Menurut Achmad (2007), efisiensi artinya perbandingan terbaik antara usaha yang telah dikorbankan dengan hasil yang dicapai. Pengertian efisiensi pada prinsipnya merupakan perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh (Output) dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber-sumber dan waktu yang dipergunakan (Input). Sedangkan menurut Siagian (2003), efisiensi adalah perbandingan yang negatif antara input dan output. Negatif karena sumber, alat dan tenaga kerja yang dipergunakan lebih kecil dari hasil yang diperoleh. Perbandingan ini dilihat dari segi waktu dan kinerja.
Menurut Sedarmayanti (2001) efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara suatu pekerjaan yang dilakukan dengan hasil yang dicapai oleh pekerjaan tersebut sesuai dengan yang ditargetkan baik dalam hal mutu maupun hasilnya yang meliputi pemakain waktu yang optimal dan kualitas cara kerja yang maksimal.
Sedangkan menurut Gie (2000) mengungkapkan bahwa efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara suatu kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu.
Selanjutnya bilamana sesuatu kerja dianalisis, dapatlah dibedakan dalam 2 segi, yaitu intinya dan susunannya. Intinya ialah rangkaian aktivitas-aktivitasnya itu sendiri yang wujudnya mengikuti tujuan yang hendak dicapai, sedang yang dimaksud dengan susunannya ialah cara-cara rangkaian aktivitas-aktivitas itu dilakukan.
Efisiensi kerja merupakan suatu prinsip dasar untuk melakukan setiap kegiatan suatu organisasi dengan tujuan untuk dapat memperoleh hasil yang dikehendaki dengan usaha yang seminimal mungkin sesuai dengan standar yang ada. Usaha yang seminimal mungkin dikaitkan dalam hubungannya dengan pemakaian tenaga jasmani, pikiran, waktu, ruang, benda, dan uang. Dengan kata lain efisiensi kerja merupakan pelaksanaan cara-cara tertentu dengan tanpa mengurangi tujuannya dan merupakan cara yang termudah mengerjakannya, tremurah biayanya, tersingkat waktunya, teringan bebannya dan terpendek jaraknya. Menurut Sedarmayanti (2011) sumber utama efisiensi kerja adalah manusia, karena dengan akal, pikiran dan pengetahuan yang ada, manusia mampu menciptakan cara kerja yang efisien.
Dari beberapa pengertian efisiensi tersebut, dapat disimpulkan efisiensi adalah perbandingan hasil terbaik antara usaha yang dilakukan dengan suatu hasil yang dicapai tanpa membuang waktu, biaya dan tenaga. Sedangkan efisiensi kerja dapat disimpulkan bahwa efisiensi kerja adalah semua aktifitas-aktifitas yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dengan membandingkan hasil terbaik yang di dapat.
2.6 Aktifitas
Dalam industri pada umumnya terdapat sejumlah kegiatan atau aktivitas yang menunjang jalannya suatu industri. Setiap kegiatan atau aktivitas tersebut saling berhubungan (berinteraksi) antara satu dengan lainnya, dan yang paling penting diketahui bahwa setiap kegiatan tersebut membutuhkan tempat untuk melaksanakannya.
2.6.1 Operation Process Chart (OPC)
Operation Process Chart (OPC) adalah suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses pengerjaan material, mulai dari bahan baku (material) hingga menjadi komponen atau produk jadi. Operation Process Chart (OPC) memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis yang lebih lanjut, seperti: waktu yang dihabiskan, material yang digunakan dan tempat atau alat mesin yang dipakai. Jadi dalam suatu Operation Process Chart (OPC),
dicatat hanyalah kegiatan-kegiatan operasi dan pemeriksaan saja, terkadang pada akhir proses dicantumkan kegiatan penyimpanan.
1. Manfaat OPC
1) Mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya.
2) Bisa memperkirakan kebutuhan akan bahan baku.
3) Alat untuk menentukan tata letak pabrik.
4) Alat untuk latihan kerja.
5) Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai.
2. Prinsip-prinsip Penyusunan OPC
1) Pertama-tama pada baris paling atas terdapat kepala peta “Operation Process Chart”, dan identifikasi lain seperti: nama objek, nama pembuat peta, tanggal dipetakan, cara lama atau cara sekarang, nomor peta dan nomor gambar.
2) Material yang akan diproses diletakan diatas garis horizontal, untuk menunjukan bahwa material tersebut masuk kedalam proses.
3) Lambang-lambang ditempatkan dalam arah vertikal, yang menunjukan terjadinya perubahan proses.
4) Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut dengan proses yang terjadi.
5) Penomoran terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi.
6) Pada bagian bawah OPC dibuat ringkasan, yang memuat tentang informasi-informasi seperti: jumlah operasi, jumlah inspeksi dan jumlah waktu yang diperlukan.
Tabel 2.1 Simbol-simbol Operation Process Chart
SIMBOL PENGERTIAN
Operasi. Operasi terjadi bilamana sebuah benda kerja mengalami perubahan bentuk baik secara fisik maupun kimiawi.
Pemeriksaan. Pemeriksaan terjadi jika suatu objek diuji atau diperiksa untuk perincian atau untuk pemeriksaan mutu atau jumlah sesuai sifat-sifatnya.
Kegiatan Gabungan. Untuk menunjukkan kegiatan-kegiatan yang bersamaan maupun operator yang sama pada suatu tempat kerja yang sama.
Transportasi. Kegiatan transportasi terjadi bilamana sebuah obyek dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.
Menunggu. Proses menunggu terjadi bila material, mesin, operator atau fasilitas kerja dalam keadaan berhenti atau tidak mengalami kegiatan apapun.
Penyimpanan. Penyimpanan terjadi bilamana obyek disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Sebagaimana diketahui diatas bahwa setiap kegiatan atau aktivitas tersebut saling berhubungan antara satu dengan lainnya ditinjau dari beberapa kriteria, maka dalam perencanaan tata letak pabrik harus dilakukan penganalisaan yang optimal. Teknik yang digunakan sebagai alat untuk menganalisa hubungan antar aktifitas yang ada adalah :
2.6.2 Activity Relationship Diagram (ARD)
Menurut Apple (1990), Activity Relationship Diagram (ARD) merupakan diagram balok yang menunjukkan pendekatan keterkaitan kegiatan sebagai satu model kegiatan tunggal.
2.6.3 Activity Relationship Chart (ARC)
Pada activity relationship chart ini, ditentukan seberapa dekat hubungan antar departemen-departemen yang ada di perusahaan tersebut. Teknik
penganalisaan menggunakan ARC dikemukakan oleh Richard Muthe adalah sebagai berikut :
1. Hubungan antar aktivitas ditunjukkan dengan tingkat kepentingan.
2. Alasan untuk menyatakan tingkat kepentingan Tabel 2.2 Sandi Alasan Keterkaitan Antar Departemen
Sandi Keterangan
1 - Menggunakan catatan yang sama 2 - Menggunakan personil yang sama 3 - Menggunakan ruang yang sama 4 - Tingkat hubungan personil 5 - Tingkat hubungan kertas kerja 6 - Urutan aliran kerja
7 - Melakukan aliran kerja yang sama
8 - Menggunakan peralatan dan fasilitas yang sama 9 - Ribut, kotor, getaran, debu dan lain-lain