PAINTING, DRAWING DAN TYPING
A. Eksplorasi Peralatan Painting Pengenalan Peralatan Brush
Jika anda dapat menguasai peralatan brush dalam bekerja, maka anda akan lebih mudah berhasil dalam menggunakan Photoshop. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali peralatan Photoshop yang membutuhkan penguasaan teknik brush.
Sebagai permulaan, selain anda menggunakan Brush dan Pencil tool, menggunakan brush tip dan menggambar garis untuk menerapkan warna pada gambar anda, coba anda perhatikan fungsi-fungsi lainnya dimana dioperasikan secara mirip penggunaan brush meskipun pada hasil akhirnya masing-masing berbeda sama sekali. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini
Fungsi Alat Tujuan Penggunaan
Selection Dalam Quick Mask Mode, anda menggunakan Brush Tool untuk menggambar seleksi dengan tepian kasar atau halus atau bahkan semprotan mirip teknik airbrush.
Replacing Color Alat ini dapat mengganti warna original dari gambar anda dengan warna Foreground.
Healing and Cloning
Alat ini dapat mengkloning area-area pada gambar secara teknik brush strokes.
Erasing Alat ini bekerja seperti halnya brush tapi secara berkebalikan yaitu menghapus bagian gambar dengan teknik brush strokes. Blurring,
Sharpening Smearing
Alat ini berfungsi untuk merubah kontras dari pixel atau memindahkan pixel dengan teknik brush strokes.
Toning Mencerahkan atau menggelapkan pixel dari gambar anda dengan kontrol brush stroke.
Restoring History Brush tool secara selektif mengembalikan posisi tahapan perubahan pada image anda.
Stroking Art History Brush tool memberikan tambahan brush strokes yang artistik pada image anda dari saved copy.
Pengenalan Brush dan Pencil Tool
Pencil dan Brush tool ibarat mentega dan coklat. Tidak hanya saja keduanya dapat bekerja secara baik akan tetapi juga berbagi kegunaan yang penting. Anda dapat mengakses alat-alat ini melalui Toolbox atau dengan menekan tombol B sehingga secara default akan mengaktifkan Brush tool. Untuk mengakses Pencil tool dengan menekan Shift+B. Tekan Shift+B lagi untuk kembali ke Brush tool. Seperti anda bayangkan bahwa perbedaan utama antara kedua alat ini adalah hasilnya yang berupa tepian keras/kasar dan tepian halus untuk alat yang lainnya.
Dengan menggunakan Pencil tool anda dapat melakukan hal berikut ini :
70
Klik pada satu titik dan Shift+klik pada titik kedua untuk menggambar garis lurus diantara kedua titik tersebut.
Klik dan tahan tombol Shift dan gerakkan mouse ke arah vertikal dan horisontal untuk membuat garis secara orthogonal.
Tahan tombol Alt dan klik pada area manapun di dalam gambar anda untuk membalik warna foreground ke hue warna tersebut.
Pilih opsi Auto Erase pada option bar untuk mengaktifkan fungsi auto erase sebagai fitur yang membantu dalam menghapus bagian dari pencil strokes tanpa berpindah ke Eraser tool. Ketika klik pada area manapun di dalam gambar selain pada area diwarnai warna foreground, Pencil tool akan menggambar sebuah garis dengan warna foreground. Ketika klik pada area di dalam gambar yang diwarnai warna foreground, Pencil tool akan menggambar dengan menggunakan warna background.
Brush tool merupakan alat dasar yang digunakan di dalam Photoshop dengan segala inkarnasinya sehingga anda harus benar-benar mempelajarinya. Perbedaan yang sangat mendasar antara Brush dan Pencil adalah Brush tool menghasilkan garis secara soft edge yang dirender dengan halus oleh Photoshop dengan menggunakan proses anti aliasing. Ini adalah suatu teknik untuk mensubtitusi pixel secara sebagian sepanjang tepian garis yang hasilnya adalah ilusi kelembutan bertingkat. Mata kita menggabungkan pixel-pixel transparan bersama-sama sehingga garis terlihat lebih halus daripada hard edged.
Gambar 8.1. Perbedaan antara hasil Pencil dan Brush terlihat pada bagian tepian lengkung.
Brush tool memberikan banyak fitur dasar yang sama pada Pencil tool kecuali pada fitur auto erase.
Aktifkan Brush tool dari Toolbox.
Pilih sebuah brush tip dari Brush Preset picker pada option bar.
Pilih opsi Paint Mode dan Opacity pada option bar.
Drag mouse untuk menggambar, klik dan Shift+klik untuk membuat garis
lurus dan tahan tombol Shift ketika menggeser untuk membuat garis horisontal dan vertikal yang tegak lurus.
Tahan tombol Alt dan klik pada area warna untuk merubah warna foreground ke warna tersebut.
71 Brush tool memiliki beberapa opsi lain seperti :
Flow : Menentukan seberapa cepat Brush tool mengaplikasikan warna. Anda dapat mengatur flow rate antara 1 hingga 100 persen melalui slider atau dengan memasukkan nilai pada text box. Bisa anda ibaratkan untuk mengatur seberapa basah atau cair warna tersebut. Pada flow rate yang rendah warna diaplikasikan lambat sehingga warna tidak langsung gelap. Pada flow rate yang lebih tinggi warna secara cepat mencapai kekuatannya pada saat anda geser mouse.
