IV.3 Analisis Peluang atau Risiko Investasi pada PT Tunas Baru Lampung Tbk
IV.3.3 Earnings Per Share pada PT Tunas Baru Lampung Tbk
Penulis memakai earnings per share (EPS) yang diambil dari laporan keuangan pada setiap kuartal. Earnings per share (EPS) mencerminkan tingkat pendapatan yang terdapat pada satu lembar saham, namun dalam melakukan identifikasi terhadap earnings per share (EPS) penulis juga melakukan perbandingan dengan price earnings ratio (PER), dengan melakukan perbandingan tersebut kondisi atau perkembangan perusahaan dapat terlihat. Jika earnings per share (EPS) yang dihasilkan oleh perusahaan mengalami peningkatan, maka hal tersebut akan berdampak baik terhadap price earnings ratio (PER) perusahaan, price earnings ratio (PER) merupakan cerminan dari harga saham yang dihitung berdasarkan satuan kali pendapatan per lembar
saham. Pada kuartal 1 tahun 2000, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar Rp 29/lembar saham. Nilai earnings per share (EPS) pada kuartal 1 tahun 2000 merupakan nilai tertinggi selama tahun 2000. Pada kuartal 1 tahun 2000 perusahaan juga memiliki nilai price earnings ratio yang paling baik di antara kuartal yang lainnya. Nilai price earnings ratio (PER) yang diperoleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 66 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 66 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham memerlukan waktu 66 kuartal agar bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan.Jumlah saham yang beredar pada tahun 2000 menunjukkan angka sebesar 340,385,000 lembar. Tingginya earnings per share (EPS) perusahaan disebabkan oleh jumlah net income perusahaan pada kuartal 1 merupakan jumlah net income terbesar selama tahun 2000. Berikut adalah tampilan tabel earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) pada tahun 2000.
Tabel 4.40 EPS dan PER tahun 2000 (Quarterly)
No EPS PER Stock Price
2000 Q1 Rp 29.00 66 Rp 1,900.00 2000 Q2 Rp 14.00 136 Rp 1,900.00 2000 Q3 Rp 16.00 118 Rp 1,890.00 2000 Q4 Rp 5.00 370 Rp 1,850.00
Pada kuartal 2 tahun 2000, earnings per share (EPS) yang diperoleh perusahaan mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2000. Hal ini disebabkan oleh net income perusahaan pada kuartal 2 tahun 2000 tidak lebih besar daripada kuartal 1 tahun 2000. Earnings per share (EPS) pada kuartal 2 tahun 2000 menunjukkan jumlah sebesar Rp 14/lembar saham. Pada kuartal ini, perusahaan memiliki price earnings ratio yang lebih rendah daripada kuartal sebelumnya, di mana
perusahaan memperoleh price earnings ratio (PER) sebesar 136 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 136 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham itu perlu waktu 136 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan. Pada kuartal 3 tahun 2000, perusahaan mengalami peningkatan pada nilai earnings per share (EPS), yaitu sebesar Rp 16/lembar saham. Apabila dibandingkan dengan kuartal 2 tahun 2000, price earnings ratio (PER) pada kuartal 3 tahun 2000 menunjukkan peningkatan yang lebih baik, yaitu sebesar 118 kali, hal ini berarti harga saham setara dengan 118 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham itu perlu waktu 118 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan. Price earnings ratio (PER) yang semakin kecil, menunjukkan hal yang positif.
