• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Analisis Data dan Pembahasan

1. Ekspektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap

Perekonomian Global

Tabel 9

Ekspektasi Pegusaha Terhadap Pemulihan Ekonomi Internasional

NO Aspek Ekspektasi

Positif Netral Negatif

1 Ekspektasi pengusaha kecil dan menengah terhadap pertumbuhan ekonomi internasional pada masa-masa datang.

72 73% 21 22% 5 5% 2 Ekspektasi pengusaha kecil dan menengah

terhadap stabiitas ekonomi internasional pada masa-masa datang.

64 65% 31 32% 3 3% 3 Ekspektasi pengusaha kecil dan menengah

terhadap volume ekspor import pada masa yang akan datang.

82 83% 15 16% 1 1% 4 Ekpektasi pengusaha kecil dan menengah

terhadap pengurangan pengangguran seiring membaiknya ekonomi internasional.

47 48% 13 13% 38 39% 5 Ekspektasi pengusaha kecil dan menengah 80 13 5

terhadap komitmen organisasi internasional (WTO, OPEC,APEC) meningkatkan peran UKM dalam persaingan global

81% 14% 5% Rata-rata 69 70% 19 19% 10 11%

Sumber: Hasil wawancara dengan 98 pengusaha

Berdasarkan tabel 9, ekspektasi 98 pengusaha kecil dan menengah di 3 sentra industri Kabupaten Bantul terhadap pemulihan ekonomi internasional, rata-rata 70% merupakan bentuk ekspektasi yang positif, 19% merupakan bentuk ekspektasi yang netral, dan 11% rata-rata merupakan bentuk ekspektasi yang negatif. Sedangkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan untuk mengetahui bentuk ekspektasi 98 pengusaha secara jelas terhadap pemulihan ekonomi internasional adalah sebagai berikut:

a. Mengenai Ekspektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap Pertumbuhan Perekonomian Internasional pada masa yang akan datang

Tabel 9 di atas mengambarkan bentuk ekspektasi pengusaha terhadap pertumbuhan ekonomi internasional pada masa yang akan datang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 98 pengusaha, ada 73% pengusaha memberikan pernyataan positif, ini menunjukan adanya harapan dan keyakinan para pengusaha terhadap pertumbuhan ekonomi internasional pada masa yang akan datang. Bentuk keyakinan dan harapan dari pengusaha tersebut dapat dibuktikan dari pernyataan pengusaha tersebut.

Menurut penilaian pengusaha kondisi ekonomi global saat ini telah mangalami pertumbuhan. Hal ini bisa dibuktikan dengan telah membaiknya sektor-sektor industri, serta kondisi perdagangan

internasional yang mulai mengalami peningkatan. Kondisi ekonomi internasional telah mengalami pertumbuhan juga bisa dibuktikan dengan adanya peningkatan kembali kesejahteraan ekonomi masyarakat dunia yang ditandai dengan mulai membaiknya daya beli mereka selaku konsumen. Seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat atau konsumen tersebut, maka permintaan barang di pasar internasional kembali membaik, angka penjualan ikut meningkat, dan kegiatan usaha disektor industri dapat kembali berjalan dengan lancar. Kondisi di atas sebagai dasar keyakinan pengusaha bahwa pada masa yang akan datang pertumbuhan ekonomi internasional akan meningkat dengan cepat.

Harapan pengusaha pada masa yang akan datang tidak terjadi lagi kenaikan harga minyak dunia, sehingga harga-harga barang dan bahan baku bisa terus dalam kondisi normal. Apabila harga barang terutama bahan baku tidak mengalami peningkatan, maka akan memperlancar kegiatan produksi disektor industri. Selain itu harapan pengusaha pada masa yang akan datang seiring dengan adanya peningkatan kembali kegiatan usaha khususnya disektor industri kecil dan menengah, dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi internasional sesuai yang ditargetkan.

Kemudian ada sebanyak 22% pengusaha memberikan pernyataan netral terhadap pertumbuhan perekonomian internasional pada masa yang akan datang. Dari pertanyaan yang diajukan alasan pengusaha memberi pernyataan netral adalah mereka tidak memiliki gambaran bagaimana kondisi ekonomi internasional. Hal ini disebabkan karena kurangnya

informasi yang mereka miliki. Selain itu masalah tingkat pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki pengusaha terbatas, sehingga mereka tidak dapat menganalisa dan memprediksikan bagaimana pertumbuhan ekonomi internasional pada masa yang akan datang.

