• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Tinjuan Pustaka

5. E-Learning

“Definisi e-learning adalah merupakan suatu jenis belajar mengajar yang

memungkinkan tersampaikannya bahanajar ke siswa dengan menggunakan media

internet, intranet atau media jaringan komputer lain.” (Muhammad Adri, 2008). Penggunaan internet untuk keperluan pendidikan yang semakin meluas terutama di negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media ini memang dimungkinkan terselenggaranya proses belajar mengajar yang lebih efektif. Hal itu terjadi karena dengan sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga diharapkan bisa digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, CD interkatif dan lain-lain.

a. Fungsi e-learning

“Ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di kelas (classroom instruction), yaitu sebagai tambahan (suplemen) yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi).” (Fajar Trihantoro, 2009:11).

1) Tambahan (suplemen)

Dikatakan berfungsi sebagai suplemen, apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.

2) Pelengkap (komplemen)

Dikatakan berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima commit to user

siswa di kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi penguatan (reinforcement) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai pengayaan

(enrichment), apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat

menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas. Dikatakan sebagai program remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas. 3) Pengganti (substitusi)

Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswa-nya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa.

“Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu: (1) sepenuhnya secara tatap muka atau konvensional, (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet.” (Fajar Trihantoro, 2009:13).

Alternatif model pembelajaran mana pun yang akan dipilih peserta didik tidak menjadi masalah dalam penilaian, karena ketiga model penyajian materi perkuliahan mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Jika mahasiswa dapat menyelesaikan program perkuliahannya dan lulus melalui cara konvensional atau sepenuhnya melalui internet, atau bahkan melalui perpaduan kedua model ini, maka institusi penyelenggara pendidikan akan memberikan pengakuan yang

sama. Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat membantu mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian perkuliahannya.

b. MOODLE

Salah satu aplikasi e-learning yaitu MOODLE, sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk ke dalam “ruang kelas” digital dalam proses pembelajaran. Perangkat pendukung pembelajaran seperti, materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dapat dibuat. MOODLE itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment yang berarti tempat belajar dinamis dengan menggunakan model berorientasi objek.

MOODLE merupakan sebuah aplikasi Course Management System

(CMS) yang gratis dapat diunduh, digunakan ataupun dimodifikasi oleh siapa

saja. Software aplikasi MOODLE dapat diunduh di alamat http://www.

moodle.org. CMS MOODLE dapat juga mengadministrasikan penilaian pendidikan.

Syarat yang wajib dipenuhi dalam merancang MOODLE pada

e-learning yaitu: 1) Sederhana

Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning

itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learning-nya.

2) Personal

Syarat personal berarti guru dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan siswa di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, siswa diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat siswa betah berlama-lama di depan layar komputernya.

3) Cepat

Layanan ini juga ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan siswa lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh guru atau pengelola. (Fajar Trihantoro, 2008:15) commit to user

Dalam pemakaian suatu software sudah tentu ada kekurangan dan kelebihannya. Penggunaan MOODLE untuk Penilaian Berbasis Kelas memiliki beberapa kelebihan namun juga masih terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan. Kelebihan penggunaan MOODLE dalam Penilaian Berbasis Kelas, diantaranya ;

1) MOODLE dapat diakses darimana dan kapan saja, sehingga lebih efektif. 2) Siswa tidak harus menemui guru secara langsung.

3) Guru dapat berinteraksi langsung satu persatu dengan siswa untuk memberikan feed back, memberikan penilaian kembali dan remidial teaching, karena kesempatan berinteraksi lebih banyak.

4) MOODLE mampu mengacak nomor soal, bahkan mengacak jawaban

soal pilihan ganda pada setiap soal sehingga siswa dapat memahami tidak menghafal jawaban saja.

5) Guru dapat mengatur batas waktu pengumpulan tugas atau pengerjaan kuis, sehingga tidak ada lagi keterlambatan pengumpulan. Siswa yang tidak tepat waktu mengumpulkan maka tidak dapat mengumpulkan tugasnya.

6) Semua aktivitas yang dilakukan siswa dapat diketahui oleh guru, karena tercatat semua.

7) Pekerjaan siswa bisa langsung diketahui nilainya, karena secara otomatis komputer akan mengoreksi jawaban dan langsung menampilkan nilainya saja sehingga mengurangi pekerjaan guru.

8) Semua file maupun jawaban siswa dapat tersimpan dengan rapi dan urut

dari tanggal pengumpulan atau pengerjaan, sehingga tidak mungkin ada file yang hilang tercecer.

9) Guru tidak perlu lagi membawa kertas-kertas pekerjaan siswa yang berarti mengurangi beban guru. (Fajar Trihantoro, 2009:16).

