4.3 Analisa Data
4.3.1 Domestic Practice : Rumah dan Fasilitas Pribadi
Kedua tokoh utama perempuan dalam komedi situasi “Tetangga Masa gitu?” memiliki tempat tinggal bersebelahan di sebuah perumahan.
Gambar 4.31 Rumah di Komedi Situasi “Tetangga Masa Gitu?” Episode 1 “Rumah Baru dan Meja Pimpong” Segment 1
Potongan adegan ini diambil pada episode pertama season pertama komedi situasi “Tetangga Masa Gitu?”, dimana peneliti menggunakan kode kamera dengan teknik pengambilan gambar Long Shot untuk memperlihatkan gambaran rumah dan lingungan tempat tinggal tokoh Bintang dan Angel, diketahui bahwa rumah yang ada di depan Bintang dan Bastian adalah rumah dengan tipe cluster. Rumah dengan tipe cluster rumah tanpa pagar yang berada pada lingkungan perumahan. Sebuah rumah tanpa pagar, dapat mencerminkan adanya lingkungan yang penuh dengan gotong royong dan keterbukaan serta keadaan hubungan sosial diantara penghuninya yang saling berinteraksi . Juga sebagai tanda dari terjaminnya tingkat keamanan di wilayah rumah tersebut. (Redaksi Griya Kreasi 2008 P.7).
Rumah yang ditinggali tokoh-tokoh utama dalam komedi situasi “Tetangga Masa Gitu?” ditaksir senilai 2.5 Milyar Rupiah. Harga tersebut merupakan harga taksiran untuk rumah jenis cluster di kota Jakarta dengan 2 kamar tidur dengan menggunakan rumah tipe golf island olive Jakarta Utara sebagai contoh.
(a) (b) Gambar 4.33 Aktifitas di ruang tidur Bintang. Episode 52 “Liburan Bareng Yuk” segment 1
Pada potongan adegan yang di perlihatkan gambar pengambilan adegan dilakukan di dalam kamar tidur Bintang dan Bastian. Melalui kode Setting peneliti menemukan dalam desain kamar tidur Bintang tidak hanya digunakan sebagai tempat tidur, namun juga sebagai tempat untuk menikmati hiburan Televisi. Di dalam rumah Bintang sendiri terdapat dua buah televisi, selain di kamar mandi, sebuah televisi juga berada di ruang tamu rumah. Banyaknya jumlah media televisi di rumah, menandakan konsumsi media yang tinggi di oleh Bintang dan Bastian.
Newsletter yang dipublikasikan lembaga survei Nielsen tahun 2011 yang meneliti kota-kota besar di Indonesia menyajikan data bahwa Ibu Rumah Tangga adalah jumlah tertinggi dalam konsumsi Televisi. (Nielsen, 2011)
Telepon genggam milik bintang adalah iphone 5S dari brand Apple. Kepemilikan telepon genggam dengan jenis terbaru, menggambarkan Bintang sebagai seorang perempuan dan ibu rumahtangga yang modern dan mengikuti perkembangan teknologi saat ini.
