• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

B. Analisis Fundamental

1. Economic Analysis (Analisis Ekonomi)

1. Economic Analysis (Analisis Ekonomi)

Analisis ekonomi adalah salah satu dasar dari tiga analisis yang perlu dilakukan investor dalam penantuan keputusan investasinya.15 Analisis ini menjadi analisis dasar yang perlu dilakukan investor karena kecenderungan adanya hubungan yang kuat antara apa yang terjadi pada lingkungan ekonomi makro dan kinerja Bursa Efek Indonesia.Tujuannya adalah untuk membuat keputusan alokasi penginvestasian dana di beberapa negara atau dalam negeri dalam bentuk saham. Dalam perspektif analisis ekonomi makro terdapat beberapa elemen pertimbangan yang menjadi aspek analisis, seperti kebijakan moneter dan fiskal, kebijakan pemerintah, inflasi, pertumbuhan produk domestic bruto,

13

Indonesia Stock Exchange, Sekolah Pasar Modal Level 2, hal. 24 14

Geoffrey A. Hirt dan Stanley B. Block, Fundamentals of Investment Management (New York: McGraw-Hill/Irwin, 2003), 123.

15

angka pengangguran, nilai suku bunga, dan tingkat kurs rupiah. Tandelilin (1998) merangkum dari beberapa aspek ekonomi makro diatas dengan pertimbangan akan pengaruhnya terhadap investasi pada suatu Negara, sebagai: tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), laju pertumbuhan inflasi, tingkat sukubunga, dan nilai tukar mata uang

(exchange rate).16

a. Gross Domestic Product (GDP) Growth

Gross Domestic Product (Produk Domestik Bruto) adalah nilai total pasar produk barang atau jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu.17 Dalam perhitungan GDP ini, hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan / orang asing yang beroperasi di wilayah Negara Indonesia juga termasuk dalam perhitungan. Pertumbuhan PDB merupakan indikasi terjadinya pertumbuhan ekonomi. Jika ekonomi suatu negara mengalami pertumbuhan, maka daya kemampuan beli masyarakat juga ikut meningkat, dan momentum tersebut merupakan momentum dari perusahaan untuk meningkatkan kemampuan penjualan untuk mendapatkan profit yang lebih. Urgensi lain dari GDP suatu negara adalah, nilai presentase GDP merupakan gambaran nilai seluruh transaksi suatu negara secara umum. Jika siklus transaksi

16

Ibid., h. 343 17

Produk domestic bruto – Wikipedia bahasa Indonesia, id.m.wikipedia.org, diakses pada tanggal 27 januari 2015

perekonomian stabil maka dapat dipastikan perekonomian akan berjalan dengan lancar. Sentimen positif ini dapat memicu kenaikan nilai mata uang lokal.18

b. Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.19 Singkatnya, inflasi merupakan kecenderungan terjadinya peningkatan harga produk-produk secara keseluruhan. Inflasi yang terlalu tinggi juga akan menyebabkan penurunan daya beli uang (purchasing power of money). Disamping itu inflasi yang terlalu tinggi juga bisa mengurangi tingkat pendapatan riil yang diperoleh investor dari investasinya. Sebaliknya, jika tingkat inflasi suatu negara mengalami penurunan, maka hal ini akan merupakan sinyal yang positif bagi investor seiring dengan turunnya risiko daya beli uang dan risiko penurunan pendapatan riil.20

18 Gross Domestic Product Artikel diakses pada 27 januari 2015 dari:

http://belajarforex.com/indikator-fundamental/gdp-gross-domestic-product.html

19

Barro, Robert J, Macroeconomics, 2008, h.77 20

Eduardus Tandelilin, Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: 2010, h. 342

c. Tingkat Suku Bunga BI (BI Rate)

Tingkat suku bunga merupakan ukuran keuntungan investasi yang dapat diperoleh investor dan sebaliknya, hal tersebut adalah ukuran biaya modal yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menggunakan modal dari investor. Tingkat suku bunga yang terlalu tinggi akan mempengaruhi nilai sekarang (present value) aliran kas perusahaan sehingga kesempatan-kesempatan investasi yang ada tidak akan menarik lagi. Tingkat suku bunga yang tinggi juga akan meningkatkan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Disamping itu, tingkat bunga yang tinggi juga akan menyebabkan return yang disyaratkan investor dari suatu investasi akan meningkat.

d. Kurs Rupiah

Kurs rupiah adalah nilai rasio perbandingan mata uang rupiah dengan mata uang lain. Nilai suatu mata uang ditentukan oleh nilai tukar mata uang tersebut terhadap mata uang lainnya. Secara teori, dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat tidak pasti. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat menurun dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat.

Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran alokasi modal pada investasi.

Tabel 2.1

Pengaruh Indikator Ekonomi Indikator

Ekonomi

Pengaruh Penjelasan

GDP Meningkatnya GDP

merupakan sinyal yang baik (positif) untuk investasi dan sebaliknya jika GDP menurun.

Meningkatnya GDP mempunyai pengaruh positif terhadap daya beli konsumen sehingga dapat meningkatkan permintaan terhadap produk perusahaan.

Inflasi Peningkatan inflasi secara relative merupakan sinyal negatif bagi pemodal di pasar modal.

Inflasi meningkatkan pendapatan dan biaya perusahaan. Jika peningkatan biaya produksi lebih tinggi dari peningkatan harga yang dapat dinikmati oleh perusahaan maka profitabilitas perusahaan akan turun.

Tingkat Suku Bunga

Tingkat bunga yang tinggi merupakan sinyal negatif terhadap harga saham.

Tingkat suku bunga yang meningkat akan menyebabkan peningkatan suku bunga yang disyaratkan atas investasi pada suatu saham. Disamping itu tingkat suku bunga yang meningkat akan menyebabkan investor menarik investasinya pada saham dan memindahkannya

pada investasi berupa tabungan ataupun deposito. Kurs Rupiah Menguatnya kurs rupiah

terhadap mata uang asing merupakan sinyal positif bagi perekonomian yang mengalami inflasi.

Menguatnya kurs rupiah terhadap mata uang asing akan menurunkan biaya impor bahan baku untuk produksi, dan akan menurunkan tingkat suku bunga yang berlaku.

Sumber: Dikutip dari Harianto, F. dkk., 1998, Perangkat dan Teknik Analisis Investasi di Pasar Modal Indonesia, PT. Bursa Efek Jakarta, Jakarta, hlm. 158

Dokumen terkait