• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

B. Analisis Fundamental

4. Metode Pengemplotan Grafik

Dari pemaparan sebelumnya dapat dikatakan bahwa teknikal analisis tidak mempercayai harga bergerak secara acak, tetapi bergerak dengan pola (pattern). Pola tersebut dapat tercermin melalui grafik chart transaksi kegiatan pasar. Pola (chart) tersebut terbagi menjadi:

a. Line chart (grafik garis) merupakan grafik yang menunjukan harga penutupan dalam range waktu yang ditentukan. Namun Line chart

hanya menampilkan garis yang menghubungi penutupan harga saham pada periode tertentu saja. Keuntungan grafik garis adalah menampilkan gerakan harga-harga sekuritas yang jelas dan mudah dimengerti.

Grafik 2.3

Line Chart

Grafik pergerakan harga saham JII satu kuartal, sumber: www.idx.co.id b. Bar chart (grafik batang) merupakan grafik yang memberikan

informasi lebih lengkap dibandingkan dengan grafik garis yang hanya memuat harga penutupan. Pada grafik batang, kita bisa

mengetahui harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah

(low), dan penutupan (close).

Grafik 2.4

Bar Chart

Sumber: www.seputarforex.com

c. Candlestick chart (grafik lilin) merupakan grafik yang memberikan informasi yang sama dengan grafik bar. Namun, ada sedikit perbedaan yaitu pada grafik candlestick harga pembukaan dan penutupan ditandai dengan adanya body.

Grafik 2.5

sumber: www.seputarforex.com

5. Identifikasi Pergerakan Trend Dasar

Trend berarti suatu kecenderungan atau kondisi dimana terdapat satu jenis pergerakan yang mendominasi chart dan cenderung berlanjut. Terdapat dua jenis trend menurut arah pergerakannya yaitu trend bearish

dan trend bullish.

a. Trend Bullish adalah trend yang menunjukkan pergerakan harga saham yang secara menyeluruh mengidintifikasikan kenaikan.

b. Trend bearish adalah trend yang menunjukkan pergerakan saham yang secara menyeluruh mengidentifikasikan penurunan.

Untuk menentukan arah dari suatu trend biasanya digunakan trendlines. Ada tiga tipe trend yang terbentuk di pasar yaitu uptrend, downtrend, dan sideaways.

a. Uptrend adalah garis pergerakan harga saham yang terbentuk dari dua titik atau lebih dengan kecenderungan meningkat.

b. Downtrend adalah garis trend yang terbentuk dari dua titik atau lebih dengan kecenderungan menurun

c. Sideaways adalah garis trend yang terbentuk secara menyamping atau horizontal pada posisi harga tertinggi dan harga terendah.

D. Review Studi Terdahulu

Penelitian ini merupakan penelitian tersendiri yang bersumber berdasarkan teori dan terapan dari studi yang dikembangkan terdahulu sebelumnya. Studi-studi terdahulu tersebut adalah:

Penulis:

Aries Satjawidjaja, tahun 2012 (Tesis Magister Ilmu Administrasi Universitas Indonesia)

Judul:

Komparasi Nilai Intrinsik Harga

Saham PT Bank Bukopin

Berdasarkan Laporan Keuangan

Objek Penelitian:

Saham dan laporan keuangan PT Bank Bukopin Tbk Periode 2009-2010

Metode Penelitian:

Price Earning Ratio, Price Book Value, Discounted Cash Flow, Devidend Discounted Model, dan

Tahun 2009-2010 Discounted Abnormal Earning Hasil Penelitian:

Nilai Intrinsik saham PT Bank Bukopin berdasarkan metode valuasi PER, PBV, dan DCF adalah

Undervalued

Sedangkan hasil nilai intrinsik yang didapatkan melalui valuasi DDM dan DCF adalah saham PT Bank Bukopin tergolong saham yang

overvalued.

Penulis:

Denies Priantinah dan Prabandaru Adhe Kusuma (Jurnal Nominal volume I no. I 2012 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta) Judul:

Objek Penelitian:

Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode 2008-2010.

Metode Penelitian:

Pengaruh Return on Investment

(ROI), Earning Per Share (EPS) dan

Dividen Per Share (DPS) Terhadap

Harga Saham Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2010

analisis regresi berganda. Hasil Penelitian:

ROI, EPS, dan DPS secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.

Penulis:

Aisyah Ratna Nurmala, tahun 2013 (Skripsi Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Judul:

Analisis Fundamental dan Teknikal pada Saham-Saham Syariah di

Jakarta Islamic Index Periode

2008-2011

Objek Penelitian:

Saham-Saham yang ada di Jakarta islamic Index (ANTM, INCO, PTBA, TINS).