Pada kuartal 4 tahun 2000, net income yang diperoleh perusahaan lebih kecil daripada kuartal sebelumnya. Pada kuartal 4 tahun 2000, perusahaan memperoleh earnings per share (EPS) dengan nilai yang paling rendah selama tahun 2000. Earnings per share (EPS) yang diperoleh perusahaan sebesar Rp 5/lembar saham dan price earnings ratio (PER) yang diperoleh perusahaan menghasilkan nilai yang lebih buruk dari kuartal 3 tahun 2000. Price earnings ratio (PER) perusahaan menunjukkan angka sebesar 370 kali, artinya harga saham setara dengan 370 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham itu perlu waktu 370 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan. Pada tahun 2001, perusahaan mengalami nilai earnings per share (EPS) yang naik turun. Earnings per share (EPS) perusahaan mengalami nilai positif hanya pada kuartal 3 tahun 2001, sedangkan pada kuartal 1,2, dan 4 tahun 2001 perusahaan
mengalami nilai yang negatif. Hal ini disebabkan oleh perolehan net income yang negatif. Berikut adalah tampilan tabel earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) pada tahun 2001.
Tabel 4.41 EPS dan PER tahun 2001 (Quarterly)
No EPS PER Stock Price
2001 Q1 (Rp 39) (35) Rp 1,350.00 2001 Q2 (Rp 97) (13) Rp 1,250.00 2001 Q3 Rp 43.00 28 Rp 1,200.00 2001 Q4 (Rp 5.00) (216) Rp 1,080.00
Pada kuartal 1 tahun 2001, perusahaan memiliki nilai earnings per share (EPS) sebesar –Rp 39/lembar saham. Hal ini berarti 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor menanggung kerugian perusahaan sebesar Rp 39. Oleh sebab itu, karena nilai earnings per share (EPS) yang diperoleh perusahaan mengalami nilai minus, maka price earnings ratio (PER) tidak bisa diartikan sebagai harga saham yang setara dengan berapa kali pendapatan per lembar sahamnya. Investor yang membeli saham tersebut dianggap sebagai penutup kerugian yang sedang dialami oleh perusahaan.
Pada kuartal 2 tahun 2001, perusahan juga masih mengalami hal yang sama seperti kuartal 1 tahun 2001. Keadaan pada kuartal 2 lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2001, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar – Rp 97/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor mengandung kerugian sebesar Rp 97. Earnings per share (EPS) yang negatif ini menyebabkan perhitungan price earnings ratio (PER) menjadi negatif pula. Oleh sebab itu price earnings ratio (PER) tidak bisa diartikan sebagai harga saham yang setara dengan berapa kali pendapatan per lembar sahamnya. Investor yang membeli saham tersebut dianggap sebagai penutup kerugian yang sedang dialami oleh perusahaan.
Pada kuartal 3 tahun 2001, perusahaan mengalami hal yang berbeda jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Earnings per share (EPS) yang diperoleh perusahaan mengalami nilai yang positif, yaitu sebesar Rp 43/lembar saham. Price earnings ratio (PER) yang diperoleh perusahaan menghasilkan nilai yang lebih baik daripada kuartal 2 tahun 2001, yaitu sebesar 28 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 31 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham itu perlu waktu 28 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 4 tahun 2001, perusahaan mengalami nilai earnings per share (EPS) yang negatif. Kondisi yang terjadi pada kuartal 4 tahun 2001 adalah kondisi yang sama seperi kuartal 1 tahun 2001dan 2 tahun 2001. Perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar –Rp 5/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor mengandung kerugian sebesar Rp 5. Earnings per share (EPS) yang negatif ini menyebabkan perhitungan price earnings ratio (PER) menjadi negatif pula. Oleh sebab itu price earnings ratio (PER) tidak bisa diartikan sebagai harga saham yang setara dengan berapa kali pendapatan per lembar sahamnya. Investor yang membeli saham tersebut dianggap sebagai penutup kerugian yang sedang dialami oleh perusahaan. Pada tahun 2002, keadaan earnings per share (EPS) perusahaan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya net income yang diterima. Pada kuartal 1 tahun 2002, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) yang paling rendah selama tahun 2002, yaitu sebesar Rp 14/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 14. Sedangkan price earnings ratio (PER) yang diperoleh perusahaan menunjukkan angka sebesar kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 21 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan
kata lain break event point (BEP) investasi pada saham itu perlu waktu 21 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan. Berikut adalah tampilan tabel earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) pada tahun 2002.