Selanjutnya berdasarkan tabel 9 mengenai ekspektasi pengusaha terhadap pertumbuhan ekonomi internasional, ada sebanyak 5% pengusaha memberikan pernyataan negatif. Ini menunjukan adanya ketidakyakinan para pengusaha tersebut terhadap peningkatan laju pertumbuhan ekonomi internasional pada masa yang akan datang.

Para pengusaha juga memprediksikan pertumbuhan ekonomi internasional akan berjalan dengan lambat. Menurut mereka lambatnya pertumbuhan ekonomi internasional ini dikarenakan kondisi sektor industri terutama industri kecil dan menengah belum sepenuhnya mengalami perbaikan. Daya beli masyarakat selaku konsumen masih belum mengalami peningkatan, bisa dibuktikan masih melemahnya permintaan barang di pasar termasuk pasar internasional. Selain itu para pengusaha juga khawatir pada masa yang akan datang krisis minyak global yang berujung pada tingginya harga minyak di pasar internasional kembali terjadi, sehingga akan kembali menghambat pertumbuhan sektor industri terutama kecil dan menengah, serta akan menghambat pertumbuhan ekonomi internasional baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.

Dari uraian di atas mengenai bentuk ekspektasi pengusaha kecil dan menengah terhadap pertumbuhan perekonomian internasional, dapat

disimpulkan bahwa sebagian besar pengusaha optimis serta berharap kondisi ekonomi internasional pada masa yang akan datang mengalami peningkatan sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor industri khususnya industri kecil dan menengah. Selain itu harapan terbesar pengusaha adalah terhadap kondisi harga minyak dunia di pasar internasional yang tidak mengalami kenaikan yang sangat tinggi sehingga tidak akan menghambat kembali kegiatan usaha serta tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi internasional.

Bentuk ekspektasi positif dari pengusaha terhadap pertumbuhan perekonomian internasional pada masa yang akan datang sejalan dengan analisa yang dikeluarkan Bank pembangunan Asia (Asian Development Bank) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi internasional pada tahun 2010. Di kawasan Asia Tenggara diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 akan mencapai angka 4,5%, di Brunei Darusalam pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai angka 2,3%, di Kamboja pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai angka 3,5%, di Indonesia diperkirakan mencapai angka 5,4%, di Laos diperkirakan mencapai angka 5,7%, di Malaysia diperkirakan mencapai angka 4,5%, di Myanmar belum mendapat data, di Filipina diperkirakan mencapai angka 3,3%, di Thailand 3,5%, di Vietnam diperkirakan mencapai angka 6,5%, dan Singapore diperkirakan mencapai angka 4,5%. Di kawasan Asia Timur pertumbuhan ekonomi tahun 2010 adalah di Hongkong

diperkirakan 3,5%, di Korea Selatan 4,6%,di Taiwan 3,5%, di China 8,9%, Jepang 1,2%.

( http://www.kontan.co.id/index.php/internasional/news/26741/ADB-Rilis-Proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-2010)

b. Mengenai Ekspektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap Stabilitas Perekonomian Internasional pada masa-masa yang akan datang

Berdasarkan tabel 9, ada sebanyak 65% pengusaha memberikan jawaban positif. Hal ini menunjukan masih adanya harapan dari pengusaha terhadap stabilitas ekonomi internasional pada masa yang akan datang. Bentuk harapan para pengusaha ini dibuktikan dari pernyataan yang diberikan tersebut.

Menurut penilaian dari para pengusaha stabilnya ekonomi internasional tergatung pada kondisi stabilnya harga minyak di pasar dunia. Pada masa pemulihan ekonomi ini harga minyak dunia dirasakan dalam kondisi stabil, tentunya diikuti dengan stabilnya harga-harga barang terutama barang kebutuhan pokok, serta harga bahan baku.

Stabilnya ekonomi internasional saat ini juga telah menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat sehingga timbul keinginan mereka untuk meningkatkan daya beli terhadap barang kebutuhan pokok, juga barang kebutuhan lainnya. Seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat maka akan meningkatkan permintaan barang sehingga angka penjualan akan mengalami peningkatan. Dan juga bagi pengusaha dengan stabilnya kondisi perekonomian internasional yang diikuti dengan

stabilnya harga bahan baku, maka akan membantu memperlancar proses produksi.

