• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMUAN DAN ANALISIS

C. Saluran Komunikassi Politik

Dalam realisasi strategi pemenangan pemilu bupati (pilbup) tahun ini seluruh elemen Tim Sukses Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kabupaten Bogor lebih sering menggunakan media massa sebagai sarana saluran komunikasi politik yang paling tepat kepada khalayak pemilih di samping media-media lainnya masih juga tetap dipakai akan tetapi dalam porsi yang relatif lebih sedikit seperti baliho, pamflet atau sticker yang bergambarkan foto calon dari PPP dan iklan publisitas. Di samping itu Fungsionaris DPC-PPP selalu menjalin hubungan profesional dengan media massa, khususnya koran, mingguan berita, stasiun televisi, stasiun radio dan media lainnya yang dianggap merupakan kebutuhan penting dan efektif. Tiga cara sosialisasi ini memang selalu berkaitan dengan pemilu kepala daerah (pilkada) :

1) Peran Media Masa (Publikasi Media)

Bagi Calon dari PPP Publikasi lewat media dilakukan dalam dua program besar, yaitu mendirikan media center dan publikasi above the line

96

Alfan Alfian, Bagaimana Memenangkan Pilkada Langsung. Akbar Tanjung Insitute Jakarta 2005 h. 119

dan below the line. Sebagaimana dikatakan Drs. Amrullah Zaily SE, yang mengungkapkan bahwa :

”Pendirian media center atau rachmat yasin center dilakukan untuk membangun hubungan strategis dengan media massa dan memberikan informasi yang lengkap serta akurat dalam sebuah kemasan menarik. Selain itu media center atau rachmat yasin center berfungsi sebagai pusat informasi tentang calon kepala daerah dan partai politik yang mendukungnya”.97

Pengamat Ilmu Politik Alfan Alfian dalam bukunya mengatakan Untuk memperkuat pesan dan informasi yang akan disampaikan kepada publik, perlu dilakukan penyebarluasan informasi melalui media cetak (majalah, koran) dan elektronik (Televisi, radio, internet). Adapun materi-materi yang layak disebarluaskan berdasarkan tahapan pilkada antara lain :

a) Rencana kampanye calon kepala daerah b) Tempat kampanye

c) Pemungutan Suara d) Penghitungan Suara.98

Media menjadi efektif misalnya Televisi dengan sekali tayang penonton bisa memperhatikan tayangan tersebut sehingga terbentuk dibenak mereka ternyata partainya baik. Media sangat efektif tapi tidak semata-mata media itu menjadi satu-satunya harapan seperti halnya partai-partai lain yang selalu

97

Wawancara langsung dengan Drs. Amrullah Zaily SE Wakil Ketua DPC PPP Kab. Bogor, senin 30 juni 2008, dikantor DPC PPP Kab.Bogor

98

Alfan Alfian, Bagaimana Memenangkan Pilkada Langsung. Akbar Tanjung Insitute Jakarta 2005 h. 120-121

melakukan kampanye dengan melalui media tapi tidak dibarengi kampanye di tingkat bawah (grassroot).

2) Mobilisasi Sosial (Tatap Muka, Debat Kandidat)

Selain sebagai penunjang efektifnya sosialisasi politik, komunikasi langsung lewat tatap muka atau debat publik sangat penting dilakukan oleh calon bupati atau kepala daerah. Sebagaimana dikatakan Drs. Amrullah Zaily SE Wakil Ketua DPC-PPP Kabupaten Bogor.

”Komunikasi tatap muka atau debat kandidat dilakukan dengan cara melaksanakan pertemuan-pertemuan dengan berbagai lembaga, komunikasi tatap muka sangat penting dilakukan supaya simpatisan tersebut membantu calon kepala daerah dan partai politik pendukungnya dalam mendukung seluruh proses pemilu termasuk dalam hal sosialisasi.”99

Ungkapan di atas sesuai dengan pendapat pengamat Ilmu Politik Alfan Alfian dalam bukunya. ”Mitra-mitra tersebut masing-masing memiliki kompetensi khusus yang dapat membantu proses pelaksanaan pemilu termasuk dalam hal sosialisasi, setelah langkah itu, barulah memasuki tahap mobilisasi yang merupakan kelanjutan program sosialisasi tatap muka yaitu strategi ini berusaha mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terlibat dalam usaha mensukseskan pemilu kepala daerah (pilkada), lebih khusus memenangkan calon kepala daerah yang diusungnya.”100

