METODOLOGI PENELITIAN
KOPERASI Keterangan:
A. Analisis Data
2. Product Development a) Kekuatan
1) Kecepatan pelayanan saat ada pemesanan dengan AS 2
Dalam product development, kecepatan pelayanan saat ada pemesanan dipandang agak menarik oleh perusahaan karena kecepatan pelayanan tidak berpengaruh pada perbaikan kualitas serta mutu produk.
2) Pangsa pasar yang meningkat dengan AS 4
Perusahaan memandang sangat menarik pangsa pasar yang meningkat. Pangsa pasar yang meningkat memacu perusahaan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan produk agar produk laku di pasaran.
3) Variasi produk dengan AS 3
Semakin banyaknya variasi produk yang dimiliki perusahaan dipandang secara logis menarik oleh perusahaan. Semakin banyak ragam produk maka semakin tinggi tingkat penjualan perusahaan.
Banyaknya ragam produk yang dimiliki perusahaan harus diimbangi dengan kualitas produk yang semakin baik.
4) Kerjasama dengan lembaga atau institusi yang terkait dengan AS 1 Dalam product development, kerjasama dengan lembaga atau institusi terkait di pandang tidak menarik oleh perusahaan karena pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap perbaikan kualitas dan mutu produk.
5) Saluran distribusi yang jelas dengan AS 3
Saluran distribusi pemasaran yang sederhana memungkinkan perusahaan memantau secara langsung mengenai keluhan konsumen akan produk perusahaan, sehingga secara cepat perusahaan dapat melakukan perbaikan produk.
6) Personal selling yang baik dengan AS 2
Personal selling yang dilakukan perusahaan dipandang agak menarik. Dengan melakukan personal selling berarti perusahaan melakukan proses promosi secara langsung. Sehingga perusahaan dapat melakukan perbaikan produk apabila terjadi keluhan dari konsumen.
7) Kebijakan harga dengan AS 2
Kebijakan harga yang ditetapkan perusahaan harus disesuaikan dengan perbaikan kualitas serta inovasi produk. Jika harga yang ditetapkan tidak sesuai dengan mutu produk maka dapat merugikan
konsumen. Kebijakan harga di pandang agak menarik oleh perusahaan.
b. Kelemahan
1) Semangat kerja karyawan dengan AS 3
Semangat kerja karyawan di pandang secara logis menarik oleh perusahaan. Semangat kerja berpengaruh pada kualitas tenaga kerja dalam melakukan inovasi serta perbaikan produk.
2) Budaya kerja yang buruk dengan AS 2
Dalam product penetration, budaya kerja yang buruk di pandang agak menarik oleh perusahaan. Budaya kerja yang buruk akan mempengaruhi kinerja perusahaan dalam melakukan perbaikan dan inovasi produk
3) Kualitas penjilidan buku dengan AS 2
Kualitas penjilidan buku di pandang agak menarik karena kualitas penjilidan sedikit banyak mendukung dalam usaha pengembangan produk.
c. Peluang
1) Daya beli konsumen dengan AS 3
Daya beli konsumen yang tinggi memacu para produsen untuk memproduksi barang yang bermutu dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perusahaan memandang secara logis menarik akan daya beli konsumen.
2) Mesin cetak baru dengan AS 3
Munculnya mesin baru yang lebih modern secara logis menarik karena dengan keberadaan mesin baru yang lebih canggih tersebut dapat membantu mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk yang sudah ada.
3) Persaingan harga dengan AS 3
Persaingan harga dipandang secara logis menarik bagi perusahaan. Persaingan harga yang terjadi di pasar memacu para perusahaan untuk menetapkan harga produk yang disesuaikan dengan perbaikan serta inovasi.
4) Terdapatnya daerah potensial yang belum terjangkau dengan AS 2 Terdapatnya daerah potensial yang belum terjangkau dipandang agak menarik oleh perusahaan. Terdapatnya daerah potensial berhubungan dengan peningkatan pangsa pasar dan bukan perbaikan produk.
