Anemia dalam kehamilan
25) E. Mengenali kelainan letak posisi dan presentasi kepala
• Kunjungan I (16 minggu) : Penapisan dan pengobatan anemia, perencanaan persalinan, pengenalan
komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya
• Kunjungan II (24-28 minggu) : pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya, penapisan
preeklampsia, gemelli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan, mengulang perencanaan
persalinan,.
• Kunjungan III (36 minggu sampai lahir) : sama seperti kegiatan kunjungan II dan III, mengenali adanya
kelainan letak dan presentasi, memantapkan rencana persalinan, mengenali tanda-tanda persalinan.
26. B
• Keywords: ukuran kandungan yang lebih besar dari usia kehamilan, Diabetes tipe 2 sejak sebelum kehamilan. USG kondisi janin baik, 2 bagian besar, ballottement (+) • Kemungkinan diagnosis pasien adalah:
a. giant baby -> tersingkirkan krn dr USG baik
b. hidramnion -> salah 1 faktor resikonya adalah ibu DM, dimana kondisi janin baik
c. hidrops fetalis -> tersingkirkan krn dr USG baik d. gemeli -> USG baik, dari px fisik 2 bagian besar
kemungkinan hanya 1 janin
27. D
• Keywords: Uterus lebih besar dari usia kehamilan, teraba 3 bagian besar, dan 2 ballotement.
• Diagnosis:
a. giant baby -> bayi berukuran besar, akan mudah teraba saat ANC
b. Hidramnion -> bayi ukuran normal namun karena dikelilingi banyak cairan amnion sehingga sulit teraba
c. hidrops fetalis -> kelainan pada janin, didiagnosis lewat USG d. Gemeli -> bayi kembar memiliki 4 bagian besar yakni 2
kepala dan 2 bokong, serta terdapat 2 ballotement
e. Hydrocephalus -> pembesaran pada kepala janin, terlihat terutama saat USG. Tapi saat ANC hanya akan teraba 2 bagian besar.
28. E
• Keywords: labiognatopalatoschizis, Orang tua & kakek nenek sehat, tidak ada cacat bawaan.
• Apa yg paling mungkin menjadi faktor penyebab kelainan bawaan tersebut?
a. Trauma pada kehamilan trimester kedua -> tidak menyebabkan labiognatopalatoscizis
b. Faktor genetik -> tersingkirkan
c. Kekurangan vitamin A dan E selama kehamilan -> tidak menyebabkan labiognatopalatoscizis
d. Kekurangan asam folat -> berakibat spina bifida
e. terjadinya radiasi dari sinar X pada kehamilan muda ibunya -> menyebabkan labiognatopalatoscizis
29. C
• Keywords: BB 2600 gram, wajah tua, terdapat garis-garis lurus sampai ke posterior kaki dan kulit keriput, dilahirkan setelah usia kehamilan 9 bulan. Ibu memiliki riwayat DM. • Apa yang terjadi pada anak tersebut?
a. Mikrosomia -> BB kurang dari normal
b. Makrosomia -> pada bayi BB > 4000 gram
c. Dismaturitas -> faktor resiko adalah ibu dgn DM, gejala seperti bayi prematur namun usia kehamilan cukup
d. BB kurang usia kehamilan -> BB 2500-4000 gram adalah normal
30. B
• panggul relatif sempit, suspect DKP
• Tindakan yang paling memungkinkan adalah SC
31. D
• Keywords: fetal death.
• Obat yang digunakan untuk induksi kelahiran adalah yang bersifat uterotonic, yakni yang
menghasilkan kontraksi uterus secara reguler, contohnya Oksitosin
• Bukan golongan uterospasm seperti Ergometrin atau Misoprostol
32. B
• Keywords: Shock, riwayat didorong perutnya, perdarahan
pervaginam, nyeri di atas simfisis, bundle ring (+), tidak teraba bagian janin.
