• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eksosfer/Desifasister

Dalam dokumen IKLIM BERENGARUH BAGI KEHIDUPAN docx (Halaman 128-145)

 Terletak pada ketinggian antara 800 – 1000 km dari permukaan bumi

 Merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi

 Merupakan tempat terjadinya gerakan atom- atom secara tidak beraturan

 Disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner.

Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar

 DEFINISI ANGIN

Angin adalah udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara dengan arah aliran angin dari tempat yang memiliki tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah atau dari daerah

yang memiliki suhu / temperatur rendah ke wilayah bersuhu tinggi.

Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.

 Perumusan Angin

Menurut ilmu fisika klasik energi kinetik dari sebuah benda dengan massa m, dan kecepatan v

adalah E= 0,5 m.v2

Dengan asumsi bahwa kecepatan v tidak mendekati kecepatan cahaya. Rumus tersebut di atas berlaku juga untuk menghitung energi kinetik yang diakibatkan oleh gerakan angin. Sehingga, kita bisa menuliskan sebagai berikut:

E= 0,5 m.v2

m= massa udara(kg)

E= energi(joule)

v= kecepatan angin(m/detik)

 Faktor Terjadinya Angin Faktor terjadinya angin, yaitu: Gradien barometris

Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.

Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.

Tinggi tempat

Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.

Waktu

Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari

 Jenis-jenis angin

a. angin darat, b. angin laut

Angin laut

Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut.

Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana. Pada malam hari daratan lebih dingin daripada lautan sehingga di daratan merupakan daerah maksimum yang menyebabkan terjadinya angin darat.

Angin lembah

Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung yang biasa terjadi pada siang hari.Pada siang hari puncak gunung lebih cepat menerima panas daripada lembah yang dalam keadaan tertutup. Puncak gunung tekanan udaranya minimum dan lembah tekanan udaranya maksimum. Karena keadaan ini maka udara bergerak dari lembah menyusur lereng menuju ke puncak gunung. Angin dari lembah ini disebut angin lembah.

Angin gunung

Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung yang terjadi pada malam hari. Pada malam hari puncak gunung lebih cepat mengeluarkan panas daripada lembah. Akibatnya di puncak gunung bertekanan lebih tinggi (maksimum) dibandingkan dengan di lembah (minimum) sehingga angin bertiup dari puncak gunung menuruni lereng menuju ke lembah. Angin dari puncak gunung ini disebut angin gunung.

Angin Fohn/angin jatuh adalah angin yang terjadi seusai hujan Orografis. Angin yang bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin Fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan Orografis. Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin ini bisa mati dan manusia yang terkena angin ini bisa turun daya tahan tubuhnya terhada serangan penyakit.

Angin Musim Barat

Angin Musim Barat/Angin Muson Barat adalah angin yang mengalir dari Benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian Barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.

Angin Musim Timur

Angin Musim Timur/Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau.

 Proses Terjadi Angin

Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari karena daerah yang terkena banyak paparan sinar mentari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara. Angin juga dapat disebabkan oleh pergerakan benda sehingga mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain.

Angin buatan dapat dibuat dengan menggunakan berbagai alat mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Secara sederhana angin dapat kita ciptakan sendiri dengan menggunakan telapak tangan, kipas sate, koran, majalah, dan lain sebagainya dengan cara dikibaskan. Sedangkan secara rumit angin dapat kita buat dengan kipas angin listrik, pengering tangan, hair dryer, pompa ban, dan lain sebagainya. Secara alami kita bisa menggunakan mulut, hidung, lubang dubur, dan sebagainya untuk menciptakan angin.

Udara dapat membawa partikel bau dari suatu zat sehingga angin dapat membawa bau atau aroma mulai dari aroma yang sedap hingga aroma yang tidak sedap di hidung kita. Bau masakan, bau amis, bau laut, bau sampah, bau bensin, bau gas, bau kentut, bau kotoran, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh bau yang dapat dibawa angin.

Manfaat Angin 1. Angin untuk menggerakan perahu layar menelusuri nusantara, bahkan untuk menembus batas lintas negara, misalnya seperti Orang Buton. 2. Angin sebagai tenaga listrik pengganti bahan bakar diesel atau batubara, di negara Australia angin digunakan sebagai tenaga listrik pengganti bahan bakar diesel atau batubara. 3. Angin sangat untuk perjalanan para nelayan

pulang dan pergi.

4. Angin berfungsi sebagai instrument untuk membantu take-off atau landing pesawat di

landasan pacu bandara.

