ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
3.3. Ekonomi dan Sumber Daya Alam 1. Analisis Proyeksi Peluang
1. Berkembangnya kawasan kota terpadu mandiri dan kawasan agropolitan akan menciptakan kutub-kutub pertumbuhan baru, sehingga prasarana pasar sangat diperlukan;
2. Dijadikannya kabupaten Sumbawa sebagai pusat pembibitan ternak sapi bali, maka peluang pengembangan potensi peternakan sangat prospektif. Hal ini ditopang oleh kondisi iklim dan potensi lahan yang cukup luas. Komoditas peternakan yang menonjol meliputi sapi, kerbau dan kuda. 3. Dengan munculnya kutub pertumbuhan baru seperti kawasan agropolitan
Alas-Utan yang berpusat di wilayah barat kabupaten Sumbawa dan kawasan Kota Terpadu Mandiri di wilayah timur kabupaten Sumbawa, maka memberikan peluang untuk berkembangnya perekonomian sumberdaya lokal;
4. Berproduksinya kawasan Labangka Komplek dengan dijadikannya jagung sebagai komoditas eksport akan memacu kawasan sekitarnya untuk berkembang;
5. Potensi wilayah laut di Kabupaten Sumbawa sangat tinggi. Luas areal potensial untuk penangkapan ikan di Kabupaten Sumbawa (masih termasuk Kabupaten Sumbawa Barat) meliputi Perairan Pantai seluas
III | 7 677.600 Ha, Perairan Lepas Pantai 900.000 Ha dan ZEE seluas 7.400.000 Ha. Daerah perairan yang memiliki fishing ground yang cukup potensial yaitu Selat Alas, Teluk Saleh dan Laut Selatan (Samudera Indonesia). Jenis ikan yang potensial antara lain Cakalang, Tuna, Cucut/Hiu, Nener, Benur, Teripang, Siput Mutiara, Lobster, Ikan Hias, Cumi-cumi, Kerapu, Rumput Laut, Kerang-kerangan serta jenis ikan lainnya.
4. Luas penggunaan lahan di Kabupaten Sumbawa sebesar 664.239 Ha, terdiri dari lahan persawahan seluas 42.340 Ha dan lahan bukan persawahan (lahan kering, tambak, kolam/tebat/empan) seluas 621.898 Ha. Penggunaan lahan persawahan terdiri dari luas lahan persawahan beririgasi seluas 35.684 Ha, dan lahan persawahan tadah hujan seluas 6.656 Ha. Penggunaan lahan kering yang terbesar berupa tegalan dengan luas 42.885 Ha, dan lahan perkebunan seluas 28.304 Ha. Sementara tanah terlantar (tidak diusahakan) mencapai 27.084 Ha. Sisanya merupakan areal permukiman, padang rumput, hutan rakyat, hutan Negara dan lahan pertambakan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa potensi lahan di Kabupaten Sumbawa masih sangat luas, terutama menyangkut potensi lahan kering.
5. Tumbuhnya lembaga-lembaga keuangan bank / non bank yang semakin merata ke kecamatan dan desa memberikan peluang bagi terbukanya akses permodalan;
6. Berkembangnya kepariwisataan pulau Lombok (di sebelah barat kabupaten Sumbawa) serta mulai ramainya kunjungan wisatawan manca negara di kawasan Pantai Maci (ujung timur) wilayah kabupaten Sumbawa sebagai lokasi olahraga air (selancar) memberikan peluang bagi kawasan lainnya untuk dikembangkan sebagai lokasi kujungan wisata;
7. Adanya komitmen pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas ternak dan pengawasan terhadap lingkungan pesisir memberikan peluang bagi tetap lestarinya potensi sumberdaya alam kabupaten Sumbawa, sehingga memungkinkan untuk menjadi salah satu sektor yang memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah;
III | 8 8. Mulai lancarnya arus lalu lintas penerbangan Bali-Lombok-Sumbawa-Bima
dan NTT dan lalu lintas angkutan darat antar kabupaten – antar provinsi,
memberikan peluang akan kelancaran distribusi barang sehingga membuka peluang bagi perkembangan perekonomian daerah;
3.3.2. Analisis Proyeksi Ancaman
1. Masih lemahnya daya dukung sarana dan prasarana aparatur dalam menunjang peningkatan kemampuan pengawasan di laut, dan kawasan hutan sehingga masih sulitnya mengatasi kasus illegal fishing, illegal loging. Demikian pula dengan kemampuan pengawasan terhadap lalu lintas ternak dan tingginya angka pemotongan ternak produktif menjadi ancaman bagi kelestarian populasi ternak besar di kabupaten Sumbawa; 2. Masih seringnya terjadi bencana alam banjir yang merusak kawasan
pertanian. Hal ini akan mengancam produksi pertanian di masa datang; 3. Akses masyarakat terhadap teknologi tepat guna masih sangat rendah.
