BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Penyajian Data
1. Efektifitas Layanan Perpustakaan Keliling Bung Karno Kota Blitar
Perpustakaan merupakan bentuk pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan dari segi non formal yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.Perpustakaan merupakan suatu wadah untuk masyarakat menambah wawasan. Oleh karena itu perpustakaan merupakan salah satu layanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Blitar. Karena itu perpustakaan diidentikan dengan pelayanan agar tanggap terhadap kepentingan penggunanya.Fungsi
94
pelayanan perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujuan perpustakaan itu sendiri.Perpustakaan harus dapat memberikan informasi kepada pengguna perpustakaan.Pelayanan yang baik merupakan hal utama yang harus diperhatikan untuk penyelenggaraan suatu layanan.Untuk menilai sejauh mana pelayanan yang diberikan maka perlu diketahui standar pelayanannya.Sebelum menentukan lokasi yang dipilih perpustakaan keliling Bung Karno harus melakuakan survei terlebih dahulu. Lokasi yang dipilih dalam kegiatan perpustakaan keliling sebagaimana tabel berikut ini:
Tabel 6.Lokasi Kegiatan Layanan Mobil Perpustakaan KelilingPeriode Bulan Pebruari s/d Nopember Tahun 2015
No Lokasi / Tempat Kegiatan Wilayah
1. Aloon-aloon Kota Blitar Kota Blitar 2. Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan
(PIPP)
Kota Blitar 3. UPT Pelayanan Sosial Remaja Terlantar
(PSRT)
Kota Blitar
4. UPTD Pasar Legi Kota Blitar
5. Kebonrojo Kota Blitar Kota Blitar
6. Cagar Budaya Istana Gebang Kota Blitar 7. SD Laboratorium UM Kota Blitar Kota Blitar 8. UPTD Kesehatan Kepanjenkidul Kota Blitar Kota Blitar
9. Kawasan Wisata Green Park Kota Blitar
10. Poltekes Kemenkes Malang Prodi Keperawatan Kota Blitar 11. Kantor Kecamatan Sukorejo Kota Blitar 12. Kantor Samsat Kota Blitar Kota Blitar 13. UPTD Pasar Pon Kota Blitar Kota Blitar
14. Kawasan Wisat Penataran Kabupaten Blitar
15. Stasiun Kereta Api Wlingi (DAOP-VII Surabaya)
Kabupaten Blitar 16. Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Kabupaten Blitar 17. Kantor Imigrasi Kelas II B Srengat Blitar Kabupaten Blitar Sumber: Data Laporan Hasil Kegiatan Tahunan Perpustakaan Keliling Proklamator Bung Karno Tahun 2015.
95
Dalam tahun 2015 UPT Perpustakaan Bung Karno mempunyai koleksi Buku sebanyak 159.593 eksemplar secara keseluruhan dan Perpustakaan Keliling Bung Karno mendapat bagian sebanyak 1.342 eksemplar. Buku-buku tersebut dibagi menjadi beberapa bagian antaranya koleksi anak, koleksi remaja, dan koleksi dewasa.
Dengan standar pelayanan publik bisa mengukur sejauh mana layanan perpustakaan keliling yang dilakukan tersebut sesuai dengan standar pelayanan publik atau masih jauh dari standar pelayanan yang telah di tetapkan pada Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2014 tentang pelaksana UU No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan . Dengan berpedoman pada pasal 9 tentang standart nasional perpustakaan. Peneliti mengadakan wawancara untuk mengetahui sejauh mana pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling kepada masyarakat Kota Blitar. Penulis melakukan wawancara kepada pegawai perpustakaan keliling dan ma-syarakat sekitar yang berkunjung di perpustakaan keliling.
