• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER DAYA MANUSIA

A. Dosen 1. Kebijakan

BAB VI

dengan mempertimbangkan rasio dan urgensi kelembagaan PS Bimbingan dan Konseling;

b. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh PS Bimbingan dan Konseling adalah menetapkan profil kualifikasi DTPS yang bidang keahlian sesuai bidang PS Bimbingan dan Konseling;

c. Selain itu, dilakukan kegiatan menetapkan profil DTPS yang bidang keahliannya di luar bidang PS Bimbingan dan Konseling, namun berhubungan atau bersinergi dengan PS sendiri. Terutama penetapan ini penting untuk keberlangsungan PS, terutama kepada DTPS yang akan melanjutkan pendidikan pascasarjana, kualifikasi yang dimaksud meliputi psikologi pendidikan, administrasi pendidikan, teknologi pendidikan, evaluasi dan penelitian pendidikan hingga pendidikan umum/nilai, dan pengembangan kurikulum pendidikan;

d. Pemetaan rasio DTPS terhadap mahasiswa reguler merupakan kegiatan strategis penting lainnya agar jumlah DTPS terhadap mahasiswa di PS Bimbingan dan Konseling sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang diatur oleh ULM dan FKIP sendiri;

e. Pengisian beban kerja dosen tetap oleh DTPS bersangkutan setiap akhir semester secara perseorangan pada data isian SISTER untuk kemudian dilaporkan kepada ULM dan FKIP secara kolektif oleh PS Bimbingan dan Konseling yang bersumber dari tridharma perguruan tinggi;

f. Kegiatan mengajar dosen tetap dipantau, di-monitoring dan dievaluasi oleh GPM-PS BK untuk dilaporkan kepada PS Bimbingan dan Konseling, dan dalam bentuk laporan tertulis disajikan kepada UPM-FKIP;

g. Pengaturan dan pembagian jumlah bimbingan tugas akhir berupa skripsi yang utamanya disusun oleh mahasiswa PS Bimbingan dan Konseling serta penyelenggaraan bimbingan tugas akhir skripsi yang terdokumentasi dengan baik;

h. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh PS Bimbingan dan Konseling dalam rangka meningkatkan prestasi dosen baik dalam skala ULM, lokal, regional, nasional maupun internasional pada bentuk kegiatan akademik maupun non akademik; dan

i. Pengembangan kompetensi dosen melalui peningkatan jumlah dosen yang melanjutkan studi doktoral bagi yang masih magister, kursus singkat, magang, pelatihan, sertifikasi, konferensi, seminar, lokakarya, dan sebagainya yang relevan dengan tridharma.

3. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Evaluasi dipandang sebagai pencapaian tentang evaluasi keberhasilan atau ketidakberhasilan yang telah dilakukan oleh PS Bimbingan dan Konseling dalam sumber daya manusia: dosen yang dilakukan oleh PS, sedangkan tindak lanjut dipandang sebagai setelah mempertimbangkan hasil evaluasi dan analisis yang telah dilakukan secara internal untuk perbaikan dan pengembangan PS Bimbingan dan Konseling. Berikut ini merupakan poin evaluasi dan indikator sumber daya manusia: dosen.

Poin EvaluasiIndikator Tindak LanjutAgenda Tindak Lanjut 20212022202320242025

Rekrutmen DTPS Bimbingan dan Konseling ULM-FKIP memi- liki kebijakan ten-

ten-tang rekrutmen dan tes seleksi calon dosen, termasuk tes kompetensi peda - gogi (tes kemam-

kemam-puan bidang studi, peer teaching , dan wawancara); peng- hargaan, sanksi

dan pemutusan hubungan kerja bagi dosen, dilak

-sanakan secara konsisten dan didokumentasikan secara baik ULM-FKIP melaksanakan kebijakan tentang rekrutmen dan tes seleksi calon dosen, termasuk tes kompetensi pedagogi (tes kemampuan bidang studi,

peer teaching,

dan wawancara); penghar

gaan, sanksi

dan pemutusan hubungan kerja bagi dosen, dilaksanakan secara konsisten dan didokumentasikan secara baik ULM-FKIP melaksanakan kebijakan tentang rekrutmen dan tes seleksi calon dosen, termasuk tes kompetensi pedagogi (tes kemampuan bidang studi,