Harapan pengusaha, harga minyak dunia bisa stabil untuk jangka waktu yang lama, sehingga roda perekonomian internasional pada masa yang akan datang dapat berputar dengan lancar.

Harapan pengusaha juga kepada negara-negara di dunia agar lebih mengutamakan pemberdayaan serta peningkatan sektor usaha kecil dan menengah dalam perannya menjaga stabilitas ekonomi pada masa yang akan datang.

Ada 32 % pengusaha yang lebih memilih untuk memberikan pernyataan netral, karena mereka tidak memliki gambaran terhadap bagaimana kondisi ekonomi internasional saat ini. Yang menyebabkan pengusaha tidak memiliki gambaran tentang kondisi ekonomi internasional tersebut adalah karena informasi yang dimiliki dari para pengusaha sangat terbatas. Selain itu tingkat pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki para pengusaha tersebut juga terbatas, menyebabkan mereka tidak dapat menganalisa atau memprediksikan bagaimana stabilitas ekonomi internasional pada masa yang akan datang.

Mengenai ekspektasi pengusaha terhadap stabilitas ekonomi internasional, hanya ada 3% pengusaha yang memberikan pernyataan negatif. Hal ini menunjukan bahwa para pengusaha yang merasa tidak yakin perekonomian internasional bisa stabil pada masa yang akan datang.

Menurut para pengusaha, belum bisa dipastikan pada masa yang akan datang perekonomian internasional dapat terus stabil, karena dikhawatirkan harga minyak dunia kembali akan meningkat tajam secara tiba-tiba, yang menyebabkan harga barang-barang dan kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan, sehingga terjadi penurunan kembali daya beli konsumen, serta kondisi usaha juga bisa ikut menurun.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pengusaha berharap kondisi ekonomi internasional pada masa yang akan datang bisa stabil, serta sektor usaha kecil dan menengah dapat terus berjalan lancar, sekaligus diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi internasional.

c. Mengenai Ekpektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap Volume Eksport Import pada masa yang akan datang

Berdasarkan tabel 9, ada 83% pengusaha memberikan pernyataan positif terhadap volume eksport-import pada masa yang akan datang. Hal ini menunjukan adanya harapan dari pengusaha terhadap peningkatan volume perdagangan internasional yang dapat meningkatkan angka penjualan.

Para pengusaha menilai kondisi volume perdagangan internasional mulai ada peningkatan seiring dengan membaiknya ekonomi dunia. Jumlah eksport barang sudah mengalami peningkatan karena permintaan barang dari luar negeri meningkat, serta adanya permintaan konsumen dari dalam negeri terhadap kebutuhan barang dari negara lain sehingga kegiatan import juga mengalami peningkatan. Kondisi ini diharapkan

dapat terus terjadi sampai dengan tahun yang akan datang sehingga pendapatan pengusaha dapat bertambah dari hasil penjualan eksport serta meningkatkan pendapatan negara dari pajak bea masuk.

Harapan pengusaha kepada pemerintah untuk dapat meningkatkan perdagangan ekspor terutama terhadap barang-barang dari sektor industri kecil dan menengah karena dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah dan sekaligus juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Ada 16% pengusaha memberikan pernyataan netral. Adanya bentuk pernyataan netral dari para pengusaha tersebut adalah karena para pengusaha tidak memiliki gambaran bagaimana kondisi perdagangan internasional yang terjadi saat ini. Selain itu tingkat pendidikan dan pengetahuan yang terbatas dimiliki oleh para pengusaha yang menyebabkan mereka tidak dapat memprediksikan bagaimana volume ekspor-impor pada pada masa yang akan datang. Selain itu dengan adanya kondisi penjualan yang saat ini belum mengalami peningkatan terutama penjualan ke luar negeri membuat para pengusaha tidak dapat memprediksikan bagaimana kondisi perdagangan ekspor-import pada masa yang akan datang.

