• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING"

Copied!
148
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING

(STUDI KASUS PADA UPT PEPRUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO KOTA BLITAR)

SKRIPSI

Diajukan untuk Menempuh Ujian Sarjana

pada Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang LENNY MEGA IRHAMNA

NIM. 125030707111024

Dosen Pembimbing :

1. Firda Hidayati, S. Sos., MPA., DPA.

2. Muslech, Dipl. Lib., M.Si

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK

PROGRAM ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI MALANG

2017

(2)

ii MOTTO

Kesuksesan hanya dapat diraih dengan segala upaya dan usaha yang disertai dengan doa, karena sesungguhnya nasib seseorang manusia tidak akan berubah dengan sendirinya tanpa berusaha....

“ jangan pernah putus asa, tetap berusaha”

-Lenny Mega Irhamna-

(3)

iii

Skripsi ini saya persembahan kepada :

Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Atas Asung Kertha Wara Nugrahan-Nya lah skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

Kedua Orangtuaku :

Bapak Suwardi & Ibu Ninik Kustyorini

Yang tidak pernah lelah mendoakan dan memberikan dukungan baik secara moril maupun materil.

Suamiku :

Ida Bagus Gede Gama Utama, S.H,. M.H

Penyemangatku dan yang selalu menguatkan saya serta menopang beban yang berat hingga terasa ringan, terimakasih semangat dan doa

serta dukungan secara moril dan materil, terimakasih juga sudah menemani perjuanganku menyusun skripsi dari awal sampai akhir.

Terimakasih doa dan dukungannya selama ini, sahabat, teman, saudara yang senantiasa membantu saya saat kesulitan dalam

menyusun skripsi....

Sahabat-sahabatku :

Keluarga besar Ilmu Perpustakaan angkatan 2012

terimakasih telah memberi kesempatan berbagi ilmu dan belajar bersama.

(4)

iv

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

(5)

v

TANDA PENGESAHAN SKRIPSI

(6)

vi

TANDA ORISINALITAS SKRIPSI

(7)

vii RINGKASAN

Lenny Mega Irhamna, 2016, Efektivitas Layanan Perpustakaan Keliling (Studi Pada UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar),Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya,Firda Hidayati, S.Sos., MPA., DPA, Muslech, Dipl. Lib, M.Si., jumlah halaman angka 127+ xii

Ada masalah yang perlu dikaji dalam efektivitas layanan perpustakaan kelilingsebagai berikut (1) Bagaimana efektivitas pelayanan perpustakaan keliling di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar, (2) Apakah faktor penghambat dan pendukung dalam pelayananperpustakaan keliling di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.

Metode penelitian ini aturan atau tata cara sistematik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data yang diperlukan dalam proses identifikasi dan penjelasan fenomena sosial yang sedang diamati atau diteliti untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai untuk mendapatkan keakuratan data yang diperoleh.

Secara dikotomis, dalam ilmu sosial dikenal dua jenis metode penelitian yaitu kuantitatif dan kualitatif.Dalam kegiatan pengumpulan data dibutuhkan suatu teknik tertentu yang disebut teknik pengumpulan data terdiri atas: (1) pengambilan sampel (sampling), (2) observasi (observation), (3) wawancara (interviews), dan (4) dokumen: kuesioner, catatan, jurnal, makalah, dan lainnya (documents:questionnaires, diaries, journals, papers, and more).

Berdasarkan hasil analisis dan penyajian data yang telah dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan bahwa : (1) Efektivitas pelayanan diperpustakaan keliling masih rendah.Layanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling belum masksimal. Dalam menerima layanan, yang dimaksudkan penerima layanan disini adalah masyarakat. Pelayanan perpustakaan keliling ini dapat dinikmati semua masyarakat. Tapimasihbelumdapatdikatakanefektif. Pada kenyataannya masyarakat Kota Blitar belum bisa menikmati layanan ini, hanya beberapa wilayah saja yang bisa menikmati layanan perpustakaan keliling dan (2) Masyarakat merasa belum puas denganpelayanan yang diberikanolehperpustakaankeliling Bung Karnokarena masih ada beberapa faktor yang dinilai masyarakat masih kurang yaitu lemahnya sistem, mekanisme dan prosedur perpustakaan keliling, produk pelayanan, sarana, prasarana dan fasilitas dan pengawasan keselamatan pelayanan serta faktor lain kurangnya bahan buku diantaranya buku cerita, buku pengetahuan, buku ensiklopedia, bukufiksi, buku agama, karya umum, novel dan masih kurangnya fasilitas yang membuat pembaca kurang nyaman diantaranya tidak disediakan tempat duduk untuk membaca.

Kata Kunci:Efektivitas Layanan, Perpustakaan Keliling.

(8)

viii

SUMMARY

Lenny Mega Irhamna, 2016, The Effectiveness of Mobile Library Service (A Study of the Proklamator Bung Karno Blitar Library),Faculty of

Administration Universitas Brawijaya,FirdaHidayati, S.Sos., MPA., DPA, Muslech, Dipl. Lib, M.Si., page127 +xii

There are problems that need to be assessed in the effectiveness of the bookmobile service as follows: (1) How effective service bookmobile in UPT Library of Bung Karno Kota Blitar, (2) What are the factors inhibiting and supporting in service bookmobile in UPT Library of Bung Karno Kota Blitar.

This research method rules or procedures for systematic researchers used in collecting the necessary data in the identification and explanation of social phenomenon that is being observed or studied to achieve the objectives to be achieved to obtain the accuracy of the data obtained. In dichotomous, in the social sciences are two types of research methods are quantitative and qualitative. In the data collection activities required a certain technique called data collection techniques consisting of: (1) sampling (sampling), (2) observation (observation), (3) interviews (interviews), and (4) documents: questionnaires, records, journals, papers, and other (documents: questionnaires, diaries, journals, papers, and more).

Based on the analysis and presentation of data that has been done by a few conclusions that (1) Effective circumference of the library services is still low.

The services provided by the mobile library has notmaximal. In receiving the service, which is intended recipient of the service here is the community.Service mobile library this can be enjoyed all the community.But still cannot said effective. In fact the people of Blitar has not been able to enjoy this service, only a few regions are able to enjoy the bookmobile service, and (2) The public was not satisfied with the services provided by libraries around the Bung Karno because there are still some factors that assessed the public still lacks is weak systems, mechanisms and procedures bookmobile, product services, facilities, infrastructure and facilities and safety supervision services as well as other factors the lack of material books including books, knowledge books, encyclopedias, fiction books, religious books, public works, novels and is still a lack of facilities which makes the reader uncomfortable including no reserved seating for reading.

Keywords: Effectiveness Service, bookmobile

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Om swastyastu...

Atas asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa skripsi dengan judul “ Efektivitas Layanan Perpustakaan Keliling”

studi kasus pada UPT peprustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar tahun 2015/2016 dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini merupakan tugas akhir untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Prodi Ilmu Peprustakaan Fakultas Ilmu Adminitrasi. Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Bambang Supriyono, M.S selaku Dekan Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Brawijaya.

2. Ibu Dr. Ratih Nur Pratiwi, M.S selaku Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Brawijaya.

3. Ibu Firda Hidayati, S.Sos., MPA., DPA selaku Ketua Komisi Pembimbing dalam penyusunan skripsi ini. Terimakasih untuk diskusi dan saran perbaikan karya ilmiah ini.

4. Bapak Muslech, Dipl. Lib, M.Si selaku Anggota Komisi Pembimbing dalam penyusunan skripsi penulis. Terimakasih untuk diskusi dan saran perbaikan karya ilmiah ini,

(10)

x

5. Segenap dosen pengajar di Prodi Ilmu Perpustakaan Universitas Brawijaya, terima kasih untuk ilmu yang dibagikan, semoga dapat memeberikan manfaat di dunia dan akhirat.

