• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penghambat dan Pendukung dalam EfektifitasPerpustakaan Keliling

Dalam dokumen EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING (Halaman 133-146)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

D. Penyajian Data

2. Faktor Penghambat dan Pendukung dalam EfektifitasPerpustakaan Keliling

a. Faktor Penghambat

1. Lemahnya sistem, mekanisme dan prosedur perpustakaan keliling

Petugas pelayanan perpustakaan keliling kurang memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga perpustakaan keliling menjadi kurang dikenal masyarakat.Selain itu, pengunjung menjadi kurang mengenal program perpustakaan keliling. Untuk itu diperlukan perubahan tentang cara pengenalan kepada masyarakat. Seeprti pada teori yang disampaikan oleh Juanaida tahun 2008.

Menurut (Junaida, 2008:12), sarana promosi merupakan lahan, cara atau tempat kita menuangkanide atau gagasan dalam melaksanakan suatu promosi tersebut, bisa juga sarana/media promosi yang dilakukan adalah:

a) Penyebaran Brosur

Brosur tersebut berisi keberadaan perpustakaan, watu dan hari kegiatan perpustakaan.Termasuk koleksi yang perlu diketahui oleh pemakai perpustakaan.

b) Pendidikan Pemakai

Dalam mempromosikan atau memperkenalkan suatu perpustakaan, sangatlah penting bagi peprustakaan untuk mengadakan atau ikut dalam pameran.Karena dengan itu pepustakaan dapat dilihat dan diketahui keberadaannya sekaligus apa-apa aja yang ada di perpustakaan.Pendidikan pemakai perpustakaan memberikan suatu penjelasan kepada pengguna perpustakaan. Bagaiaman cara memanfaatkan perpustakaan secara benar dan efektif. Perpustakaan juga harus mempunyai pustakawan-pustakawan yang handal dan

119

berpendidikan dalam bidang perpustakaan agar pengguna tidak segan-segan untuk bertanya dan pustakawan tidak susah untuk menjawab.

c) Pamplet

Pemasangan pamplet ditempel-tempel di perpustakaan juga berguna untuk menginformasikan suatu perpustakaan untuk dapat menarik minat pemakai.

d) Penyebaran Bibliografi

Infromasi tentang buku-buku yang ada pada koleksi perpustakaan.

Dari pengertian diatas agar sistem, mekanisme dan prosedur layanaan perpustakaan keliling efektif dengan menggunakan beberapa poin seperti penyebaran brosur, pendidikan pemakai , pamflet dan penyebaran bibliografi.

Perpustakaan keliling Bung karno sudah melakukan epmasangan pamphlet dan penyebaran brosur dimana brosur tersebut terdapat isi profil perpustakaan secara umum, layanan apa saja yang tersedia, dan koleksi –koleksi yang ada pada perpustakaan keliling pada masyarakat, namun masyarakat dinilai kurang respon saat petugas memberikan brosur. Melalui pendidikan pemakai sudah dilakukan juga, tapi untuk melakuakn sosialisasi terhadap sekolah-sekolah harus mendapatkan ijin dari pihak sekolah yang akan disosialisasi terlebih dahulu.

Apabila diijinkan maka sosialisasi perpustakaan keliling dapat terlaksana. Dan apabila tidak diperbolehkan maka tidak terlaksana sosialisasi. Hal tersebut tidak dapat diresponmasyarakat karena masyarakat sekarang lebih memanfaatkan teknologi informasi (Internet Acces) dibandingkan untuk dating ke perpustakaan.

Perpustakaan keliling Bung karno seharusnya mensosialisasikan secara menarik pada masyarakat setiap satu minggu sekali agar masyarakat respon terhadap pentingnya membaca untuk memperoleh ilmu dan informasi. Sehingga masyarakat akan respon dan berkunjung pada perpustakaan keliling Bung Karno.

120

Selain dari program penyebaran brosur dans ebagainya seperti pendapat dari Perpustakaan Nasional RI (1992:23-27) mengenai layanan yang harus ada pada setiap perpustakaan keliling. Adapun penejlasan teori menegnai layanan perpustakaan keliling sebgaia beikut :

Jenis layanan yang dapat diusahakan oleh perpustakaan keliling menurut Perpustakaan Nasional RI (1992:23-27) antara lain:

a) Layanan sirkulasi, layanan ini berupa pemberian kesempatan bagi anggota perpustakaan keliling untuk meminjam bahan pustaka yang dapat dibawa pulang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

b) Layanan referensi, layanan ini mengacu pada bahan-bahan referensi seperti direktori dan penerbitan pemerintah.