Bapak Edi sebagai petugas perpustakaan keliling pada hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
"Untuk dasar hukum yang digunakan dalam memberikan pelayanan perpustakaan keliling menurut peraturan kantor kami sesuai dengan Undang-Undang tentang perpustakaan. Dengan berpedoman peraturan tersebut kami memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat yang mempunyai wewenang dalam hal kaitannya dengan kampanye gemar membaca telah dilakukan berbagai program dan kegiatan untuk meningkatkan semangat membaca dan menjadikan membaca sebagai budaya masyarakat Blitar.(Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
Ibu Etik sebagai pengunjung perpustakaan keliling pada hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
96
“Maaf mbak saya kurang tahu tentang dasar hukum yang digunakan untuk perpustakaan keliling.Mungkin saja perpustakaan keliling ini sudah sesuai dasar hukum yang berlaku sampai bisa beroperasi seperti ini, biasanya itu kalau tidak dapat ijin tidak bisa beroperasi selebihnya saya kurang memahami, saya juga tidak paham tentang Undang-Undang pelayanan publik“. (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
Dari hasil kedua wawancara tersebut terlihat adanya perbedaan pendapat antara petugas pelayanan perpustakaan keliling dengan masyarakat, dimana petugas mengatakan bahwa dasar hukum dari pelayanan perpustakaan keliling sesuai dengan perundang-undangan tentang pelayanan publik sedangkan pengunjung tidak mengetahui dasar hukum penyelenggaraan pelayanan perpustakaan keliling.Kesimpulannya adalah pengunjung tidak tahu menahu terkait hukum yang mendasari perpustakaan keliling dan hanya mengetahui bahwa perpustakaan keliling Bung Karno dapat beroperasi jika mendapat ijin dari pemerintah.
Bapak Edi sebagai petugas perpustakaan keliling dari hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Menurut petugas layanan perpustakaan keliling memiliki sistem, mekanisme dan prosedur dalam memberikan layanannya.Seperti diawal mengisi buku pengunjung sesuai identitas, kemudian diperbolehkan mengambil bahan pustaka yang tersedia.setelah selesai membaca, pengunjung diharuskan mengembalikan bahan pustaka ketempat semula atau ke rak yang disediakan”. (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
Desi sebagai pengguna perpustakaan keliling pada hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Saya kurang tahu tentang mekanisme dari pelayanan perpustakaan keliling.Pertama, saya hanya dipersilahkan mengisi buku pengunjung sesuai identitas saya, setelah itu baru dipersilahkan mengambil buku yang disediakan“. (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
97
Dari kedua hasil wawancara yang dilakukan terlihat bahwa terdapat perbedaan yang diungkapkan petugas pelayanan perpustakaan dengan pengunjung perpustakaan.Perbedaan tersebut terletak pada pemberian informasi yang dilakukan oleh petugas perpustakaan keliling kepada pengunjung perpustakaan keliling yang dinilai kurang jelas.UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno telah memberikan program gemar membacamelalui berbagai macam kegiatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kota Blitar.Jika pelayanan yang diberikan kepada pengunjung kurang efektif, maka akan berdampak kepada masyarakat yang enggan untuk meengunjungi perpustakaan keliling.
Bapak Alan sebagai petugas perpustakaan keliling dari hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Proses pelayanan perpustakaan keliling mulai beroperasi pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.Pada jam tersebut, dinilai efektif karena banyak masyarakat yang datang ke taman-taman untuk bersantai sehingga perpustakaan keliling yang berada di lokasi tersebut mendapatkan respon yang baik dari masyarakat seperti yang sedang beroperasi di Taman Kebonrojo saat ini. Pengunjung yang datang bervariasi, mulai dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa”. (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
Ibu Sriati sebagai pengguna perpustakaan keliling dari hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Waktu operasional perpustakaan keliling mulai jam 08.00-12.00 WIB di nilai sudah cukup efektif. Namun, sebaiknya jam operasional nya ditambah pada malam hari karena pemuda-pemudi biasanya berkumpulnya pada malam hari sehingga pada malam hari pun juga bisa menikmatilayanan perpustakaan keliling”. (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
Dari hasil kedua wawancara yang telah dilakukan, mengatakan bahwawaktu operasional perpustakaan keliling harusnya menambah jam
98
pelayanan misalnya pada malam hari, sehingga para masyarakat yang siang hari sibuk dengan kegiatannya masih dapat menikmati perpustakaan keliling pada malam hari.
Gambar 6. Kegiatan Perpustakaan Kleiling Di Kecamatan Sumberingin Sumber: Data Primer (Dokumentasi) Tahun 2016
UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno mempunyai tugas dalam program meningkatkan minat baca melalui kegiatan perpustakaan keliling untuk meningkatkan semangat membaca dan menjadikan membaca sebagai budaya masyarakat Blitar.Namun, kendala dari perpustakaan keliling yaitu jangkauan perpustakaan keliling belum bisa memasuki perpustakaan sekolah-sekolah yang ada di Blitar, baik itu Blitar Kota maupun Blitar Kabupaten.Pada saat ini ada 263 lokasi, namun yang bisa dijangkau oleh perpustakaan keliling baru sekitar 64 lokasi.