6. Bapak Suyatno selaku Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar

7. Bapak Edi selaku Ketua Pelaksana Perpustakaan Keliling Bung Karno.

8. Ibu Nurni selaku Ketua Bagian Pengembangan dan Pengelolahan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.

9. Segenap karyawan dan kelompok jabatan fungsional UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.

10. Serta untuk banyak pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih telah mendukung terselesainya skripsi ini.

Demi kesempatan skripsi ini, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga karya ini, bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Malang , Desember 2016

Lenny Mega Irhamna

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

MOTTO ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI ... iv

TANDA PENGESAHAN SKRIPSI ... v

TANDA ORISINALITAS SKRIPSI ... vi

RINGKASAN ... vii

SUMMARY ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Batasan Masalah... 7

D. Tujuan Penelitian ... 7

E. Kontribusi Penelitian ... 7

F. Sistematika Penulisan ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Efektivitas ... 11

B. Konsep Pelayanan ... 14

C. Perpustakaan Umum ... 21

D. Perpustakaan Keliling ... 33

E. Minat Baca ... 40

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 47

B. Fokus Penelitian ... 48

C. Lokasi dan Situs Penelitian ... 49

D. Sumber Data Penelitian ... 49

E. Teknik Pengumpulan Data ... 51

F. Instrumen Penelitian... 54

G. Teknik Analisis Data ... 56

H. Keabsahan Data ... 57

BAB IV HASIL DAN ANALISIS DATA A. Gambar Umum Lokasi Penelitian ... 60

B. Gambaran Umum Situs Penelitian ... 70

C. Perpustakaan Keliling Bung Karno ... 86

D. Penyajian Data ... 93

(12)

xii

E. Analisis Data ... 110

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 129

B. Saran ... 130

DAFTAR PUSTAKA ... 131

LAMPIRAN ... 132

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

No Judul Halaman

1. Hasil Riset Presentase Anak Mendengar, Melihat, dan Membaca .... 3

2. Jumlah Koleksi Berdasarkan Jumlah Penduduk ... 27

3. Jumlah Koleksi Buku Tahun 2015 ... 81

4. Jumlah Koleksi Non Buku 2015 ... 82

5. Data Tenaga Kerja Tahun 2015 ... 83

6. Lokasi Kegiatan Tahun 2015 ... 94

7. Jumlah Keseluruhan Koleksi Terbaca Tahun 2015 ... 100

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

No Judul Halaman

1. Alon-Alon Kota Blitar ... 62

2. Peta Letak Kota Blitar ... 63

3. Gedung UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno ... 71

4. Struktur Organisasi Perpustakaan Proklamator Bung Karno ... 78

5. Alur Kegiatan Perpustakaan Keliling ... 90

6 Kegiatan Perpustakaan Keliling di Kecamatan Sumberingin ... 98

7. Mobil Perpustakaan Keliling Bung Karno ... 101

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

No Judul Halaman

1. Pedoman Wawancara... 125 2. Data Sekunder Penelitian ... 129

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang berkualitas akan mendorong lahirnya manusia yang memiliki pengetahuan luas, keterampilan yang tinggi, dan berdaya saing dalam menghadapi kompetisi.

Pendidikan yang berkualitas merupakan modal dasar untuk mencapai keunggulan sumber daya manusia.Pemerintah telah melakukan beberapa kebijakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Perbaikan sarana dan prasarana dilakukan untuk mengakses sumber informasi dan pengetahuan.

Anggaran untuk memfasilitasi sarana dan prasarana pendidikan juga telah ditingkatkan.

Salah satu sarana atau media untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia yang sedang diperbaiki adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka yang sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukan. Tidak ada perpustakaan tanpa adanya pelayanan.

Karena itu perpustakaan diidentikkan dengan pelayanan agar tanggap terhadap kepentingan penggunaanya. Fungsi pelayanan perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujuan perpustakaan. Perpustakaan harus dapat memberikan informasi kepada pengguna perpustakaan itu sendiri. Untuk memudahkan

(17)

2

mendapatkan pengetahuan. Melalui perpustakaan, kini tidak harus pergi ke perpustakaan di sekolah atau perpustakaan umum. Sekarang perpustakaanbanyak dijumpai ditempat-tempat keramaian. Perpustakaan kini hadir secara mobile atau yang biasa kita dengan istilah perpustakaan keliling. Sebagai salah satu sarana pendidikan nonformal, perpustakaan keliling dimaksudkan untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Apabila dilihat dari sejarahnya perpustakaan keliling di Indonesia sudah ada sejak tahun 1975. Pemerintah melalui Proyek Pembangunan Depdikbud, telah mencanangkan Perpustakaan Keliling sebagai salah satu bentuk layanan perpustakaan kepada masyarakat.

Tujuan utama perpustakaan keliling adalah mendekatkan informasi pada masyarakat desa, karena masyarakat desa belum mampu mencapai informasi dengan caranya sendiri (Hardjoprakoso, 1992).

Adanya perpustakaan keliling bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas. Masyarakat Indonesia lebih akrab dengan budaya mendengar dibandingkan budaya membaca. Hal tersebut dapat dilihat dari data yang diterbitakan oleh UNESCO yang menyebutkan bahwa di Indonesia masih terdapat penduduk yang buta huruf. Penduduk melek huruf pada usia 15-24 tahun yaitu sebesar 98,77% sedangkan sisanya yaitu 497.497 jiwa penduduk Indonesia masih buta huruf (Baderi, 2011). Apabila dilihat dari hasil indeks nasional, indeks baca di Indonesia hanya 0,01, sedangkan rata-rata indeks baca negara majuberkisar antara 0,45 sampai dengan 0,62. Maka, untuk peringkat minat baca, Indonesia menduduki urutan ketiga dari bawah (lihat sindonews.com, 19/09/2016).

(18)

3

Fenomena yang lebih memperhatinkan adalah tren membaca di Indonesia.

Berdasarkan publikasi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2003 sampai dengan 2012, dapat dilihat pada tabel 1, tabel 1 menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia menjadikan televisi sebagai sumber informasi yang utama dari pada membaca.

Tabel 1. Hasil Riset Presentase Anak Mendengar Radio, Melihat Televisi, dan Membaca Surat Kabar

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2015

Hasil penelitian mengenai minat dan kebiasaan membaca masyarakat Jawa Timur oleh Darmono (2009) menunjukan bahwa tingkat minat baca masyarakat Jawa Timur berada pada jenjang sedang yaitu sebesar 44%, dari lima rentangan yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi.

“Pemanfaatan waktu luang atau libur kebanyakan digunakan untuk pergi ke mall, daripada ke toko buku”. Ditambah lagi ditemukan fenomena bahwa tingkat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia rendah. Dari data yang diambil pada situs HDI, menyebutkan pembangunan SDM Indonesia terdapat pada urutan ke 108 dari 187 (United Nations Development Programme, 2016).

Dari data-data mengenai fenomena tentang membaca sampai dengan fenomena sumber daya manusia tersebut maka dapat disimpulakan bahwa Indonesia masih

No Indikator 2003 2006 2009 2012

1. Presentase Penduduk Berumur 10 tahun

ke Atas yang Mendengar Radio 50.29 40.26 23.50 18.57 2. Presentase Penduduk Berumur 10 Tahun

ke Atas yang Menonton Televisi

84.94

85.86 90.27 91.68 3. Presentase Penduduk Berumur 10 Tahun

ke Atas yang Membaca Surat Kabar/

Majalah

23.70 23.46 18.94 17.66

(19)

4

harus meningkatkan minat gambar membaca untuk membangun SDM yang berkualitas.

Menurut Kepala Bagian Pengembangan Bapak Harton M.Hum mengatakan kemampuan SDM ditingkatkan dari segi kualitas maupun kuantitas.