Tabel 4.42 EPS dan PER tahun 2002 (Quarterly)
No EPS PER Stock Price
2002 Q1 Rp 14.00 21 Rp 295.00 2002 Q2 Rp 29.00 9 Rp 250.00 2002 Q3 Rp 32.00 5 Rp 165.00 2002 Q4 Rp 27 6 Rp 150.00
Pada kuartal 2 tahun 2002, perusahaan mengalami kondisi yang lebih baik. Hal ini disebabkan kondisi net income perusahaan mengalami trend yang meningkat bila dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2002. Pada kuartal 2 tahun 2002, earnings per share (EPS) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar Rp 29. Hal ini berarti setiap lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 29. Sedangkan price earnings ratio (PER) juga menunjukkan trend yang meningkat bila dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2002. Price earnings ratio (PER) menunjukkan angka sebanyak 9 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 9 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 9 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 3 tahun 2002, kondisi earnings per share (EPS) yang dialami perusahaan mengalami trend yang meningkat apabila dibandingkan dengan kuartal 2 tahun 2002. Pada kuartal 3 tahun 2002, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar Rp 32/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 32. Sedangkan pada kuartal 3 tahun 2002,
perusahaan memperoleh price earnings ratio (PER) yang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Price earnings ratio (PER) yang dialami perusahaan menunjukkan angka sebesar 5 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 5 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 5 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 4 tahun 2002, earnings per share (EPS) perusahaan menunjukkan trend yang menurun, di mana perusahaan memperoleh earnings per share (EPS) sebesar Rp 27/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 27. Namun price earnings ratio (PER) yang dimiliki perusahaan menunjukkan trend yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kuartal 3 tahun 2002, karena pada kuartal ini harga saham mengalami penurunan. Oleh sebab itu earnings per share (EPS) yang tinggi mengakibatkan price earnings ratio (PER) menjadi lebih baik. Pada kuartal 4 tahun 2002, perusahaan memperoleh price earnings ratio (PER) sebanyak 6 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 6 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 6 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada tahun 2003 terdapat perbedaan jumlah saham yang beredar, di mana pada kuartal 1 dan 2 jumlah saham yang beredar adalah 1,538,464,000 lembar, sedangkan pada kuartal 3 dan 4 jumlah saham yang beredar mencapai 1,615,387,200 lembar. Hal ini menyebabkan earnings per share (EPS) menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berikut adalah tampilan tabel earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) pada tahun 2003.
Tabel 4.43 EPS dan PER tahun 2003 (Quarterly)
No EPS PER Stock Price
2003 Q1 Rp 4.00 36 Rp 145.00 2003 Q2 Rp 12.00 33 Rp 390.00 2003 Q3 Rp 13.00 38 Rp 495.00 2003 Q4 Rp 16.00 30 Rp 480.00
Pada kuartal 1 tahun 2003, perusahaan memiliki nilai earnings per share (EPS) terendah selama tahun 2003. Oleh sebab itu, dampak rendahnya earnings per share (EPS) perusahaan mengakibatkan semakin besarnya price earnings ratio (PER) yang diperoleh perusahaan. Price earnings ratio (PER) yang diperoleh oleh perusahaan sebanyak 36 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 36 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 36 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan. Sedangkan pada kuartal 2 tahun 2003, kondisi earnings per share (EPS) perusahaan mengalami peningkatan yang lebih baik. Earnings per share (EPS) perusahaan menunjukkan jumlah sebesar Rp 12/lembar saham. Oleh sebab itu, peningkatan earnings per share (EPS) perusahaan membawa dampak yang baik pula terhadap nilai price earnings ratio (PER) perusahaan. Pada kuartal 2 tahun 2003, price earnings ratio (PER) menunjukkan angka sebanyak 33 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 33 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 33 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 3 tahun 2003, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) yang lebih baik daripada kuartal 2 tahun 2002. Kondisi earnings per share (EPS) menunjukkan jumlah sebesar Rp 13/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham
yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 13. Pada kuartal 3 tahun 2003, price earnings ratio (PER) menunjukkan jumlah sebesar 38 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 38 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 38 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 4 tahun 2003, peningkatan earnings per share (EPS) membawa pengaruh pula pada price earnings ratio (PER) yang dialami perusahaan. Pada kuartal 4 tahun 2003 kondisi harga saham juga menunjukkan trend penurunan. Oleh sebab itu, hal ini mengakibatkan nilai price earnings ratio (PER) perusahaan menunjukkan trend peningkatan. Earnings per share (EPS) perusahaan menunjukkan angka sebesar Rp 16/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh perusahaan memiliki keuntungan sebesar Rp 16. Price earnings ratio (PER) pada kuartal 4 tahun 2003 menunjukkan angka sebesar 30 kali, yang hal ini berarti harga saham setara dengan 30 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 30 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada tahun 2004, kondisi earnings per share (EPS) perusahaan mengalami pasang surut, di mana pada kuartal 2 tahun 2004 dan 4 tahun 2004 nilai dari earnings per share (EPS) perusahaan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya net income yang diperoleh oleh perusahaan. Berikut adalah tampilan tabel earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) pada tahun 2004.
Tabel 4.44 EPS dan PER tahun 2004 (Quarterly)
No EPS PER Stock Price
2004 Q1 Rp 12.00 14 Rp 170.00 2004 Q2 Rp 4.00 40 Rp 160.00 2004 Q3 Rp 16.00 12 Rp 190.00 2004 Q4 Rp 10.19 23 Rp 230.00
Pada kuartal 1 tahun 2004, perusahaan memperoleh earnings per share (EPS) perusahaan sebesar Rp 12/lembar, yang berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 12. Price earnings ratio (PER) menunjukkan jumlah sebesar 14 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 14 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 14 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan. Sedangkan pada kuartal 2 tahun 2004, kondisi earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2004. Hal ini disebabkan net income yang diterima oleh perusahaan tidak sebesar net income pada kuartal 1 tahun 2004. Pada kuartal 2 tahun 2004, perusahaan memiliki nilai earnings per share sebesar Rp 4/lembar saham, yang berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 4/lembar saham. Selain itu, price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan jumlah sebesar 40 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 40 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 40 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 3 tahun 2004, earnings per share (EPS) yang diperoleh perusahaan merupakan nilai yang tertinggi di tahun 2004, price earnings ratio (PER) yang terjadi
pada tahun ini juga merupakan kondisi yang terbaik pada tahun 2004. Pada kuartal ini perusahaan memperoleh jumlah earnings per share (EPS) sebesar Rp16/lembar saham, yang berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp16. Price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 12 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 12 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break event point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 12 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 4 tahun 2004, perusahaan tidak memiliki earnings per share (EPS) sebesar kuartal 3 tahun 2004, perusahaan memperoleh earnings per share (EPS) sebesar Rp 10.19/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 10.19. Sedangkan nilai price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 23 kali, yang berarti harga saham setara dengan 23 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 23 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada tahun 2005, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) yang rendah. Hal ini disebabkan net income perusahaan yang menunjukkan trend yang menurun apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Jumlah saham yang beredar pada tahun menunjukkan jumlah yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 1,615,387,200. Berikut adalah tampilan tabel earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) pada tahun 2005.
