METODOLOGI PENELITIAN
KOPERASI Keterangan:
A. Analisis Data
2. EFE (External Factor Evaluation) a) Daya beli konsumen
Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan adalah daya beli konsumen. Kebutuhan akan buku pelajaran dan minat baca masyarakat yang meningkat merupakan gambaran dari daya beli konsumen yang semakin tinggi dalam usaha pemenuhan kebutuhan buku
Berikut dijelaskan mengenai fakta tentang kebutuhan buku pelajaran Badan Pusat Statistik (BPS) (2008)
Umur diatas 15 tahun :
Membaca koran 55.11 % Majalah / tabloid 29.22 % Buku cerita 16.72 % Buku pelajaran 44.28 % Ilmu pengetahuan lainnya 21.07 %
*Persentase minat baca ideal adalah 80 % dari total penduduk. b) Mesin cetak baru
Keberadaan mesin cetak baru merangsang perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dalam memenuhi kebutihan konsumen.
Mengingat daya beli konsumen yang meningkat maka keberadaan mesin cetak baru sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
c) Persaingan harga
Persaingan harga yang semakin bervariatif dari perusahaan dalam industri yang sama memacu perusahaan untuk berani bersaing harga tanpa mengesampingkan kualitas dan mutu produk.
d) Masih terdapat beberapa daerah potensial yang belum terjangkau Terdapatnya daerah potensial yang belum terjangkau oleh perusahaan lain merupakan peluang perusahaan untuk menambah wilayah pemasaran. Terdapatnya sekolah-sekolah yang teletak di pinggiran kota sangat memungkinkan perusahaan memasuki daerah pemasaran yang baru. e) Tingkat pertumbuhan industri
Pertumbuhan produksi industri Pengolahan besar dan Sedang triwulan III 2009 naik sebesar 2,67%Meningkatnya produksi industri pada triwluan III 2009 disebabkan oleh berbagai industri, salah satunya adalah mesin dan perlengkapan yang naik sebesar 5,92%. Hal ini berdampak dengan kenaikan industri penerbitan, percetakan, reproduksi media rekaman naik sebesar 0,55%. (Berita Resmi Statistik No.67/11/Th.XII. 2 November 2009)
f) Perkembangan teknologi
Pekembangan teknologi yang semakin canggih sangat membantu perusahan dalam di berbagai sektor, khususnya sektor produksi. Penggantian tenaga manusia dengan mesin-mesin berat diharapkan dapat
menambah efisiensi dan efektivitas kerja. Hal ini tentunya juga harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang berkualitas
g) Tingkat inflasi
inflasi merupakan suatu keadaan dimana terjadi penurunan nilai mata uang yang menyebabkan meningkatnya harga barang. Jika tingkat inflasi semakin tinggi, maka kemampuan konsumen untuk membeli produk PT.PIRANTI akan turun. Berikut akan disajikan tingkat inflasi Indonesia menurut BPS sampai Januari 2010:
Bulan Tahun Tingkat Inflasi
Januari 2010 3.72 % Desember 2009 2.78 % November 2009 2.41 % Oktober 2009 2.57 % September 2009 2.83 % Agustus 2009 2.75 % Juli 2009 2.71 % Juni 2009 3.65 % Mei 2009 6.04 % April 2009 7.31 % Maret 2009 7.92 % Februari 2009 8.60 % Januari 2009 9.17 %
Tabel V.1 Tingkat Inflasi (Badan Pusat Statistik, 2010)
h) Pesaing baru dalam industri yang sama
Munculnya pesaing baru dalam industri yang sama tentunya tidak lepas dari terbukanya pasar bagi perusahaan yang mempunyai modal yang besar. Munculnya Pesaing baru dalam industri yang sama merupakan tantangan bagi perusahaan. Jika perusahaan mampu mempertahankan kualitas produk dan citra perusahaan maka perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan yang lain.
i) Ketidakpastian situasi politik nasional
Skandal bank Century yang terjadi akhir-akhir ini sedikit banyak membuat iklim bisnis di Indonesia melemah. Kepercayaan pebisnis kepada bank sedikit menurun. Hal ini harus segera diatasai agar iklim bisnis di Indonesia kembali menguat.
j) Kebijakan pemerintah melalui buku standardisasi nasional
Munculnya buku dengan standarisasi nasional membuat para penerbit lebih hati-hati dalam mengeluarkan produk. Materi yang ada harus disesuaikan dengan kisi-kisi materi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. jika materi buku tidak sesuai dengan materi dari pemerintah, maka sulit buku tersebut akan laku di pasaran.