c) Layanan membaca diperpustakaan, layanan ini ditujukan bagi pengunjung yang tidak bermaksud meminjam buku, namun hanya membaca saja, maka disediakan layanan membaca ditempat layanan (service point).

d) Pembacaan cerita (story telling), jenis layanan ini lebih populer sebagai layanan tambahan perpustakaan umum. Tujuan utamanya adalah meningkatkan minat baca anak- anak, terutama anak pra- sekolah.

e) Pemutaran film, merupakan sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan dan promosi perpustakaan.

f) Layanan dokumentasi, layanan ini berupa penyediaan bahan-bahan dokumentasi yang diperlukan oleh pengunjung seperti peraturan- peraturan pemerintah serta peraturan perundang-undangan yang dikumpulkan dan dipersiapkan oleh perpustakaan keliling.

g) Layanan jasa informasi, merupak layanan yang ditujukan kepada pengunjung yang membutuhkan informasi, seperti “gunung apa yang tertinggi di dunia dan terletak di negara mana”.

Dari macam-macam layanan diatas perpustakaan keliling Bung Karno belum melaksanakan layanan secara baik. Hal tersebut dilihat kurangnya sarana dan prasarana yang tyersedia. Seperti contoh kecilnya layanan sirkulasi yang pada teori diatas menyebutkan kesempatan anggota untuk dapat meminjam buku, namun pada kenyataannya perpustakaan keliling tidak memperbolehkan untuk membawa pulang bahan pustaka yang dimiliki. Layanan membaca diperpustakan

121

dalam teori menyebutkan bahwa pengunung yang dating hendak membaca saja disediakan tempat untuk membaca. Pada perpustakaan keliling Bung karno sudah menyediakan kursi sebagai tempat duduk untuk pengunjung membaca buku. Tapi, jumlah kursi yang tersedia sangat terbatas akibatnya saat pengunjung banyak, sebgaian ada pengunjung yang berdiri. Hal tersebut dapat memebrikan rasa ketidak nyamanan pada pengunjung. Perpustakaan keliling Bung karno juga belum menyediakan tempat untuk pemutaran film anak-anak (audio visual) dan sebagai sarana promosi. Selain itu, untuk layanan story telling samapai saat ini belum terlaksana pada Perpustakaan Keliling Bung karno ini.Selain itu kurangnya sarana internet acces untuk mengakses beberapa koleksi yang dimiliki UPT Peprustakaan Proklamator Bung Karno secara keseluiruhan juga belum tersedia.

2. Lemahnya Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Pada umumnya perpustakaan keliling mempunyai anggota atau team yang bekerja mengelola perpustakaan keliling.Suatu layanan itu dikatakan dapat berjalan apabila ada ahlinya tersendiri. Dalam perpustakaan keliling ini membutuhkan ahli pustakawan guna menjalankan tugasnya juga harus memenuhi beberapa kriteria profesionalisme pustakawan, seperti yang disampaikan (Mujito, 1992:17) adalah sebagai berikut :

a) Ramah dan sabar sehingga pengguna perpustakaan mempunyai kesan menyenangkan terhadap layanan perputakaan keliling.

b) Cekatan dan terampil karena waktu dan tempat pelayanan sangat terbatas.

c) Mempunyai fisik sehat karena harus berpindah dari satu pos ke pos yang lain.

d) Mampu menjalin kerjasama dan mengadakan hubungan dengan aparat setempat sehingga layanan yang diberikan di wilayah yang bersangkutan berjalan lancar.

122

e) Bertingkah laku sopan dan menghormati adat istiadat setempat sehingga tidak menimbulkan cerita buruk bagi perpustakan keliling.

f) Dapat mengantisispasi jenis bacaan dan layanan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat setempat.

g) Bersikap mandiri dan kreatif sehingga dapat menyelesaiakan masalah sendiri apabila mendapatkan kesulitan pada waktu menjalankan tugas.

h) Lebih diutamakan mengerti sedikit tentang seluk beluk mesin kendaraan yang dipakai oleh perpustakaan keliling.

