• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I. AKUNTABILITAS KINERJA

3.4 Efisiensi Sumber Daya

Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan sebagai organisasi sektor publik dituntut untuk memperhatikan value for money dalam menjalankan aktivitasnya.

Tujuan yang dikehendaki masyarakat mencakup pertanggungjawaban mengenai pelaksanaan yaitu ekonomis dalam pengadaan dan alokasi sumber daya, efisien dalam penggunaan sumber daya dalam arti penggunaannya diminimalkan dan hasilnya dimaksimalkan, serta efektif dalam arti mencapai tujuan dan sasaran (maximizing benefits and minimizing costs), serta efektif (berhasil guna) dalam arti mencapai tujuan dan sasaran. pencapaian kinerja Anggaran BRPSDI dihitung berdasarkan perhitungan SMART DJA Kementerian Keuangan Tahun 2021.

Berikut hasil perhitungan Kinerja Anggaran BRPSDI berdasarkan aplikasi SMART DJA sebagai berikut

Gambar 21. Nilai Pencapaian Kinerja BRPSDI Tahun 2021 Sumber (http://monev.anggaran.kemenkeu.go.id/).

Perkembangan realisasi anggaran BRPSDI tahun 2021 terbilang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2020, jumlah pnyerapan anggaran per tanggal 31 Desember 2021 versi data SMART DJA adalah sebesar 99,13%

(Gambar 21). Sedangkan jika dilihat pada tahun 2019, realisasi anggaran yang berhasil dicapai oleh BRPSDI adalah 97,43%. Ada beberapa faktor yang mendorong nilai realisasi anggaran Tahun 2021 lebih baik dibandingkan dengan Tahun 2020, diantaranya:

1. Kebijakan Refocusing dan realokasi anggaran belanja Kementerian/Lembaga Tahun 2021 pada bulan Juli dan Agustus.

2. Optimalisasi rencana kegiatan dan anggaran per masing-masing Rincian Output dan kegiatan.

Gambar 22. Grafik Perkembangan realisasi anggaran BRPSDI selama periode 2020 – 2021

Tingginya penyerapan anggaran tahun 2021 berbanding terbalik dengan tingkat efisiensi anggaran yang berhasil dicapai oleh BRPSDI. Tahun 2021 tingkat efisiensi anggaran BRPSDI hanya mencapai 0,87 (Gambar 21). Nilai tersebut jauh

Rp8000.0 Rp8500.0 Rp9000.0 Rp9500.0 Rp10000.0 Rp10500.0 Rp11000.0

2020 2021

Rp10693.60

Rp9370.578

Rp8,998 Rp8,921

Millions

Pagu Realisasi

lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 12,37%.

Efisiensi anggaran pada tahun 2021 terbagi dalam 2 output kegiatan, yakni Riset sebesar 2,29%, dan Dukungan Manajemen 0,78%.

Efisiensi anggaaran yang lebih rendah disebabkan oleh kebijakan refocusing dan realokasi anggaran belanja Kementerian/Lembaga Tahun 2021.

Dampak kebijkan tersebut terhadap komposisi anggaran BRPSDI sangat besar.

Anggaran BRPSDI Tahun 2021 mengalami pemotongan anggaran semesar Rp.

2.276.030.000,-. Selain mengurangi postur anggaran DIPA BRPSDI Tahun 2021, volume output pada kegiatan Riset juga mengalami penurunan. Penurunan output tersebut dikarenakan terdapat dua kegiatan riset s.d bulan Juli belum dapat dilaksanakan karena Pandemi Covid-19 dan PJ kegiatan terkonfirmasi positif Covid-19. Keputusan KPA melakukan penurunan volume tersebut dilakukan guna mengoptimalkan kegiatan riset yang sudah berjalan.

Gambar 23. Grafik Perbandingan Tingkat Efisiensi anggaran BRPSDI selama periode 2020-2021.

Berdasarkan data efisiensi anggaran diatas, dapat disimpulkan bahwa BRPSDI mampu menerapkan dan menginterpretasikan konsep value for money.

Dimana anggaran yang dikeluarkan sebanding dengan nilai keluaran yang dihasilkan, tentunya sesuai dengan kaidah 3E (Efektif, Efisien dan Ekonomis).

2020

2021 87.63

99.15 12.37

0.85

Perbandingan Nilai Efisiensi Anggaran BRPSDI selama Periode 2020-2021

Realisasi (%) Efisiensi (%)

Efektif dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan, efisien dalam penggunaan anggaran, dan output yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis.

IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Tugas dan fungsi BRPSDI dalam mendukung tercapainya IKU Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) ataupun Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM KP) melalui kegiatan yang tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja (TAPJA) telah selesai dilaksanakan. Beberapa Sasaran Kegiatan (SK) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) telah memenuhi target. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran menggunakan aplikasi eksternal (Sistem Aplikasi Pengelolaan Kinerja) atau Kinerjaku (http://kinerjaku.kkp.go.id/). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan aplikasi tersebut diperoleh Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) sebesar 101,65 % dengan status Baik (warna hijau).

