• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

5. Masih rendahnya keterwakilan perempuan dalam kancah politik;

2.6. Pemerintahan Umum

Fungsi fasilitasi pemerintah daerah dalam rangka mendorong masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraannya secara mandiri masih menjadi tugas yang belum optimal dijalankan. Pemerintah daerah dengan kemampuan keuangan yang terbatas yang dihadapkan dengan permasalahan yang semakin kompleks semakin dituntut untuk dapat efisien dan efektif dalam menggunakan sumberdaya yang tersedia. Sementara kelembagaan pemerintah daerah cenderung “gemuk struktur namun miskin fungsi”, sehingga restrukturisasi kelembagaan pemerintah daerah menjadi kebutuhan yang mendesak dilakukan.

Kelembagaan pemerintah kabupaten Sumbawa saat ini sesuai dengan Peraturan Daerah kabupaten Sumbawa Nomor 4 Tahun 2000 kemudian dirubah menjadi Peraturan Daerah kabupaten Sumbawa Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi

II | 20 dan Tata Kerja Perangkat Daerah kabupaten Sumbawa, bahwa organisasi perangkat daerah kabupaten Sumbawa terdiri dari :

1. Sekretariat Daerah, dengan 3 (tiga) asisten yang masing-masing membawahi 3 (tiga) bagian, dan tiap-tiap bagian membawahi 4 (empat sub bagian );

2. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

3. Lembaga Teknis Daerah, terdiri atas 7 (tujuh) Badan, 7 (tujuh) Kantor dan 1 (satu) RSUD;

4. Dinas-Dinas Daerah, sebanyak 16 Dinas; 5. 23 Kecamatan dan 8 Kelurahan.

Bila dirinci berdasarkan eselon, hingga akhir Tahun 2006 di kabupaten Sumbawa terdapat 984 jabatan eselon, yang terdiri dari ; Eselon II-A (1), Eselon II-B (27), Eselon III-A (174), Eselon IV-A (738),dan Eselon IV-B (44). Sedangkan gambaran SDM aparatur Pemerintah kabupaten Sumbawa dilihat dari tingkat golongan sesuai dengan kondisi akhir Tahun 2006 sebagai berikut:

Tabel 1. Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Sumbawa Berdasarkan Golongan / Ruang Tahun 2006

No Golongan Jumlah Persentase

1. Golongan I 44 0,69

2. Golongan II 1.492 23,26

3. Golongan III 3.291 51,31

4. Golongan IV 1.587 24,74

Jumlah 6.414 100,00

II | 21 Sebagai gambaran kompetensi PNS Daerah kabupaten Sumbawa dilihat dari tingkat pendidikannya dapat disajikan sebagai berikut :

Tabel 2. Tingkat Pendidikan PNS Daerah di Kabupaten Sumbawa Hingga Tahun 2006

No Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Pria Wanita 1. S3 2 0 2 0,02 2. S2 40 3 43 0,67 3. S1 / D-IV 1.236 554 1.790 27,91 4. D-III/Sarjana Muda 316 249 565 8,81 5. D-II 823 672 1.495 24,79 6. D-I 56 152 208 3,24 7. SLTA / Sederajat 1.240 773 2.013 31,38 8. SMP / Sederajat 152 34 186 2,90 9. SD / Sederajat 112 1 113 1,76 Jumlah 3.796 2.438 6.414 100,00

Sumber : SIMPEG BKD Kabupaten Sumbawa, 31 Desember 2006

Berdasarkan kedua tabel diatas, dari segi sumberdaya aparatur PNS sesungguhnya kelembagaan pemerintah di kabupaten Sumbawa dapat didorong untuk menjadi organisasi katalis proses perubahan sosial. Dari segi golongan, sebagian besar berada di lini bawah yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat. Sedangkan dari segi taraf pendidikan sekitar separuhnya telah mengenyam bangku pendidikan tinggi. Dengan demikian pembenahan kelembagaan pemerintah daerah dalam rangka menciptakan organisasi yang “kaya fungsi hemat struktur” dapat ditopang oleh sumberdaya manusia yang tersedia.