Untuk mendapatkan layanan yang baik dapat dilihat dari petugas saat memberikan layanan. Seperti perpustakaan keliling yang harus dapat melayani pengunjung dengan baik. Sesuai criteria yang disampaikan oleh (Mujito, 1992:17) bahwa profesionalisme pustakwan meliputi ramah dan sabar, cekatan dan terampil,mempunyai fisik yang sehat, mampu menjalin kerjasama antar petugas, bertingkah laku sopan, dapat mengantisipasi bacaan yang dibutuhkan pengunjung,bersikap mandiri dan kreatif, dan lebih menegrti tentang otomatif pada mobil keliling. Dari kriteria diatas petugas Perpustakaan Keliling Bung Karno masih belum memenuhi kriteria diatas. Dilihat dari petugas yang kurang mengantisipasi pada pengguna perpustakaan keliling Bung karno saat kebingungan memilih bahan pustaka. Kurang ramahnya petugas pada pengunjung mengakibatkan pengunjung menjadi ragu-ragu saat mau mengunjungi Perpustakaan Keliling Bung Karno. Selebihnya petugas sudah dapat memenuhi kriteria terlihat dengan adanya tiga petugas dan salah satunya berperan sebagai sopir yang harus mengetahui tentang otomatif pada mobil keliling hal ini, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti mobil mogok. Petugas juga terlihat sopan pada masyarakat sekitar lokasi saat beroperasi. Selain itu, petugas peprustakaan ekliling Bung karno terlihat kompak dan saling membantu satu sama lain.

123 3. Kurangnya Minat Baca Masyarakat

Di dalam persoalan mengenai kurangnya minat baca, perlu untuk memperhatikan aktor yang terlibat dalam peningkatan minat baca. Meskipun Perpustaaan Keliling Bung Karno sudah mengupayakan berbagai program utnuk penanaman minat baca sejak dini, perpustakaan keliling Bung Karno harus menyadari bahwa perlu bekerjasama dengan semua pihak dalam meningkatkan minat masyarakat, misal orang tua, guru, perpustakaan, dan pemerintah agar upaya peningkatan minat baca masyarakat dapat tercapai dengan mudah dan baik.Dalam upaya peningkatan minat baca terdapat langkah/ tahapan yang harus dilalui. Menurut Sudarsana (2010:22) ada 4(empat) kegiatan pengembangan minat baca. Dari keempat kegiatan, Perpustakaan Keliling Bung Karno hanya melakukan 3 kegiatan saja. Untuk 1 kegiatan yang belum dilakukan ialah menilai program dengan menguji pengaruh program terhadap minat baca masyarakat.

Untuk faktor yang menjadi sasaran untuk dilakukan dalam membina minat baca pemustaka, Sudarsana (2010:22) menyebutkan bahwa terdapat tiga faktor, antara lain

1) Faktor pembinaan pemakai jasa perpustakaan melalui usaha-usaha, 2) Faktor pembinaan sikap pustakawan,

3) Faktor pembinaan fisik perpustakaan.

Peneliti memberikan saran agar seluruh petugas yang ada di Perpustakaan keliling Bung Karno memenuhi faktor-faktor yang disebutkan Sudarsana dan melaksanakannya secara ajeg dan bertanggung jawab. Dari analisa peneliti mengenai faktor pendukung dan penghambat supaya menjadi bahan pertimbangan bagi Perpustakaan keliling Bung Karno untuk perencanaan strategi peningkatan

124

minat. Dan dianalisa secara lebih mendalam lagi sehingga menghasilkan program yang memiliki konsep lebih baik sehingga mudah dalam pengimplementasian dan pengevaluasian. Untuk mewujudkan perpustakaan keliling yang efektif diperlukanrespon dari masyarakat. Karena respon masyarakat dianggap mampu membantu peningkatan layanan pada perpustakaan keliling. Saat penulis observasi dan dari hasil wawancara masyarakat kurang ada minat baca sehingga kurang respon pada fasilitas yang disediakan perpustakaan keliling.

b. Faktor Pendukung

1. Waktu Operasional Perpustakaan Keliling

Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas kerja dari organisasi yang memberikan pelayanan (P. Siagian, 1996:60) antara lain:

a) Faktor Waktu

Faktor waktu disini maksudnya adalah ketepatan waktu dan kecepatan waktu dari pelayanan yang diberikan oleh pemebri pelayanan. Hanya saja penggunaan ukuran tentang tepat tidaknya atau cepat tidaknya pelayanan yang diberikan berbeda dari satu orang ke orang lain. Terlepas dari penilaian subjektif yang demikian, yang jelas ialah faktor dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran efektivitas kerja.

b) Faktor Kecermatan

Faktor kecermatan dapat dijadikan ukuran untuk menilai tingkat efektuvutas kerja organisasi yang memebrikan pelayanan.Faktor kecamatan disini adalah faktor ketelitian dari pemeberi pelayanan kepada pelanggan. Pelanggan akan cenderung memberikan nilai yang tidak terlalu tinggi kepada pemeberi pelayan, apabila terjadi banyak kesalahan dalam proses pelyanan, meskipun diberikan dalam waktu yang singkat.