Walaupun MOODLE merupakan sebuah kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan, namun dalam pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas masih memiliki beberapa kekurangan, yaitu;

1) Karena kurangnya Sumber Daya Manusia terkadang terjadi beberapa kesalahan maupun kegagalan proses koneksi.

2) Dalam penilaian, guru tidak bisa menjamin bahwa pekerjaan itu murni pekerjaan siswa sendiri.

3) Guru tidak bisa menilai kejujuran siswa dalam mengerjakan soal.

4) Guru hanya bisa menilai dari aspek kognitif dan afektif saja. Sedangkan aspek psikomotorik sulit diketahui. (Fajar Trihantoro, 2009:16)

c. Pembuatan Kuis Dengan MOODLE

Salah satu kemampuan MOODLE adalah pembuatan kuis secara online.

Pengajar dapat menguji kemampuan siswa dengan membuat kuis. Kuis dalam CMS MOODLE juga memberikan kemudahan apabila terdapat soal yang memerlukan gambar bahkan multimedia yang lain seperti video karena memberikan kebebasan untuk menggunakan HTML. Kuis bisa diimport dari file teks.

Ada beberapa jenis kuis yang disediakan oleh CMS MOODLE yaitu: 1) Soal pilihan ganda dengan satu atau jawaban ganda

2) Soal isian berupa kata atau kata majemuk 3) Soal pertanyaan benar salah

4) Soal menjodohkan

5) Soal pertanyaan acak (random question)

6) Soal pertanyaan berupa nomor yang digunakan untuk matematika dengan

mengijinkan rentang angka

7) Soal uraian berupa teks, gambar dan video (Fajar Trihantoro, 2009:18) Manajemen kuis memberikan kemudahan kepada seorang guru untuk memberikan feed back, memberikan penilaian kembali, remidial teaching, memberikan batas waktu, mengacak nomor soal, bahkan mengacak jawaban soal pilihan ganda pada setiap soal.

d. Tahapan Pembuatan Kuis Pilihan Ganda

1) Membuat Coursebaru yang akan berisi kuis, klik “Tambah kursus baru”.

Gambar 2.1 Membuat Course Baru 2) Isilah form untuk pembuatan Course baru

Gambar 2.2 Pengisian Formulir Course

3) Lakukan editing pada bagian summary

Gambar 2.3 IconEdit Summary

4) Lengkapilah formulir edit summary

Gambar 2.4 Formulir Edit Sumary

Kemudian klik “Simpan perubahan”.

5) Pada bagian Tambah aktivitas (Add an activity) pilihlah bagian “Kuis”

Gambar 2.5 Tambah Aktivitas

6) Lengkapilah formulir Kuis

Gambar 2.6 Formulir Kuis Keterangan :

Time limit : Batasan waktu untuk pengerjaan kuis

Question per page : Jumlah pertanyaan pada setiap halaman

Shuffle within question : Pengacakan pada setiap bagian pertanyaan

Show quiz in “secure” window : Kuis ditampilkan dalam jendela mode pengamanan

Require password : Peserta kuis harus menggunakan password

Require network address : Alamat jaringan (IP) tertentu yang boleh

mengikuti kuis

7) Setelah semua isian formulir terisi, simpan dengan klik tombol “Save and display

8) Setelah itu akan ditampilkan formulir “Editing Quiz

Gambar 2.7 Editing Quiz

9) Pada bagian “Buat pertanyaan baru” dapat dipilih jenis kuis yang akan dibuat.

Gambar 2.8 Pemilihan Jenis Kuis

10)Sebagai contoh, saat dipilih jenis kuis“Pilihan Ganda” maka akan ditampilkan sebuah formulir untuk kuis pilihan ganda seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2.9 Jenis Pilihan Ganda

Question text : detail pertanyaan

One or multiple answer : jumlah jawaban yang benar adalah satu atau lebih

Shuffle the choices : pengacakan pada pilihan jawaban

Choice 1 s/d 5 : Pilihan jawaban

Feedback : Penjelasan dari pilihan yang bersangkutan

11)Klik tombol “Simpan perubahan” untuk menyimpan

Gambar 2.10 Tampilan Daftar Soal

12)Pilihlah soal yang akan dimasukkan ke dalam kuis dengan memberikan tanda

check box” pada soal yang dipilih dan kemudian klik tombol “Add to quiz” 13)Klik tombol “Simpan perubahan”

Gambar 2.11 Soal yang Telah Dipilih Untuk Kuis commit to user

14)Soal sudah jadi sebanyak satu buah, dengan cara yang sama dapat di buat sejumlah soal yang diinginkan.

Dokumen terkait