Tabel 4.45 EPS dan PER tahun 2005 (Quarterly)
No EPS PER Stock Price
2005 Q1 Rp 1.00 265 Rp 265.00 2005 Q2 Rp 1.00 230 Rp 230.00 2005 Q3 Rp 0.3 659 Rp 195.00 2005 Q4 Rp 3.85 52 Rp 200.00
Pada kuartal 1 tahun 2005, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar Rp 1/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp1. Sedangkan price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 265 kali, yang berarti harga saham setara dengan 265 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 265 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 2 tahun 2005, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) yang sama dengan kuartal 1 tahun 2005, yaitu sebesar Rp 1/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp1. Sedangkan nilai price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 230 kali, yang berarti bahwa harga saham setara dengan 230 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 230 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 3 tahun 2005, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) yang lebih rendah dibandingkan dengan kuartal 2 tahun 2005, yaitu sebesar Rp 0.3/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 0.3. Sedangkan nilai price earnings ratio (PER) yang dimiliki
oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 659 kali, yang berarti harga saham setara dengan 659 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 659 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 4 tahun 2005, perusahaan mengalami peningkatan yang lebih baik bila dibandingkan dengan kuartal 3 tahun 2005. Earnings per share (EPS) pada kuartal 4 tahun 2005 merupakan earnings per share (EPS) tertinggi selama tahun 2005. Pada kuartal ini, perusahaan memperoleh earnings per share (EPS) sebesar Rp 3.85/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp3.85. Sedangkan nilai price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 52 kali, yang berarti harga saham setara dengan 52 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 52 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada tahun 2006, kondisi earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) mengalami trend yang meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2006, peningkatan earnings per share (EPS) disebabkan oleh penerimaan net income perusahaan yang meningkat. Perusahaan memiliki jumlah saham yang beredar sebesar 1.615.387.200 lembar pada kuartal 1 tahun 2006, kuartal 2 tahun 2006 dan kuartal 3 tahun 2006, sedangkan pada kuartal 4 tahun 2006 perusahaan memiliki 4,124,206,046 lembar saham beredar. Berikut adalah tampilan tabel earnings per share (EPS) dan price earnings ratio (PER) pada tahun 2006.
Tabel 4.46 EPS dan PER tahun 2006 (Quarterly)
No EPS PER Stock Price
2006 Q1 Rp15.00 15 Rp220.00 2006 Q2 Rp12.00 13 Rp160.00 2006 Q3 Rp24.00 6 Rp155.00 2006 Q4 Rp13 19 Rp250.00
Pada kuartal 1 tahun 2006, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar Rp 15/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 15. Sedangkan nilai price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 15 kali, yang berarti harga saham setara dengan 15 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 15 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 2 tahun 2006, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar Rp 12/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 12. Apabila dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2006, maka earnings per share (EPS) yang dimiliki perusahaan mengalami trend yang menurun. Sedangkan nilai price earnings ratio (PER) yang dimiliki perusahaan menunjukkan trend yang meningkat bila dibandingkan dengan kuartal 1 tahun 2001. Hal ini disebabkan oleh harga saham yang menurun. Pada kuartal 2 tahun 2006, price earnings ratio (PER) yang diperoleh perusahaan menunjukkan angka sebesar 13 kali, yang berarti bahwa harga saham setara dengan 13 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 13 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 3 tahun 2006, perusahaan memiliki earnings per share (EPS) yang meningkat bila dibandingkan dengan 2 tahun 2006. Perusahaan memiliki earnings per share (EPS) sebesar Rp 24/lembar saham. Hal ini berarti setiap 1 lembar saham yang dimiliki oleh investor memiliki keuntungan sebesar Rp 24. Sedangkan nilai price earnings ratio (PER) yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan trend yang meningkat apabila dibandingkan dengan kuartal 2 tahun 2006. Perusahaan memiliki nilai price earnings ratio (PER) sebesar 6 kali. Hal ini berarti harga saham setara dengan 6 kali besarnya pendapatan per lembar saham atau dengan kata lain break even point (BEP) investasi pada saham tersebut memerlukan waktu 6 kuartal agar bisa mengembalikan dana investasi yang telah dikeluarkan.
Pada kuartal 4 tahun 2006, earnings per share (EPS) yang dimiliki perusahaan menunjukkan trend yang menurun apabila dibandingkan dengan kuartal 3 tahun 2006. Hal ini disebabkan oleh penurunan net income yang diperoleh oleh perusahaan. Nilai