TEMUAN DAN ANALISIS
D. Efek Komunikasi Politik
D. Efek Komunikasi Politik
Efek atau akibat dalam komunikasi politik yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC-PPP) terhadap khalayak pemilih dapat berupa simpati dan partisipasi politik, akan tetapi bisa pula berwujud sinisme, antipati, sehingga perlawanan politik, dengan demikian, proses komunikasi politik bisa
103
Wawancara langsung dengan Drs. Amrullah Zaily SE Wakil Ketua DPC PPP Kab. Bogor, senin 30 juni 2008, dikantor DPC PPP Kab.Bogor
menghasilkan pembentukan dan perubahan sikap serta perilaku politik sasaran tertentu, yang bersifat positif ataupun bersifat negatif bagi komunikator politik. Pembentukan dan perubahan sikap serta perilaku politik target tertentu yang dihasilkan oleh komunikasi politik bergantung pada kepercayaan nilai dan pengharapan publik atas gagasan politik yang diterimanya. Disinilah arti penting partisipasi politik melalui peralihan kepentingan personal dan sosial komunikator politik sebagai pembentuk pendapat umum, pada target publiknya.104 terjadinya
proses komunikasi politik adalah penyampaian pesan yang bercirikan politik selalu memiliki tujuan tertentu dalam mempengaruhi dan membentuk citra politik tertentu, pelaku politik atau komunikator politik terhadap lawan politiknya.
Salah satu tujuan komunikasi adalah membangun citra (image) kepada khalayak. Citra itu dapat terbangun atau terbentuk berdasarkan informasi yang kita terima, baik langsung maupun melalui media termasuk media massa yang bekerja untuk menyampaikan pesan politik yang umum dan aktual. Berdasarkan hal-hal di atas pengurus DPC-PPP Kabupaten dan seluruh perangkat Tim sukses selalu mengangkat Isu politik atau isu kampanye yang cenderung mengarah pada citra positif kepada calon dari PPP untuk melakukan perbaikan dan perubahan untuk Kabupaten Bogor dan masyarakatnya, terutama adalah melakukan perubahan menuju Kabupaten Bogor yang lebih maju, dengan mengusung flatform ”Bersatu Bogor Maju” calon dari PPP selalu tampil optimis dan dinamis, disamping menawarkan janji-janji akan melakukan gebrakan di bidang lowongan kerja, dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat Kabupaten Bogor. Perangkat Tim sukses dan pengurus DPC-PPP selalu Berharap
104
dengan Tujuan ini untuk menimbulkan efek langsung maupun tidak langsung terhadap respon masyarakat untuk memilih calon yang di usung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC-PPP) Kabupaten Bogor. Secara jelas tujuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kabupaten Bogor ikut terjun dalam pencalonan bupati tahun ini dikuatkan oleh salah satu pernyataan dari pengurus DPP-PPP Pusat. Sebagaimana diungkapkan Drs. Irgan Chairul Mahfiz Sekretaris Jenderal DPP PPP Jakarta.
”Majunya H. Rachmat Yasin (RY) sebagai calon Bupati Bogor menjadi pertaruhan besar buat PPP Jawa Barat dan Pusat, karena H. Rachmat Yasin merupakan refresentasi PPP. Dan H. Rachmat Yasin adalah kader terbaik PPP Kabupaten Bogor beliau sudah sangat pantas menjadi pemimpin di Kabupaten Bogor seluruh kader PPP wajib hukumnya untuk memberi dukungan maksimal kepada beliau”.105
Dan Nimmo dalam bukunya mengungkapkan bahwa Pembicaraan politik memang sering digunakan untuk memberi informasi untuk menyingkapkan siapa yang mencari keuntungan dari pembagian keuntungan (bargainning Possision), menantang otoritas dan statusquo dalam merangsang partisipasi rakyat dalam pemilu atau pilkada.106
Maka, seorang calon kepala daerah atau bupati memang seharusnya sudah siap dan selalu memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik ketika akan maju dalam pertarungan pilkada atau pilbup, Sebagaimana dikatakan oleh Drs. Amrullah Zaily SE. Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, bahwa :
”Melalui komunikasi politik dan seni berkata calon kepala daerah berusaha menciptakan citra tentang objek dan tentang kondisi di dalam dunia konflik dan koalisi partai politik. Dan lewat pencitraan politik ini juga, Calon dari PPP bisa mendapatkan gambaran subyektif apapun bisa akurat, gamblang, dan akan lebih jelas dengan realitas kongkret di lapangan. Untuk itu, Tim sukses DPC-PPP Kabupten Bogor selalu berusaha mensosialisasikan secara luas kepada publik atas
105
Jurnal Bogor, Rabu 16 Juli 2008 h. 10
106
Dan Nimmo, Komunikasi Politik (komunikator, pesan dan media)Rosdakarya :Bandung 2005 cet-6 h. 113
rekam atau track record jejak kandidat atau pasangan calon yang diusungnya, apakah sudah sesuai dengan citra realitas di masyarakat, hal ini dilakukan untuk mendapatkan kepastian kesiapan pasangan dalam pertarungan politiknya.”107
Sesuai dengan pernyataan di atas bahwa tim sukses Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kabupaten Bogor selalu berusaha menciptakan pencitraan yang positif terhadap calon yang akan diusungnya, pendapat di atas di perkuat lagi dengan pernyataan langsung melalui media cetak dari Rachmat Yasin calon dari PPP :
”Saya tegaskan, relawan Rahman (Rachmat Yasin-Karyawan Fathurrahman) dilarang melakukan black campaign atau membalas aksi black campaign dengan black campaign, bahkan, menjelek-jelekan pasangan lain pun tidak saya perbolehkan”.108
Maka, dalam proses penetapan calon pasangan, sejak dari awal fungsionaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selalu memperhatikan isu-isu politik yang berkembang dan legowo memperhatikan pendapat dan tanggapan masyarakat luas. Selain itu, keberadaan sosok figur atau tokoh partai memang harus selalu diperhatikan agar konstituen partai tidak mudah terprovokasi untuk berpindah pilihan calon, dan diperlukan kemampuan dan dukungan (support) lembaga dalam menyusun pesan komunikasi terutama komunikasi politik, menetapkan metode, dan memilih media massa yang tepat.109 Karena pada hakekatnya, suatu pola
komunikasi adalah keseluruhan keputusan kondisional pada saat ini tentang tindakan yang akan di jalankan, guna mencapai tujuan komunikasi masa depan.
107
Wawancara langsung dengan Drs. Amrullah Zaily SE Wakil Ketua DPC PPP Kab. Bogor, senin 30 juni 2008, dikantor DPC PPP Kab.Bogor
108
Jurnal Bogor, Rabu 16 juli 2008, h.3
109
Wawancara langsung dengan Drs. Amrullah Zaily SE Wakil Ketua DPC PPP Kab. Bogor, senin 30 juni 2008, dikantor DPC PPP Kab.Bogor
Maka dari itu, merawat ketokohan dan memantapkan kelembagaan politiknya akan merupakan keputusan yang paling tepat bagi komunikator untuk mencapai tujuan politik ke depan.
BAB V