Metode Penelitian:

Price Earning Ratio, dan Dividend Discounted Model, serta Moving Average

Hasil Penelitian:

Saham-saham sektor pertambangan pada Jakarta Islamic Index termasuk dalam saham yang overvalued (Sebaiknya di jual)

55

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan penulis bersifat deskriptif kuantitatif. Yakni penelitian yang menggambarkan data informasi yang berdasarkan pada fakta yang diperoleh di lapangan.36 Dalam hal ini pengertian penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang menggunakan data-data dan angka-angka yang telah diperoleh lalu dijelaskan hasil dari olahan data-data melalui gambaran pengolahan data angka-angka tersebut. Analisis ini digunakan untuk mengetahui nilai intrinsik saham perusahaan dengan pendekatan Devidend Discounted Model,

Price Earning Ratio, dan Price Book Value serta teknik pengenalan pola dari saham perusahaan terebut dengan pendekatan Moving Average, Relative Strength Index dan Moving Average Convergence Divergence .

B. Objek Penelitian

1. Populasi

Daftar saham-saham yang tercatat di JII setiap 6 bulan sekali akan mengalami perubahan atau koreksi karena dalam kurun waktu 6 bulan

36

Suharsimi Ari Kunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: PT Renika Cipta, 1993), cet ke-2, h.309

tersebut JII melakukan perhitungan ulang mengenai kriteria-kriteria saham-saham yang memenuhi kriteria saham syariah. Oleh karena itu, dalam penelitian skripsi ini dilakukan pembatasan pada objek penelitian. Yaitu saham-saham yang konsisten terdaftar dalam JII pada periode 2010-2013. Dari pembatasan tersebut didapat 13 saham yang konsisten terdaftar di JII. Saham-saham tersebut antara lain adalah:

Tabel 3.1

Daftar Saham Konsisten di Jakarta Islamic Index Periode 2010-2013

No. Kode Saham Nama Penerbit Efek

1. AALI PT Astra Agro Lestari Tbk.

2. ASII PT Astra International Tbk.

3. LPKR PT Lippo Karawaci Tbk.

4. KLBF Kalbe Farma Tbk.

5. INTP PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

6. PTBA PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

7. SMGR Semen Gresik (Persero) Tbk.

8. UNTR PT United Tractors Tbk.

9. TLKM Telekomunikasi Indonesia Tbk.

10. UNVR Unilever Indonesia Tbk.

11. ITMG PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

12. LSIP PT London Sumatera Indonesia Tbk.

2. Sampel

Kemudian ruang lingkup penelitian dikonsentrasikan kepada saham-saham yang mempunyai nilai kapitalisasi pasar terbesar dengan secara konsisten berada dalam (sepuluh saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar) rapor penilaian berdasarkan data dari BEI dan diolah oleh Pusatis. Saham-saham tersebut adalah:

Tabel 3.2

Saham dengan Nilai Kapitalisasi Pasar Terbesar No. Kode Saham Nama Perusahan Emiten

1. ASII PT Astra International Tbk.

2. TLKM PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

3. UNVR PT Unilever Indonesia Tbk.

Sumber: data diolah

C. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, adalah data jadi yang diperoleh dari pengungkapan laporan keuangan perusahaan PT Astra International, PT Telekomuikasi Indonesia, dan PT Unilever Indonesia periode 2010-2013, historis harga saham perusahaan dari tahun 2010 hingga 2013, lalu data informasi mengenai perusahaan terkait analisis industri, analisis makro ekonomi Indonesia yang diperoleh dari berbagai sumber yang tersedia seperti data dari Bank Indonesia, Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal,

thesis, disertasi, dan lain-lain. Hal tersebut berbeda dengan penelitian dengan pengolahan data primer yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari objek penelitiannya dengan observasi, wawancara, diskusi terfokus, atau mungkin kuesioner.

D. Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan identifikasi dan konsentrasi permasalahan yang diangkat, maka dalam pengumpulan data skripsi ini penulis menggunakan metode dokumentasi. Dilakukan dengan menelaah, mengolah, dan mempelajari beberapa literatur cetak, baik yang bersumber dari buku, jurnal, majalah, artikel, koran, disertasi, thesis, maupun dari sumber lainnya yang mengandung informasi berkaitan dengan masalah terkait yang terhimpun dari berbagai tempat. Pengumpulan data dimulai dari melakukan studi kepustakaan (library research), mempelajari buku-buku maupun media lainnya yang berhubungan dengan pokok fokus permasalahan dalam penelitian ini. Pada tahap selanjutnya, penulis melakukan pengkajian data yang dibutuhkan, yaitu mengenai jenis data yang dibutuhkan, ketersediaan data, dan gambaran cara pengolahan data. Selanjutnya, pengelompokan data-data yang diperoleh berdasarkan tipikal fungsi tersebut diolah lalu dilakukanlah penelitian pokok yang digunakan untuk mengumpulkan keseluruhan data yang dibutuhkan untuk menghasilkan manfaat dan tujuan penelitian dari permasalahan topik penelitian yang penulis ambil.

Dokumen terkait