Bapak Alan sebagai petugas perpustakaan keliling hasil wawancara hari (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Penyelenggaraan perputakaan keliling ini tidak ada pungutan biaya apapun.Semua layanan yang diberikan disini gratis.Pengunjung tinggal memilih buku yang diinginkan dan bebas untuk membacanya”. (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar)
99
Dito sebagai pengguna perpustakaan keliling hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Tidak ada biaya yang dipungut selama membaca diperpustakaan keliling”.(Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
Dari hasil kedua wawancara yang dilakukan kepada petugas perpustakaan keliling dan pengunjung perputakaan keliling mengatakan bahwa dalam pelayanan perpustakaan keliling tidak ada pungutan biaya apapun dari pengunjung perpustakaan keliling.Semua layanan yang diberikan untuk masyarakat diberikan secara gratis.
Bapak Alan sebagai petugas perpustakaan keliling hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Produk pelayanan perpustakaan keliling berupa bahan pustaka.Bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan keliling bermacam-macam dan bisa dikatakan telah memenuhi kebutuhan pengunjung.Bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan keliling diantaranya buku cerita, buku pengetahuan, buku ensiklopedia, bukufiksi, buku agama, karya umum dan novel. Bahan pustaka yang disediakan untuk tiap unit mobil kurang lebih 500 buku dengan klasifikasi 50% buku bacaan anak-anak dan 50% buku bacaan dewasa. Penyediaan buku yang ada di perpustakaan keliling juga melihat dari batas muatan dan daya tampung mobil yang kami miliki”.(Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
Bapak Dodot sebagai pengunjung perpustakaan keliling hasil wawancara (Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar), yaitu:
“Menurut saya bahan pustaka yang ada diperpustakaan keliling dinilai kurang.Bahan pustaka yang ada lebih dominan pada koleksi anak-anak seperti buku cerita atau dongeng.Sedangkan bahan pustaka untuk orang dewasa dinilai kurang bila dibandingkan dengan koleksi bahan pustaka anak-anak“.(Senin 29 Maret 2016 di Taman Kebonrojo Kota Blitar).
100
Tabel 7.Jumlah Keselurahan Koleksi TerbacaTahun 2015
Tempat /
Tanggal DDC Jml Hari
aktif Rata
rata per 000 100 200 300 400 500 600 700 800 900
Berdasarkan
jadwal 388 104 651 468 0 496 155 126 765 46 3199 155 207
Berdasarkan
permohonan 90 0 140 90 30 120 0 30 90 0 590 2 295
Jumlah
keseluruhan : 478 104 791 558 30 616 155 156 855 46 3789 157 502
Rata – rata
Per-bulan 48 10 79 56 3 62 16 16 86 5 379 16 50
Sumber Data: Laporan Hasil Kegiatan Tahunan Perpustakaan Keliling Proklamator Bung Karno Tahun 2015
Dari tabel diatas bisa dilihat peningkatan koleksi bahan pustaka.Berdasarkan jadwal yang ditentukan oleh perpustakaan keliling, bahan pustaka yang paling banyak pemustaka baca yaitu dengan nomor klasifikasi 800.Sedangkan berdasarkan permohonan bahan pustaka yang banyak dibaca adalah bahan pustaka dituliskan di nomor klasifikasi 200.
101
Dari hasil kedua wawancara yang dilakukan terdapat perbedaan dalam penyediaan bahan pustaka yang ada diperpustakaan keliling.Menurut hasil wawancara dengan petugas mengatakan bahwa bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan keliling sudah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Mulai bacaan untuk anak-anak sampai bacaan untuk orang dewasa.Sedangkan menurut pengunjung mengatakan bahan pustaka yang ada diperpustakaan keliling belum terpenuhi, karena lebih banyak koleksi buku untuk anak-anak dibandingkan koleksi buku untuk orang dewasa.
