No Kegiatan Hasil Observasi Pada
B. Pembahasan Hasil Penelitian
2. Profil Per Aspek Dan Per Indikator Identitas Karier Mahasiswa
Identitas karier dibentuk oleh eksplorasi dan komitmen (Marcia, 1993), artinya untuk mencapai identitas karier (achievement) selain melakukan eksplorasi terhadap bidang karier harus disertai juga dengan adanya komitmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang memiliki status identitas achievement, hal tersebut merupakan sesuai dengan tingkat perkembangan menurut Erikson. Yang akan dikhawatirkan muncul menjadi masalah adalah mahasiswa dengan status identitas diffusion, foreclosure dan moratorium. Menurut Suherman (2013) masalah-masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa adalah (1) belum memiliki pemahaman yang mantap tentang program studi yang dimasuki; (2) program studi yang dimasuki bukan pilihan sendiri; (3) belum
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
memahami jenis pekerjaan yang cocok dengan kemampuan sendiri; (4) masih bingung untuk memilih jenis pekerjaan yang sesuai minat atau kemampuan; (5) merasa pesimis bahwa setelah lulus akan mendapat pekerjaan yang diharapkan. Kelima permasalahan mahasiswa tersebut akan muncul dan dihadapi apabila mahasiswa-mahasiswa tidak mendapatkan layanan bimbingan karier dan tidak memahami identitas karier yang dimilikinya, terutama eksplorasi dan komitmennya dalam bidang karier.
a. Eksplorasi
Eksplorasi dalam penelitian ini mengacu pada aktivitas pengetahuan dan sikap (Marcia, 1993), seperti usaha mahasiswa secara aktif untuk mencari, dan memahami masalah-masalah yang menyangkut karier (pendidikan dan pekerjaan). Seseorang melakukan eksplorasi sebagai salah satu cara untuk mencari informasi tentang diri dan lingkungan, dengan tujuan mengembangkan diri dan mengembangkan karier. Walaupun eksplorasi karier secara proaktif adalah hal yang biasa ketika seseorang menjalani transisi karier dan ketika menghadapi kebutuhan untuk membuat keputusan karier, eksplorasi selalu dipicu oleh rasa ingin tahu dan hasrat secara alami.
Eksplorasi dalam konteks yang lebih luas, menegaskan bahwa proses eksplorasi membantu perkembangan antara self atau identitas. Melibatkan eksplorasi meningkatkan otonomi dan integrasi diri. Lalu, hasil dari eksplorasi adalah self-construction, mengarah kepada proses pengembangan identitas yang koheren, bermakna dan mengimplementasikan identitas pada rencana hidupnya. Eksplorasi dapat dilihat sebagai makna yang penting oleh seseorang sepanjang rentang hidup dan peran hidupnya. Dalam eksplorasi, seseorang melihat diri dan informasi minatnya secara relevan. Satu yang paling penting dalam eksplorasi karier adalah pembuatan keputusan kerja. Eksplorasi secara umum digunakan dalam informasi tentang dirinya dan pekerjaan alternative, lalu membantu
seseorang membuat keputusan kerja yang tepat
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
kata lain, seseorang yang memahami
identitas kariernya akan mempermudahnya
m e n c a p a i tu j u a n k a r i e r n y a .
Seperti dalam halnya penelitian ini, dimana didapatkan skor rata-rata mahasiswa dalam aspek eksplorasi yakni status identitas diffusion 5, foreclosure 8,7, moratorium 16,5 dan achievement 69,8. Secara keseluruhan terdapat 16 orang mahasiswa jurusan pendidikan akuntansi tahun akademik 2013/2014 yang memiliki eksplorasi yang rendah. Eksplorasi dalam penelitian ini terbagi kedalam indikator pengetahuan diri, aktifitas untuk mendapatkan informasi mengenai karier, mempertimbangkan berbagai alternatif karier yang potensial dan keinginan untuk membuat keputusan lebih awal.
1) Pengetahuan diri
Indikator pengetahuan diri dalam penelitian ini diketahui bahwa hasilnya dengan skor rata-rata yakni status identitas diffusion 1,5, foreclosure 2,6, moratorium 5,0 dan achievement 20,6. Pengetahuan diri dalam penelitian ini merupakan gabungan dua hal. Yang pertama bagaimana dalam relasi interpersonal seseorang mempersepsi kebutuhan, kemampuan, kelebihan, dan keterampilannya sendiri; yang kedua bagaimana dalam relasi interpersonal, seseorang mempersepsi penilaian orang lain mengenai dirinya, termasuk bagaimana seseorang mempersepsi penilaian/harapan/tuntutan orang lain tentang kebutuhan, kemampuan, kelebihan, dan ketrampilan dirinya. Hal ini akan memicu suatu persepsi mengenai bagaimana tanggung jawab seseorang terhadap diri dan terhadap lingkungannya.