Secara kualitas melalui tenaga pelayanan (Pustakawan) harus ditingkatkan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan. Pustakawan dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan lebih berorientasi kepada kepuasan pengguna (pemustaka). Selain itu, pustakawan dibuat lebih responsif terhadap tantangan dan peluang baru, tidak terpaku pada kegiatan rutin, memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan secara adil, serta memiliki kemampuan memberdayakan masyarakat. Dengan pelayanan yang berkualitas, diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi tinggi.

Pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan perwujudan peranan birokrasi sebagai administrator dalam pelaksanaan tugas-tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan yang penuh pengabdian dan selalu memperbaiki tata laksana pelayanan secara tertib dan teratur akan meningkatkan wibawa dan dukungan dari masyarakat. Pelaksanaan tugas dengan baik merupakanbentuk pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan dikatakan efektif, apabila para aparat berhasil melaksanakan tugasnya di masing-masing instansi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan berdasar pada keinginan publik itu sendiri. Dalam pelaksanan tugas dan pekerjaan tersebut terdapat tujuan yang sama, yakni mengharapkan suatu hasil yang baik dan memuaskan sesuai apa yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam pelayanan

(20)

5

umum juga tidak bisa dilepaskan dari masalah kepentingan umum karena inilah yang menjadi asal-usul munculnya istilah pelayanan umum itu sendiri. Dengan kata lain, antara pelayanan umum dan kepentingan umum terdapat korelasi.

Tugas utama dari setiap instansi pemerintah adalah memberikan pelayanan, bahkan pada dasarnya pemberdayaan instansi-instansi pemerintah ditujukan sebagai perangkat utama dalam pemberian pelayanan (Lembaga Adminitrasi Negara, 2003:1).Pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban (Winarsi, 2005:19).

Berdasarkan hal tersebut, tampak jelas apa yang menjadi hak masyarakat dan apa yang menjadi kewajiban aparat itu sendiri. Melihat dari keterbatasan dan kekurangan tersebut, perpustakaan sebagai lembaga pelayanan publik berupaya melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Kualitas dan kinerja pelayanan perpustakaan diorientasikan pada masyarakat pengguna (pemustaka). Menurut Stoner (1982:6) apabila organisasi berhasil mencapai tujuannya, maka organisasi tersebut telah berjalan dengan efektif dan efisien.

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno mempunyai peran penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat Kota Blitar telah dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan untuk memompa semangat membaca dan menjadikan membaca sebagai budaya masyarakat Kota Blitar. Program UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang menyediakan sarana perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling pada UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno mengalami kendala pada penyediaan mobil yang dijadikan mobil keliling.

Jangkauan mobil perpustakaan mobil keliling belum bisa menyentuh perpustakaan

(21)

6

sekolah-sekolah yang ada di Blitar, baik itu Blitar Kota maupun Blitar Kabupaten.

Hingga saat ini ada 263 titik perpustakaan, namun yang bisa dijangkau perpustakaan keliling baru sekitar 64 lokasi. Hal ini disebabkan oleh jumlah mobil yang tersedia hanya satu unit sehingga sulit untuk menjangkau lokasi yang jauh, padahal permintaan perpustakaan keliling di daerah Blitar ini sangat melonjak (Sumber: Ketua Pelaksana Peprustakaan keliling di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno).

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “EFEKTIVITAS LAYANANPERPUSTAKAAN KELILING”. Dengan menerapkan layanan perpustakaan keliling yang efektif, diharapkan dapat mencapai tujuan perpustakaan dan lebih mengenalkan perpustakaan keliling kepada masyarakat. Hal tersebut mengingat masih kurangnya pemahaman masyarakat Kota Blitar terhadap fungsi dan peranan perpustakaan keliling.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana efektivitas pelayanan perpustakaan keliling di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar?

2. Apakah faktor penghambat dan pendukung dalam pelayananperpustakaan keliling di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar?

(22)

7 C. Batasan Masalah

Untuk menyelesaikan masalah yang akan dibahas pada bab-bab selanjutnya, perlu adanya batasan masalah sehingga hasil penelitian dapat terarah dan sesuai dengan tujuan penelitian. Batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Layanan yang dilakukan oleh perpustakaan keliling meliputi kunjungan, peminjaman, pengembalian, dan sosialisasi.

2. Efektivitas layanan perpustakaan keliling meliputi sistem pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana pelayanan.

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui efektivitas layanan perpustakaan keliling yang ada di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.

2. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung layanan perpustakaan keliling yang ada di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.

E. Kontribusi Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi baik secara akademis maupun untuk masyarakat luas.

(23)

8 1. Kontribusi Akademis

a) Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu dan wawasan untuk meningkatkan kualitas perpustakaan dan pengembangan ilmu perpustakaan.

b) Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian lanjutan tentang efektivitas layanan yang ada di UPT Perpustakaan Keliling Proklamator Bung karno Kota Blitar.

2. Kontribusi Praktis

a) Bagi UPT Pepustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar

Penelitian ini dapat digunakan sabagai salah satu bahan masukan bagi UPT Perpustakan Proklamasi Bung Karno Kota Blitar untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan perpustakaan keliling.

b) Bagi Masyarakat

Penelitian ini dapat sebagai bahan pengembangan minat baca masyarakat Kota Blitar dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui informasi atau literatur yang disediakan oleh Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam penelitian ini disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Oleh Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Brawijaya, tujuannya adalah agar para pembaca mampu dengan mudah dan benar memahami

(24)

9

makna yang ada di dalam skripsi ini, serta mampu memahami tujuan dari penyusunan skripsi ini, adapun sistematika pembahasan sebagai berikut:

BAB I PENDAHUALUAN

Pada bab pendahuluan mengemukakan mengenai latar belakang permasalahan yang berkaitan dengan perpustakaan keliling dan efektivitas layanan. Selain latar belakang, pada bagian ini juga diuraikan rumusan masalah,tujuan penelitian, manfaat penelitian dan batasan penelitian untuk menfokuskan topik penelitian. Penelitian ini diharapakan memberikan kontribusi dalam bidang akademis maupun praktis, dalam hal pengembangan ilmu perpustakaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi mengenai teori-teori yang digunakan sebagai landasan bagi peneliti untuk melakukan analisa pembahasan. Pada bab ini diuraikan tentang kerangka teoritis yang didalamnya membahas landasan teori yang digunakan sebagai pemecah masalah yang berkaitan dengan judul atau tema yang diangkat oleh peneliti, yakni mengenai teori perpustakaan secara umum dan perpustakaan keliling yang meliputi definisi, peran, tugas, fungsi, tujuan, koleksi, dan layanan yang diberikan. Selain itu juga ada teori pelayanan publik dan teori efektivitas yang diambil dari beberapa sumber.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi mengenai teori-teori yang digunakan sebagai landasan bagi peneliti untuk melakukan analisa pembahasan. Pada bab ini diuraikan tentang kerangka teoritis yang didalamnya membahas landasan teori yang digunakan

(25)

10

sebagai pemecah masalah yang berkaitan dengan judul atau tema yang diangkat oleh peneliti.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggambarkan efektivitas perpustkaan keliling danpersepsimasyarakat terhadap perpustakaan keliling. Sumber data berupa sumber data primer berupa hasil wawancara dan sumber data sekunder berupa dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis yang dikemukakan Yin (2011).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bagian hasil penelitian dan pembahasan akan diuraikan gambaran umum, lokasi penelitian, penyajian data, pembahasan dan analisis yang berkaitan dengan teori-teori pada bagian sebelumnya. Dengan demikian, jawaban atas rumusan masalah akan didapatkan.