Gambar 4.34 Acara bukapuasa bersama di ruang tamu Episode 34 Segment 2 “Who Dun It?” Segment 2
Design Rumah Bintang dan Bastian menggunakan konsep open-plan, Konsep ruang terbuka antara dapur, ruang makan dan ruang tamu merupakan tatanan yang cocok untuk kehidupan modern, dimana banyak kegiatan dapat dilakukan secara bersamaan, seperti memasak sekaligus menonton televisi, atau bercengkramah dengan tamu yang datang. Konsep ini juga menghemat penggunaan ruang. (Bell,2015)
Gambar 4.35 Mobil Angel
Episode 1 Rumah Baru dan Meja Pimpong
Pada potongan gambar ini diperlihatkan adegan Angel menggunakan mobil Toyota Yaris berwarna hitam sedang memarkirkan mobilnya tepat di depan rumahnya. Pada level representasi, kode Setting yang merupakan tempat dan waku berlangsungnya cerita, sekaligus keberadaan latar berserta propertinya. Diperlihatkan dalam potongan adegan ini Angel menggunakan mobil Toyota Yaris. Jenis mobil seperti ini adalah jenis mobil Hatchback yaitu jenis mobil berpintu empat, dan berukuran kecil dan banyak digunakan di perkotaan untuk menyesuaikan dengan keadaan lalu lintas yang padat (Ikadian, 2013). Untuk seorang perempuan yang
bekerja, kendaraan jenis ini sangat efisien untuk digunakan, kemudian dari segi harga Mobil Toyota Yaris saat ini dihargai senilai Rp. 224.200.000 (Toyota Astra Motor,2015)
Bagi perempuan sebuah mobil selain berfungsi sebagai alat untuk membantu mobiltas dan melindungi dari terik matahari dan rintik hujan, ada faktor lain yang sebenarnya menjadi faktor terpenting mengapa mereka lebih menyukai mobil. Faktor tersebut adalah penampilan dan kecantikan. Kita tentu sudah tahu kalau perempuan akan menjaga kecantikan dan penampilan mereka sebaik mungkin, oleh karena itu mobil merupakan pilihan yang tepat bagi kaum hawa untuk menjaga kecantikannya. Jakarta merupakan kota yang terkenal dengan panasnya terik matahari, debu, dan polusi udara yang cukup besar, hal tersebut mempengaruhi penampilan kaum hawa apabila terkena langsung dengan hal-hal tersebut. Mulai dari panasnya Ibu Kota yang dapat membuat kulit mereka penuh dengan keringat dan dapat membuat penampilan mereka menjadi rusak, hingga debu-debu udara yang kurang baik bagi pernafasan dan tentunya kulit mereka membuat mereka memilih menggunakan mobil sebagai alat agar mereka tidak berinteraksi langsung dengan hal-hal tersebut
Pada potongan adegan tersebut melalui Kode Kamera yang menggunakan teknik pengambilan gambar Long Shot. Melalui teknik ini adegan ini dapat memperlihatkan keadaan lingkungan sekitar, yang memberikan informasi mengenai waktu yang telah berada pada kondisi malam hari, dan keadaan mobil diparkir di luar rumah tanpa garasi, hal ini menunjukan pemilihan rumah sebagai tempat tinggal juga melihat aspek keamanan, dalam hal ini di kota besar jenis perumahan seperti ini lebih dipilih karena alasan keamanan.
Selain Lingkungan tempat tinggal, peneliti menemukan salah satu bagian dari potongan adegan di episode 3 dan 13 yang menunjukan mengenai penggunaan ruang di dalam rumah tinggal Angel dan Adi.
Gambar 4.36 Angel Bekerja di Rumah
Dari kedua potongan adegan ini dengan menggunakan kode setting terlihat bahwa Angel sering mengggunakan ruangan-ruangan di rumahnya untuk bekerja. Hal ini menandakan bahwa rumah yang ditinggali Angel tidak memiliki ruang khusus sebagai tempat bekerja, meskipun Angel adalah perempuan yang menjadi pemberi nafkah bagi keluarga.
4.3.2 Penampilan
Gaya hidup seorang perempuan perkotaan dapat pula dilihat dari bagaimana ia berpenampilan. Penampilan dapat membentuk citra diri seseorang dan bagaimana bentuk gambaran idaman mengenai dirinya. Bagaimana seseorang ingin citra dirinya dipandang akan mendorong gaya hidupnya (Sutanto, 2001)
Sesuai dengan temuan data, peneliti menemukan adanya penggambaran berbeda terhadap penampilan perempuan perkotaan pada ranah publik dan domestik pada komedi situasi “Tetangga Masa Gitu?”
Gambar 4.37 Angel memilih baju Episode 8 “Kondangan Rempong” Segment 3
Pada potongan adegan ini, Adi dan Angel akan pergi ke undangan pernikahan atasan Angel. Angel yang sedang menggunakan baju kebaya memutuskan untuk
mengganti bajunya dengan dua baju yang dipegangnya. Angel meminta pendapat Adi mengenai baju yang harus digunakan ke acara tersebut. Terdapat beberapa kode dalam potongan adegan ini, pada level Representasi teknik kamera yang digunakan adalah Medium Shot untuk memberikan gambar mengenai interaksi yang dilakukan oleh Angel dan Adi, tanpa menghilangkan fokus pada perilaku Angel yang memberikan dua baju untuk dipilih Adi menggantikan baju kebaya yang digunakannya.