peer teaching,

dan wawancara); penghar

gaan, sanksi

dan pemutusan hubungan kerja bagi dosen, dilaksanakan secara konsisten dan didokumentasikan secara baik ULM-FKIP melaksanakan kebijakan tentang rekrutmen dan tes seleksi calon dosen, termasuk tes kompetensi pedagogi (tes kemampuan bidang studi,

peer teaching,

dan wawancara); penghar

gaan, sanksi

dan pemutusan hubungan kerja bagi dosen, dilaksanakan secara konsisten dan didokumentasikan secara baik ULM-FKIP melaksanakan kebijakan tentang rekrutmen dan tes seleksi calon dosen, termasuk tes kompetensi pedagogi (tes kemampuan bidang studi,

peer teaching,

dan wawancara); penghar

gaan, sanksi

dan pemutusan hubungan kerja bagi dosen, dilaksanakan secara konsisten dan didokumentasikan secara baik ULM-FKIP melaksanakan kebijakan tentang rekrutmen dan tes seleksi calon dosen, termasuk tes kompetensi pedagogi (tes kemampuan bidang studi,

peer teaching,

dan wawancara); penghar

gaan, sanksi

dan pemutusan hubungan kerja bagi dosen, dilaksanakan secara konsisten dan didokumentasikan secara baik

Kualifikasi akademik DTPS Bimbingan dan Konseling

PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan kualifikasi akademik magister/ doktor yang relevan dengan mata kuliah inti di PS dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan kualifikasi akademik magister yang relevan

dengan

mata kuliah inti di PS dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan kualifikasi akademik magister yang relevan

dengan

mata kuliah inti di PS dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan kualifikasi akademik doktor yang relevan

dengan

mata kuliah inti di PS dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan kualifikasi akademik doktor yang relevan

dengan

mata kuliah inti di PS dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan kualifikasi akademik doktor yang relevan

dengan

mata kuliah inti di PS dalam jumlah yang memadai

Indikator Tindak LanjutAgenda Tindak Lanjut 20212022202320242025 PS Bimbingan dan Konseling memili

ki

DTPS dengan jabatan fungsional Guru Besar dan Lektor Kepala dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan jabatan fungsional

Asisten Ahli, Lektor, dan

Lektor Kepala dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan jabatan fungsional

Asisten Ahli, Lektor, dan

Lektor Kepala dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan jabatan fungsional Lektor dan Lektor Kepala dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan jabatan fungsional Lektor Kepala dan Guru Besar dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling memiliki DTPS dengan jabatan fungsional Guru Besar dalam jumlah yang memadai

PS Bimbingan dan Konseling memili

ki

DTPS yang telah memiliki sertifikat pendidik dalam jumlah yang memadai PS Bimbingan dan Konseling setiap tahun memfasilitasi DTPS untuk memiliki sertifikat pendidik PS Bimbingan dan Konseling setiap tahun memfasilitasi DTPS untuk memiliki sertifikat pendidik PS Bimbingan dan Konseling setiap tahun memfasilitasi DTPS untuk memiliki sertifikat pendidik PS Bimbingan dan Konseling setiap tahun memfasilitasi DTPS untuk memiliki sertifikat pendidik PS Bimbingan dan Konseling setiap tahun memfasilitasi DTPS untuk memiliki sertifikat pendidik

PS memiliki rasio jumlah DTPS: jumlah mahasiswa yang sehat PS meningkatkan keterlaksanaan rasio jumlah DTPS: jumlah mahasiswa yang sehat PS meningkatkan keterlaksanaan rasio jumlah DTPS: jumlah mahasiswa yang sehat PS meningkatkan keterlaksanaan rasio jumlah DTPS: jumlah mahasiswa yang sehat PS meningkatkan keterlaksanaan rasio jumlah DTPS: jumlah mahasiswa yang sehat PS meningkatkan keterlaksanaan rasio jumlah DTPS: jumlah mahasiswa yang sehat

Beban kerja (BK) dalam satu tahun terakhir memungkinkan DTPS bekerja secara maksimal Meningkatkan rata-rata BK DTPS dalam rentang 13 – 14 sks Meningkatkan rata-rata BK DTPS dalam rentang 13 – 14 sks Meningkatkan rata-rata BK DTPS dalam rentang 13 – 14 sks Meningkatkan rata-rata BK DTPS dalam rentang 13 – 14 sks Meningkatkan rata-rata BK DTPS dalam rentang 13 – 14 sks

Poin EvaluasiIndikator Tindak LanjutAgenda Tindak Lanjut 20212022202320242025 Kehadiran mengajar DTPS