• Diagnosis yang paling mungkin dari pasien:
a. Partus lama -> adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18-24 jam sejak dimulai dari tanda-tanda persalinan b. Ruptur uteri -> faktor resiko pada penanganan partus
dengan mendorong2 fundus, riwayat SC tipe corporal. Gejala meliputi shock hipovolemik, bundle ring
c. Involusio uteri -> adalah perubahan uterus kembali ke ukuran sebelum hamil
d. Solusio placenta -> riwayat perdarahan antepartum e. Placenta previa -> riwayat perdarahan antepartum
33. C
• Keywords: presbo, bukaan 1-2cm, BB 3000gr • Tindakan:
a. Versi ekstraksi -> dilakukan saat kala II b. Perasat brach -> dilakukan saat kala II
c. Versi luar kemungkinan bayi BB 3000 gr presbo masih bisa lahir pervaginam, sehingga layak dilakukan partus percobaan dengan terlebih dahulu dicoba versi luar d. Manuver mc.flourer -> dilakukan saat kala II
e. SC -> kemungkinan bayi BB 3000 gr presbo masih bisa lahir pervaginam, sehingga layak dilakukan partus
34. B
• Keywords: Pemeriksaan ANC
• Letak punggung didapat dari pemeriksaan:
a. Leopold I -> cek fundus untuk mengetahui bagian teratas janin & tinggi fundus untuk cek UK
b. Leopold II -> cek kedua sisi uterus untuk melihat posisi punggung janin (pada presentasi
kepala/bokong)
c. Leopold III -> cek bagian terbawah janin
d. Leopold IV -> cek apakah bagian terbawah telah masuk panggul
35. C
• Keywords: sesak yang semakin memberat, datang mendadak, kejadian pertama kali. Riwayat asma disangkal, baru saja
melahirkan anak keduanya di bidan 12 jam yang lalu. • Kemungkinan diagnosis pasien adalah:
a. Trauma pasca persalinan -> tidak ada riwayat b. Status asmatikus -> riwayat asma disangkal
c. Emboli paru -> gejala sesak mendadak, faktor resiko seperti trauma, pasca persalianan, riwayat DVT, dll
d. Deep-vein thrombosis -> biasa terjadi pada vena besar (jarang vena cava), gejala seperti bengkak dan nyeri pada
daerah vena yang tersumbat, dapat berubah menjadi emboli paru
e. Tromboplebitis -> infeksi pada pembuluh darah, gejala berupa demam dan nyeri pada bagian yang terkena
36. C
• Keywords: 45 tahun susah menahan buang air kecil, terutama saat bersin sejak 1 tahun yang lalu. Terkadang panas saat berkemih, hilang timbul.
• Kemungkinan diagnosis pasien saat ini adalah:
a. ISK ringan -> kemungkinan ISK berulang tp ini bukan keluhan utama saat ini
b. ISK berat -> kemungkinan ISK berulang tp ini bukan keluhan utama saat ini
c. Inkontinensia tipe stress -> terjadi saat peningkatan tekanan intraabdomen seperti bersin, mengedan, dll
d. Inkontinensia tipe urge -> terjadi ketika timbul keinginan ingin berkemih namun tidak bisa menahan untuk bisa berkemih di saat yg diinginkan (misal: sudah BAK sblm sampai kamar mandi)
e. Inkontinensia tipe fungsional -> disebabkan hal lain misal kerusakan syaraf krn trauma spinal
37. D
• Faktor resiko seorang wanita menderita inkontinensia alvi adalah:
• Persalinan pervaginam dengan kala II
memanjang, sehingga otot panggul melemah • Ruptur perineum derajat 3 ke atas, mengenai
spincter ani baik interna maupun eksterna • Episiotomi, terutama tipe median
38. B
• Keywords: kaki kiri bengkak sejak kemarin, nyeri terutama saat berjalan, edema, eritem pada paha kiri atas, nyeri
tekan (+), Hofman sign (+).
• Kemungkinan diagnosis pasien adalah:
a. Thrombosis vena luar -> edem dan eritem hanya terbatas pada vena yang terkena saja
b. Thrombosis vena dalam -> edem, eritem, Hoffman’s sign (menekan betis lalu dirasakan nyeri)
c. Thrombophlebitis -> edem dan eritem disertai demam, faktor resiko bedrest lama
d. Selulitis -> edem dan eritem dikarenakan infeksi
e. Gagal jantung kongestif -> edem kedua tungkai, tidak disertai eritem
39. B
• Keywords: nyeri dan bengkak pada kaki kiri sejak 1 minggu yang lalu. Nyeri terutama dirasakan saat menggerakkan dan kaki
tertekan, demam subfebris, edema dan kaku pada tungkai bawah kiri, CRT 3 detik, pulsasi arteri dorsalis kanan berbeda dengan kiri,
nyeri tekan (+) terutama pada lipatan paha dan lutut. Hofman’s sign (+)
• Kemungkinan diagnosis pasien adalah:
a. Thrombosis vena dalam -> edem, eritem, Hoffman’s sign (menekan betis lalu dirasakan nyeri)
b. Thrombophlebitis -> edem dan eritem disertai
demam, mengenai vena dan arteri terdekat sehingga dapat berefek penurunan pulsasi pada daerah distal c. Selulitis -> edem dan eritem dikarenakan infeksi
d. Gagal jantung kongestif -> edem kedua tungkai, tidak disertai eritem
e. Thrombosis arteri -> gejala selain penurunan pulsasi juga disertai nekrotik terutama jika telah 1 minggu
40. B
• Keywords: multigravida, pembukaan serviks 2-3 cm. Diperiksa 2 jam kemudian bukaan tetap • Term yang ada pada gangguan kala 1 hanyalah