Pada level Realitas terdapat kode kostum, dimana Angel sedang menggunakan baju Kebaya, dan di kedua tangannya Angel sedang memegang dua Pakaian yang sedang dipegang Angel adalah Dress pendek hitam merk Emilio Pucci . Baju karya Emilio Pucci dan Mini Dress one sleeve (satu lengan) rancangan Herve Leger. Angel mengganti baju kebaya yang merupakan baju tradisional Jawa dengan baju modern.
. Pakaian dengan merk Herve Leger merupakan brand pakaian yang mengedepankan sisi glamour dan sensualitas. Perempuan yang mengenakan pakaian ini akan terlihat modern, dan powerful. Brand Emilio Pucci adalah brand pakaian perempuan yang mengedepankan unsur bentuk tubuh, juga baju pada brand ini dibuat untuk menyesuaikan gaya hidup masyarakat kelas atas. (Emiliopucci.com)
Melalui busana yang dipakainnya Angel mencoba menunjukan dirinya sebagai seorang yang dapat diperhitungkan di dalam pekerjaaannya melalui dialog antara Angel dan Adi berikut ini,
Angel : “aku perlu gaun baru, yang nikah itu tuh anaknya bos Budi, aku kan gak bisa datang dengan penampilan seadanya, aku harus nunjukin kalau aku cukup bonafit untuk jadi partner”
Sebuah penampilan dianggap prasyarat untuk sukses di banyak masyarakat, terutama bagi orang-orang yang bekerja dalam karir profesional (Peluchette & Karl, 2006) sebagai professional yang bekerja di bidang hukum Angel merasa potensinya dapat diperlihatkan melalui busana yang ia gunakan. Hasil rancangan desainer terkenal, produk luar negeri, harga mahal, kualitas atas hingga model busana yang jarang ditemukan sehari-hari menjadi simbol tersendiri dari busana tersebut. Busana
dari rumah mode internasional disini dianggap sebagai produk hasil globalisasi yang membawa sifat prestige dan memiliki gengsi tersendiri. Perempuan yang memiliki pendapatan tinggi, mengikuti tren, serta berani mengekspresikan diri dan taste-nya melalui image yang dibangun. Serta, mereka menyukai produk-produk yang berasal dari luar negeri. Kesukaan Angel terhadap busana yang berasal dari luar negeri juga terlihat pada keengganan Angel dalam menggunakan baju tradisional Kebaya juga ditunjukan pada potongan adegan lainnya,
Gambar 4.38 Angel benci memakai kebaya Episode 37 Lebaran Sebentar Lagi Segment 1
Pada potongan adegan ini Angel sedang memperlihatkan album foto, yang terdapat foto dirinya menggunakan baju kebaya. Angel kesal pada kejadian tersebut, karena ia diharuskan untuk memakai kebaya pada saat lebaran tahun lalu di rumah keluarga Adi. Melalui kode Ekspresi yang memberikan penggambaran ekspresi Adi saat melihat foto Angel Adi kemudian mengeluarkan Ekspresi tertawa karena menganggap kejadian tersebut adalah sesuatu hal yang lucu. Namun terlihat tangannya menutup mulutnya untuk meredam suara tawa yang dihasilkannya. Kemudian terdapat kode dialog oleh Angel
Angel : “kenapa aku bisa pake kebaya? Karena ibu kamu yang maksa!. Aku gak bisa jalan, harus pake konde!”
(Episode 37 Lebaran Sebentar Lagi Segment 1. Timecode : 02:05 - 02:12)
Kode Cara berbicara dari ucapan Angel saat mengucapkan dialog diatas menggunakan Nada Tinggi yang diartikan sebagai bentuk kekesalan terhadap kejadian yang terjadi.