B. Pembahasan
Setelah menganalisis kekuatan dan kelemahan dalam faktor internal serta serta peluang dan ancaman dalam faktor eksternal selanjutnya ditetapkan kedalam tahap I yaitu matriks IFE untuk faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta matriks EFE untuk faktor eksternal (peluang dan ancaman). Kemudian hasil yang didapat dicocokkan dalam tahap II yaitu SWOT dan IE matriks untuk memperoleh strategi alternatif yang layak bagi perusahaan.
Pada tahap III, strategi yang dihasilkan pada tahap II diputuskan secara objektif, berdasarkan pada faktor-faktor kritis untuk sukses internal dan eksternal yang dianalisis sebelumnya. Strategi yang telah dihasilkan dan ditetapkan menjadi landasan dalam penyusunan strategi pemasaran yang akan digunakan oleh perusahaan.
a. Tahap 1
Tahap ini disebut juga input stage karena fungsi dari tahap ini adalah mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk mengetahui strategi pemasaran apa yang sesuai dengan PT.PIRANTI. pada tahap tahap ini akan digunakan Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix dan External Factor Evaluation (EFE) Matrix.
Tabel IFE
Faktor Sukses Bobot Rating Nilai
Kekuatan
Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan
Pangsa pasar meningkat Variasi produk
Kerjasama dengan lebaga atau institusi yang berkaitan
Saluran distribusi sederhana Personal selling yang baik Kebijakan harga
Kelemahan
Semangat kerja karyawan Budaya kerja
Kualitas penjilidan buku
0,10 0,15 0,04 0,06 0,12 0,11 0,10 0,12 0,11 0,08 1,00 2,77 3,00 1,83 2,33 3,20 3,10 2,73 3,00 2,37 2,07 0,28 0,45 0,07 0,14 0,38 0,34 0,27 0,36 0,26 0,17 2,72 Tabel V.2
Keterangan : Bobot
Pemberian nilai pada bobot diberikan oleh perusahaan berdasarkan rata-rata industri perusahaan untuk masing-masing faktor yang ada
Kekuatan
1) Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan Bobot : 0,10
Perusahaan berusaha untuk memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada konsumen. Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan memiliki bobot yang besar pada perusahaan
2) Pangsa pasar meningkat Bobot : 0,15
Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan adalah pangsa pasar yang sudah mampu melayani konsumen. Hal ini terlihat pada volume penjualan yang relatif stabil setiap tahunnya.
3) Variasi produk Bobot : 0,04
Variasi produk dipandang tidak terlalu penting sebagai variabel yang menentukan kesuksesan perusahaan. Sebab selama ini PT.PIRANTI sudah mencetak buku pelajaran yang sudah bervariatif.
4) Kerjasama dengan lembaga atau institusi yang berkaitan Bobot : 0,06
Perusahaan melakukan hubungan kerjasama dengan lembaga yang berkaitan. Hal ini bertujuan sebagai penunjang sarana promosi perusahaan. Kerjasama dengan lembaga berkaitan diberi bobot yang kecil oleh perusahaan.
5) Saluran distribusi sederhana Bobot : 0,12
Saluran distribusi yang ditangani langsung oleh perusahaan dapat mendukung pemasaran produk perusahaan. Selain itu, dengan saluran distribusi sederhana, perusahaan dapat melakukan pengawasan secara langsung jika terjadi kesalahan dalam proses distribusi.
6) Personal selling yang baik Bobot : 0,11
Personal selling merupakan cara yang selama ini digunakan perusahaan untuk promosi. Dengan personal selling perusahaan memperoleh berbagai keuntungan, maka perusahaan memberikan bobot yang besar.
7) Kebijakan harga Bobot : 0,10
Penetapan kebijakan harga dipandang memiliki bobot rata-rata dalam penentuan kekuatan perusahaan. Penetapan kebijakan harga berhubungan langsung dengan daya beli konsumen.
Kelemahan
1) Semangat kerja karyawan Bobot : 0,12
Perusahaan memberikan bobot yang besar pada semangat kerja karyawan. Semangat kerja karyawan yang rendah sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Hal ini akan berdampak pada produktivitas karyawan.