99

Wawancara langsung dengan Drs. Amrullah Zaily SE Wakil Ketua DPC PPP Kab. Bogor, senin 30 juni 2008, dikantor DPC PPP Kab.Bogor

100

Alfan Alfian, Bagaimana Memenangkan Pilkada Langsung. Akbar Tanjung Insitute Jakarta 2005 h. 121

3) Tim Sukses (Atribut Kampanye, Marketing Kandidat)

Tahapan selanjutnya Pengurus DPC-PPP membentuk Tim sukses dengan tujuan untuk bisa mengantarkan kandidat atau calonnya menjadi pilihan utama dalam pertarungan pemilu bupati Bogor (pilbup Bogor) Tahun 2008.

Sebagaimana diungkapkan Drs. Amrullah Zaily SE. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) kabupaten bogor yang mengatakan bahwa :

”Dalam Tim sukses harus ada demitologisasi atas posisi dan peran tim sukses. Tim sukses harus dipandang secara rasional-proposional, dalam bagian tim sukses harus ada tim teknis yang terbiasa mengurus aspek-aspek lapangan. Ada tiga kombinasi dalam membentuk Tim sukses yaitu :

Pertama, orang-orangnya cukup dari kalangan internal (orang dalam yang dipercaya ahli dan mampu). Kedua, orang-orangnya seratus persen diambil dari luar yaitu dengan menyewa konsultan pilkada yang dinilai profesional dan bertanggung jawab Ketiga, mengkombinasikan poin pertama dan kedua menjadi satu”.101

Selain itu, kaitannya dengan perangkat dalam Tim sukses calon kandidat kepala daerah yaitu pemasaran partai politik yang mengintegrasikan beberapa ”cabang” khas dalam pemasaran (marketing) seperti pemasaran organisasi (organization marketing), pemasaran pribadi (person marketing), dan pemasaran gagasan (idea or social marketing), dalam pelaksanaannya konsep political marketing memerlukan pendekatan yang khas karena produk politik sangat berbeda dengan produk komersil, baik ditinjau dari segi karakteristik produk maupun karakter konsumen.102

Sebagaimana Drs. Amrullah Zaily Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC-PPP) kabupaten bogor mengatakan bahwa :

101

Wawancara langsung dengan Drs. Amrullah Zaily SE Wakil Ketua DPC PPP Kab. Bogor, senin 30 juni 2008, dikantor DPC PPP Kab.Bogor

102

Alfan Alfian, Bagaimana Memenangkan Pilkada Langsung. Akbar Tanjung Insitute Jakarta 2005 h. 99

”Dalam pemasaran politik (political marketing), Tim sukses Dewan Pimpinan Cabang DPC-PPP kabupaten bogor membidik target sasaran yang luas, yang terdiri atas beberapa segmen berbeda, salah satunya kalangan pemuda (pemula) dan masa mengambang (floating mass) selain konstituen tetap dari kalangan ulama (figure head) untuk memperoleh jumlah suara yang signifikan sesuai sasaran obyektif partai dengan tanpa membedakan umur.”103

Akan tetapi itu semua belum dianggap cukup karena hampir setiap dukungan yang diberikan oleh sebagian masyarakat terhadap suatu partai politik atau calon dari partai politik tertentu dalam pilkada tidak semuanya bersifat sukarela, misalnya karena adanya faktor emosional, tidak ada pilihan yang lebih baik ataupun karena rasa solidaritas, maka antipasi hal-hal seperti di atas proses kegiatan marketing politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam pemilu bupati (Pilbup) bogor tahun ini, lebih menekankan aktivitas yang dilakukan oleh partai dan figur skill dari calon kandidat yang akan maju bertarung untuk memperoleh public image tentang suatu partai politik. Dan citra yang dikembangkan oleh partai politik tentu saja citra positif dengan maksud untuk menimbulkan simpati, kesan mendalam dari publik terhadap partai politik yang bersangkutan yang akhirnya harapan untuk memilih.

Dokumen terkait