Selanjutnya hanya ada 1% pengusaha memberikan pernyataan negatif. Hal ini menunjukan ketidakyakinan terhadap terjadinya peningkatan volume perdagangan ekport–import pada masa yang akan datang. Menurut penilaian pengusaha bahwa kondisi perdagangan dunia masih lesu, yang disebabkan daya beli masyarakat atau konsumen masih

belum ada peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan sampai saat ini kegiatan penjualan ke luar negeri belum mengalami peningkatan, karena permintaan barang di pasar internasional terutama terhadap produk-produk kerajinan yang dihasilkan para pengusaha tersebut belum mengalami peningkatan.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar pengusaha berharap volume perdagangan eksport-import bisa terus meningkat sampai dengan masa yang akan datang. Serta harapan kepada pemerintah agar dapat terus membantu peningkatan perdagangan ekspor terutama terhadap barang hasil produksi usaha kecil dan menengah.

Bentuk ekspektasi pengusaha terhadap peningkatan volume ekspor ini sejalan dengan harapan Menteri Keuangan RI Ibu Sri Mulyani yang memberi masukan kepada Menteri Perdagangan dalam upaya meningkatkan kinerja perdagangan ekspor pada masa yang akan datang. Menurut Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani kondisi perdagangan eksport Indonesia sebelumnya mengalami penurunan hingga minus 10, diharapkan pada masa yang akan datang menjadi positif. Dalam peningkatan perdagangan ekspor ini diupayakan lebih kepada produk-produk hasil industri kecil dan menengah agar dapat meningkatkan atau mengembangkan industri tersebut. Selain itu juga dapat meningkatkan devisa negara. Selanjutnya harapan adanya peningkatan kinerja aparat bea cukai agar dapat mengurangi masuknya barang dari luar negeri ke Indonesia.

(http//www.detikfinance.com/read/2009/06/01/162136/Menkeu:Peningka -tan.Perdagangan.Eksport)

d. Mengenai Ekspektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap Pengurangan Pengangguran ditahun yang akan datang Seiring dengan pulihnya Perekonomian Internasional

Berdasarkan tabel 9, ada sebanyak 48% pengusaha memberikan pernyataan positif. Hal ini membuktikan adanya harapan pengusaha terhadap menurunnya angka pengangguran ditahun yang akan datang seiring dengan membaiknya ekonomi internasional.

Para pengusaha berharap kondisi ekonomi internasional pada masa yang akan datang terus mengalami peningkatan sehingga sektor-sektor industri bisa bangkit kembali untuk menjalankan usahanya, dengan demikian dapat kembali menyerap tenaga kerja. Dengan adanya kepastian bahwa kondisi ekonomi internasional dapat stabil sampai dengan masa yang akan datang menumbuhkan kembali kepercayaan serta minat para investor untuk menanamkan uangnya atau menciptakan lapangan kerja baru yang nantinya dapat menyerap tenaga kerja.

Harapan pengusaha juga seiring dengan membaiknya ekonomi internasional akan kembali meningkatkan angka penjualan dan volume produksi, sehingga akan membutuhkan tenaga kerja lebih banyak.

Ada sebanyak 13% pengusaha memberikan pernyataan netral. Adanya pernyataan netral tersebut karena para pengusaha tidak mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah pengangguran. Melihat angka pengangguran yang saat ini terus meningkat membuat para

pengusaha tidak dapat memperkirakan adanya pengurangan jumlah pengangguran pada masa yang akan datang.

Dan ada sebanyak 39% pengusaha memberikan pernyataan negatif, hal ini bisa dibuktikan dari pernyataan pengusaha tersebut bahwa angka penganguran kemungkinan akan terus meningkat sampai dengan tahun yang akan datang, karena jumlah calon tenaga kerja setiap tahun terus mengalami penambahan sedangkan lapangan kerja masih terbatas. Meski perekonomian saat ini mulai membaik tetapi para investor masih belum berani membuka lapangan pekerjaan baru atau menanamkan modalnya kepada sektor industri yang telah ada, sehingga belum dapat menyerap tenaga kerja. Selanjutnya pengusaha masih belum yakin terhadap pengurangan angka pengangguran pada masa yang akan datang, karena sampai saat ini masih banyak sektor industri yang kondisinya belum pulih kembali bahkan bagi sektor industri yang benar-benar kondisinya palit atau sampai gulung tikar dengan terpaksa harus memberhentikan semua tenaga kerja yang dimilikinya.