5. Angin juga bermanfaat untuk menghilangkan rasa panas dan gerah. seperti pada alat kipas angin.

Selain bermanfaat angin juga dapat menimbulkan masalah. Angin yang sering menimbulkan kerusakan menurut kriteria kecepatan antara lain : 1. Angin Puting Beliung adalah angin yang berputar dalam waktu yang sangat singkat sekitar 3 sampai 5 menit, sering terjadi di darat dengan radius sekitar 5 – 10 km. Angin puting beliung dapat membuat atap – atap rumah semi permanen berterbangan dan dapat membuat pohon tumbang. Agar terhindar dari terjangan angin puting beliung perlu di ambil langkah antisipatif berikut : * Menebang dahan – dahan dari pohon yang rimbun dan tinggi untuk mengurangi beban berat

pada pohon tersebut.

* Memperkuat atap rumah yang sudah rapuh * Cepat berlindung atau menjauh dari tempat kejadian, bila menetahui adanya indikasi akan

terjadi puting beliung. 2. Angin Topan (Badai Tropis) adalah angin yang berputar dengan skala yang lebih lama sekitar 3 – 7 hari, selalu terjadi di laut dengan daya rusak mencapai ribuan km, Indonesia termasuk negara yang tidak akan pernah dilintasi angin tersebut, namun demikian untuk wilayah yang dekat dengan angin topan akan merasakan dampak tidak langsungnya, antara lain: * Peningkatan kecepatan angin > 20 knots atau

37 km/jam

* Gelombang tinggi > 2.5 m * Hujan lebat dan angin kencang pada radius 1000 km dari pusat badai

Cuaca dan Iklim

15 April 2007 — La An

Cuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian khususnya terhadap kurun waktu. Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan dengan penafsiran dan pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi dan suatu waktu, sedangkan iklim merupakan kondisi

lanjutan dan merupakan kumpulan dari kondisi cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk rata-rata kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu (Winarso, 2003). Menurut Rafi’i (1995) Ilmu cuaca atau meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca dalam jangka waktu dan ruang terbatas, sedangkan ilmu iklim atau klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang juga mengkaji tentang gejala- gejala cuaca tetapi sifat-sifat dan gejala-gejala tersebut mempunyai sifat umum dalam jangka waktu dan daerah yang luas di atmosfer permukaan bumi.

Cuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian khususnya terhadap kurun waktu. Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan dengan penafsiran dan pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi dan suatu waktu, sedangkan iklim merupakan kondisi lanjutan dan merupakan kumpulan dari kondisi cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk rata-rata kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu (Winarso, 2003). Menurut Rafi’i (1995) Ilmu cuaca atau meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca dalam jangka waktu dan ruang terbatas, sedangkan ilmu iklim atau klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang juga mengkaji tentang gejala- gejala cuaca tetapi sifat-sifat dan gejala-gejala tersebut mempunyai sifat umum dalam jangka waktu dan daerah yang luas di atmosfer permukaan bumi.

Trewartha andHorn (1995) mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep yang abstrak, dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari dan elemen-elemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata, karena tidak ada konsep iklim yang cukup memadai tanpa ada apresiasi atas perubahan cuaca harian dan perubahan cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan keadaan atau nilai- nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting. Trenberth, Houghton and Filho (1995) dalam Hidayati (2001) mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar keragaman iklim teramati pada periode yang cukup panjang. Menurut Effendy (2001) salah satu akibat dari penyimpangan iklim adalah terjadinya fenomena El-Nino dan La-Nina. Fenomena El-Nino akan menyebabkan penurunan jumlah curah hujan jauh di bawah normal untuk beberapa daerah di Indonesia. Kondisi sebaliknya terjadi pada saat fenomena La-nina berlangsung.

Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi,

tekanan udara dan angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali- pengendali iklim (Anon, ? ). Pengendali iklim atau faktor yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain menurut Lakitan (2002) adalah (1) posisi relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang), (2) keberadaan lautan atau permukaan airnya, (3) pola arah angin, (4) rupa permukaan daratan bumi, dan (5) kerapatan dan jenis vegetasi. Gambar dibawah adalah gambar dari sistem iklim secara umum

Cuaca dan iklim muncul setelah berlangsung suatu proses fisik dan dinamis yang kompleks yang terjadi di atmosfer bumi. Kompleksitas proses fisik dan dinamis di atmosfer bumi ini berawal dari perputaran planet bumi mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada porosnya. Pergerakan planet bumi ini menyebabkan besarnya energi matahari yang diterima oleh bumi tidak merata, sehingga secara alamiah ada usaha pemerataan energi yang berbentuk suatu sistem

peredaran udara, selain itu matahari dalam memancarkan energi juga bervariasi atau berfluktuasi dari waktu ke waktu (Winarso, 2003). Perpaduan antara proses-proses tersebut dengan unsur-unsur iklim dan faktor pengendali iklim menghantarkan kita pada kenyataan bahwa kondisi cuaca dan iklim bervariasi dalam hal jumlah, intensitas dan distribusinya. Eksploitasi lingkungan yang menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan serta pertambahan jumlah penduduk bumi yang berhubungan secara langsung dengan penambahan gas rumah kaca secara global akan meningkatkan variasi tersebut. Keadaan seperti ini mempercepat terjadinya perubahan iklim yang mengakibatkan penyimpangan iklim dari kondisi normal.

