• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim relevansi

Indikator pelanggaran:

Menyatakan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan yang disampaikan oleh lawan tutur.

Implikatur:

Ingin memberitahukan bahwa ada satu contoh yang belum dijelaskan oleh presentator.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 13

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Dosen menyuruh mahasiswa untuk mencari apakah kata-kata di depan ada di kamus besar bahasa Indonesia. Seperti kata

“TELADAN”.

Bentuk tuturan:

Dosen: Coba dicari di kamus besar, apakah kata-kata di depan ada di kamus besar?

Mahasiswa: Ada pak. Tapi kalau yang teladan, bahasa bakunya “teladan” buka “tauladan”.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kuantitas

Indikator pelanggaran:

menyatakan informasi melebihi dari yang dibutuhkan lawan tutur.

Implikatur:

Ingin menjelaskan bahwa dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata “TELADAN” adalah kata yang baku. Sedangkan kata “TAULADAN” tidak baku dan tidak terdapat di kamus besar bahasa Indonesia.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 14

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Dosen bertanya kepada salah satu mahasiswa yang sedang mempresentasikan materi di kelas.

Bentuk tuturan:

Dosen: Asumta, menurut Asumta ada berapa silabel dalam

kata “PUTERA’?

Asumta: Lima pak.

Dosen: Lima? Ada berapa? Asumta: Eeee dua pak.

Dosen: Teman-teman ada berapa silabel dalam kata “PUTERA”? Mahasiswa: Dua pak.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kualitas

Indikator pelanggaran:

Menyatakan sesuatu yang tidak benar.

Implikatur:

Dalam kata “PUTERA” terdapat dua silabel, bukan lima.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 15

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Dosen kembali menanyakan kepada mahasiswa yang sedang mempresentasikan materi, seputar materi yang dibahas.

Bentuk tuturan:

Dosen: Apa ciri-cirinya? Asumta: Perubahan bunyi

Dosen: Teman-teman apa ciri anaftiksis?

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kuantitas

Indikator pelanggaran:

Memberikan informasi yang kurang jelas.

Implikatur:

Ciri-ciri dari anftiksis bukan hanya perubahan bunyi, tetapi ciri-cirinya adalah perubahan bunyi vokal dan konsonan.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 16

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Dosen bertanya kepada mahasiswa tentang ciri-ciri khusus dari anaftiksis.

Bentuk tuturan:

Dosen: Baik Asumta, tolong sebutkan ciri-ciri khusus dari

anaftiksis?

Asumta: Aaaaa.. perubahan silabel pak.

Dosen: Salah. Saya ulangi, apa ciri khusus dari anaftiksis? Asumta: Eeeee…..

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kualitas

Indikator pelanggaran:

Menyatakan sesuta yang salah

Implikatur:

Tidak benar bahwa ciri khusus dari anftiksis adalah perubahan silabel. Yang benar adalah, ciri khusus dari silabel yaitu, perubahan vokal dan konsonan.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 17

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Dosen bertanya kepada mahasiswa selaku audience, apakah sudah jelas apa yang disampaikan oleh salah satu anggota presentator.

Bentuk tuturan:

Dosen: Mba Hana, apakah sudah jelas yang dijelaskan oleh

Mario?

Hana: Kan kemarin saya menjelaskan ini juga pak. Dosen: Sudah jelas atau tidak?

Hana: Kurang jelas pak.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim relevansi.

Indikator pelanggaran:

Menyatakan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pertanyaan yang diajukan oleh lawan tutur.

Implikatur:

Hana ingin menjelaskan kepada dosen, bahwa apa yang sudah dijelaskan oleh Mario, sudah pernah dijelaskan oleh Hana pada pertemuan sebelumnya.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 18

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Dosen menanggapi penampilan kelompok presentasi yang kurang menguasai materi.

Bentuk tuturan:

Dosen: Sebenarnya pembahasan ini sudah pernah dijelaskan oleh kelompok sebelumnya ya. Seharusnya teman-teman sudah bisa dengan lancer dalam menjelaskan kembali. Inilah gambaran hasil dari perkuliahan kita selama berapa bulan?

Mahasiswa 1: Tiga bulan pak. Mahasiswa 2: Lima bulan pak. Dosen: Iya sekitar lima bulanan yaa.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kualitas.

Indikator pelanggaran:

Menyatakan sesuatu yang tidak benar.

Implikatur:

Perkuliahan sudah berlangsung selama lima bulan, bukan tuga bulan.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 19

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Dosen menegur dua orang mahasiswa yang heboh sendiri dan asik menonton video di handphone, ketika dosen sedang menjelaskan di depan.

Bentuk tuturan:

Dosen: Itu Anisa di belakang heboh sendiri. Lagi ngapain? Anisa: Iya pak?

Dosen: Apa yang kalian tonton? Anisa: Video pak.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim relevansi.

Indikator pelanggaran:

Jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh dosen.

Implikatur:

Merasa bingung ketika tiba-tiba ditanya oleh dosen.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 20

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Moderator mempersilahkan kelompok lima untuk memberikan pertanyaan kepada kelompok presentasi.