Dari uraian di atas disimpulkan masih ada harapan dari para pengusaha terhadap pengurangan tingkat pengangguran seiring dengan membaiknya ekonomi global, serta masih adanya harapan terhadap tumbuhnya kepercayaan serta minat para investor untuk menanamkan modalnya kepada industri yang telah ada atau membuka lapangan kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja.

e. Mengenai Ekspektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap Komitmen Organisasi Internasional untuk Meningkatkan Peran UKM dalam Persaingan Global.

Dari tabel 9 di atas, ada sebanyak 81% pengusaha memberikan pernyataan positif. Ini membuktikan adanya keyakinan pengusaha terhadap peran organisasi-organisasi Internasional untuk meningkatkan peran UKM dalam persaingan global.

Menurut penilaian para pengusaha saat masa pemulihan ekonomi global negara-negara di dunia mulai membidik sektor industri kecil dan menengah untuk meningkatkan perannya dan menjadi salah satu pondasi ekonomi. Ini dibuktikan dengan mulai dikeluarkannya kebijakan-kebijakan yang mengutamakan pemberdayaan dan peningkatan usaha kecil dan menengah. Selain itu adanya bentuk perhatian dari organisasi-organisasi internasional kepada usaha kecil menengah (UKM) agar dapat berperan dalam peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dunia. Bentuk perhatian dari organisasi-organisasi internasional ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan pengembangan usaha dan bentuk fasilitas lainnya yang dapat membantu UKM dalam menjalankan usahanya.

Dari gambaran di atas timbul keyakinan dari pengusaha bahwa organisasi-organisasi internasional termasuk juga pemerintah pada masa yang akan datang akan mendukung peningkatan peran UKM dalam persaingan global.

Harapan pengusaha pada masa yang akan datang organisasi-organisasi internasional dapat membantu UKM seperti memberikan fasilitas permodalan, kemudahan birokrasi.

Selanjutnya ada 14% pengusaha lebih memilih memberikan pernyataan netral, karena mereka tidak mengenal tentang organisasi-organisasi internasional tersebut. Para pengusaha juga tidak mengetahui manfaat dari adanya organisasi-organisasi internasional tersebut serta hubungannya terhadap usaha yang saat ini mereka miliki.

Ada juga sebanyak 5% pengusaha mememberikan pernyataan negatif. Mereka merasa tidak yakin terhadap komitmen organisasi-organisasi internasional, karena belum ada wujud dan realisasi yang dirasakan oleh para pengusaha tersebut.

Jadi kesimpulannya bahwa sebagian besar pengusaha yakin serta berharap bahwa organisasi-organisasi internasional bisa mendukung terus peran para pengusaha kecil dan menengah (UKM) dalam mengikuti persaingan global. Bentuk dukungan yang diharapkan adalah fasilitas permodalan, pelatihan pengembangan, serta program pendampingan usaha.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mengenai bentuk ekspektasi pengusaha kecil dan menengah di 3 sentra industri kabupaten Bantul terhadap pemulihan ekonomi internasional, dari 98 pengusaha sebagian besar menitikberatkan pada bentuk harapan terhadap tingkat volume eksport-import pada masa yang akan datang, dan harapan terhadap komitmen organisasi-organisasi internasional di

tahun yang akan datang untuk meningkatkan peran UKM dalam mengikuti persaingan global. Harapan 98 pengusaha terhadap volume eksport-import tersebut adalah dengan meningkatnya kegiatan ekspor-import pada masa yang akan datang, dapat meningkatkan angka penjualan produk yang dihasilkan pengusaha tersebut keluar negeri. Sedangkan harapan pengusaha terhadap komitmen organisasi-organisasi internasional agar dapat membantu para pengusaha atau UKM dalam bentuk pelatihan, program pendampingan dan permodalan, dan kemudahan birokrasi dalam perdagangan internasional.

2. Ekspektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap Pemulihan Perekonomian Nasional untuk Menggairahkan UKM sebagai Pondasi Perekonomian

Tabel 10

Ekspektasi Pengusaha Terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional

NO Aspek Ekspektasi

Positif Netral Negatif

1 Ekspektasi pengusaha kecil dan menengah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada masa-masa yang akan datang. 78 80% 4 4% 16 16% 2 Ekspektasi pengusaha kecil dan

menengah terhadap stabiitas ekonomi nasional pada masa-masa yang akan datang. 75 77% 21 21% 2 2% 3 Ekspektasi pengusaha kecil dan

menengah terhadap perdagangan dalam negeri pada tahun yang akan datang.