Penggambaran penampilan Bintang dalam busana terdapat pada potongan gambar berikut,
Gambar 4.39 Busana Bintang
Gambar diambil dari beberapa potongan adegan pada komedi situasi “Tetangga Masa Gitu?” Season 2 yang menggunakan kode kostum untuk menggambarkan bagaimana penampilan tokoh Bintang saat berada di rumah. Busana yang sering digunakan bintang di rumah adalah Busana yang digunakan Bintang selama berada di rumah cenderung casual dengan gaya retro. Bintang digambarkan sering menggunakan rok high waist model A Line. Busana ini adalah busana yang populer di tahun 1950’an. Warna-warna dari busana Bintang juga merupakan warna-warna yang cerah.
Gambar 4.40 busana perempuan Amerika tahun 1950 Sumber : www. vintagedancer.com
Televisi Indonesia memberikan pada perempuan yang keseharianya menggunakan rok, identik dengan peran pembantu.
Sumber: google (2015)
Bintang yang kesehariannya hanya mengurusi rumah digambarkan melalui busananya sebagai bentuk kesederhanan hidup. Warna-warna yang digunakan juga adalah warna-warna terang yang menggambarkan keceriaan dan jiwa muda. Sehingga jika dinilai dari busana, maka terdapat persamaan penggambaran perempuan yang dilakukan oleh komedi situasi “Tetangga Masa Gitu?” dengan media televisi indonesia lainnya, dimana perempuan dengan busana seperti ini adalah perempuan yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan berkecimpung dalam gaya hidup yang bersifat domestik
Selain busana, penggambaran penampilan juga dapat terlihat melalui cara merias diri yang dilakukan oleh perempuan perkotaan dalam komedi situasi “Tetangga Masa Gitu?”
Gambar 4.42 Tatarias angel Episode 4 Microwave Segment 3
Dengan menggunakan kode Kamera yang memperlihatkan ruang gerak Angel di depan meja rias, serta kode setting yang menunjukan banyaknya kosmetik yang dimiliki Angel untuk merias wajahnya, bahkan hanya untuk menghadiri acara ulang tahun Bintang, terlihat bahwa Angel digambarakan sebagai seorang perempuan yang memperhatikan penampilan dengan merias wajah. namun merias wajah bagi Angel bukan hanya sekedar untuk menunjukan penampilannya saja
Gambar 4.43 Kaca Meja Rias Pecah Episode 2 Cincin Kawin Segment 1
Dalam potongan adegan lainnya saat cermin rias Angel pecah, Angel menunjukan bahwa tujuan Angel merias diri adalah untuk menunjang karirnya di dunia pekerjaan. Angel : Kalau kaca pecah, gak bisa make-up, kalo gak bisa make up, gak bisa ngantor, kalo gak bisa ngantor siapa yang bayar tagihan?
(Timecode Episode 1 Segment 1 02:32-02:39)
Gambar 4.44 Meja Rias Bintang
Peneliti menggunakan kode Latar dalam potongan adegan ini dan menemukan bagian dari ruangan kamar tidur Bintang, terdapat meja rias yang tidak banyak dipenuhi oleh peralatan untuk merias diri jika dibandingkan dengan meja rias milik Angel. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa Perempuan yang bekerja menghabiskan banyak waktu di pagi hari untuk merias diri dibandingkan dengan perempuan yang menjadi ibu rumah tangga (Lee 2008 P.24). Angel yang mewakili perempuan yang beraktifitas di ranah publik digambarkan sebagai perempuan yang memperhatikan penampilan sebagai gaya hidup yang penting, hal ini berbeda dengan cara komedi situasi “Tetangga Masa Gitu?”
menggambarkan Perempuan yang berada di ranah domestik, dimana perempuan digambarkan tidak terlalu memperhatikan penampilannya. hal ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan Sadimin terhadap serial komedi “Desprate Housewives” dimana penampilan perempuan saat beraktifitas di ranah publik terlihat lebih menarik dibandingkan perempuan yang beraktifitas di ranah domestik, namun hal ini terjadi dikarenakan perempuan pada ranah public dituntut untuk menjaga penampilan sebagai bagian dari upaya untuk menunjukan kompetensinya di dunia pekerjaan (Sandimin, 2009 P63)
4.3.3 Pola Konsumsi : Perempuan Rumah Tangga Konsumtif VS Perempuan