• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Program Bimbingan Karier Untuk Mengembangkan Identitas Karier Mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi

No Kegiatan Hasil Observasi Pada

B. Pembahasan Hasil Penelitian

3. Efektivitas Program Bimbingan Karier Untuk Mengembangkan Identitas Karier Mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan mengenai keefektifan program bimbingan karier berdasarkan hasil pretest dan posttest terdapat perubahan yang signifikan peningkatan rata-rata skor matang 20,62 (gain). Skor rata-rata (pretest) responden sebelum mendapatkan program bimbingan karier adalah 113,66 dan skornya (posttest) berubah menjadi 134,28 setelah mendapatkan program bimbingan karier. Hal tersebut menunjukkan bahwa program bimbingan karier yang disusun efektif dalam mengembangkan identitas karier mahasiswa. Suherman (2007) mengemukakan bahwa program bimbingan yang dikembangkan secara baik akan mendorong pelaksanaan layanannya dengan lancar, efektif, efisien, serta dapat dilakukan evaluasi baik terhadap program, proses, maupun hasil.

Identitas karier terbentuk berdasarkan pemaknaan terhadap eksplorasi dan komitmen yang dilakukan terhadap peran karier yang dimiliki yang selanjutnya menjadi aspek identitas karier. Berdasarkan data pretest dan posttest aspek eksplorasi dan komitmen sampai dengan indikator keseluruhannya memiliki peningkatan rata-rata yang signifikan. Perubahan terjadi dari 16 orang mahasiswa dengan tingkat eksplorasi yang rendah setelah mendapatkan program bimbingan karier berubah menjadi tinggi, begitu juga pada aspek komitmen dari 22 orang yang memiliki komitmen rendah setelah mendapatkan program bimbingan karier 20 orang mahasiswa berubah menjadi memiliki komitmen yang tinggi.

Pengujian signifikansi menggunakan uji t kedua aspek signifikan dan dapat digunakan untuk mengembangkan identitas karier. Selanjutnya masih

Andi Kiswanto, 2014

PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu

dengan uji t, diukur pula indikator-indikator dari setiap aspek yang terdiri dari 4 indikator pada aspek eksplorasi dan 5 indikator pada aspek komitmen. Diperoleh hasil signifikan semua indikatornya, hal ini kemudian menjadikan rekomendasi dalam pembuatan program lapangan, untuk tidak mengurangi tahapan dan isi program tapi menambah pertemuannya.

Selain itu perubahan yang terjadi dalam status identitas dari 6 orang mahasiswa yang memiliki status identitas diffusion keseluruhannya status identitasnya berubah menjadi achievement, 10 orang yang memiliki status identitas foreclosure keseluruhannya berubah menjadi status identitas achievement, dan dari 16 orang yang memiliki status identitas moratorium hanya 14 orang yang berubah statusnya menjadi achievement dan dua orang lainnya seorang statusnya tetap pada status achievement dan seorang lainnya berubah menjadi diffusion. Dengan demikian perubahan status identitas diffusion dan foreclosure menjadi achievement 100% berubah akan tetapi untuk status identitas moratorium hanya 87,5% berubah menjadi achievement. Perubahan status dari diffusion, foreclosure dan moratorium menjadi status identitas achievement menurut Marcia (1993) merepresentasikan pertimbangan dari tiap alternatif terhadap identitas atau perkembangan secara personal eksplorasi dan komitmen yang bermakna. Perubahan status identitas dari moratorium menjadi diffusion terjadi dikarenakan mahasiswa menyerah akan usaha yang dilakukan untuk menemukan sesuatu yang berguna untuk dilakukan. Sedangkan tetapnya identitas moratorium (tidak berubah) karena merasa segala sesuatunya tidak mungkin dan tetap dalam sebuah krisis identitas. Karena tingkat kecemasan berhubungan dengan kurangnya tujuan seseorang, nilai-nilai, dan kepercayaan sebagai tugas-tugas pembentuk identitas yang dianggap lebih rendah pada individu yang tidak berhasil menyelesaikan krisis identitas.

Suherman (2013) berpendapat bahwa tujuan-tujuan bimbingan dan konseling karier di perguruan tinggi adalah sebagai (1) bantuan dalam memilih bidang studi, banyak mahasiswa baru yang memiliki keinginan untuk mengubah jurusannya; (2) bantuan dalam penilaian diri dan analisis diri, mahasiswa harus

Andi Kiswanto, 2014

PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu

dibantu dalam menemukan identitas pribadi maupun identitas karier; (3) bantuan dalam memahami dunia kerja; (4) bantuan dalam pengambilan keputusan, pemberian informasi baik mengenai diri maupun di luar diri mahasiwa yang diterjemahkan ke dalam tujuan karier jangka pendek dan jangka panjang yang realistis; (5) bantuan memasuki dunia kerja, penempatan atau menghubungkan mahasiswa yang mencari pekerjaan dengan pekerjaan yang tersedia; dan (6) bantuan dalam menemukan kebutuhan-kebutuhan unik berbagai sub populasi, minoritas yang kelihatan (etnis Cina, India, Arab dsb.) atau minoritas yang kurang jelas kelihatan (mahasiswa yang homo atau lesbian), mahasiswa asing, mahasiswa laki-laki dan perempuan bahkan mahasiswa tertentu dari jurusan tertentu yang membutuhkan layanan yang berbeda.

Marcia (1993) mengatakan bahwa salah satu keberhasilan status identitas achievement adalah mampu melaksanakan proses eksplorasi identitas sehingga dapat membuat keputusan-keputusan yang masuk akal sampai pada kehidupan masa depan seperti karier. Program bimbingan karier dapat membantu mahasiswa dengan status identitas diffusion, foreclosure dan moratorium menjadi status identitas achievement hanya saja perlu diperhatikan bahwa untuk mengembangkan identitas diperlukan lingkungan yang mendukung (Archer, 1998; Meijers, 1998) karena lingkungan mendominasi perilaku sadar seseorang, dan terkadang identitas karier seseorang dapat dilihat berdasarkan definisi karakteristik seseorang. Menurut Herr & Crammer (1984) perguruan tinggi telah menggunakan empat pendekatan utama dalam pemberian bimbingan karier: a) mata-mata kuliah, loka karya, dan seminar yang memberikan pengalaman kelompok berstruktur dalam perencanaan karier; b) aktivitas bimbingan kelompok yang biasanya kurang berstruktur dan menekankan pada aspek yang lebih efektif dari perkembangan manusia dan karier; c) kesempatan konseling individual yang beraksentuasi pada berbagai orientasi teoretis terhadap karier; dan d) program penempatan yang merupakan puncak dari proses perencanaan dan pengambilan keputusan karier.

Andi Kiswanto, 2014

PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu

Pada umumnya hasil penelitian ini mendukung semua teori dan hasil penelitian yang dirujuk pada tinjauan pustaka dalam BAB II. Program bimbingan karier efektif untuk mengembangkan identittas karier mahasiswa. Secara spesifik seluruh aspek dan indikator dalam penelitian inipun diuji keefektifannya, dan pada hasil akhir diperoleh bahwa seluruh aspek dan indikator dinyatakan efektif untuk mengembangkan identitas karier mahasiswa jurusan pendidikan akuntansi tahun akademik 2013/2014.