2) Budaya kerja yang buruk Bobot : 0,11
Budaya kerja erat kaitannya dengan penilaian kinerja karyawan yang dihasilkan tiap karyawan itu sendiri, kedisiplinan terutama dalam hal waktu dapat mempengaruhi produktivitas karyawan. Perusahaan memberikan bobot yang besar akan hal ini.
3) Kualitas penjilidan buku Bobot : 0,08
Perusahaan memberikan bobot rata-rata dalam kualitas penjilidan buku. Selama ini kualitas penjilidan buku kurang baik. Hal ini terlihat pada adanya cover buku yang lepas.
Rating
Pemberian nilai pada rating diberikan oleh perusahaan berdasarkan keadaan atau kondisi perusahaan untuk masing-masing faktor yang ada
Kekuatan
1) Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan Rating : 2,77
Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan dari direspon rata-rata oleh perusahaan. PT.PIRANTI memberikan pelayanan yang baik bagi para konsumen khususnya saat ada pemesanan dari konsumen.
2) Pangsa pasar meningkat Rating : 3,00
Pangsa pasar yang meningkat merupakan kekuatan perusahaan. Pangsa pasar yang mampu melayani konsumen dijadikan tolok ukur perusahaan dalam mencapai keberhasilan.
3) Variasi produk Rating : 1,83
Keragaman buku pelajaran yang diproduksi PT.PIRANTI memiliki respon di bawah rata-rata. variasi produk bukan merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan perusahaan.
4) Kerjasama dengan lembaga atau institusi yang berkaitan Rating : 2,33
Perusahaan merespon rata-rata tentang kerjasama dengan lembaga atau institusi yang berkaitan. Dengan ada atau tidak adanya kerjasama dengan lemaba terkait, perusahaan tetap bisa melakukan promosi.
5) Saluran distribusi sederhana Rating : 3,20
Saluran distribusi yang dijalankan perusahaan mendukung jalur pemasaran perusahaan dalam proses distribusi.
6) Personal selling yang baik Rating : 3,10
Personal selling yang baik mendapat respon di atas rata-rata oleh perusahaan. Personall selling selama ini digunakan perusahaan dalam melakukan promosi.
7) Kebijakan harga Rating : 2,73
Perusahaan harus menetapkan kebijakan harga yang disesuaikan dengan kondisi pasar agar mampu bersaing dengan perusahaan yang lain. Perusahaan merespon rata-rata dalam penentuan kebijakan harga.
Kelemahan
1) Semangat kerja karyawan Rating : 3,00
Perusahaan memberikan respon rata-rata pada semangat kerja karyawan. Semangat kerja karyawan yang rendah mempengaruhi kinerja perusahaan. 2) Budaya kerja yang buruk
Rating : 2,37
Budaya kerja yang kurang baik terutama kedisplinan dalam hal waktu dapat mempengaruhi produktivitas karyawan. Perusahaan memberikan respon rata-rata terhadap budaya kerja
3) Kualitas penjulidan buku Rating : 2,07
Perusahaan merespon rata-rata kualitas penjilidan buku. Selama ini kualitas penjilidan buku kurang baik. Hal ini harus segera diperbaiki agar konsumen tetap percaya dan terus menggunaka produk PIRANTI
Tabel EFE
Faktor Sukses Bobot Rating Nilai
Peluang
Daya beli konsumen Mesin cetak baru Persaingan harga
Terdapat daerah potensial yang belum terjangkau
Tingkat pertumbuhan industry
Ancaman
Perkembangan teknologi Tingkat inflasi
Pesaing baru dalam industri yang sama
Ketidakpastian situasi politik nasional
Kebijakan pemerintah melalui buku nasional 0,10 0,04 0,13 0,17 0,08 0,07 0,05 0,08 0,11 0,16 1,00 2,5 1,37 3,00 2,57 2,33 2,40 2,67 2,20 2,83 3,83 0,25 0,05 0,39 0,44 0,19 0,17 0,13 0,18 0,31 0,61 2,72 Tabel V.3
Tabel EFE (Eksternal Factor Evaluation) Keterangan :
Bobot
Pemberian nilai pada bobot diberikan oleh perusahaan berdasarkan rata-rata industri perusahaan untuk masing-masing faktor yang ada.