Menurut Winarso (2003) berdasarkan kajian dan pantauan dibidang iklim siklus cuaca dan iklim terpanjang adalah 30 tahun dan terpendek adalah10 tahun dimana kondisi ini dapat menunjukkan kondisi baku yang umumnya akan berguna untuk menentukan kondisi iklim per dekade. Penyimpangan iklim mungkin akan, sedang atau telah terjadi bila dilihat lebih jauh dari kondisi cuaca dan iklim yang terjadi saat ini.

El Niño: A Global Weather Phenomenon winds.jpl.nasa.gov/aboutScat/elnino.cfm

El Niño: A Glo

bal Weather Phenomenon

winds.jpl.nasa.gov/aboutScat/elnino.cfm

Typical Walker Circulation System Circulation during an El Niño

Ever wonder how the climate of other places is like? Do you ever wonder how it changes? The answer is the Great Ocean Conveyor. The Great Ocean Conveyor is basically a giant loop in which heat and cold is transferred throught the Earth. The less dense hot water floats at the top. The more dense cold water sinks and travels on the bottem of the ocean. When fresh water empties into the ocean, it floats on top of the salt water. A little fresh water slows down the Great Ocean Conveyor as the salt water sinks. But what would happen if a lot of fresh water went into the ocean? Well, its happened before. Long ago, there was a giant glacier in North America. It melted a became a giant lake, which would soon be the Great Lakes. An ice dam broke and gallon of water poured into the ocean. All of this fresh water floated above the salt water and put a stop to the Great Ocean Conveyor. Areas went cold for long periods of time, where as other places went hot and dry. The Great Ocean Conveyor plays an important role in the balance of the planets climate.

Rising Seas, El Nino, and La Nina

rise. In mere decades, the sea level is expected to rise 4-8 inches. This bad news for countries that live under sea level. These cities include Shanghai, Bangkok, Jakarta, Tokyo, and New York. If these cities were to go under water, it would be even more disastarous for the reason that these cities are home to immense populations. Louisiana, one of the states under sea level is in danger. In southern Louisiana, the coast has shrunk by about 3 feet ( about 1 meter) every century. This process is called subsidence. Rising seas can also have more, and even worse consequenses. As we speak, the rising saltwater goes into aquifers and threatens the drinking water sources of the state. Salt water going into aquaifers could also make growing crops tricky and problematic. In the Nile Delta, where crops are cultivated, salt water threatens to intrude. If this does happens, the results could be devastating, because most of the countries surrounding it are not so easy to farm on. Many of these places in the east have had to abandon their sinking homes and move to New Zeland. The sea level is rising all over the world at this frightening pace. But in many parts of the globe, people are experiancing sever droughts and sever floods. Atmospheric pressure becomes unusually low near Tahiti, and abnormally high over Northern Australia. This happens for reasons that we can not fully understand. It is called El Nino. El Nino causes drastic changes in climate.With a high pressure system, Pacific trade winds that normally go west, blow weakly, allowing surface water from the Pacific Ocean, warmed by the sun, to spread

eastward. This creates a band of warm water to span across the equator. Clouds form along the equator due to the convergance of northern trade winds and southern trade winds. However, more clouds form than usual. The subtropical jet stream, attracted by the lower atmosphereic pressure, carries Pacific clouds eastward, which increases the amount of storms in that area. As it continues across southern North America, the jet stream shears the top off the tops of westbound atlantic storms, thus decreasing the amount of atlantic storms. La Nina is the exactopposite of El Nino. Atmosphereic pressure over Tahiti is unusually high, and is low over northern Australia. Westbound trade winds are very strong and push warm surface water from the Pacific farther west than usual. The equatorial cloud formation splits, seperated by the high pressure over Tahiti. The subtropical jet stream is weakened and split like the equatorial cloud formations. This allows Atlantic hurricanes to move west ward and gather strength. It is still unknown if these events are manefisations of global warming, but what we do know is that they will keep on happening for years to come.

What Do We Do Now?

There are plenty of things that we could do to stop global warming, if we were in the 1990's. If we don't do anything in the next two or three years, Global warming might come to a point where we can not stop it. But we can slow it down. All over the globe, people are using "cleaner" sources of energy like hydroelectric power, wind power, solar panels, and new kind of fuels. Hybrid cars that use

a combination of electricity and fuel can help slow down global warming, There are many things that a person could do to stop global warming. As said

in the equation.

old habits+old technology=predictable consequenses

Dalam dokumen IKLIM BERENGARUH BAGI KEHIDUPAN docx (Halaman 128-145)

Dokumen terkait