Di sisi lain, sebagai upaya memperdekat dan memperlancar pelayanan pemerintah daerah terhadap masyarakat, saat ini di Kabupaten Sumbawa terdapat 23 kecamatan, 14 kecamatan diantaranya merupakan kecamatan yang baru terbentuk sebagai pemekaran dari kecamatan terdahulu, meskipun

II | 22 hingga saat ini belum semuanya memiliki kantor camat serta sarana penunjang lainnya yang masih sangat terbatas.

Sumber penerimaan daerah Kabupaten Sumbawa yang meliputi pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 3. Realisasi Pendapatan Daerah kabupaten Sumbawa Tahun 2001 -2007 (dalam Jutaan)

Jenis Pendapatan Tahun

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

1 2 3 4 5 6 7 8

Pendapatan Asli Daerah 10,358 17,217 20,085 18,845 15,809 19,248 18,908 Pajak Daerah 3,369 4,800 5,385 6,317 5,781 6,577 4,259 Retribusi 2,359 3,869 4,157 4,579 4,259 6,011 8,564 Bagian laba Usaha Daerah 191 670 1,462 1,662 1,642 1,845 2,775 Lain-lain PAD yang sah 4,439 7,878 9,081 6,287 4,127 4,815 3,308 Dana Perimbangan 172,313 186,031 211,648 220,739 222,582 326,200 443,286 DBH 17,002 20,850 26,158 27,147 30,049 21,233 23,279 DAU 152,245 165,150 182,529 184,992 179,553 272,557 365,080

DAK 3,066 31 2,961 8,600 12,980 32,410 54,927

Lain-lain Penerimaan sah 79,826 60,163 88,342 16,924 16,251 16,846 22,819 Dana Bagi hasil prop. 72,026 53,135 53,125 64,894 9,170 6,660 7,013 Penerimaan Dari Pemerintah - 2,774 14,252 16,924 7,081 10,186 7,000 Dana Dari Propinsi 7,800 4,254 3,857 6,524 - - 1,806

Dana Darurat - - - - - - 7,000

Pendapatan Daerah 262,497 263,411 302,967 327,926 254,642 362,294 485,013

Sumber: Pemerintah Kabupaten Sumbawa, (2001-2007)

Tabel diatas menunjukkan bahwa realisasi pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah dari tahun 2001 sampai tahun 2007 mengalami fluktuasi. Namun secara umum total pendapatan Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan dari Rp262,497 milyar pada tahun 2001 dan mengalami peningkatan menjadi Rp485.013 milyar pada tahun 2007.

II | 23 Sedangkan proporsi belanja terhadap penerimaaan daerah Kabupaten Sumbawa dari tahun 2001-2007 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. Proporsi Belanja terhadap Pendapatan Daerah Dan Perhitungan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun 2001-2007

Uraian Tahun

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

1 2 3 4 5 6 7 8

Pendapatan Daerah 262,497 263,411 302,967 327,926 254,642 254,642 485,013 Belanja Daerah 242,061 278,401 317,278 323,689 249,939 350,876 505,316 Proporsi Belanja terhadap

Pendapatan Daerah 92% 105% 104% 98% 98% 96% 104%

Surplus/(Defisit) 20,436 (14,990) (14,311) 4,237 4,703 11,418 (20,303) Pembiayaan

Penerimaan 10,936 31,372 16,382 2,071 6,308 11,011 22,429 Sisa Lebih Perhitungan

Tahun Lalu 10,936 31,372 16,382 2,071 6,308 11,011 22,429

Pinjaman daerah - - - - - - -

Pengeluaran - - - - - - -

Pembiayaan Netto 10,936 31,372 16,382 2,071 6,308 11,011 22,429 Sisa Lebih Perhitungan

Anggaran 31,372 16,382 2,071 6,308 11,011 22,429 2,126 Sumber : Pemerintah Kabupaten Sumbawa, 2001-2007 (diolah)

Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa rata- rata belanja Pemerintah Kabupaten Sumbawa tahun 2001 sampai dengan tahun 2007 sebesar 96.22%. Hal ini menunjukkan bahwa belanja daerah Kabupaten Sumbawa menggunakan pandapatan APBD dalam jumlah yang besar untuk

melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan sosial

kemasyarakatan.