BAB V PENUTUP

Bagian ini merupakan bagian akhir dari penelitian yang berarti kesimpulan dan saran. Kesimpulan menggambarkan temuan dari penelitian yang menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian. Pada bab ini juga direkomendasikan saran-saran terkait dengan hasil penelitian untuk memberikan kontribusi positif pada layanan perpustakaan keliling.

(26)

11 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Efektivitas 1. Definisi Efektivitas

Dalam suatu organisasi dapat diukur tingkat keberhasilannya dengan mengamati efektif tidaknya organisasi tersebut dalam menjalankan tugasnya.Kata efektivitas dasarnya berasal dari kata “efek” dan digunakan dalam hubungan sebab akibat. Efektifitas dapat dipandang sebagai suatu dari variabel lain.

Efektivitas berarti bahwa tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai.Sedamayanti (2001:59) mendefinisikan efektivitas sebagai :

“suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai.”

Pengertian efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran sedangkan masalah penggunaan masukan kurang menjadi perhatian utama.Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas maka walaupun terjadi peningkatan efektivitas belum tentu efisiensi meningkat.

Sedangkan Stoner dalam Tjatjuk Sioswandoko (2011:196) juga menjelaskan bahwa :

“Efektivitas adalah konsep yang luas mencakup berbagai faktor didalam maupun diukur organisasi yang berhubungan dengan tingkat keberhasiolan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran organisasi.”

Sondang P. Siagian (2001:24) mendefinisikan :

“Efektivitas sebagai pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan

(27)

12

sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah barang dan jasa atas kegiatan yang dijalankan.”

Efektivitas dalam hal ini menunjukan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan .Jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya.

James L. Gibson dkk ( Pasolong, 2007:3) mengatakan bahwa :

“ Efektivitas adalah pencapaian sasaran dari upaya bersama. Derajat pencapaian sasaran menunjukan derajat efektivitas”.

Sedangkan Keban (2004:140), mengatakan bahwa suatu organisasi dapat dikatakan efektif kalau tujuan organisasi atau nilai-nilai sebagaimana ditetapkan dalam visi tercapai. Nilai-nilai yang disepakati bersama antara para stakeholders dari organisasi yang bersangkutan. Dari pengertian efektivitas-efektivitas yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas berarti tercapainya sasaran, target, tujuan dengan menggunakan waktu sesuain dengan apa yang direncanakan sebelumnya tanpa mengabaikan mutu. Efektivitas menjadi sebuah konsep yang penting dalam suatu organisasi karena efektivitas memberikan gambaran mengenai keberhasilan organisasi untuk mencapai sasarannya. Jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran berarti makin tinggi efektivitasnya.

2. Pendekatan Efektivitas

Tingkat efektivitas dapat diukur dengan membandingkan antara rencana atau target yang telah ditentukan dengan hasil yang dicapai, maka usaha atau hasil perkerjaan tersebut itulah yang disebut efektif.

(28)

13

Menurut pendapat David Krech, Ricard S. Cruthfied dan Egerton L.

Ballachey dalam bukunya “Individual and Society” yang dikutip Sudarwan Danim (2004:119), menyebutkan ukuran efektifitas, sebagai berikut:

a) Jumlah hasil yang dapat dikeluarkan, artinya hasil tersebut berupa kuantitas atau bentuk fisik dari organisasi, program atau kegiatan.

Hasil dimaksud dapat dilihat dari perbandingan (ratio) antara masukan (input) dengan keluaran (output).

b) Tingkat kepuasan yang diperoleh, artinya ukuran dalam efektivitas ini dapat kuantitatif (berdasarkan pada jumlah atau banyaknya) dan dapat kualitatif (berdasarkan pada mutu).

c) Produk kreatif, artinya penciptaan hubungannya kodisi yang kondusif dengan dunia kerja, yang nantinya dapat menumbuhkan kreativitas dan kemampuan.

d) Intensitas yang akan dicapai, artinya memiliki ketatatan yang tinggi dalam suatu tingkatan intens sesuatu, dmana adanya rasa saling memiliki dengan kadar yang tinggi.

Efektivitas kerja organisasi sangat tergantung dari efektivitas kerja dari orang-orang yang bekerja didalamnya. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas kerja dari organisasi yang memberikan pelayanan ( Siagian, 1996:60) antara lain:

a) Faktor Waktu

Faktor waktu disini maksudnya adalah ketepatan waktu dan kecepatan waktu dari pelayanan yang diberikan oleh pemebri pelayanan. Hanya saja penggunaan ukuran tentang tepat tidaknya atau cepat tidaknya pelayanan yang diberikan berbeda dari satu orang ke orang lain. Terlepas dari penilaian subjektif yang demikian, yang jelas ialah faktor dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran efektivitas kerja.

b) Faktor Kecermatan

Faktor kecermatan dapat dijadikan ukuran untuk menilai tingkat efektivitas kerja organisasi yang memberikan pelayanan.Faktor kecamatan disini adalah faktor ketelitian dari pemeberi pelayanan kepada pelanggan.Pelanggan akan cenderung memberikan nilai yang tidak terlalu tinggi kepada pemberi pelayan, apabila terjadi banyak kesalahan dalam proses pelayanan, meskipun diberikan dalam waktu yang singkat.

c) Faktor Gaya Pemberian Pelayanan

Gaya pemebrian pelayana merupakan salah satu ukuran lain yang dapat dan biasanyan digunakan dalam mengukur efektivitas kerja. Yang dimaksud dengan gaya disini adalah cara dan kebiasaan pemberi

(29)

14

pelayanan dalam memberikan jasa kepada pelanggan. Bisa saja si pelanggan merasa tidak sesuai dengan gaya pelanggan yang diberikan oleh pemberi pelayanan. Jika berbicara tentang sesuatu hal yang menyangkut kesesuaian, sesungguhnya apa yang dibicarakan termasuk hal yang tidak terlepas kaitannya dengan nilai-nilai sosial yang dianut oleh orang yang bersangkutan.

Dari ketiga indikator tersebut dapat dikemukakan bahwa efektivitas organisasi merupakan suatu konsep yang mampu memberikan gambaran tentang keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasarannya. Dalam hal ini penulis menggunakan teori dari Hari Lubis dan Martani Huseini (1987:55), selain itu saya juga memakai teorinya teori dari Siagian (1996:60) untuk menentukan efektifitas layanan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.

B. Konsep Pelayanan

Pada dasaranya, pelayanan dapat didefinisikan sebagai aktivitas seseorang, sekelompok orang dan atau organisasi baik langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan.

Warella mendefinisikan pelayanan sebagai suatu perbuatan (deed), suatu kinerja (perfomence) atau suatu usaha (effort). Sedangkan Davidow (Waluyo,2007:127)menyebutkan bahwa pelayanan adalah hal-hal yang diterapkan terhadap sesuatu produk akan meningkatkan daya atau nilai terhadap pelanggan.

Menurut Kotler dalam Sinambela (2006:4) :

“Pelayanan adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumopulan atau kesatuan dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.”

Monir ( Pasolong, 2007) mengartikan :

“Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung.”

(30)

15

Sedangkan Sempara Lukman ( Sinambela, 2006) mendefinisikan pelayanann :

“Sebagai suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antar seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik dan menyediakan kepuasan pelanggan.”

Jika dihubungkan dengan Adminitrasi Publik, pelayanan adalah kualitas birokrat terhadap masyarakat (Sinambela, 2008:6)

1. Definisi Pelayanan Publik

Sinambella (pasolong, 2007:128) mendefinisikan pelayanan public :

“Sebagai setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah terhadap sejumlah manusia yang memiliki kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terkait pada suatu produk secara fisik.”

Pelayanan publik menurut Agung Kurniawan (Pasolong, 2007:128) adalah :

“pemberian pelayanan (melayani) keperluan orang lain atau masyarakat mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan dan tata cara telah ditetapkan.”

Menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63/KEP/M. PAN/2003, pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan perundang- undangan. Pada hakekatnya, pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur negara sebagai abdi masyarakat.

(31)

16 2. Asas dan Tujuan Pelayanan Publik

Untuk dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pengguna penyelenggaraan pelayanan harus memenuhi asas-asas pelayanan berdasarkan Undang-Undang No. 25 tahun 2009 (pasal 4) :

1) Kepentingan Umum

Artinya pemberian pelayanan tidak boleh mengutamakan kepentingan pribadi dan atau golongan

2) Kepastian Hukum

Artinya, jaminan terwujudnya hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan pelayanan.

3) Kesamaan Hak

Artinya, pemberian pelayanan tidak membedakan suku, ras, agama, golongan, gender dan status ekonomi.

4) Keseimbangan Hak dan Kewajiban

Artinya, pemenuhan hak harus sebanding dengan kewajiban yang harus dilaksanakan baik oleh pemberi maupun penerima pelayanan 5) Keprofesionalan

Artinya, pelaksana pelayanan harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugas

6) Partisipatif

Artinya, peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.

7) Persamaan perilakuan/ tidak diskriminatif

Artinya, setiap warga negara memperoleh pelayanan yang adil.

8) Keterbukaan

Artinya, setiap penerima pelayanan dapat dengan mudah mengakses dan memperoleh informasi mengenai pelayanan yang diinginkan.

9) Akuntabilitas

Artinya, proses penyelenggaraan pelayanan harus dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perunndang-undangan.

10) Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan

Artinya, pemberian kemudahan terhadap kelompok rentan sehingga tercipta keadilan dalam pelayanan.

11) Ketepatan waktu

Artinya, penyelesaian setiap jenis pelayanan dilakukan tepat waktu sesuai dengan standar pelayanan

12) Kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan

Artinya, setiap jenis pelayanan dilakukan secara cepat, mudah dan terjangkau.

(32)

17

Secara teoritis, tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat. Untuk mencapai kepuasan itu dituntut kualitas pelayanan prima yang tercemin dari :

1) Transparansi:

Bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti.

2) Akuntabilitas:

Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3) Kondisional:

Sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas.

4) Partisipatif:

Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.

5) Kesamaan Hak:

Tidak diskriminatif dalam arti tidak membedakan suku, agama, ras, golongan, gender dan status ekonomi.

6) Keseimbangan Hak dan kewajiban:

Pemberi dan penerima pelayanan publik harus memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.

3. Kriteria Pelayanan Publik

Menurut Zethami,(2007:133), ada tiga karakteristik utama tentang pelayanan, yaitu :

a. Intangibility

Pelayanan pada dasarnya bersifat performance dan hasil pengalaman dan bukan objeknya.Kebanyakan pelayanan tidak dapat dihitung, diukur, diraba atau dites sebelum disampaikan untuk menjamin kualitas.Berbeda dengan barang yang dihasilkan oleh suatu pabrik yang dapat dites kualitasnya disampaikan pada pelanggan.

b. Heterogeinity

Pemakai jasa atau pelanggan memilik kebutuhan yang sangat heterogen, pelanggan dengan pelayanan yang sama mungkin

(33)

18

mempunyai prioritas berbeda. Demikian pula pada performance sering bervariasi dari suatu prosedur ke prosedur lainnya bahkan dari waktu ke waktu.

c. Inseparability

Produksi dan konsumsi suatu pelayanan tidak terpisahkan.

Konsenkuesinya didalam industri pelayanan kualitas tidak direkayasa kedalam produksi disektor pabrik kemudian disampaiakn kepada pelanggan. Kualitas terjadi selama interaksi antara klien/ pelanggan dengan penyedia jasa.

Menurut kepuasan MENPAN Nomor 06/1995 tentang Pedoman Penganugerahan Piala Abdisatyabakti bagi Unit Kerja/Kantoe Pelayanan Percontohan, sebagaimana tertera pada lampiran diatur mengenai kriteria pelayanan masyarakat yang baik, yaitu sebagai berikut (Santoso, 2008:63) :

1. Kesederhanaan

Kriteria ini mengandung arti bahwa prosedur/ tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, lancar, cepat, tepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan mudah dilaksanakan oleh masyarakat yang meminta pelayanan.

2. Kejelasan dan Kepastian

Kriteria ini mengandung arti adanya kejelasan dan kepastian mengenai : a. Prosedur / tata cara pelayanan

b. Persyaratan pelayanan

c. Unit kerja dan atau pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan

d. Rincian biaya. Tarif pelayanan dan tata cara pembayarannya.

e. Jadwal waktu penyelesaian pelayanan.

3. Keamanan

Kriteria ini mengandung arti bahwa proses serta hasil pelayanan dapat memberi rasa aman, kenyamanan, dan dapat me,berikankepastian hukum bagi masyarakat.

4. Keterbukaan

Kriteria ini mengandung arti bahwa proses serta hasil pelayanan dapat memberi rasa aman, kenyamanan, dan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

(34)

19 5. Efisien

Kriteria ini mengandung arti :

a. Persyaratan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memeperhatikan keterpaduan antara pesyaratan dengan produk pelayanan yang diberikan.

b. Dicegah adanya pengulangan pemenuhan pesyaratan dalam hal ini proses pelayanan masyarakat yang bersangkutan mempersyaratkan adanya kelengkapan persyaratan dari satuan kerja/ intansi pemerintahan yang terkait.

6. Ekonomis

Kriteria ini mengandung arti bahwa biaya pelayanan harus ditetapkan secara wajar dengan memeprhatikan:

a. Nilai barang atau jasa pelayanan masyarakat dan tidak menuntut biaya yang terlalu tinggi diluar kewajaran.

b. Kondisin dan kemampuan masyarakat untuk membayar.

c. Ketenttuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Keadilan Merata

Kriteria ini mengandung arti bahwa cakupan/ jangkauan pelayanan harus diusahakan seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan diberlakukan secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

8. Ketepatan waktu

Kriteria ini mengandung arti bahwa pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu telag ditentukan. Disamping kriteria- kriteria kualitatif tersebut, dalam melakukan penelitian digunakan pula kriteria kualitatif, antara lain meliputi :

a. Jumlah warga / amasyarakat yang meminta pelayanan (perhari, perbulan, pertahun)

b. Perbandingan periode pertama dengan periode berikutnya menunjukksn peningkatan atau tidak.

c. Lamanya waktu pemberian pelayanan masyarakat sesuai permintann (dihitung secra rata-rata)

d. Penggunaan perangkat-perangkat modern utnuk mempercepat dan mempermudahkan pelayanan kepada masyarakat.

e. Frekuensi keluhan atau pujian masyarakat penerima pelayanan terhadap pelayanan yang diberikan oleh unit kerja atau kantor pelayanan yang bersangkutan.

Selain itu MENPAN juga membuat 7 dimensi yang dapat dijadikan dasar untuk mengukur kinerja pelayanan publik instansi pemerintah serta BUMN/BUMD.ketujuh dimensi yang termuat dalam Kepmen PAN nomor 58 tahun 2002, yaitu :

(35)

20

1. Keserdehanaan prosedur pelyanan, mencakup kemudahan/ kesulitan pelayanan dan persyaratan masyarakat.

2. Keterbukaan informasi pelayanan, mencakup informasi tentang prosedur, persyaratan dan biaya, apabila jelas dapat diketahui masyarakat.

3. Kepastian pelaksanaan pelayanan, mencakup ketpatan waktu penyelesaian dan kesesuaian biaya yang dibayar dengan tarif resmi.

