kan melalui m-banking, trus ada biaya juga kan, itu masuk income BCA (S5.W1. 247-248)”

58 Strategi dan inovasi TI yang sudah dipersiapkan dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ada di masa mendatang serta dengan memiliki produk dan layanan digital yang berkualitas BCA mampu memenangkan persaingan. Dengan demikian berdasarkan hasil wawancara lingkungan operasional BCA Wilayah Palembang memiliki kesiapan strategi pengembangan SDM dan strategi investasi TI, memiliki produk dan layanan digital dengan menyesuaikan kondisi pangsa pasar untuk melakukan transformasi digital, dan mampu bersaing di tengah kehadiran sektor jasa keuangan digital bank dan non-bank lainnya.

Berikut gambaran kesiapan BCA Wilayah Palembang pada elemen lingkungan operasional (Gambar 4.1):

Gambar 4.1 Kesiapan BCA Wilayah Palembang pada lingkungan operasional

4.2.2. Investasi Infrastruktur TI

Investasi infrastruktur teknologi informasi merupakan investasi untuk pengembangan dan pengoptimalan teknologi demi mempertahankan keunggulan kompetitif (Ashari &

Nugrahanti, 2020)a. Bank dalam melakukan investasi teknologi memiliki dana khusus yang sudah dianggarkan setiap tahunnya. Melalui investasi di bidang teknologi, perbankan mengalami pergeseran biaya dan laba yang sangat berkorelasi pada lebih efisiennya dengan modal yang digunakan (Casolaro & Gobbi, 2007). Berdasarkan hasil wawancara, gambaran investasi infrastruktur teknologi yang dipersiapkan BCA Wilayah Palembang dapat dijabarkan sebagai berikut.

59 Kesiapan strategi yang dilakukan BCA Wilayah Palembang dengan memastikan penerapan sistem teknologi untuk meningkatkan keunggulan. Pemanfaatan teknologi secara tepat dengan tujuan bank mampu melakukan persaingan dengan sektor jasa keuangan lainnya. BCA Wilayah Palembang memiliki divisi khusus yang berwenang untuk memberikan kelayakan investasi pada sektor TI yang dapat memberikan kontribusi terhadap tercapainya tujuan bisnis BCA Wilayah Palembang. Pihak TI dituntut mampu menyelesaikan berbagai permasalahan terkait TI, yang tidak dapat diselesaikan oleh pihak operasional.

Ada, EDP ini bagian yang mengelola IT baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat dan selalu berhubungan dan hasilnya selalu disampaikan ke setiap bagian baik melalui WA atau via E-mail atau pelatihan (S1.W1. 112-114)

Kantor pusat itu ada tersendiri hmm divisi untuk menangani IT, di cabang juga ada satu staf khusus yang menangani IT jadi dia ya yang menangani memaintenance mesin-mesin digital terus akan menyelesaikan problem yang terkait dengan kesalahan teknis baik aplikasi maupun mesin (S2.W1. 235-238) Setiap cabang ada perwakilan ITnya. Kalau dulu yang menangani teknisnya itu yang menangani itu namanya EDP yang terakhir ini diubah yang menjadi Sistem Informasi Wilayah ya itu adalah tim yang di cabang yang menangani masalah-masalah teknis dan operasional (S2.W1. 240-243)

Nah mereka kerja samanya sama IT, kalau ada kendala dicabang ini EDP itu yg dicabang, kalau IT yang dikantor pusat ITnya buat jaga pintunya gitu ya (S3.W1.

24-25)

Ada, ada divisi khususnya ada EDP, ada EDP yang cabang KCU ada juga EDP yang Kanwil. Sekarang mereka ada project baru jadi mereka dibagi lagi gitu kan,

Ada, ada divisi khususnya ada EDP, ada EDP yang cabang KCU ada juga EDP yang Kanwil. Sekarang mereka ada project baru jadi mereka dibagi lagi gitu kan,

Dokumen terkait