Bentuk tuturan:

Moderator: Selanjutnya silahkan kelompok lima untuk memberikan pertanyaan.

Mahasiswa kelompok 5: Sebenarnya pertanyaan kelompok kami hampir sama dengan kelompok empat. Pertanyaannya berhubungan dengan diftong.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kuantitas dan maksim relevansi.

Indikator pelanggaran:

Menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan lawan tutur, serta informasi yang diberikan melebihi dari yang dibutuhkan lawan tutur.

Implikatur:

Kelompok lima ingin menjelaskan bahwa pertanyaan yang mereka ajukan tidak jauh berbeda dengan pertanyaan dari kelompok sebelumnya, yaitu masih seputar diftong.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data:21

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Moderator memberikan kesempatan pada kelompok delapan untuk memberikanpertanhyaam kepada kelompok presentasi.

Bentuk tuturan:

Moderator: Selanjutnya kelompok delapan silahkan memberikan pertanyaan kepada kelompok presentasi.

Mahasiswa kelompok 8: Saya mewakili kelompok delapan. Pertanyaannya adalah…..

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kuantitas.

Indikator pelanggaran:

Informasi yang diberikan melebihi dari yang dibutuhkan.

Implikatur:

Ingin menyampaikan bahwa mahasiswa tersebut mewakili kelompoknya dalam memberikan pertanyaan.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 22

Waktu tuturan:

13 Mei 2019

Konteks:

Kelompok sembilan mengajukan poetanyaan kepada kelompok presentasi.

Bentuk tuturan:

Kelompok 9: Anafiksis dibagi menjadi tiga. Tolong berikan contohnya masing-masing.

Kelompok presentasi: Maaf bisa diulang pertanyaannya?

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim relevansi.

Indikator pelanggaran:

Jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan atau yang dibutuhkan oleh lawan tutur

Implikatur:

Kelompok presentasi meminta pengulangan dari kelompok penanya, karena pertanyaan yang diberikan kurang jelas.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 23

Waktu tuturan:

06 Mei 2019

Konteks:

Dosen menyuruh salah satu mahasiswa untuk membuat pertanyaan seputar materi yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya.

Bentuk tuturan:

Dosen: selanjutnya untuk suster. Suster, dapatkah suster

bahasa Indonesia yang sekitar tiga pekan yang lalu kita bahas.

Suster: Apa saja flasisfikasi vokal dalam bahasa Indonesia? Dosen: Pertanyaan dari suster, apakah flasifikasi vokal dalam

bahasa Indonesia? Baik, pertanyaan dari suster cukup baik, akan dijawab oleh suster sendiri. Sebutkan flasikasi vokal dalam bahasa Indonesia.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kuantitas dan maksim relevansi.

Indikator pelanggaran:

Memberikan informasi yang melebihi dari kebutuhan penanya (mitra tutur), serta jawaban yang diberikan tidak relevan dengan pertanyaan yang diajukan oleh penanya (mitra tutur).

Implikatur:

Memperjelas pertanyaan dari suster mengenai flasifikasi vokal dalam bahasa Indonesia, yang kemudian harus dijawab oleh suster sendiri.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 24

Waktu tuturan:

06 Mei 2019

Konteks:

Dosen bertanya kepada mahasiswa yang mempresentasikan materi di kelas.

Bentuk tuturan:

Dosen: Kemudian yang kedua. Yang kedua masalah retrofleksi.

Dimana terjadinya mas Dipta?

Dosen: Baik.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim relevansi.

Indikator pelanggaran:

Memberikan jawaban yang tidak ada kaitannya dengan pertanyaan dari mitra tutur.

Implikatur:

Memberitahukan bahwa dia tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan dari dosen, namun masalah tersebut juga bukan bagian dirinya untuk menjelaskan, tetapi bagian dari teman kelompoknya yang lain.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 25

Waktu tuturan:

06 Mei 2019

Konteks:

Dosen bertanya kepada salah satu mahasiswa yang mempresentasikan materi di kelas.

Bentuk tuturan:

Dosen: Mas Mario, palatalisasi terjadi dimana? Mario: Di…. Belakang lidah pak.

Dosen: di belakang lidah? Di? Pala…tum. Yang terjadi apa? Yang

terjadi adalah pangkal lidah diangkat kea rah langit-langit atas.

Pelanggaran maksim:

Pelanggaran maksim kualitas

Indikator pelanggaran:

Memberikan jawaban yang tidak benar.

Tidak benar bahwa proses palatalisasi terjadi di belakang lidah. Jawaban yang diberikan tidak benar. Jawaban yang benar atas pertanyaan mengenai proses palatalisasi adalah terjadi di palatum. Kemudian yang terjadi adalah pangkal lidah diangkat kearah langit-langit atas.

DATA TUTURAN

Pelanggaran Prinsip Kerja Sama No. Data: 26

Waktu tuturan:

06 Mei 2019

Konteks:

Dosen menjelaskan materi, sambil bertanya kepada semua mahasiswa di kelas.

Bentuk tuturan:

Dosen: Glotis itu semacam peee? Pengatup yang akan membuka

dan menutup sesuai dengan kerja?

Dokumen terkait