Airbrush : Klik pada tombol airbrush pada option bar untuk pengaktifan
Brush tool (atau alat-alat yang menggunakan brush tip) dalam mode airbrush. Ini menghasilkan efek semprotan dengan alat airbrush. Semakin lama anda tahan tombol mouse maka semakin banyak warna yang dipompakan oleh alat. Semakin lebar efek airbrush maka akan menyebar.
Toggle Brushes Palette : Pada bagian kanan option bar adalah tombol palette icon yang menunjukkan atau menyembunyikan Brushes Palette. Ini adalah cara cepat mengakses Brushes Palette, begitu juga pada Pencil tool dan alat yang lain yang menggunakan brush tip.
Gambar 8.2. Option bar pada alat Brush.
Bekerja Dengan Brush Palette
Anda akan mengetahui Brush Palette sangat berguna sekali untuk merubah karakteristik dari preset brush tip dan brush tip kreasi anda sendiri. Anda dapat mengakses dan memilih brush presets. Beberapa cara untuk mengakses Brush Palette adalah :
Pilih window Brushes dari menu bar.
Klik pada tab Brushes palette pada Palette Well.
Klik pada tombol Brushes Palette pada bagian kanan option bar.
Ambil tab Brushes Palette dan geser keluar dari Palette Well ke desktop Photoshop.
Brushes Palette menampilkan daftar properti brush pada bagian kiri dan termasuk preview dari brush stroke pada bagian bawah palette. Klim pada Brush Presetes pada bagian kiri atas. Bermacam preview preset akan muncul di panel kanan.. Memilih Brush Tip Shape
Ketika anda memilih Brush tip shape pada kolom bagian kiri Brushes Palette, sebuah kotak scrolling akan menunjukkan berbagai view, termasuk hanya teks, thumbnail besar atau kecil, list yang kecil atau besar dan tumbnail dari stroke. Keduabelas parameter yang bisa anda pilih untuk mengaplikasi dan edit tersebar pada kolom kiri. Anda dapat memilih dari option ini untuk mengaplikasikannya ke brush yang dipilih sekarang.
72 Gambar 8.3. Tampilan Brush Tip Shape pada Palette Brush.
Pilih pada opsi untuk mengedit karakternya antara lain :
Brush Tip Shape : Kontrol ini membuat anda dapat memilih ukuran dan bentuk dari brush tip termasuk diameter, angle, roundness dan spacing.
Shape Dynamic : Kontrol ini termasuk jumlah jitter (acak atau variasi) yang dihasilkan ketika membuat sebuah stroke, amount of fade, size, jittter angle, roundness dan opsi lainnya. Semakin tinggi nilainya semakin besar variasinya pada tiap opsi.
Scattering : Parameter ini mengatur jumlah dan posisi dari brush mark pada stroke. Semakin tinggi nilainya semakin tinggi jumlah brush mark dan semakin jauh posisinya. Ketika anda mengaktifkan Both Axes, Photoshop mendistribusikan Brush mark secara radial seperti pada kurva. Count untuk mengatur jumlah brush mark pada tiap spacing point. Semakin tinggi semakin banyak jumlahnya.
Texture : Kontrol ini mengijinkan anda memasukkan pola tekstur pada
brush stroke baik dari preset tekstur Photoshop atau dari kreasi anda. Pilih Invert untuk membalik pixel terang dan gelap pada pattern. Scale mengatur ukuran pattern pada tiap stroke. Texture Each Tip merender tiap tip ketika disentuhkan, membuat efek saturasi. Depht mengatur seberapa utuh pattern tampil pada brush stroke. Minimum Depht menentukan seberapa minimal warna pada tiap stroke terlihat pada pattern. Mode untuk memilih blending modes Photoshop.
Dual Brush : Anda dapat menggunakan double tip untuk menggambar single brush. Opsi ini mengijinkan anda memilih karakteristik dari tip kedua dengan menggunakan tipe atribut yang sama seperti diameter, spasing dan
73 scatter yang diaplikasikan pada tip pertama. Anda juga dapat menentukan blending mode antara kedua tip tersebut.
Color Dynamic : Kontrol ini menggunakan Foreground dan Background colors untuk mengatur bagaimana warna bisa bervariasi selama stroke sehingga menghasilkan stroke yang multicolor. Semakin bervariasi semakin memberikan kesan natural pada stroke. Tanpa color dynamic warna stroke terlihat konstan.
Other Dynamic : Mengacak opacity dan flow factor brush. Membuat brush
semakin natural dan semakin sedikit machine generated. Anda dapat bereksperimen dengan semua dynamic untuk melihat seperti apakah hasilnya pada gambar anda. Ingatlah bahwa Flow dan Opacity yang diatur pada Brushes Palette tidak menghilangkan pengaturan tersebut pada option bar.
Beberapa karakteristik brush tip adalah sebagai berikut :
Noise : Memberikan pixel acak pada brush tip, menjadikannya kualitas yang
bertekstur dan organik. Opsi ini lebih cocok pada feathered brush.
Wet Edges : Membuat brush tip meninggalkan sebuah stroke seakan seperti cat air dengan warna muncul pada sepanjang tepian.
Airbrush : memberikan brush tip kelihatan lembut bagaikan airbrush.
Smoothing : Menghaluskan lengkungan ketika membuat arcs dengan brush. Lebih terlihat ketika menggambar menggunakan tablet.
Protect Texture : Memastikan semua brush tip yang menggunakan tekstur
yang sama. Membuat anda bisa mengaktifkan maju mundur antara brush tip ketika menggambar dan masih mencapai tekstur yang konsisten.
B. Menggambar Vector Shape