4. Mutu produk pelayanan, mencakup kualitas pelayanan meliputi cara kerja, dan haisl kerja.

5. Tingkat profesional petugas, mencakup keterampilan kerja, sikap, perilaku, dan disiplin pegawai.

6. Sarana dan prasarana, memcakup keberadaan dan fungsi dari fasilitas yang tersedia.

4. Jenis – jenis Pelayanan Publik

. Berdasarkan keputusan MENPAN No. 63/ KEP/ M. PAN/ 7/ 2003 bentuk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat dibedakan dalam beberapa jenis pelayanan, yaitu :

a) Pelayanan administratif Yaitu pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk dokumen resmi yang dibutuhkan oleh publik, misalnya status kewarganegaraan, sertifikat kompetensi, kepemilikan atau penguasaan terhadap suatu barang dan sebagainya. Dokumendokumen ini antara lain Kartu Tanda Pendudukan (KTP), akte Kelahiran, Akte Kematian, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Paspor, Sertifikat kepemilikan atau penguasaan Tanah dan sebagainya.

b) Pelayanan barang Yaitu pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk atau jenis barang yang digunakan oleh publik, misalnya jaringan telepon, penyediaan tenaga listrik, air bersih dan sebagainya.

c) Pelayanan jasa Yaitu pelayanan yang menghasikan berbagai bentuk jasa yang dibutuhkan oleh publik, misalnya pendidikan, pemeliharaan kesehatan, penyelenggaraan transportasi, pos dan sebagainya.

Hakikat pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudtan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan kinerja pelayanan publik senantiasa menyangkut tiga unsur pokok, yaitu : unsur kelembagaan

(36)

21

penyelenggaraan pelayanan, proses pelayanan serta sumber daya manusia pemberi pelayanan. Dalam hubungan ini maka upaya peningkatan kinerja pelayanan publik senantiasa berkenan dengan pengembang tiga unsur tersebut (Sujadi, 2009:9).

C. Perpustakaan Umum 1. Definisi Perpustakaan Umum

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan dalam pasal 22 menyebutkan bahwa, “ Perpustakaan umum diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, dan desa, serta dapat diselenggarakan oleh masyarakat”. Sedangkan menurut Saleh (2011:16), perpustakaan umum adalah jenis perpustakaan yang didirikan oleh masyarakat umum dan dibiayai oleh masyarakat itu sendiri baik secara langsung(swadaya) maupun tidak langsung seperti melalui pajak. Ciri- ciri perpustakaan umum menurut ABasuki (1991:46) yang di ungkapkan dalam buku Pengantar Ilmu Perpustakaan adalah sebagai berikut:

a) Tidak memandang perbedaan jenis kelamin, agama, kepercayaan, ras, usia, pandangan politik, dan pekerjaan.

b) Dibiayai oleh dana umum.

c) Jasa yang diberikan pada hakikatnya bersifat cuma- cuma/ gratis.

Perpustakaan umum merupakan sesuatu hal yang penting dalam masyarakat, Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (1995:5) menyatakan bahwa “Perpustakaan umum diartikan sebagai perpustakaan yang diselenggarakan di pemukiman penduduk (kota atau desa) diperuntukkan bagi semua lapisan dan golongan masyarakat penduduk pemukiman tersebut untuk melayani kebutuhan akan informasi dari bahan bacaan.”

(37)

22

Menurut pedoman tentang Perpustakaan Umum dari International Federationof Library Association and Institution (yang selanjutnya disebut IFLA)/UNESCO (2001:2) menyebutkan bahwa:

“The primary purposes of the public library are to provide resources and services in a variety of media to meet the needs of individuals and groups for education, information and personal development including recreation and leisure. They have an important role in the development and maintenance of a democratic society by giving the individual access to a wide and varied range of knowledge, ideas and opinions”.

Dapat diartikan bahwa tujuan utama dari Perpustakaan Umum adalah untuk menyediakan sumber daya dan layanan di berbagai media untuk memenuhi kebutuhan individu dan kelompok terhadap pendidikan, informasi dan pengembangan pribadi termasuk rekreasi dan memanfaatkan waktu luang.Perpustakaan umum memiliki peran penting dalam pengembangan dan pemeliharaan masyarakat dengan memberikan akses kepada berbagai dan beragam pengetahuan, ide dan pendapat. Pedoman Perpustakaan Umum terbitan IFLA/UNESCO (2001:7) memberi penjelasan bahwa Perpustaaan Umum bertanggung jawab atas enam hal yaitu pendidikan, informasi, pengembangan perseorangan, anak-anak dan kaum muda, Perpustakaan Umum dan pengembangan budaya, dan peran sosial Perpustakaan Umum. Menyimpulkan dari Guidelines for Public Library terbitan IFLA/UNESCO (2001:26), bahwa:

“Diantara enam tanggung jawab perpustakaan tersebut terdapat tanggung jawab khusus Perpustakaan Umum yaitu mendukung proses belajar membaca, dan untuk mempromosikan buku dan media lainnya untuk anak-anak. Di Perpustakaan Umum, anak-anak merupakan anggota. Perpustakaan yang juga berhak mendapatkan perlakuan dan layanan yang baik dari Perpustakaan Umum.Bahkan

(38)

23

anak-anak merupakan anggota perpustakaan yang perlu diberi perhatian lebih dalam pelayanan.Anak-anak harus didorong untuk menggunakan perpustakaan sejak usia dini, karena hal ini akan membuat mereka lebih mungkin untuk tetap menjadi pengguna di masa mendatang”.Dan menurut manifesto terbitan Guidelines for Public Library dari IFLA/UNESCO (2001:88), “Salah satu misi kunci Perpustakaan Umum adalah menciptakan dan memperkuat kebiasaan membaca pada anak-anak sejak usia dini”.

Jadi, Perpustakaan umum adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh dan untuk masyarakat yang memberikan sarana, akses, dan layanan informasi kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonominya.Selain itu, perpustakaan umum memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

2. Peran,Tugas, dan Fungsi Perpustakaan Umum

Peran perpustakaan umum tidaklah jauh berbeda dengan peran dari perpustakaan secara umum. Menurut publikasi INTERNATIONAL Federation of Library Association and Institution (IFLA) yang berjudul “ThePublic Library Service” (2001:7), perpustakaan memiliki peran sebagai agen perubahan (An agency for change), pemberi kebebasan bagi pemustaka dalam mengakses informasi (Freedom of information), penyedia layanan untuk semua (Access for all), layanan dan koleksi yang diberikan harus didasarkan pada kebutuhan lokal (Local needs), sebagai tempat untuk pengumpulan, pelestarian dan promosi budaya lokal dalam segala keragamannya (Local culture), perpustakaan harus

(39)

24

didasarkan pada budaya, atau kebudayaan, dari negara atau daerah dimana ia beroperasi (Thecultural roots of the public library).

Tugas Perpustakaan menurut Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Bidang Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Khusus, antara lain (2011:38):

a) Menyediakan sarana pengembangan kebiasaan membaca sejak usia dini;

b) Menyediakan sarana pendidikan seumur hidup;

c) Menunjang sistem pendidikan formal, non formal dan informal;

d) Menyediakan sarana pengembangan kreativitas diri anggota masyarakat;

e) Menunjang terselenggaranya pusat budaya masyarakat setempat sehingga aspirasi budaya lokal dapat terpelihara dan berkembang dengan baik;

f) Mendayagunakan koleksi termasuk akses informasi koleksi perpustakaan lain serta berbagai situs web;

g) Menyelenggarakan kerja sama dan membentuk jaringan informasi;

h) Menyediakan fasilitas belajar dan membaca;

i) Menfasilitasi pengembangan literasi informasi dan komputer;

j) Menyelenggarakan perluasan layanan perpustakaan proaktif antara lain melalui perpustakaan keliling;

k) Melakukan pengembangan dan pembinaan perpustakaan kecamatan dan perpustakaan Desa/kelurahan diwilayahnya;

l) Menghimpun dan melakukan pemutakhiran data perpustakaan diwilayah;

dan

m) Menginformasikan ke sistem data nasional perpustakaan (c.q Perpustakaan Nasional RI).