Bapak Edi sebagai petugas perpustakaan keliling pada wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Sarana prasarana yang dimiliki perpustakaan keliling yang terpenting yaitu berupa mobil untuk beroperasi secara mobile atau berpindah-pindah.Perpustakaan keliling mendatangi taman-taman, kantor/instansi pemerintahan, sekolah-sekolah yang ada di Blitar.Fasilitas seperti kursi yang disediakan hanya terbatas.Sebenarnya saya sudah mengajukan ke pusat untuk penambahan sarana.Saya juga mengusulkan untuk menambahkan fasilitas hiburan seperti pemutaran film anak atau film dokumenter Soekarno tapi sampai saat ini belum juga terealisasikan”.
(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin)
Gambar 7. Mobil Perpustakaan Keliling Bung Karno (Sumber Data: Primer Tahun 2016)
Bapak Waluyo sebagai pengunjung perpustakaan keliling pada wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
102
“Saya merasa dengan adanya sarana perpustakaan keliling ini membantumasyarakat untuk meningkatkan minat baca.Namun, perpustakaan keliling ini, saya nilai kurang dari segi fasilitas yang diberikan.Tidak mungkin kita membaca dengan berdiri mbak.Sebaiknya ada fasilitas kursi dan meja untuk masyarakat yang ingin membaca buku“.(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Dari hasil wawancara keduanya terdapat persamaan antara petugas perpustakaan keliling dan pengunjung perpustakaan keliling.Kelengkapan fasilitas untuk perpustakaan keliling kurang memadai seperti keterbatasan meja dan kursi untuk pengunjung.Petugas yang bersangkutan sudah mengajukan permintaan penambahan fasilitas ke pihak pusat, namun kurangnya tanggapan dari pusat yang menyebabkan keterbatasan tersebut.Hal ini dinilai kurang efektif dalam melayani pengunjung dan dapat menyebabkan kurangnya minat pengunjung untuk mengunjungi perpustakaan keliling.
Bapak Edi sebagai petugas perpustakaan keliling hasil wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Semua putugas yang bertugas melayani perpustakaan keliling tidak harus memiliki keahlian dibidang kepustakaan.Petugas perpustakaan keliling yang bekerja di perpustakaan keliling tahun ini terdiri dari tiga orangyaitu satu pustakawan yang dua dari umum.Pegawai yang bertugas diperpustakaan keliling akan mendapatkan pendidikan atau pelatihan selama satu bulan untuk mendapatkan pengetahuan tentang pelayanan perpustakaan yang baik dan informasi tentang buku-buku yang ada diperpustakaan keliling”.(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Arya sebagai pengunjung perpustakaan keliling hasil wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Minimal tiap petugas perpustakaan keliling harus memiliki keterampilan atau keahlian dalam bidang perpustakaan karena akan mempengaruhi pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Apabila setiap petugas memiliki keterampilan dan pengalaman tentang perpustakaan maka mempermudah dalam melayani pengunjung yang mengalami kesulitan
103
pada saat mencari buku atau masalah lain yang berhubungan dengan buku-buku“. (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Menurut hasil kedua wawancara yang dilakukan oleh petugas perpustakaan keliling dan pengunjung perpustakaan keliling memliki perbedaan dimana petugas mengatakan bahwa petugas atau pegawai yang bekerja diperpustakaan keliling tidak harus memiliki keahlian, keterampilan dan pengalaman khusus. Namun dari hasil wawancara dengan pengunjung mengatakan bahwa petugas yang memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang perpustakaan akan memudahkan dalam melayani pengunjung. Pengunjung menilai bahwa keahlian, keterampilandan pengetahuan sangat dibutuhkan untuk setiap petugasnya agar masyarakat yang mengalami permasalahan tersebut.
