3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 01-29 Februari 2019 di PT.
Maya Food Industries yang beralamat di Jalan Jlamprang, Desa Krapyak Lor, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.
Perusahaan ini bergerak dibidang pengolahan hasil perikanan.
3.2 Metode Penelitian
Menurut Sugiyono (2016) metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.” Sedangkan menurut Sunyoto (2013) metode penelitian merupakan urutan-urutan proses analisis data yang akan disajikan secara sistematik. Karena dengan urutan proses analisis data dapat diketahui secara cepat dan membantu pemahaman maksud dari penelitian tersebut. “Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono (2016) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”. Penggunaan metode deskriptif kuantitatif ini diselaraskan dengan variabel penelitian yang memusatkan pada masalah-masalah aktual dan fenomena yang sedang terjadi pada saat sekarang dengan bentuk hasil penelitian berupa angka-angka memiliki makna.
3.2.1 Jenis Sumber Data 1. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari informan penelitian, berupa hasil wawancara, data primer akan menjadi sumber data utama dalam penelitian.
1. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang mendukung data primer. Data yang ditambahkan atau pelengkap yang bisa didapat dari studi pustaka dan literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian.
3.2.2 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan kelengkapan informasi yang sesuai dengan fokus penelitian maka yang dijadikan teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1) Observasi
Menurut Soeratno dan Arsyad (1999) metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan secara cermat dan sistematik. Secara umum observasi yang dilakukan di bedakan menjadi dua yaitu:
observasi dengan partisipasi dan tanpa partisipasi. Observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi dengan partisipasi ini dilakukan agar peneliti dapat melakukan pengamatan secara langsung dan mendapatkan gambaran yang sebenarnya.
2) Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara bertanya langsung (berkomunikasi langsung) dengan responden Soeratno dan Arsyad (1999).
Dalam melakukan wawancara terdapat proses interaksi antara pewawancara dengan responden. Karena sifatnya yang “berhadap-hadapan”, maka pemberian kesan baik terhadap responden mutlak diperlukan. Wawancara dilakukan dengan karyawan yang ada di PT. Maya Food Industries.
3) Dokumentasi
Menurut suharsimi (2006) metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. Teknik ini dilakukan untuk menunjang keperluan kelengkapan data, agar data yang di dapat lebih valid lagi.
3.3 Metode Analisis Data
Dalam menganalisis efisiensi pola tata letak perusahaan pengalengan ikan apakah sudah efisien atau belum, maka dapat dihitung dengan menggunakan Metode Analisis Layout. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah desain pola tata letak yang ada sudah baik atau belum. Adapun kriteria layout yang efisien adalah sebagai berikut : (Everett Adam dan Ronald Ebert, 1992).
1. Output yang dihasilkan per hari memenuhi kapasitas standar
Apabila output maksimal yang dihasilkan setiap harinya oleh perusahaan ternyata lebih besar atau sama dengan output standar, berarti desain layout perusahaan sudah cukup baik. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 maksimal per hari = Waktu yang tersedia per hari Siklus waktu yang dibutuhkan per unit Keterangan :
Output maksimal per hari = Jumlah produk maksimum yang dihasilkan oleh perusahaan tiap hari dalam jam kerja efektif.
Waktu yang tersedia per hari = Waktu jam kerja efektif dalam perusahaan.
Siklus waktu yang dibutuhkan per unit = Waktu terlama yang dibutuhkan dalam kegiatan proses produksi.
2. Desain tersebut merupakan garis efisien
Artinya dapat meminimalkan idle time (waktu menganggur). Hal ini dapat kita ketahui dengan membandingkan efisiensi waktu produktif tenaga kerja antara siklus waktu yang dibutuhkan per unit dengan siklus waktu maksimum.
Selanjutnya kita dapat menghitung jam menganggur pekerja. Apabila jam menganggur pekerja untuk siklus waktu yang dibutuhkan per unit lebih kecil daripada jam menganggur pekerja untuk siklus waktu maksimum berarti desain layout yang digunakan perusahaan sudah efisien.
Rumus yang digunakan adalah:
a. Untuk menghitung siklus waktu maksimal yang dikehendaki untuk mencapai kapasitas yang diinginkan.
Siklus waktu maksimum = Waktu Yang Tersedia Perhari Jumlah Unit yang diinginkan perhari
Keterangan :
Siklus waktu maksimum = Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kapasitas standar.
Waktu yang tersedia per hari = Waktu jam kerja efektif dalam perusahaan.
Jumlah unit yang diinginkan/hari = Jumlah unit standar yang dihasilkan oleh perusahaan.
b. Untuk menghitung jam menganggur pekerja
Jam menganggur pekerja/hari =(pengangguran dlm menit/siklus)(siklus/hari) (Menit/Hari)
Keterangan :
Jam menganggur pekerja per hari = Jam yang terbuang oleh pekerja dalam satu hari jam kerja efektif.
Pengangguran dalam menit/siklus = Total selisih waktu antara waktu terlama dalam proses produksi dengan waktu yang dibutuhkan tiap proses produksi.
Siklus/hari = Siklus waktu terlama dalam proses produksi.
Menit/jam = Waktu satu jam dalam menit.
3. Jumlah stasiun kerja paling sedikit
Apabila jumlah stasiun kerja layout yang digunakan perusahaan sudah sesuai dengan perhitungan Theoretical Minimum, berarti layout perusahaan sudah cukup efisien. Rumus yang digunakan adalah :
a. Untuk mengetahui jumlah stasiun kerja minimum
TM(𝑇ℎ𝑒𝑜𝑟𝑒𝑡𝑖𝑐𝑎𝑙 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚) = Total waktu pekerjaan Siklus waktu maksimum
Keterangan :
TM (Theoretical Minimum) = Jumlah stasiun kerja (work station).
Total waktu pekerjaan = Total waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu ton ikan/hari output.
Siklus waktu maksimum = Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kapasitas standar
b. Untuk menentukan tingkat efisiensi jumlah stasiun kerja Efisiensi (%) = Σt
Nc(100) Keterangan :
Efisiensi = Rasio waktu produktif terhadap waktu total, yang dituliskan sebagai suatu persentase.
Σt = Total waktu yang dibutuhkan untuk merakit satu ton ikan/hari output.
N = Jumlah stasiun kerja atau Theoretical Minimum.
c = Siklus waktu maksimum.
4. Menentukan Efektifitas
Efektivitas adalah tingkat kapasitas yang diijinkan yang bisa dicapai.
Menurut Menipaz, (1998), cara menentukan besarnya tingkat efektivitas dengan rumus :
Efektivitas = Output per hari yang dicapai
Output perhari yang dikehendaki 𝑥 100%