3. Tujuan Perpustakaan Umum

Menurut pedoman tentang Perpustakaan Umum dari IFLA/UNESCO (2001:2) menyebutkan bahwa,

“Tujuan utama dari perpustakaan umum adalah untuk menyediakan sumber daya dan jasa di berbagai media untuk memenuhi kebutuhan individu dan kelompok dalam hal pendidikan, informasi dan pengembangan pribadi termasuk rekreasi dan waktu luang. Mereka memiliki peran penting dalam pengembangan dan pemeliharaan masyarakat demokratis dengan memberikan akses individu untuk berbagai dan beragam pengetahuan,ide dan pendapat”.

Penjelasan selanjutnya disebutkan bahwa terdapat enamhal yang menjadi perhatian khusus bagi perpustakaan umum, antara lain :

(40)

25 a) Education.

b) Information.

c) Personal development.

d) Children and young people.

e) Public libraries and cultural development.

f) The sosial role of the public library.

Menyimpulkan dari Guidelines for Public Library terbitan IFLA/UNESCO, bahwa diantara enam tanggung jawab Perpustakaan tersebut terdapat tanggung jawab khusus bagi perpustakaan umum yaitu mendukung proses belajar membaca, dan untuk mempromosikan buku dan media lainnya untuk anak-anak. Di Perpustakaan Umum, anak-anak merupakan anggota Perpustakaan yang juga berhak mendapatkan perlakuan dan layanan yang baik dari Perpustakaan Umum. Bahkan anak-anak merupakan anggota perpustakaan yang perlu diberi perhatian lebih dalam pelayanan. Anak-anak harus didorong untuk menggunakan perpustakaan sejak usia dini, karena hal ini akan membuat mereka lebih mungkin untuk tetap menjadi pengguna di masa mendatang (IFLA/UNESCO Guidelinesfor Public Library, 2001:26). Kemudian menurut manifesto terbitan Guidelines for Public Library dari IFLA/UNESCO, salah satu misi kunci Perpustakaan Umum adalah menciptakan dan memperkuat kebiasaan membaca pada anak-anak sejak usia dini (IFLA/UNESCO, 2001:88).

Dari penjelasan mengenai definisi, peran, tugas, dan fungsi baik perpustakaan (secara umum) maupun perpustakaan umum yang telah dijelaskan tersebut, maka yang perlu untuk diperhatikan adalah peningkatan minat baca anak.Di dalam definisinya dijelaskan bahwa perpustakaan umum melayani semua lapisan masyarakat tanpa dibeda-bedakan, termasuk dalam hal umur.Berdasarkan peran, tugas, dan fungsinya, perpustakaan mengemban amanah untuk

(41)

26

menyediakan layanan kepada pemustaka yang salah satunya adalah berhubungan dengan peningkatan minat baca anak. Dan ditambah lagi apabila dilihat dari tugasnya, maka dapat kita simpulkan bahwa perpustakaan umum memiliki tanggung jawab kunci yaitu menciptakan dan memperkuat kebiasaan membaca pada anak-anak sejak usia dini.

4. Koleksi Perpustakaan Umum

Yulia menerangkan dalam bukunya yang berjudul Pengembangan Koleksi (2009:5), bahwa “Koleksi perpustakaan adalah semua bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka”.Selanjutnya Yulia (2009:19) menerangkan bahwa, “Istilah yang digunakan untuk bahan perpustakaan adalah bahan pustaka.Sedangkan kumpulan dari bahan pustaka adalah koleksi perpustakaan.Semua istilah tersebut pada intinya adalah ditujukan untuk sebuah karya hasil pemikiran manusia yang dituangkan ke dalam berbagai bentuk media”.

Sesuai dengan definisinya, maka perpustakaan diharuskan untuk menyediakan kebutuhan informasi kepada pemustaka sesuai dengan kebutuhan pemustakanya tanpa membeda-bedakan. Dengan kata lain, maka Perpustakaan umum harus menyediakan berbagai bahan dalam berbagai format, macam dan jenis, serta dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Hal ini sama dengan pendapat dari Martoatmodjo (2009:3), beliau menjelaskan bahwa,

“Perpustakaan umum merupakan salah satu jenis perpustakaan untuk memberikan layanan kepada masyarakat umum yang tinggal di

(42)

27

lingkungan tertentu.Anggota perpustakaan umum tidak dibeda-bedakan, jadi pada dasarnya sebuah perpustakaan umum harus dapat melayani anak-anak, remaja, dan orang tua dari berbagai tingkat pendidikan.Karena itu, koleksi perpustakaan umum harus lengkap, dari bahan yang bersifat rekreasi sampai bahan untuk penelitian”.

SNP Bidang Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Khusus (2011:3) menerangkan bahwa, standar koleksi perkapita ialah jumlah (judul) koleksi perpustakaan sekurang-kurangnya 0,025 per kapita dikalikan jumlah penduduk di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan (lihat Tabel 2).

Tabel 2. Jumlah Koleksi Perpustakaan Umum Berdasarkan Jumlah Penduduk

(Sumber: SNP 003:2011)

Untuk Usia Koleksi, SNP menjelaskan bahwa, “Perpustakaan memiliki koleksi terbaru (lima tahun terakhir) sekurang-kurangnya 10% dari jumlah koleksi”. Sedangkan untuk Jenis koleksi, SNP (2011:3) memberikan standar antara lain:

a) Perpustakaan memiliki jenis koleksi anak, koleksi remaja, dewasa, koleksi referensi anak, koleksi referensi remaja/dewasa, koleksi khusus, surat kabar, majalah, dan koleksi non cetak.

No. Jumlah Penduduk (jiwa) Jumlah Koleksi (judul) Keterangan

1 <200.000 5000

2 200.000 – 300.000 7.500

3 300.000- 400.000 10.000

4 dst(kelipatan 100.000) Penambahan 2.500

judul

(43)

28

b) Jenis koleksi perpustakaan mengakomodasikan semua kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan penyandang cacat.

c) Perpustakaan menyediakan koleksi terbitan lokal dan koleksi muatan lokal.

d) Koleksi perpustakaan terdiri dari berbagai disiplin ilmu sesuai kebutuhan masyarakat.

e) Komposisi dan jumlah masing-masing jenis koleksi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pembangunan daerah.

IFLA/UNESCO The Public Library Service (2001:52) berpendapat mengenai koleksi perpustakaan umum, yaitu bahwa “The public libraryshould provide a wide range of materials in a variety of formats and in sufficient quantity to meet the needs and interests of the community”. Selanjutnya, IFLA/UNESCO The Public Library Service (2001:52) mengkategorikan koleksi perpustakaan yang menggambarkan perpustakaan umum yang khas. Berikut daftar kategorinya:

a) Fiction and non-fiction for adults, young adults and children;

b) Referenceworks;

c) Accesstodatabases;

d) Periodicals;

e) Local,regional and national newspapers;

f) Community information;

g) Government information, including information by and about localadministrations;

h) Business information;

i) Local history resources;

j) Genealogical resources;

k) Resources in the primary language of the community;

l) Resources in minority languages in the community;

m) Resources in other languages;

n) Music scores;

o) Computer games;

p) Toys;

q) Games and puzzles;

(44)

29

Dari penjelasan mengenai jenis dan/atau kategori koleksi perpustakaan tersebut dapat dilihat bahwa perpustakaan umum menyediakan koleksi disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka terlebih dari sisi umurnya.Adapun koleksi perpustakaan umum yang harus ada untuk mencapai tujuan dalam peningkatan minat baca sejak dini ialah koleksi untuk anak dan remaja.