Peluang
1) Daya beli kosumen bobot : 0,10
daya beli kosumen mempunyai pengaruh yang besar terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Daya beli konsumen yang tinggi akan buku pelajaran berdampak positif pada peluang PT.PIRANTI dalam merebut pasar.
2) Mesin cetak baru Bobot : 0,04
Keberadaan mesin cetak baru yang lebih canggih sangat diperlukan dan menjadi sesuatu yang penting bagi dunia industri
3) Persaingan harga Bobot : 0,13
Persaingan harga yang terjadi di pasar harus disesuaikan kualitas dan mutu produk dari masing-masing perusahaan. Persaingan harga diberi bobot besar oleh perusahaan
4) Terdapatnya daerah potensial yang belum terjangkau Bobot : 0,17
Terdapatnya daerah potensial yang belum terjangkau merupakan peluang perusahaan untuk menambah wilayah pemasaran. Perusahaan memberikan bobot yang besar untuk hal tersebut.
5) Tingkat pertumbuhan industri Bobot : 0,08
Tingkat pertumbuhan industri khususnya bisnis penerbitan dan percetakan naik sebesar 0,55%, hal ini memberikan dampak positif bagi perusahaan. Tingkat pertumbuhan industri diberi bobot rata-rata oleh perusahaan
Ancaman
1) Perkembangan teknologi Bobot : 0,07
Mesin dan teknologi yang digunakan oleh perusahaan sudah modern tetapi relatif kurang lengkap dibanding pesaing sehingga menjadi ancaman bagi perusahaan.
2) Tingkat inflasi Bobot : 0,05
Tingkat inflasi yang tidak stabil mempengaruhi perkembangan bisnis perusahaan. Karena inflasi berhubungan langsung dengan daya beli konsumen.
3) Pesaing baru dalam industri yang sama Bobot : 0,08
Banyaknya pesaing dalam industri yang sama akan menjadi ancaman jika perusahaan tidak bisa mempertahankan kualitas produk dan citra perusahaan.
4) Ketidakpastian situasi politik nasional Bobot : 0,11
Kondisi politik nasional yang tidak menentu akhir-akhir ini berpengaruh pada inflasi yang menyebabkan turunnya daya beli konsumen terhadap produk PIRANTI
5) Kebijakan pemerintah melalui buku nasional Bobot : 0,16
Keberadaan buku pemerintah merupakan ancaman yang besar bagi para penerbit. Perusahaan harus lebih selektif dalam pemilihan materi agar tidak terlalu jauh dengan materi dari buku pemerintah.
Rating
Pemberian nilai pada rating diberikan oleh perusahaan berdasarkan keadaan atau kondisi perusahaan untuk masing-masing faktor yang ada
Peluang
1) Daya beli kosumen Rating : 2,50
Perusahaan merespon rata-rata terhadap daya beli kosumen. Daya beli masyarakat pada sebagian produk PT.PIRANTI masih dibawah rata-rata dan harus ditingkatkan.
2) Mesin cetak baru Rating : 1,37
Keberadaan mesin cetak baru yang lebih canggih dapat membantu perusahaan dalam proses produksi. Namun penambahan mesin cetak baru memerlukan biaya yang tinggi pula. Maka respon perusahaan adalah di bawah rata-rata.
3) Persaingan harga Rating : 3,00
Persaingan harga yang terjadi di pasar mendapat respon rata-rata dari perusahaan. Persaingan yang dilakukan juga harus memperhatikan kualitas dan mutu produk.
4) Terdapatnya daerah potensial yang belum terjangkau Rating : 2,57
Peluang perusahaan yang diperoleh dari adanya daerah potensial yang belum terjangkau mendapat respon rata-rata dari perusahaan
5) Tingkat pertumbuhan industri Rating : 2,33
Peningkatan pertumbuhan industri khususnya industri penerbitan dan percetakan pada tahun 2009 diberi rating rata-rata oleh perusahaan.
Ancaman
1) Perkembangan teknologi Rating : 2,40
Mesin dan teknologi yang digunakan oleh perusahaan relatif kurang modern dibanding pesaing sehingga kurang mendukung perusahaan. 2) Tingkat inflasi
Rating : 2,67
Tingkat inflasi yang tidak stabil mempengaruhi perkembangan bisnis perusahaan. Tingkat inflasi yang tidak stabil diberikan respon rata-rata oleh perusahaan.