Hal ini berimplikasi kepada rendahnya produktivitas masyarakat terutama pada bidang pertanian dan industri kecil.
4. Ancaman kondisi ekonomi global/nasional seperti kebijakan pemerintah pusat serta pengaruh kenaikan harga-harga BBM, perubahan alokasi dana, perubahan politik, perdagangan bebas akan menjadi ancaman bagi perekonomian Kabupaten Sumbawa;
5. Ancaman daya saing yang rendah dari produk lokal dengan berkembangnya era persaingan global;
6. Masih adanya larangan bagi lalu lintas produk-produk bahan asal ternak dari Pulau Sumbawa untuk melewati daratan Pulau Bali karena adanya penyakit Jembrana di Bali menghambat pemasaran produk peternakan Kabupaten Sumbawa ke Pulau Jawa;
III | 9
3.3.3. Analisis Proyeksi Permasalahan
1. Masih kentalnya budaya beternak secara ekstensif di tengah-tengah masyarakat, sehingga dengan adanya pertumbuhan penduduk di masa datang yang akan mengakibatkan pengalihan pemanfaatan lahan akan berdampak terhadap berkurangnya lahan untuk beternak;
2. Penguasaan teknologi masyarakat masih belum optimal serta kurangnya modal usaha, sehingga belum bertumbuhnya industri-industri pengolahan di Kabupaten Sumbawa, masih akan menjadi masalah bagi upaya peningkatan nilai tambah produk-produk lokal di Kabupaten Sumbawa;
3.3.4. Proyeksi Keberhasilan
1. Dengan mulai berkembangnya kawasan pertumbuhan baru berbasis pertanian tanaman pangan dan perkebunan (KTM Labangka), kawasan peternakan dan perikanan ( Agrobavet- Emparano), serta kawasan agropolitan Alas-Utan ditunjang dengan semakin baiknya daya dukung prasarana perhubungan, akses modal dan ketersediaan angkatan kerja, maka dalam kurun waktu 20 tahun mendatang akan tercipta perekonomian berbasis kerakyatan dan sumberdaya lokal serta lebih berpihak kepada usaha kecil dan menengah sehingga akan terwujud kondisi perekonomian Kabupaten Sumbawa yang stabil dan kuat;
2. Dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, perkembangan UKM dan industri pengolahan akan berkembang didukung dengan ketersediaan SDA, SDM, kelancaran arus perdagaangan serta kerjasama antar daerah secara terintegrasi akan memberikan kontibusi yang tinggi dalam memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa;
3. Banyaknya pulau-pulau kecil yang tak berhuni (35 buah), panjang dan indahnya pantai yang belum tergarap saat ini, bendungan Batu Bulan yang luas, serta mulai diliriknya Pantai Maci sebagai obyek wisata selancar oleh kalangan wisatawan mancanegara, ditunjang dengan perkembangan pariwisata Bali dan Lombok, maka pengembangan pariwisata alam Kabupaten Sumbawa dalam kurun waktu 20 tahun ke depan akan
III | 10 semakin baik sehingga dapat memberikan dampak bagi pertumbuhan perekonomian Kabupaten Sumbawa;
3.3.5. Analsis Predeksi Kondisi Ekonomi dan Sumberdaya Alam
1. Dalam dua puluh tahun ke depan kondisi perekonomian masyarakat yang ditunjukkan dengan pendapatan perkapita, kesempatan kerja, investasi dan daya saing yang semakin tinggi;
2. Dalam dua puluh tahun ke depan kondisi perekonomian masyarakat akan didominasi oleh sektor industri, jasa-jasa serta sektor pertanian dalam arti luas;
3. Dalam dua puluh tahun ke depan Kabupaten Sumbawa sudah mampu mengekspor produk-produk sumberdaya lokal dan sektor pariwisata akan berkembang;
4. Terjadi pergeseran tata ruang wilayah kabupaten Sumbawa,
meningkatnya jumlah penduduk dan makin berkembangnya penggunaan lahan untuk permukiman, sehingga lahan pertanian dan peternakan akan semakin terbatas. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan pola pengelolaan usaha dari ekstensif sebagaimana yang dilakukan selama ini menjadi pola intensif;
3.4. Sosial Budaya dan Politik