Sedangkan untuk format dari koleksi perpustakaan umum, IFLA/UNESCO The Public Library Service (2001:53) menyebutkan:

a) Books, both hard and soft covers, b) Pamphlets and ephemera,

c) Newspapers and periodicals including cuttings files, d) Digital information through the internet,

e) Online databases, f) Cd-rom databases, g) Software programmes, h) Microforms,

i) Tapes and compact discs (cds), j) Digital versatile discs (dvds), k) Videocassettes,

l) Laser discs,

m) Large print materials, n) Braille materials, o) Audio books,

p) Electronic books, dan q) Posters.

Jenis dan format dapat berubah dan berkembang seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Melihat fenomena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi, maka dapat dipastikan bahwa akan terjadi perubahan (perkembangan). Maka dari itu, perpustakaan harus berupaya untuk menyesuaikan koleksinya dengan kebutuhan pemustaka sesuai dengan perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang terjadi.

(45)

30

“Pengembangan koleksi merupakan proses universal untuk perpustakaan karena setiap perpustakaan akan membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pengguna perpustakaan (pemustaka)” (Yulia, 2009:8). Proses pengembangan koleksi terdiri dari 6 komponen kegiatan yang terdiri dari berikut ini (Yulia, 2009:9):

a) Analisis Masyarakat, dalam hal ini masyarakat pengguna.

b) Kebijakan seleksi.

c) Seleksi.

d) Penyiangan.

e) Evaluasi.

Menurut Saleh (2010:2), “Pengembangan koleksi mencakup semua kegiatan untuk memperluas koleksi yang ada di perpustakaan terutama aspek seleksi dan evaluasi. Kriteria utama untuk koleksi harus (IFLA/UNESCO: The Public Library Service, 2001:54): The main criteria for collections should be:

a) A range of resources that cater for all members of the community,

b) Resources in formats that enable all members of the community tomake use of the library service,

c) Inflow of new titles, d) Inflow of new books,

e) A wide range of fiction categories and of non-fiction subjectcoverage, f) Provision of non-print resources,

g) Access to external resources such as libraries of other institutions,electronic databases, local societies, government departments or thecommunity’s knowledge of oral cultures,

h) Discard of old, worn and outdated books, non-print resources andinformation sources.

5. Jenis Layanan Perpustakaan Umum

Sesuai dengan peran, tugas, dan fungsi perpustakaan umum, maka perpustakaan umum dituntut untuk memberikan kebebasan akses kepada

(46)

31

pemustakanya. Hal ini dijelaskan dalam IFLA/UNESCO: The PublicLibrary Service (2001:23) bahwa,

“Untuk menjadi sukses dalam memenuhi tujuannya layanan perpustakaan umum harus benar-benar dapat diakses oleh semua pengguna potensial.

Setiap pembatasan akses, baik yang disengaja atau tidak disengaja, akan mengurangi kemampuan perpustakaan umum untuk sepenuhnya mencapai peran utamanya memenuhi kebutuhan perpustakaan dan informasi dari masyarakat yang dilayaninya. Berikut ini adalah elemen penting dalam memberikan layanan perpustakaan umum yang efektif”:

a) mengidentifikasi pengguna potensial, b) menganalisis kebutuhan pengguna,

c) mengembangkan layanan kepada kelompok-kelompok dan individu, d) memperkenalkan kebijakan customer care,

e) mempromosikan pendidikan pengguna, f) kooperasi dan berbagi sumber daya, g) mengembangkan jaringan elektronik, h) memastikan akses ke layanan,

i) menyediakan gedung perpustakaan.

Perpustakaan umum harus bertujuan untuk melayani semua warga negara dan kelompok.Seorang individu tidak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk menggunakan perpustakaan.Perpustakaan dimanapun memiliki sumberdaya yang terbatas.Sebagai sumber daya terbatas, maka perpustakaan harus menetapkan prioritas berdasarkan analisis kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan siapa yang menggunakan dan yang tidak menggunakan layanan perpustakaan (IFLA/UNESCO: The Public Library Service, 2001:24-25).

Perpustakaan umum memiliki kelompok sasaran potensial berikut (IFLA/UNESCO: The Public Library Service (2001:24):

a) People at all ages and at all stages of life:

1) .children, 2) young adults, 3) adults.

b) Individuals and groups of people with special needs:

1. people from different cultures and ethnic groups including indigenous people,

(47)

32

2. people with disabilities, e.g., blind and partially sighted, hearingimpaired,

3. housebound people,

4. . institutionally confined people, e.g., in hospitals, prisons.

5. Institutions within the wider community network:

1. educational, cultural and voluntary organizations and groups in thecommunity,

2. the business community,

3. the governing body of the parent organization, e.g., local authority.

Dari kelompok sasaran yang disebutkan, apabila dihubungkan kembali dengan tanggung jawab kunci perpustakaan umum yaitu menciptakan dan memperkuat kebiasaan membaca pada anak-anak sejak usia dini, maka anak-anak dapat dijadikan sebagai prioritas yang utama di perpustakaan umum.

IFLA/UNESCO: The Public Library Service (2001:26), menjelaskan secara singkat mengenai layanan anak pada perpustakaan umum. Berikut penjelasannya:

“By providing a wide range of materials and activities, public librariesprovide an opportunity for children to experience the enjoyment ofreading and the excitement of discovering knowledge and works of theimagination. Children and their parents should be taught how to makethe best use of a library and how to develop skills in the use of printed and electronic media. Public libraries have a special responsibility tom support the process of learning to read, and to promote books and otherm media for children. The library must provide special events for children,such as story telling and activities related to the library’s services and resources. Children should be encouraged to use the library from anearly age as this will make them more likely to remain users in futureyears. In multilingual countries books and audiovisual materials forchildren should be available in their mother tongue.”

Dari penjelasan tersebut yang perlu digaris bawahi adalah bahwa Perpustakaan umum memiliki tanggung jawab khusus untuk mendukung proses belajar membaca, dan untuk mempromosikan buku dan media lainnya untuk anak-anak. Perpustakaan harus menyediakan acara khusus untuk anak-anak, seperti story telling dan kegiatan yang berkaitan dengan layanan perpustakaan dan

Gambar

Tabel  1.  Hasil  Riset  Presentase  Anak  Mendengar  Radio,  Melihat  Televisi,  dan  Membaca  Surat Kabar
Tabel 2. Jumlah Koleksi Perpustakaan Umum Berdasarkan Jumlah  Penduduk
Gambar 1. Alon-Alon Kota Blitar
Gambar 2. Peta Letak Kota Blitar
+7

Referensi

Dokumen terkait

petugas perpustakaan untuk mencari informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Pada. perpustakaan UMI I Medan, terdapat layanan referensi namun koleksi

Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan petugas perpustakaan, pelayanan terhadap kegiatan transaksi peminjaman maupun pengembalian selama ini masih membutuhkan waktu

Hasil yang di dapat dari pengataman ini adalah: (1) Layanan Perpustakaan Elektronik Keliling (Pusteling) di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memberikan layanan

Hasil dari wawancara mendalam yang dilakukan oleh 10 orang informan menyatakan bahwa layanan membaca di perpustakaan keliling belum dapat dimanfatkan secara baik

a) Ramah, sabar, sehingga masyarakat pengunjung mempunyai kesan menyenangkan terhadap pelayanan perpustkaan keliling. b) Cekatan dan terampil karena waktu dan tempat

Dalam melaksanakan tugasnya, pelayanan Perpustakaan Keliling Umum GunungBungsu memakai sistem terbuka (open acces) dimana pengguna perpustakaan keliling diberikan

Menurut Bafadal(2005) layanan terbuka adalah pelayanan yang memberikan kebebasan kepada para pengunjung perpustakaan untuk masuk keruang buku untuk memilih bahan pustaka yang

Petugas perpustakaan (pustakawan) telah menunjukan sikap yang baik dalam melayani mahasiswa karena dengan pelayanan yang baik oleh pustakawan terhadap pengunjung