c) Faktor Gaya Pemberian Pelayanan

Gaya pemeberian pelayana merupakan salah satu ukuran lain yang dapat dan biasanyan digunakan dalam mengukur efektivitas kerja. Yang dimaksud dengan gaya disini adalah cara dan kebiasaan pemberi pelayanan dalam memebrikan jasa kepada pelanggan. Bisa saja si pelanggan merasa tidak sesuai dengan gaya pelanggan yang diberikan oleh

125

pembri pelayanan. Jika berbicara tentang sesuatu hal yang menyangkut keseuaia, sesungguhnya apa yang dibicarakan termasuk hal yang tidak terlepas kaitannya dengan nilai-nilai sosial yang dianut oleh orang yang bersangkutan.

Dari teori diatas dapat dianalisa mengenai waktu yang ada pada peprustakaan keliling Bung Karno. Waktu operasional yang terapkan oleh perpustakaan keliling Bung Karno dinilai sudah efektif.Perpustakaan keliling Bung Karno beroperasi setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-12.00 WIB yang merupakan waktu yang tepat untuk beroperasi karena pada jam-jam tersebut banyak masyarakat yang melakukan aktifitas seperti contohnya pada taman Kebonrojo Kota Blitar, pada jam seperti itu banyak orang yang mengunjungi taman tersebut untuk mengantar anaknya bermain atau sekedar berekrasi saja.

Sehingga peprustakaan keliling ramai dikunjungi oleh pengunjung.

2. Biaya Operasional Perpustakaan Keliling

Biaya operasional untuk layanan mobil perpustakaan keliling Perpustakaan Proklamator Bung Karno, dibeberkan pada DIPA Perpustakaan Proklamator Bung Karno tahun anggaran 2015 dengan total biaya Rp. 2.110.000,- . Anggaran itu sangat minim untuk beroperasi perpustakaan ekliling di daerah yang sulit dijangkau.Karena perlu adanya anggaran untuk menambah mobil keliling.Supaya dapat menjangkau daerah terpelosok. Tapi untuk dapat menikmati fasilitas perpustakaan keliling ini tidak dipungut biaya apapun atau bias juga disebut GRATIS.

Mengenai biaya operasinal perpustakaan keliling sesuai dengan teori yang disampiakan oleh David Krech, Ricard S. Cruthfied dan Egerton L. Ballachey

126

dalam bukunya “Individual and Society” yang dikutip Sudarwan Danim (2004:119), menyebutkan ukuran efektifitas, sebagai berikut:

a) Jumlah hasil yang dapat dikeluarkan, artinya hasil tersebut berupa kuantitas atau bentuk fisik dari organisasi, program atau kegiatan.

Hasil dimaksud dapat dilihat dari perbandingan (ratio) antara masukan (input) dengan keluaran (output).

b) Tingkat kepuasan yang diperoleh, artinya ukuran dalam efektivitas ini dapat kuantitatif (berdasarkan pada jumlah atau banyaknya) dan dapat kualitatif (berdasarkan pada mutu).

c) Produk kreatif, artinya penciptaan hubungannya kodisi yang kondusif dengan dunia kerja, yang nantinya dapat menumbuhkan kreativitas dan kemampuan.

d) Intensitas yang akan dicapai, artinya memiliki ketatatan yang tinggi dalam suatu tingkatan intens sesuatu, dmana adanya rasa saling memiliki dengan kadar yang tinggi.

Dari beberapa teori diatas dapa penulis analisa begai berikut. Untuk menikmati fasilitas perpustakaan keliling Bung Karno ini masyarakat tidak dikenakan biaya apapun, karena perpustakaan keliling Bung Karno ingin mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya membaca dan untuk meningkatakan minat baca pada masyarakat supaya masyarakat tidak tertinggal berbagai informasi. Melihat sekarang banyak masyarakat lebih mengutamakan kemajuan teknologi atau internet dibandingkan membaca.

Dengan program ini, Perpustakaan Keliling Bung Karno mendapat repon baik pada masyarakat Blitar. Karena dilihat dari segi ekonomi masyarakat Blitar yang masih dinilai rendah. Dan adanya layanan perpustakaan keliling yang tanpa biaya operasional atau gratis membuat masyarakat ingin berkunjung pada perpustakaan keliling.

