BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Efektivitas Kebijakan Publik
Efektivitas merupakan salah satu hal yang penting dalam organisasi, hal ini dikarenakan efektivitas dapat memberikan gambaran terhadap suatu keberhasilan program yang dijalankan. Stoner (dalam Tangkilisan, 2005:138) menekankan bahwa pentingnya efektivitas organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi dan efektivitas adalah kunci kesuksesan dari suatu organisasi.
Pada dasarnya efektivitas berasal dari kata “efek” dan digunakan sebagai istilah hubungan sebab akibat. Efektivitas berarti bahwa tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai atau dengan kata sasaran tercapai karena adanya proses kegiatan (Pasolong, 2007:4).
2.5.1 Pengertian Efektivitas
Efektivitas merupakan kemampuan melaksanakan tugas, fungsi (operasi kegiatan program atau misi) daripada suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak adanya tekanan atau ketegangan diantara pelaksanaannya (Kurniawan, 2005:109).
Semantara itu Argris (dalam Tangkilisan, 2005:139) menyatakan bahwa efektivitas adalah keseimbangan atau pendekatan secara optimal pada pencapaian tujuan, kemampuan, dan pemanfaatan tenaga manusia.
21 Georgopualos dan Tannebaum (dalam Tangkilisan, 2005:139) mengukapkan bahwa efektivitas organisasi adalah tingkat sejauh mana suatu organisasi yang merupakan sistem sosial dengan segala sumber daya dan sarana tertentu yang tersedia memenuhi tujuan- tujuannya tanpa pemborosan dan menghindari ketegangan yang tidak perlu diantara anggota-anggotanya.
Sementara itu (Martani dan Lubis, 1987:55), menyatakan bahwa dalam setiap organisasi, efektivitas merupakan unsur pokok aktivitas untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan kata lain suatu organisasi disebut efektif apabila tercapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya”.
Efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai. Pendapat tersebut menyatakan bahwa efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target yang telah ditetapkan sebelumnya oleh lembaga atau organisasi dapat tercapai. Hal tersebut sangat penting peranannya di dalam setiap lembaga atau organisasi dan berguna untuk melihat perkembangan dan kemajuan yang dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi itu sendiri (Sedarmayanti, 2006:61).
Dari pengertian yang telah diuraikan di atas, maka dapat dikatakan bahwa efektivitas merupakan suatu ukuran keberhasilan dari organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini penilaian efektivitas suatu program perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dampak dan manfaat yang dihasilkan oleh program tersebut.
2.5.2 Kriteria Pengukuran Efektivitas
Tingkat efektivitas dapat diukur dengan membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil nyata yang telah diwujudkan. Indikator tentang efektivitas dijelaskan oleh beberapa ahli, yang mana hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuan dari program yang dijalankan.
Kriteria atau ukuran mengenai pencapaian tujuan efektif atau tidak, sebagaimana dikemukakan oleh (Siagian, 1978 : 77), yaitu:
1. Kejelasan tujuan yang hendak dicapai, hal ini dimaksudkan supaya karyawan dalam pelaksanaan tugas mencapai sasaran yang terarah dan tujuan organisasi dapat tercapai.
22 2. Kejelasan strategi pencapaian tujuan, telah diketahui bahwa strategi adalah
“pada jalan” yang diikuti dalam melakukan berbagai upaya dalam mencapai sasaran-sasaran yang ditentukan agar para implementer tidak tersesat dalam pencapaian tujuan organisasi.
3. Proses analisis dan perumusan kebijakan yang mantap, berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai dan strategi yang telah ditetapkan artinya kebijakan harus mampu menjembatani tujuan-tujuan dengan usaha-usaha pelaksanaan kegiatan operasional.
4. Perencanaan yang matang, pada hakekatnya berarti memutuskan sekarang apa yang dikerjakan oleh organisasi dimasa depan.
5. Penyusunan program yang tepat suatu rencana yang baik masih perlu dijabarkan dalam program-program pelaksanaan yang tepat sebab apabila tidak, para pelaksana Universitas Sumatera Utaraakan kurang memiliki pedoman bertindak dan bekerja.
6. Tersedianya sarana dan prasarana kerja, salah satu indikator efektivitas organisasi adalah kemamapuan bekerja secara produktif. Dengan sarana dan prasarana yang tersedia dan mungkin disediakan oleh organisasi.