2) Aktifitas untuk mendapatkan informasi mengenai karier
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan pendidikan akuntansi tahun akademik 2013/2014 memiliki skor rata-rata status identitas diffusion 1,2, foreclosure 2,0, moratorium 3,9 dan achievement 17. Menurut Sharf (1992:158) informasi dunia karier mencakup dimilikinya informasi tentang karier
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
(kelanjutan pendidikan atau pekerjaan) tertentu dan informasi tentang orang lain dalam dunia kariernya. Dalam hal ini mahasiswa harus melakukan aktivitas yang diarahkan kepada pengumpulan informasi dan memperluas serta memperdalam pengetahuan yang diperlukan untuk memilih alternatif yang akan digunakan untuk menentukan suatu pilihan terutama dalam bidang karier yang kemudian diimplikasikan pada perkuliahannya saat ini.
3) Mempertimbangkan berbagai alternatif karier yang potensial
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikator ini menunjukkan angka yang paling kecil dibandingkan dengan indikator lain dalam aspek eksplorasi yakni status identitas diffusion 1,0, foreclosure 1,8, moratorium 3,4 dan achievement 14,6. Hal tersebut menggambarkan bahwa masih rendahnya mahasiswa menyadari kemungkinan-kemungkinan dan peluang-peluang yang dapat dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya dengan pertimbangan yang matang. Mahasiswa dalam menentukan suatu pilihan harus didahului dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang potensial untuk dipilih beserta konsekuensinya.
4) Keinginan untuk membuat keputusan lebih awal
Hasil dalam penelitian ini menggambarkan bahwa dalam indikator ini status identitas diffusion 1,3, foreclosure 2,2, moratorium 4,2 dan achievement 17,8. Keinginan sendiri menurut Supriatna (2009:57) adalah dorongan-dorongan yang mengarahkan seseorang pada proses pencarian informasi peluang karier. Saat mahasiswa sudah memiliki peluang atau informasi karier apakah mahasiswa memiliki keinginan untuk membuat keputusan lebih awal untuk menentukan pilihan karena Sharf (1992:303) mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah proses penentuan pilihan, saat pilihan sudah ditentukan kemudian mulai dengan berkomitmen.
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
Komitmen dalam penelitian ini mengacu pada sikap dan keterampilan (Marcia, 1993). Gambaran komitmen dalam penelitian ini dalam status identitas diffusion 5,1%, foreclosure 10,4%, moratorium 14,1% dan achievement 70,3%. Waterman (Archer, 1994) menyebutkan bahwa komitmen merupakan penentuan beberapa pilihan dan merancang aktifitas yang signifikan yang mengarahkan kepada pilihannya tersebut. sedangkan Greenhaus et.al (2006) mengatakan bahwa komitmen adalah nilai atau pelengkap emosional terhadap peran perasaan seseorang dan derajat identifikasi seseorang terhadap peran dan aktifitasnya. Super (Greenhaus et.al., 2006) menjelaskan bahwa seseorang dengan komitmen yang tinggi tidak menentukan pemahamannya terhadap kariernya, dalam penelitian ini ditunjukkan dalam status identitas foreclosure. Sehingga untuk mencapai identitas (achievement) seseorang harus melakukan eksplorasi terlebih dahulu, setelah mendapatkan pengetahuan dan sikap terhadap kariernya berikutnya mengembangkan komitmen terhadap berbagai pilihannya.
Komitmen dalam penelitian ini terbagi menjadi lima indikator yakni aktifitas untuk mengimplementasikan karier yang telah dipilih, tingkat emosi, identifikasi dengan orang yang dianggap penting terhadap karier yang telah dipilihnya, proyeksi masa depan dan daya tahan terhadap godaan untuk tetap pada karier yang telah dipilihnya.
1) Aktifitas untuk mengimplementasikan karier yang telah dipilih
Hasil dalam penelitian ini mendapatkan skor dari status identitas diffusion 1,2%, foreclosure 2,4%, moratorium 3,6% dan status identitas achievement 15,8%. Mengimplementasikan karier yang dipilih diarahkan kepada realisasi pada pilihan identitas yang dibuat. Mahasiswa kebanyakan masih memiliki keinginan yang tinggi berdasarkan eksplorasi yang dilakukan akan tetapi tidak mengetahui apa yang harus dilakukan atau realisasi pada pilihan identitas yang dibuat.