3) Pesaing baru dalam industri yang sama Rating : 2,20
Perusahaan merespon rata-rata akan keberadaan para pesaing, karena dengan adanya pesaing menandakan posisi pasar tidak jenuh dan tingkat perumbuhan industri juga semakin meningkat.
4) Ketidakpastian situasi politik nasional Rating : 2,83
Ketidakpastian situasi politik nasional dapat berdampak pada inflasi yang menyebabkan daya beli konsumen turun. Hal ini direspon rata-rata oleh perusahaan.
5) Kebijakan pemerintah melalui buku nasional Rating : 3,83
Keberadaan buku pemerintah merupakan ancaman yang besar bagi para perusahaan penerbit. Perusahaan memberikan respon di atas rata-rata tentang keberadaan buku nasional.
b. Tahap 2
Tahap ini sering disebut matching stage. Ada dua tahap dalam matching stage yang digunakan yaitu SWOT dan IE.
Berikut adalah penjelasan dari kedua matriks tersebut ; SWOT matriks
Matriks SWOT adalah matriks yang menggambarkan bagaimana manajemen dapat mencocokkan peluang-peluang dan ancaman-ancaman eksternal yang dihadapi suatu perusahaan tertentu dengan kekuatan-kekuatan dan kelemahan internalnya untuk menghasilkan 4 strategi alternatif. Metode ini mengarah pada Brain Storming untuk menciptakan strategi alternatif yang mungkin tidak terpikirkan oleh manajemen. Setelah menganalisi faktor internal dan eksternal maka dilanjutkan pada tahap dua untuk menyusun matriks SWOT.
Matriks SWOT
Faktor Internal
Faktor Eksternal
KEKUATAN Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan Pangsa pasar yang meningkat
Variasi produk
Kerjasama dengan lembaga atau institusi yang berkaitan
Saluran distribusi yang sederhana
Personal selling yang baik Kebijakan harga KELEMAHAN Semangat kerja karyawan Budaya kerja Kualitas penjilidan buku PELUANG Daya beli konsumen Mesin cetak baru Persaingan harga Terdapat daerah potensial yang belum terjangkau Tingkat pertumbuhan industri STRATEGI SO o Mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan pelayanan o Mengembangkan pasar ke wilayah baru o Meningkatkan pangsa pasar STRATEGI WO o Meningkatkan mutu dan kualitas SDM o Melakukan promosi
yang gencar untuk meningkatkan daya beli konsumen ANCAMAN Perkembangan teknologi Tingkat inflasi
Pesaing baru dalam industri yang sama Ketidakpastian situasi politik nasional Kebijakan pemerintah melalui buku nasional
STRATEGI ST
o Meningkatkan daya saing melalui efisiensi dan promosi.
o meningkatkan standar buku yang mencakup kualitas serta materi
STRATEGI WT o meningkatkan daya saing melalui kebijakan harga untuk meningkatkan penjualan Gambar V.4
Matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) Strategi SO
Strategi SO merupakan suatu strategi dimana perusahaan dapat menggunakan kekuatan-kekuatannya untuk mengambil manfaat dari peluang-peluang, mempertahankan dan meningkatkan kualitas serta pelayanan merupakan strategi
yang baik yang bisa digunakan oleh perusahaan karena perusahaan sudah menjalankan personal selling yang baik sebagai bentuk promosi penjualan. Selain itu terdapatnya daerah potensial yang belum terjangkau dan saluran distribusi yang sederhana dapat dijadikan strategi mengembangkan pasar ke wilayah baru. Strategi WO
Strategi WO merupakan strategi di mana perusahaan dapat mengambil keuntungan dari peluang yang ada dengan mengatasi berbagai kelemahan perusahaan. Strategi WO yang cocok dijalankan oleh perusahaan adalah meningkatkan mutu dan kualitas SDM serta melakukan promosi yang gencar untuk meningkatkan daya beli konsumen
Strategi ST