Bapak Edi sebagai petugas perpustakaan keliling pada wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Pengawasan kegiatan perpustakaan keliling terhadap bahan pustaka yang dipinjam pengunjung dilakukan secara langsung dan tetap dalam pantauan petugas.Meskipun petugas hanya terdiri dari 3 orang tetapi kami berupaya agar bahan pustaka yang dipinjam pengunjung masih dalam keadaan aman.Petugas juga menjaga keamanan pengunjung yang merupakan upaya kami untuk memberikan kepuasan pengunjung“.(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Arya sebagai pengunjung perpustakaan keliling hasil wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Saya rasa tidak ada pengawasan dari pihak petugas perpustakaan keliling, mungkin karena petugasnya yang terbatas“.(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Menurut hasil dari kedua wawancara yang dilakukan terdapat perbedaan dimana menurut petugas perpustakaan mengatakan bahwa pengawasan yang dilakukan sudah dianggap maksimal dari segi pengawasan bahan pustaka maupun
104
keamanan pengunjung. Sedangkan menurut hasil wawancara dengan pengunjung disampaikan bahwa tidak melihat adanya pengawasan yang diberikan oleh petugas terhadap pengunjung
Bapak Edi sebagai petugas perpustakaan keliling hasil wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Menurut saya selama perpustakaan keliling ini beroperasi belum ada pengaduan yang diberikan oleh pengunjung.Apabila ada pengaduan biasanya pengunjung langsung memberikan kritik dan saran untuk perpustakaan keliling kepada petugas melalui lisan.Ketika ada pengaduan dari pengunjung biasanya kita masukan dalam pembahasan rapat, kemudian dibahas bersama-sama untuk memperbaiki pelayanan perpustakaan keliling“.(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Naning sebagai pengunjung perpustakaan keliling hasil wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Ketika saya mengunjungi perpustakaan keliling, tidak mengetahui adanya media seperti kotak saran untuk memberikan kritik dan saran“. (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Dari hasil kedua wawancara yang dilakukan kepada petugas dan pengunjung perpustakaan terdapat perbedaan.Dalam penanganan pengaduan dari pengunjung yang diberikan untuk perpustakaan keliling dinilai sudah cukup baik.Namun, dari penilaian pengunjung perpustakaan keliling tidak menyediakan kotak pengaduan, sehingga pengunjung tidak bisa memberikan kritik dan saran.
Bapak Alan sebagai petugas perpustakaan keliling hasil wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Kami tidak ada jaminan khusus untuk pengunjung jika ingin meminjam bahan pustaka, karena pengunjung hanya diperbolehkan membaca di tempat dan tidak diperkenankan untuk membawa pulang”.(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
105
Naning sebagai pengunjung perpustakaan keliling hasil wawancara (Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin), yaitu:
“Menurut saya sangat disayangkan jika hanya diperbolehkan membaca ditempat tetapi tidak boleh pinjam untuk dibawa pulang.Harusnya diperbolehkan dan diberi batasan waktu peminjaman seperti perpustakaan pada umumnya”.(Selasa 5 April 2016 di Kantor Kecamatan Sumberingin).
Dari hasil kedua wawancara yang dilakukan memiliki perbedaan penilaian terhadap kebijakan perpustakaan keliling.Menurut petugas, bahan pustaka yang diperbolehkan untuk dibaca di tempat dan tidak untuk dibawa pulang.Menurut pengunjung, sebaiknya bahan pustaka dapat dipinjam untuk dibawa pulang dan diberikan batasan waktu peminjaman seperti perpustkaan pada umumnya.
Bapak Edi sebagai petugas perpustakaan keliling hasil wawancara (Rabu 20 April 2016 di Pusat Perbelanjaan Pasar Legi Kota Blitar), yaitu:
“Pelayanan yang kami berikan kepada pengunjung mengacu pada program 4S yaitu Senyum, Salam, Sapa dan Sopan. Hal itu kami berikan agar pengunjung merasa nyaman dan tidak jera.” (Rabu 20 April 2016 di Pusat Perbelanjaan Pasar Legi Kota Blitar).
Elly sebagai pengunjung perpustakaan keliling hasil wawancara (Rabu 20 April 2016 di Pusat Perbelanjaan Pasar Legi Kota Blitar), yaitu:
“Saya merasa kurang senang mengunjungi perpustakaan keliling, karena petugasnya kurang ramah dan tidak memperhatikan pengunjung yang datang.Contohnya saat ini, saya melihat salah satu petugas sedang minum kopi di warung padahal sedang banyak pengujung”.(Rabu 20 April 2016 di Pusat Perbelanjaan Pasar Legi Kota Blitar).
Dari hasil kedua wawancara yang telah dilakukan oleh petugas perpustakaan dan pengunjung perpustakaan terdapat perbedaan dimana petugas mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan sudah mengacu pada program 4S yaitu Senyum, Salam, Sapa dan Sopan.Namun, menurut pengunjung tidak
106
demikian.Salah satu pengunjung melihat secara langsung bahwa ada petugas yang sedang minum kopi ketika banyak pengunjung yang datang.
2. Faktor Pendukung dan Penghambat Efektifitas Layanan Peprustakaan