Permasalahan yang dihadapi antara lain :

1. Pelayanan umum sebagai tugas utama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah masih memiliki beberapa kekurangan yang dapat menghambat efisiensi dan kinerja pemerintah daerah. Beberapa kekurangan tersebut, antara lain ; (a) belum optimalnya perubahan pola

II | 24 pikir terhadap reformasi birokrasi sebagai upaya peningkatan pelayanan masyarakat, (b) belum optimalnya koordinasi antar instansi (Badan, Dinas dan Kantor terkait), sehingga masih adanya tumpang tindih tugas dalam implementasi kebijakan, (c) masih adanya ego sektoral diantara birokrasi, dan (d) masih belum optimalnya pemahaman tupoksi;

2. Pelayanan umum belum dapat dijalankan secara optimal karena keterbatasan penguasaan teknologi dan sistem informasi akibat dari kurang sesuainya jenis/tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan kapasitas/kualifikasi pendidikan aparatur yang sebagian besar belum memadai untuk menunjang pelaksanaan pelayanan publik di segala bidang;

3. Masih rendahnya sarana pelayanan yang cepat dan nyaman serta memuaskan bagi para pengguna jasa pelayanan publik, masih belum tersedianya kantor camat dan sarana pendukung bagi kecamatan yang baru dibentuk sebagai hasil pemekaran. Hal ini tentu saja dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat, mengingat ke depan kantor kecamatan akan memegang peranan yang strategis sebagai garis depan pelayanan kepada masyarakat.

4. Belum tersedianya standar pelayanan minimal (SPM) di sebagian besar instansi pemerintahan daerah;

5. Menyadari bahwa pemerintah daerah masih terlalu kecil untuk dapat menuntaskan masalah-masalah yang besar, tetapi juga terlalu besar untuk menangani permasalahan-permasalahan yang kecil, namun penguatan peran masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan daerahpun belum dapat dilakukan secara optimal, sehingga masih dibutuhkan peningkatan respon pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan masyarakat;

6. Celah fiskal (fiscal gap) Kabupaten Sumbawa masih tinggi yang antara lain disebabkan karena rendahnya kapasitas fiskal dan tingginya kebutuhan anggaran (fiscal needs) untuk pelaksanaan pembangunan daerah, sehingga Kabupaten Sumbawa masih sangat tergantung kepada transfer pemerintah pusat melalui dana perimbangan. Hal ini menunjukkan bahwa

II | 25 Kabupaten Sumbawa masih jauh dari kemandirian untuk membiayai pembangunan di daerahnya;

Adapun capaian keberhasilan yang telah diperoleh selama ini antara lain : 1. Telah dibangunnya kantor pemerintah kabupaten Sumbawa setelah

terjadinya perisitiwa kebakaran yang menghanguskan gedung dan sarana lain yang ada dalam kantor tersebut.

2. Telah terbentuknya beberapa kecamatan baru sebagai pemekaran dari kecamatan sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat menunjang kelancaran pelayanan publik;

3. Telah mengirimkan PNS tugas belajar untuk S3 sebanyak 1 orang, dan jenjang S2 sebanyak 36 orang hingga tahun 2005 dan tetap membuka peluang tugas belajar jenjang S2 bagi PNS yang memenuhi syarat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri di luar daerah untuk program studi yang dibutuhkan oleh daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan aparatur semakin meningkat;

4. Sejak tahun 2003 telah menerapkan pola perencanaan partisipatif disertai dengan Survey Prioritas Pelayanan Masyarakat (SPPM) untuk lebih

mempertajam hasil Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jaring

Asmara)/Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah

(Musrenbangda);

5. Sejak tahun 2005 telah menerapkan penganggaran pemerintahan desa melalui pola Alokasi Dana Desa;

6. Semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses perumusan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan pembangunan daerah;

II | 26