Kehadiran DTPS mengajar di PS Bimbingan dan Konseling sesuai dengan yang direncanakan Mempertahankan konsistensi rata- rata kehadiran DTPS mengajar di PS sebanyak 16 minggu, termasuk ujian Mempertahankan konsistensi rata- rata kehadiran DTPS mengajar di PS sebanyak 16 minggu, termasuk ujian Mempertahankan konsistensi rata- rata kehadiran DTPS mengajar di PS sebanyak 16 minggu, termasuk ujian Mempertahankan konsistensi rata- rata kehadiran DTPS mengajar di PS sebanyak 16 minggu, termasuk ujian Mempertahankan konsistensi rata- rata kehadiran DTPS mengajar di PS sebanyak 16 minggu, termasuk ujian

Jumlah mahasiswa bimbingan skripsi

DTPS menjadi pembimbing utama tugas akhir (gabungan skripsi, tesis, dan disertasi) yang memungkinkan pembimbingan berjalan dengan baik Menyeimbangkan DTPS menjadi pembimbing utama tugas akhir (gabungan skripsi, tesis, dan disertasi) yang memungkinkan pembimbingan berjalan dengan baik Menyeimbangkan DTPS menjadi pembimbing utama tugas akhir (gabungan skripsi, tesis, dan disertasi) yang memungkinkan pembimbingan berjalan dengan baik Menyeimbangkan DTPS menjadi pembimbing utama tugas akhir (gabungan skripsi, tesis, dan disertasi) yang memungkinkan pembimbingan berjalan dengan baik Menyeimbangkan DTPS menjadi pembimbing utama tugas akhir (gabungan skripsi, tesis, dan disertasi) yang memungkinkan pembimbingan berjalan dengan baik Menyeimbangkan DTPS menjadi pembimbing utama tugas akhir (gabungan skripsi, tesis, dan disertasi) yang memungkinkan pembimbingan berjalan dengan baik

Prestasi DTPS

DTPS memiliki prestasi (pembicara kunci, dosen tamu, nara sumber , konsultan, editor,

dll) yang diakui oleh pihak lain Jumlah DTPS yang memiliki prestasi (pembicara kunci, dosen tamu, nara sumber

, konsultan, editor, dll) yang

diakui oleh pihak lain meningkat Jumlah DTPS yang memiliki prestasi (pembicara kunci, dosen tamu, nara sumber

, konsultan, editor, dll) yang

diakui oleh pihak lain meningkat Jumlah DTPS yang memiliki prestasi (pembicara kunci, dosen tamu, nara sumber

, konsultan, editor, dll) yang

diakui oleh pihak lain meningkat Jumlah DTPS yang memiliki prestasi (pembicara kunci, dosen tamu, nara sumber

, konsultan, editor, dll) yang

diakui oleh pihak lain meningkat Jumlah DTPS yang memiliki prestasi (pembicara kunci, dosen tamu, nara sumber

, konsultan, editor, dll) yang

diakui oleh pihak lain meningkat

Indikator Tindak LanjutAgenda Tindak Lanjut 20212022202320242025

DTPS mengikuti kegiatan keprofesian berkelanjutan seperti studi lanjut, postdoc , academic recharging program (ARP),

kursus singkat, magang, pelatihan, sertifikasi, konferensi, seminar , dan lokakarya DTPS rutin mengikuti kegiatan keprofesian berkelanjutan seperti studi lanjut, postdoc

, academic recharging program

(ARP), kursus singkat, magang, pelatihan,

sertifikasi,

konferensi, seminar

, dan

lokakarya apabila dimungkinkan DTPS rutin mengikuti kegiatan keprofesian berkelanjutan seperti studi lanjut, postdoc

, academic recharging program

(ARP), kursus singkat, magang, pelatihan,

sertifikasi,

konferensi, seminar

, dan

lokakarya apabila dimungkinkan DTPS rutin mengikuti kegiatan keprofesian berkelanjutan seperti studi lanjut, postdoc

, academic recharging program

(ARP), kursus singkat, magang, pelatihan,

sertifikasi,

konferensi, seminar

, dan

lokakarya apabila dimungkinkan DTPS rutin mengikuti kegiatan keprofesian berkelanjutan seperti studi lanjut, postdoc

, academic recharging program

(ARP), kursus singkat, magang, pelatihan,

sertifikasi,

konferensi, seminar

, dan

lokakarya apabila dimungkinkan DTPS rutin mengikuti kegiatan keprofesian berkelanjutan seperti studi lanjut, postdoc