Hasil pengukuran Nilai Pencapaian Kinerja BRPSDSI Tahun 2021 dari 4 Sasaran Kegiatan (SK) dan 12 Indikator Kinerja Utama (IKU). Secara umum Nilai Capaian IKU BRPSDI Tahun 2021 11 IKU sudah tercapai, bahkan beberapa IKU memiliki nilai presentase capaian melebihi 100%, namun terdapat 1 IKU yang belum memehuni target, yakni IKU Nilai NKA BRPSDI. adapun IKU yang telah tercapai antara lain:

1. IKU Data dan/atau Informasi Hasil Riset Perikanan (rekomjak) 2. IKU Karya tulis ilmiah riset BRPSDI yang dipublikasikan (dokumen);

3. IKU Penerapan Teknologi Adaptif Lokasi (TAL) Hasil Riset yang diterapkan (produk)

4. IKU Sertifikasi kelembagaan riset BRPSDI yang terstandar (lembaga);

5. IKU Jejaring dan/atau kerjasama riset BRPSDI yang disepakati dan / atau ditindaklanjuti (kesepakatan);

6. IKU Batas Tertinggi Nilai Temuann LHP BPK atas LK BRPSDI (%);

7. IKU Indeks Profesionalitas ASN (Nilai);

8. IKU Nilai Rekonsiliasi Kinerja BRPSDI (Nilai)

9. IKU Unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar BRPSDI (%);

10. IKU Nilai Indikator Pelaksanaan Anggaran (Nilai);

11. IKU Presentase Layanan Dukungan Manajemen Internal BRPSDI (%)

4.2 Permasalahan, Rekomendasi dan Tindak lanjut

Pelaksanaan kegiatan BRPSDI dalam memenuhi atau mencapai target tidak selalu berjalan dengan lancar, dalam prakteknya ditemukan beberapa kendala maupun masalah baik teknis maupun non teknis. Secara umum kendala-kendala tersebut sudah berhasil diatasi. Berikut merupakan permasalahan yang muncul selama Tahun 2021:

Permasalahan atau Hambatan Tindak Lanjut Status Data Dukung Terkait IKU

Refocusing dan Realokasi Anggaran Belanja Kementerian dan Lembaga Tahap III dan IV

Telah dilakukan revisi DIPA terkait pemotongan

anggaran dan penyesuaian volume output

Selesai DIPA BRPSDI Revisi V pada tanggal 23 Agustus 2021

Proses penandatanganan perpanjangan kerjasama LN antara BRPSDI melalui BRSDM dengan SEAFDEC terkendala birokrasi antara pihak SEAFDEC, BHKLN dan BRSDMKP. Bahkan sampai dengan saat ini dokumen LOA belum ditandatangani oleh kedua belah pihak

BRPSDI sudah mengirimkan draft LOA ke BRSDM agar segera ditindaklanjuti.

BRPSDI juga sudah berkoordinasi secara langsung dengan pihak BHKLN dan BRSDM KP pada saat acara monev kerjasama SEAFDEC bulan Desember

Terkait Umum & Manajerial SK Aktif kembali petugas belajar, dan SK petugas belajar pegawai BRPSDI belum terbit

Kepala Balai telah

berkoordinasi dengan Biro SDMHO terkait SK dan status pegawai ybs

Selesai SK Aktif kembali dan SK Petugas belajar pegawai BRPSDI sudah terbit

Pandemi Covid-19 yang memburuk di wilayah Kab.

Purwakarta

Selesai Matriks Jadwal Kerja Pegawai setiap bulan

4.3 Saran

Diharapkan setiap usulan, masukan ataupun rekomendasi yang disampaikan oleh satker kepada Unit Atasan baik Eselon II (Pusat) maupun Eselon I (BRSDM KP) dapat ditindaklanjuti atau direspon segera, terutama hal-hal yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Karena hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang akan mempengaruhi pencapaian kinerja baik organisasi maupun kinerja pegawai.

LAMPIRAN

Lampiran I. SK Tim Penyusun LKJ

Lampiran II. Dokumen PK BRPSDI Tahun 2021

Lampiran III. Dokumen PK Revisi I BRPSDI Tahun 2021

Lampiran IV. Dokumen PK Revisi II BRPSDI Tahun 2021

Lampiran V. Dokumen PK Revisi III BRPSDI Tahun 2021

Lampiran VI. Dokumen PK Revisi IV BRPSDI Tahun 2021

Lampiran VII. Dokumen PK Revisi V BRPSDI Tahun 2021

Lampiran. VIII. Nilai Capaian IKU Batas Tertinggi Nilai Temuan BPK atas LK BRPSDI Tahun 2020

Lampiran. IX Nilai Capaian IKU Rekonsiliasi Kinerja

Dokumen terkait