127 3. Lokasi Operasional Perpustakaan Keliling

Perpustakaan keliling merupakan salah satu program layanan pemerataan informasi yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Pusat (PNRI) dengan mewajibkan seluruh Perpustakaan yang berada di tingkat kota/kabupaten untuk membentuk sebuah perpustakaan keliling untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terakses dengan adanya perpustakaan umum. Perpustakaan keliling berfungsi menyalurkan informasi kepada daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh perpustakaan umum agar informasi dapat tersampaikan. Perpustakaan Keliling menurut Perpustakaan Nasional RI (1992:4-5) adalah:

a) Memeratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai daerah terpencil yang belum/tidak memungkinkan didirikan perpustakaan menetap.

b) Membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan pendidikan informal kepada masyarakat umum.

c) Memperkenalkan buku- buku dan bahan pustaka lainnya kepada masyarakat.

d) Memperkenalkan jasa- jasa yang ada di perpustakaan kepada masyarakat, sehingga dapat menumbuhkan budaya untuk memanfaatkan jasa perpustakaan pada kalangan masyarakat.

e) Meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku pada masyarakat

f) Mengadakan kerjasama dengan lembaga masyarakat sosial, pendidikan, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural masyarakat.

Dari penjelasan teori diatas penulis dapat menganilisis bahwa untuk penentuan lokasi perpustakaan keliling dipilih dengan melalui survey terlebih dahulu untuk mendapatkan ijin dari lokasi yang akan ditujui. Sasaran lokasi yang dipilih oleh perpustakaan keliling biasanya tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, seperti pusat perbelanjaan, sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, dan taman kota. Hal ini terlihat pemerintah kota Blitar mendukung perpustakaan

128

keliling Bung berada pada lokasi-lokasi seperti taman kebonrojo, pusat perbelanjaan Kota Blitar “Pasar Legi”, dan pada saat hari jadi kota Blitar bulan April setiap tahunnya memberikan agenda Blitar Jadul, salah satunya dengan menyediakan stan untuk Perpustakaa Keliling Bung Karno. Tujuannya untuk mengenalkan Perpustakaan Keliling Bung Karno pada masyarakat.

129 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa:

1. Efektif pelayanan diperpustakaan keliling masih rendah. Layanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling belum masksimal. Penerima layanan disini adalah masyarakat. Pada kenyataannya masyarakat Kota Blitar belum bias menikmati layanan ini hanya beberapa wilayah saja yang bisa menikmati layanan perpustakaan keliling.

2. Pelayanan perpustakaan keliling masyarakat merasa belum puas dalam pelayanan yang diberikan masih ada beberapa faktor yang dinilai masyarakat pelayanan ini masih kurang yaitu lemahnya sistem,mekanisme dan prosedur perpustakaan keliling,sarana, prasarana dan fasilitas serta faktor lain yaitu kurangnya bahan pustaka diantaranya buku cerita, buku pengetahuan, buku ensiklopedia, buku fiksi, buku agama, karya umum, dan novel.

3. Faktor penghambat mengenai lemanya sistem, mekanisme , dan prosedur, lemahnya kualitas sumber daya manusia, dan lemahnya minat baca pada masyarakat mengakibatkan kurang efektifnya Perpustakaan Keliling Bung Karno

4. Faktor pendorong yang meliputi ketepatan pemilihan waktu operasinal yang dirasa cukup baik oleh masyarakat, tidak hanya biaya operasional untuk menikmati perpustakaan keliling, dan pemilihan lokasi yang sangat tepat dan

130

strategis. Ini dapat meningkatkan layanan efektivitas perpustakan keliling Bung Kaano

B. Saran

Saran terkait efektivitas layanan PerpustakaanKeliling Bung Karno adalah sebagai berikut:

1.Seharusnya petugas pelayanan perpustakaan keliling meningkatkan upaya dalam memberikan informasi dan sosialisasi terhadap masyarakat sehingga, perpustakaan keliling menjadi kurang dikenal masyarakat. Selain itu, supaya pengunjung dapat memanfaatkan perpustakaan keliling sesuai kebutuhannya.

Supaya perpustakaan keliling dapat beroperasional dengan baik.

2. Sebagai petugas pelayanan, seharusnya melayani pengunjung perpustakaan keliling sesuais tandar prosedur dengan memberikan pelayanan yang baik.

Karena kegiatan utama yang diperhatikan yaitu dalam memberikan layanan supaya masyarakat puas dan mempunyai keinginan kembali untuk berkunjung di Perpustakaan Keliling Bung karno.

Dalam dokumen EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING (Halaman 133-146)