5) Tingkat pertumbuhan industri dengan AS 3
Peningkatan pertumbuhan industri memacu perusahaan untuk melakukan inovasi serta perbaikan produk untuk memperoleh pangsa pasar. Tingkat pertumbuhan industri dipandang secara logis menarik oleh perusahaan.
d. Ancaman
1) Perkembangan teknologi dengan AS 2
Kurang adanya penggunaan teknologi yang maju dalam perusahaan menyebabkan perusahaan kurang mampu bersaing dengan pesaing yang ada.
2) Tingkat inflasi dengan AS 2
Tingkat inflasi di pandang agak menarik bagi perusahaan. Tingkat inflasi sedikit banyak berpengaruh terhadap tingkat penjualan produk oleh perusahaan tetapi bukan melalui perbaikan produk. 3) Pesaing baru dalam industri yang sama dengan AS 2
Keberadaan pesaing sejenis agak menarik untuk dipertimbangkan mengingat banyak pesaing yang menawarkan produk yang sama dengan kualitas dan harga yang berbeda-beda.
4) Ketidakpastian situasi politik nasional dengan AS 2
Ketidakpastian situasi politik nasional di pandang agak menarik oleh perusahaan. Ketidakpastian situasi politik dapat mempengaruhi peningkatan penjualan produk perusahaan.
5) Kebijakan pemerintah melalui buku nasional dengan AS 2
Dukungan pemerintah diperlukan bagi kemajuan perusahaan dalam meningkatkan kualitas buku, menyangkut materi yang sesuai dengan standar nasional.
66 BAB VI
KESIMPULAN, SARAN, dan KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Dari analisis data yang telah dilakukan pada penelitian tentang “Formulasi Strategi Pemasaran Dengan Analisis SWOT” dapat disimpulkan bahwa:
1. Kondisi internal dan eksternal PT.PIRANTI selama tahun 2008-2009 jika dilihat dengan tiga tahap pelaksanaan untuk menentukan strategi utama adalah:
Pada tahap input stage diperoleh hasil EFE (Eksternal Factors Evaluation) Matriks dengan total weighted score sebesar 2,72. Hal tersebut mengindikasikan bahwa respon PT.PIRANTI terhadap peluang dan ancaman di pasar industri berada di atas rata-rata. Di atas rata-rata berarti perusahaan dapat merespon peluang dan ancaman yang ada. Sedangkan untuk IFE (Internal Factors Evaluation) Matriks diperoleh total weighted score sebesar 2,72. Hal tersebut mengindikasikan bahwa posisi PT.PIRANTI pada posisi di atas rata-rata yang berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk mengatasi kelemahan yang ada. Pada tahap matching stage melalui SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) Matriks dan IE (Internal Eksternal) Matriks, diperoleh alternatif strategi yang akan
diimplementasikan perusahaan yaitu strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari IE matriks diperoleh hasil bahwa perusahaan berada pada sel V. hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat dikelola dengan strategi “pertumbuhan dan pelihara”. Matriks SWOT dan IE diperoleh melalui penggunaan input dari analisis IFE dan EFE.
Pada tahap decision stage melalui QSP (Quantitative Strategic Planning) Matriks, mengindikasikan prioritas strategi pertama yang akan diimplementasikan adalah strategi market penetration dengan TAS (Total Atrractive Score) sebesar 5,30. strategi ke dua yang akan diimplementasikan adalah strategi product development dengan TAS sebesar 4,83. matriks QSPM diperoleh malalui penggunaan input dari analisis IFE dan EFE serta pencocokan dengan Matriks IE.
2. Strategi pemasaran yang sesuai dengan PT.PIRANTI Tahun 2009-2010 adalah strategi penetrasi pasar (market penetration) yang bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar dengan usaha pemasaran yang maksimal
B. Saran
Berdasarkan analisis data dan kesimpulan, penulis menyampaikan beberapa saran kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan perusahaan
1. Meningkatkan kualitas produk dengan melakukan perbaikan pada penyesuaian materi buku sesuai dengan standar nasional dan melakukan perbaikan pada kualitas penjilidan buku.
2. Meningkatkan penetrasi pasar melalui efektivitas promosi dengan cara: Menyelenggarakan try-out di sekolah-sekolah.
Pengadaan bazzar dan workshop.
Pemberian bonus berupa peralatan sekolah seperti pulpen, penghapus, penggaris, atau pensil untuk setiap pembelian buku PIRANTI