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
Indikator tingkat emosi status identitas diffusion 1,2%, foreclosure 2,4%, moratorium 3,2% dan achievement 15,8%. Hal tersebut menggambarkan bahwa mahasiswa masih belum memiliki keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap peran kariernya saat ini. Marcia (1993) mengatakan bahwa seseorang dengan komitmen yang tinggi memiliki ketenangan dan keyakinan mampu mengekspresikan perasaannya dengan penuh percaya diri, stabil, optimis, walaupun pada prosesnya dimungkinkan berhadapan dengan berbagai hambatan dan kesulitan.
Komitmen memberikan perasaan kepuasan. Seseorang yang pesimis terhadap masa depannya dengan adanya komitmen akan membuatnya merasakan optimisme. Seseorang akan memulai untuk fokus pada aspek-aspek diri yang sesuai dengan keputusannya. Banyak yang mengekspresikan ketetapan tujuan, ketetapan sikap terhadap arah tujuan, dan keteguhan dan kesabaran untuk mencapai tujuan kariernya.
3) Identifikasi dengan orang yang dianggap penting terhadap karier yang telah dipilihnya
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status identitas diffusion 0,5%, foreclosure 1,2%, moratorium 1,6% dan achievement 8,8%. Indikator yang paling kecil jika dibandingkan dengan indikator lain dalam aspek komitmen. Proses identifikasi tokoh dalam perkembangan komitmen ditujukan untuk memberikan inspirasi dalam pengembangan diri, bukan sebagai proses imitasi tokoh. Data yang dihasilkan menunjukan bahwa kemampuan responden dalam mengidentifikasi tokoh atau orang-orang penting dalam proses karier masih belum begitu jelas, atau dengan kata lain responden belum memiliki tokoh panutan yang jelas. Hal tersebut dipengaruhi oleh mahasiswa tahun pertama adalah peralihan dari SMA ke perkuliahan sehingga masih beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan yang baru beserta perubahan-perubahan nilai yang terjadi. Identifikasi dengan orang yang dianggap penting terhadap karier yang telah dipilih mendapatkan intervensi secara individual seperti konseling individual karena
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
setiap mahasiswa memiliki perbedaan dan kebingungan dalam menentukan sosok yang realistis yang dapat membantu baik dalam perkuliahan dan pekerjaan yang diinginkan di masa depan.
4) Proyeksi masa depan
Hasil penelitian yang didapatkan dari indikator proyeksi masa depan status identitas diffusion 1,1%, foreclosure 2,2%, moratorium 2,8% dan achievement 14,8%. Proyeksi terhadap masa depan seseorang dalam perkembangan komitmen belajar adalah kemampuan peserta didik memproyeksikan/merencanakan masa depan, dan merancang berbagai aktivitas dalam jangka waktu tertentu dengan tetap konsisten dengan tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu kemampuan memproyeksikan diri ke masa depan terkait dengan kemampuan merencanakan diri dan menentukan tujuan. Tujuan ini terkait dengan masalah target-target yang harus dicapai dalam hidup, dalam kondisi yang masih labil, remaja harus belajar menetapkan tujuan, yang pada prinsipnya semakin jelas tujuan, semakin jelas pula aktivitas yang akan dilakukan. Seperti yang dikatakan oleh Greenhaus et.al. (2006) bahwa komitmen adalah sebuah internal psychological event : sebuah pernyataan diri untuk selalu mengikuti jalur karier yang telah disusunnya. Karena banyak remaja dalam level tersebut belum secara detail merencanakan untuk merealisasikan tujuan kariernya. Banyak remaja yang naïf tetang hasil yang spesifik dari sebuah pekerjaan dan takut untuk membuat komitmen yang final. Walau bagaimanapun menghindari ketidakpuasan terhadap pekerjaan merupakan motivasi yang sangat kuat.
5) Daya tahan terhadap godaan untuk tetap pada karier yang telah dipilihnya Indikator daya tahan terhadap godaan untuk tetap pada karier yang telah dipilihnya status identitas diffusion sebesar 1,1%, foreclosure 2,2%, moratorium 2,9% dan achievement 15,1%. Menurut Marcia (1993) mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi mahasiswa mengenai ketahanan terhadap pilihannya adalah bukannya mengatakan “ya” pada satu arah tapi mengatakan “tidak” pada
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
arah lainnya. Mahasiswa biasanya sulit untuk menolak godaan terhadap hal lain selain apa yang sudah menjadi pilihan kariernya. Selain itu juga terkadang mahasiswa mudah menyerah terhadap apa yang dijalaninya saat ini dan memilih pilihan lain yang sama sekali tidak diketahui dibandingkan apa yang ditinggalkannya.
3. Efektivitas Program Bimbingan Karier Untuk Mengembangkan Identitas