84 86% 13 13% 1 1% 4 Ekpektasi pengusaha kecil dan menengah

terhadap tingkat pengangguran ditahun yang akan datang seiring dengan membaiknya ekonomi nasional.

45 46% 11 11% 42 43% 5 Ekspektasi pengusaha kecil dan 86 11 1

menengah terhadap komitmen organisasi nasional untuk meningkatkan peran UKM dalam persaingan nasional.

88% 11% 1% Rata-rata 74 75% 12 12% 12 13% Sumber: Hasil wawancara dengan 98 pengusaha

Berdasarkan tabel 10, ekspektasi 98 pengusaha kecil dan menengah di 3 sentra industri kabupaten Bantul terhadap pemulihan ekonomi nasional, rata-rata 75% merupakan bentuk ekspektasi yang positif, 12% merupakan bentuk ekspektasi yang netral, dan 13% rata-rata merupakan bentuk ekspektasi yang negatif. Sedangkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan untuk mengetahui bentuk ekspektasi 98 pengusaha secara jelas terhadap pemulihan ekonomi nasional adalah sebagai berikut:

a. Mengenai Ekspektasi Pengusaha Kecil dan Menengah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional pada masa-masa yang akan datang

Berdasarkan tabel 10, ada sebanyak 80% pengusaha memberikan pernyataan positif, hal ini menunjukan adanya sikap optimis dan harapan dari para pengusaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada masa yang akan datang.

Menurut pengusaha saat ini dirasakan kondisi ekonomi Indonesia sudah mulai membaik. Sektor-sektor industri terutama yang berskala kecil dan menengah dirasakan mulai ada pemulihan. Tingkat kesejahteraan masyarakat mulai membaik sehingga kemampuan daya beli mereka mulai ada peningkatan. Naiknya permintaan barang-barang kebutuhan pokok dan barang lainnya di pasar dalam negeri membuat angka penjualan dirasakan oleh para pengusaha mulai ada peningkatan. Jika kondisi ini dapat terus terjadi, maka para pengusaha akan optimis

pada masa datang laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berjalan dengan cepat.

Menurut para pengusaha kondisi ekonomi dunia juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Harapan para pengusaha bahwa kondisi ekonomi dunia dapat terus membaik sehingga dapat membantu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional sampai dengan masa yang akan datang.

Mengenai ekspektasi pengusaha kecil dan menengah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ini, ada sebanyak 4% pengusaha memberikan pernyataan netral. Yang mendasari timbulnya jawaban netral adalah karena para pengusaha tidak memiliki gambaran saat ini tentang kondisi perekonomian nasional. Yang menyebabkan para pengusaha tidak memiliki gambaran tentang kondisi ekonomi nasional adalah karena kurangnya informasi yang mereka miliki serta keterbatasan pendidikan dan pengetahuan, sehingga para pengusaha tidak dapat memprediksi bagaimana pertumbuhan ekonomi nasional pada masa yang akan datang.

Selanjutnya ada sebanyak 16% pengusaha memberikan pernyataan negatif. Para pengusaha tidak yakin terjadinya pertumbuhan ekonomi nasional pada masa yang akan datang sesuai dengan apa yang diinginkan. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak sektor-sektor usaha di dalam negeri terutama sektor industri masih belum mengalami pemulihan. Harga-harga bahan baku terus mengalami kenaikan sehingga para pengusaha terpaksa harus menaikkan harga barang karena tingginya

biaya produksi. Yang dikhawatirkan pengusaha dengan dikeluarkannya kebijakan untuk menaikan harga barang tersebut akan menurunkan daya beli konsumen, sehingga akan mengalami penurunan pada tingkat penjualan. Selain itu pengusaha juga merasa khawatir pada masa yang akan datang harga bahan bakar minyak akan mengalami kenaikan secara tiba-tiba, sehingga akan menambah beban produksi yang harus mereka tanggung dan kegiatan usaha di sektor industri khususnya kembali mengalami masalah. Apabila kondisi ini terjadi kembali, maka akan

Dokumen terkait