Strategi ST adalah suatu strategi dimana perusahaan dapat mempertimbangkan kekuatan-kekuatan untuk menghindari ancaman. Meningkatkan daya saing melalui efisiensi dan promosi serta meningkatkan standar buku yang mencakup kualitas serta kelengkapan materi cocok untuk digunakan perusahaan sebagai strategi ST
Strategi WT
Strategi WT adalah suatu strategi defensiv untuk meminimisasi kelemahan dan menghindari ancaman. Perusahaan dapat menjalankan strategi WT dengan cara meningkatkan daya saing melalui kebijakan harga untuk meningkatkan penjualan
I-E matriks
Pada tahap ini dilakukan penggabungan faktor internal dan faktor eksternal dari PT.PIRANTI yang nantinya akan diperoleh strategi alternatif. Alat yang
digunakan adalah Internal-Eksternal (IE) Matrix yang terdiri dari 9 sel. Pada tahap ini juga sering disebut matching stage, seperti tampak pada tabel V.5
Total Nilai IFE
Yang diberi Bobot Tinggi Sedang Lemah
3,0 – 4,0 2,0 – 2,99 1,0 – 1,99 Tinggi 3,0 – 4,0 Sedang 2,0 – 2,99 Rendah 1,0 – 1,99 Gambar V.5 I-E matriks
Tabel matriks Inrenal dan Eksternal di atas diperoleh skor IFE perusahaan 2,72 dan EFE 2,72 itu menunjukkan perusahaan untuk faktor internal direspon rata-rata dan untuk faktor eksternalnya perusahaan juga merespon rata-rata yang artinya faktor internal dan eksternal rata-rata berpengaruh dalam penentuan langkah-langkah stratejik.
Dengan hasil tersebut, maka posisi perusahaan berada pada sel V dengan menerapkan strategi Market Penetration dan Product Development.
c. Tahap 3
Tahap ini disebut decision stage. Tahap ini menggunakan input dari informasi tahap 1 untuk mengevaluasi secara objektif dari hasil tahap 2, sehingga dapat
SEL I SEL II SEL III
SEL IV SEL V SEL VI
SEL VII SEL VII SEL IX
T ot al Nilai E F E Yang d ib er i B ob o t SEL V
diperoleh strategi alternatif yang paling baik untuk dipilih. Alat yang dipakai untuk tahap ini adalah Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)
Tabel QSPM
Critical Factor Sukses Weight
Market Penetration
Produk Development (AS) (TAS) (AS) (TAS) Kekuatan
Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan Pangsa pasar yang meningkat
Variasi produk
Kerjasama dengan lembaga atau institusi yang berkaitan
Saluran distribusi yang sederhana
Personal selling yang baik Kebijakan harga Kelemahan Semangat kerja karyawan Budaya kerja Kualitas penjilidan buku Peluang
Daya beli konsumen Mesin cetak baru Persaingan harga Terdapat daerah potensial yang belum terjangkau Tingkat pertumbuhan industri 0,10 0,15 0,04 0,06 0,12 0,11 0,10 0,12 0,11 0,08 0,10 0,04 0,13 0,17 0,08 3 0,30 4 0,60 1 0,04 3 0,18 3 0,36 3 0,33 2 0,20 3 0,36 2 0,22 2 0,16 3 0,30 1 0,04 2 0,26 3 0,51 3 0,24 2 0,20 4 0,60 3 0,12 1 0,06 3 0,36 2 0,22 2 0,20 3 0,36 2 0,22 2 0,16 3 0,30 3 0,12 3 0,39 2 0,34 3 0,24
Ancaman
Perkembangan teknologi Tingkat inflasi
Pesaing baru dalam industri yang sama Ketidakpastian situasi politik nasional
Kebijakan pemerintah melalui buku nasional
TOTAL 0,07 0,05 0,08 0,11 0,16 1,98 3 0,21 2 0,10 3 0,24 3 0,33 2 0,32 5,30 2 0,14 2 0,10 2 0,16 2 0,22 2 0,32 4,83 Tabel V.6
Tabel QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks) TAS = Total Attractiveness Score, AS = Attractiveness Score
AS 1=Tidak menarik, 2=Agak menarik, 3=Secara logis menarik, 4=Sangat menarik
Tahap ini menggunakan input dari informasi Tahap 1 untuk mengevaluasi secara objektif dari hasil Tahap 2. Tabel QSPM terdapat 2 alternatif strategi yang kemudian faktor-faktor yang terkait dalam alternatif strategi diberikan bobot sehingga dapat diperoleh strategi yang paling baik untuk dipilih
1. Market Penetration