7. Pelaksanaan yang efektif dan efisien, bagaimanapun baiknya suatu program apabila tidak dilaksanakan secara efektif dan efisien maka organisasi tersebut tidak akan mencapai sasarannya, karena dengan pelaksanaan organisasi semakin didekatkan pada tujuannya.
8. Sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik mengingat sifat manusia yang tidak sempurna maka efektivitas organisasi menuntut terdapatnya sistem pengawasan dan pengendalian.
Sementara itu, Azhar Kasim (1993:16) dalam upaya mengukur efektivitas, terdapat 3 (tiga) metode dasar yang dapat dijadikan instrument yaitu:
1. Model Sistem Rasional, dalam sistem ini menekankan pada produktivitas dan efisiensi.
2. Model Sistem Alamiah, dalam sistem ini menekankan pada segi moral dan kekompakannya dari anggota organisasi.
3. Model Sistem terbuka, dalam sistem ini menekankan pada dimensi perolehan sumber daya dan kemampuan mengadaptasi diri terhadap lingkungannya.
Steers (dalam Tangkilisan, 2005: 140) mengemukakan bahwa ada lima kriteria dalam pengukuran efektivitas organisasi, yaitu:
1. Produktivitas
2. Kemampuan adaptasi atau fleksibilitas 3. Kepuasan kerja
4. Kemampuan berlaba 5. Pencarian sumber daya
23 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengukuran efektivitas yang digunakan mempunya kriteria yang berbeda-beda, namun pada dasarnya pengukuran efektivitas dilihat dari bagaimana organisasi menciptakan lingkungan kerja yang baik, sehingga akan mempermudah dalam proses mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran efektvitas organisasi pada dasarnya dilihat dari hasil yang dicapai dari tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya.
2.5.3 Pendekatan Efektivitas
Efektivitas merupakan hal yang sangat penting dalam organisasi, hal ini dikarenakan efektivitas menjadi hasil dari keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Pengukuran efektivitas bukanlah hal yang sederhana mengingat perbedaan tujuan dari organisasi yang berbeda. Hari Lubis dan Martani Huseini (1987:55), menyebutkan tiga pendekatan utama dalam pengukuran efektifitas organisasi, yaitu: Pendekatan efektivitas dilakukan dengan acuan berbagai bagian yang berbeda dari lembaga, dimana lembaga mendapatkan input atau masukan berupa berbagai macam sumber dari lingkungannya. Kegiatan dan proses internal yang terjadi dalam lembaga mengubah input menjadi output atau program yang kemudian dilemparkan kembali pada lingkungannya. Berikut tiga (3) pendekatan utama dalam pengukuran efektifitas organisasi menurut Martani Huseini dan hari Lubis (1987:55), yaitu:
1. Pendekatan sumber (resource approach) yakni mengukur efektivitas dari input. Pendekatan mengutamakan adanya keberhasilan organisasi untuk memperoleh sumber daya, baik fisik maupun non fisik yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
2. Pendekatan proses (process approach) adalah untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan program dari semua kegiatan proses internal atau mekanisme organisasi. Pendekatan ini dilakukan melalui indikator internal seperti efesiensi dalam pelayanan, prosedur pelayanan, semangat kerjasama dan loyalitas kelompok kerja,
24 hubungan antara atasan dan bawahan, serta sarana dan prasarana yang tersedia.
3. Pendekatan sasaran (goals approach) dimana pusat perhatian pada output, mengukur keberhasilan organisasi untuk mencapai hasil (output) yang sesuai dengan rencana.
Dari ketiga pendekatan di atas, dapat dikemukakan bahwa efektivitas organisasi akan memberikan gambaran bagaimana organisasi mampu menciptakan lingkungan organisasi yang baik, dengan bagaimana cara yang dilakukan organisasi dalam mencapai hasil dari program yang telah diciptakan oleh organisasi dalam mencapai tujuannya.
Dalam hal ini, penulis menggunakan pendekatan proses (process approach) untuk mengukur efektivitas program e-Warong KUBE-PKH dalam upaya mengentaskan kemiskinan pada Dinas Sosial Kota Medan. Pendekatan proses (process approach ) menganggap efektivitas sebagai efesiensi dan kondisi kesehatan organisasi internal, yaitu kegiatan dan proses internal organisasi yang berjalan dengan lancar. Pendekatan proses (process approach) menggambarkan kegiatan internal organisasi dan mengukur efektivitas melalui indikator internal seperti efesiensi dalam pelayanan, prosedur pelayanan, semangat kerjasama dan loyalitas kelompok kerja, hubungan antara atasan dan bawahan, serta sarana dan prasarana yang tersedia.