, academic recharging program

(ARP), kursus singkat, magang, pelatihan,

sertifikasi,

konferensi, seminar

, dan

lokakarya apabila dimungkinkan

B. Tenaga Kependidikan di Tingkat PS Bimbingan dan Konseling 1. Kebijakan

Kebijakan tertulis dalam bentuk peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan pimpinan ULM yang mengatur rekrutmen dan seleksi, penempatan, pengembangan, evaluasi kinerja, dan pemberhentian tenaga kependidikan di ULM dan FKIP.

a. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia No. 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pegawai Negeri Sipil;

b. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia No. 22 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Pengembangan Pegawai Negeri Sipil;

c. Peraturan Rektor Universitas Lambung Mangkurat No. 7 Tahun 2019 tentang Pola Karier Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat;

d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; dan

e. Surat Keputusan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat No. 2548/UN8.1.2/KP/2021 tentang Survei Kepuasan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan terhadap Manajemen SDM.

2. Pelaksanaan

Pelaksana dan sasaran utama pada tenaga kependidikan di tingkat PS Bimbingan dan Konseling adalah.

a. Pelaksana utama pada tenaga kependidikan di tingkat PS Bimbingan dan Konseling adalah Pimpinan ULM, Pimpinan FKIP, dan Koordinator PS Bimbingan dan Konseling.

b. Sasaran pada tenaga kependidikan di tingkat PS Bimbingan dan Konseling adalah tenaga kependidikan PS Bimbingan dan Konseling.

Tahapan-tahapan pada tenaga kependidikan di tingkat PS Bimbingan dan Konseling adalah.

a. Dalam proses rekrutmen dan tes seleksi tenaga kependidikan, PS Bimbingan dan Konseling berperan aktif untuk melakukan kegiatan analisis kebutuhan dengan mempertimbangkan rasio dan urgensi kelembagaan PS Bimbingan dan Konseling;

b. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh PS Bimbingan dan Konseling adalah menetapkan profil kualifikasi tenaga kependidikan yang bidang keahlian sesuai bidang PS Bimbingan dan Konseling; dan

c. Meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan melalui kegiatan kursus singkat, pelatihan, sertifikasi, lokakarya, dan sebagainya yang relevan dengan pengembangan kompetensi tenaga kependidikan PS Bimbingan dan Konseling.

3. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Evaluasi dipandang sebagai pencapaian tentang evaluasi keberhasilan atau ketidakberhasilan yang telah dilakukan oleh PS Bimbingan dan Konseling tentang tenaga kependidikan yang telah ditetapkan oleh PS, sedangkan tindak lanjut dipandang sebagai upaya mempertimbangkan hasil evaluasi dan analisis yang telah dilakukan secara internal untuk perbaikan dan pengembangan PS Bimbingan dan Konseling. Berikut ini merupakan poin evaluasi dan indikator tenaga kependidikan di tingkat PS Bimbingan dan Konseling.

Poin EvaluasiIndikator Tindak LanjutAgenda Tindak Lanjut 20212022202320242025 Prasarana pendidikan

PS Bimbingan dan Konseling menyediakan prasarana pendidikan (seperti ruang kuliah, ruang laboratorium, dan ruang baca) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan prasarana pendidikan (seperti ruang kuliah, ruang laboratorium, dan ruang baca) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan prasarana pendidikan (seperti ruang kuliah, ruang laboratorium, dan ruang baca) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan prasarana pendidikan (seperti ruang kuliah, ruang laboratorium, dan ruang baca) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan prasarana pendidikan (seperti ruang kuliah, ruang laboratorium, dan ruang baca) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan prasarana pendidikan (seperti ruang kuliah, ruang laboratorium, dan ruang baca) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat

Sarana pendidikan

PS Bimbingan dan Konseling menyediakan sarana pendidikan (seperti LCD, alat laboratorium, referensi) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan sarana pendidikan (seperti LCD, alat laboratorium, referensi) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan sarana pendidikan (seperti LCD, alat laboratorium, referensi) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan sarana pendidikan (seperti LCD, alat laboratorium, referensi) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan sarana pendidikan (seperti LCD, alat laboratorium, referensi) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat PS Bimbingan dan Konseling meningkatkan sarana pendidikan (seperti LCD, alat laboratorium, referensi) dalam jumlah yang memadai, berkualitas, dan terawat

BAB VIII